Letakkan Sejenak Handphone Itu


Handphone sudah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari kehidupan orang zaman sekarang. Termasuk kamu, bukan? Suatu ketika kamu berangkat ke kampus. Ternyata kamu lupa membawa ponsel. Apa yang kamu lakukan? 

Pilihannya pasti dua: kamu bergegas putar arah untuk mengambil handphone, atau tetap ke kampus tapi hati tidak tenang seharian dan mood untuk ngapa-ngapain jadi rusak. Pasti dua itu pilihannya. Ya kan? Intinya, handphone sudah menjadi separuh nyawa seseorang.
Kemajuan teknologi telah membuat perubahan dan loncatan besar pada peradaban manusia, khususnya generasi masa kini. Handphone adalah salah satu wujud dari daya ungkit peradaban manusia tersebut.

 Peradaban manusia masa kini telah mengalami perubahan karakter yang sangat drastis yang diakibatkan oleh kehadiran benda kecil hasil dari kemajuan dan loncatan teknologi tersebut. 

Banyak kemudahan dan kemajuan yang bisa dicapai berkat kehadiran handphone. Namun bak pedang bermata dua, kehadirannya juga disertai berbagai pengaruh negatif.

Manusia masa kini, entah tua, muda atau anak-anak kecil, semakin lekat dan mesra dengan handphone-nya masing-masing. Setiap saat, di mana-mana dan apapun yang terjadi, manusia semakin mesra dengan gadget-nya.

 Bahkan dalam konteks ekstrim-pun, yaitu ketika menyetir mobil, masih tetap ada orang yang melakukannya bersamaan dengan berkirim-kirim pesan atau menelpon seseorang dengan ponselnya. 

Kesimpulannya, seperti sudah dipaparkan diatas, ketiadaan handphone akan membuat seseorang kehilangan mood, kehilangan ketenangan, hingga ‘lepasnya separuh nyawa’.

Tapi, sampai kapan kita terus bermesraan dengan handphone? Kebiasaan ini akan berdampak buruk suatu saat nanti ketika kita sudah berumah tangga. Mana yang lebih penting, anak, suami, istri atau ponsel kita?

Seperti inilah gambaran kehidupan rumah tangga yang istri atau suaminya selalu bermesraan dengan handphone.

Seorang psikolog Dr. Gary Chapman, dalam bukunya “Lima Bahasa Cinta” mengatakan kita semua memiliki tangki cinta psikologis yang harus diisi. Lebih tepatnya jika anak membutuhkan, maka orangtuanya yang sebaiknya mengisi. Anak yang tangki cintanya penuh maka dia akan suka pada dirinya sendiri, tenang dan merasa aman. Hal ini dapat diartikan sebagai anak yang berbahagia dan memiliki “inner” motivasi.

Anak memiliki kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi oleh orang tuanya. Anak butuh mendapatkan rasa aman, butuh penerimaan dan cinta, butuh untuk dikontrol. Namun bagaimana kebutuhan ini terpenuhi jika orang tuanya, terutama ibunya selalu sibuk untuk BBM, Chat, Line atau melakukan hal-hal apapun dengan handphone sepanjang waktu.

Seorang ayah itu adalah teman yang paling asik bagi anaknya. Ayah adalah sosok jagoan yang selalu bisa menyelesaikan kesulitan anak-anaknya. Maka dari itu, anak sangat butuh perhatian ayah untuk sekedar seru-seruan bermain. Ayah yang sibuk dengan dirinya sendiri tentu meberikan efek menyedihkan untuk anaknya. 

Selama weekday, ayah sudah banyak menghabiskan waktu di kantor. Anak jarang bisa bersendau gurau dengan anak. Eh, giliran ayahnya sudah sampai di rumah, atau saat weekend, ayah tetap saja sibuk sendiri dengan handphone. Sedih kan!

Menurut Kerry Patterson, penulis terlaris New York Times, empat dari lima orang percaya bahwa komunikasi yang buruk memainkan peranan penting dalam terputusnya hubungan. 

Selain itu, Therapist Nancy B. Irwin mengatakan bahwa konflik sering muncul akibat dari komunikasi yang tidak tersalurkan, harapan yang tidak terpenuhi atau niat yang terhalangi.

 Nah jelas kan, penggunaan handphone yang tidak mengenal waktu juga akan mengganggu proses komunikasi antara suami istri. Bisa-bisa kita lebih sering bermesraan dengan handphone daripada suami atau istri. Duh, kacau kan!

Sumber: Artikel internet yg saya lupa menyimpan alamat link-nya, saya tambah dan edit sedikit. 

Lapor SPT Pribadi Lewat Pos


bangga-pajak1

Demi kepentingan membentuk yayasan ICD Peduli Bangsa, yayasan yang menaungi Islamic Character Development-ICD saya membuat NPWP atau nomor pokok wajib pajak, yaitu nomor yang diberikan kepada wajib pajak (WP) sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Otomatis karenya punya NPWP, saya harus urus SPT tahunan, dan tahun ini kali pertama saya mengurus SPT. Saya membuat NPWP di KPP Magelang dan karena aktifitas saya di Jakarta, saya akan mengurus SPT di KPP di Jakarta, ternyata ada aturan baru mulai tahun 2017 kalau SPT daerah harus dikirim ke daerah.

Formulir SPT saya No 1770 itu untuk penghasilan dibawah 60 juta setahun, seperti gaji saya yang masih dibawah UMR dibawah 20 juta pertahun. Yang penting bagi saya lapor pajak saja, pasti semua nihil,nihil. Juga sebagai bentuk kepatuhan warga negara terhadap pajak.

Alhamdulillah, waktu saya membukan website pajak.go.id, saya mendapatkan keterangan kalau kita bisa melaporkan SPT Pribadi via kantor pos atau melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengiriman SPT via pos antara lain :

  • Penyampaian Surat Pemberitahuan dapat dikirimkan melalui pos dengan Surat Tercatat (Bukti Pengiriman atau Tanda Terima), yakni satu 1 Surat Tercatat hanya berlaku untuk satu Surat Pemberitahuan.
  • Tanda bukti dan tanggal pengiriman surat untuk penyampaian Surat Pemberitahuan dianggap sebagai tanda bukti dan tanggal penerimaan sepanjang Surat Pemberitahuan tersebut telah lengkap.
  • Tanggal yang tertera dalam Surat Tercatat adalah tanggal pelaporan SPT Anda. (misalnya dalam Surat Tercatat ditulis tanggal 31 Maret 20016, maka tanggal pelaporan Anda adalah tanggal 31 Maret 2016)
  • Jangan pernah menghilangkan Bukti Pengiriman (Surat Tercatat) Anda. Karena Bukti Pengiriman tersebut merupakan Bukti Pelaporan Anda.
  • SPT yang disampaikan melalui pos tercatat  atau perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dilakukan dalam amplop tertutup yang telah dilekati lembar informasi amplop.

SPT Tahunan yang isinya sesuai dengan  Pasal 2 ayat (5) PER-29/PJ/2014 sebagai berikut :

Penyampaian SPT Tahunan melalui pos atau perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan huruf c dilakukan dalam amplop tertutup yang telah diberikan label lembar informasi amplop SPT Tahunan yang berisi data sebagai berikut:

  1. Nama Wajib Pajak;
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak;
  3. Tahun Pajak;
  4. Status SPT Tahunan (Nihil/Kurang Bayar/Lebih Bayar);
  5. Jenis SPT Tahunan (SPT Tahunan/SPT Tahunan Pembetulan Ke-…);
  6. Nomor Telepon;
  7. Pernyataan; dan
  8. Tanda Tangan Wajib Pajak.

Lembar informasi amplop SPT bisa diunduh disini.

Semoga informasi ini bermanfaat. Oh ya, 31 Maret 2017 — adalah batas akhir pelaporan SPT Tahunan 2016. Tapi itu untuk SPT Tahunan PPh Orang Pribadi yah. Sedangkan untuk PPh Badan, batas waktunya adalah empat bulan sejak berakhirnya tahun atau tepatnya pada tanggal 30 April 2017.

Siang ini saya coba mengirimkan SPT dari kantor pos Setu Babakan, Jagakarsa. Sampai dikantor pos saya tanya ke pak pos, lembar informasi amplop ditempel di luar amplop atau dimasukkan di dalam amplop?  Oleh pak pos saya diarahkan untuk memasukkan lembar informasi amplop di dalam amplop dan menulis alamat tujuan di amplopnya. 

Cara ini sedikit berbeda dengan keterangan yang saya cantumkan di atas ya, tapi gak papa yang penting kirim saja. 

Jadinya seperti ini. 


Setelah selesai simpan bukti pengiriman sebagai bukti pelaporan kita. 


Sekian.

 

Tentang Adab Dalam Berbeda Pendapat


seri keduanya disini

Selesai menyimak ceramah KH Hasyim Muzadi, mari menyimak juga kisah Imam Syafi’i dan muridnya.

Suatu hari salah satu murid Imam Syafie yaitu Yunus bin Abd Ala berbeda pendapat dengan Imam Syafie (Muhammad Idris As-Syafi’i)  saat belajar di Masjid. Lalu ia marah dan meninggalkan pelajaran kembali ke rumahnya.

Tibalah malam hari lalu Yunus mendengar ketokan pintu di rumahnya. Bertanyalah Yunus “Siapakah gerangan yang mengetok pintu?”

Pengetuk pintu menjawab “Saya Muhammad bin Idris, Yunus bercerita “Aku berpikir bahwa tidak ada yang bernama Muhammad bin Idris selain Imam Syafi’i. Dan aku terkejut..saat aku buka pintu maka kulihat ternyata benar Imam Syafi’i.

Beliau berkata

“Wahai Yunus kita sering sepaham bersatu dalam banyak masalah lalu kenapa menjadi pecah hanya karena satu masalah.

Wahai Yunus! Jangan kamu perjuangkan agar kamu menang dalam segala perbedaan pendapat, kadang kemenangan HATI lebih mulia dan penting daripada kemenangan sikap berpendapat.

Wahai Yunus! Jangan engkau hancurkan bangunan jembatan yang telah engkau bangun dan lewati. Kadang kamu membutuhkan saat kamu kembali. Kalaupun ada kesalahan bencilah kepada kesalahan Jangan benci kepada yang berbuat kesalahan. Ingkari hati terhadap kemaksiatan tapi maafkan dan sayanglah kepada orang yang berbuat kemaksiatan

Wahai Yunus kritiklah esensi perkataan (pendapat) tapi hormatilah yang bicara. Tugas kita adalah mengobati penyakit, memerangi penyakit bukan memerangi orang sakit.”

Sekian.
Terima kasih

Dopamin Sosial Media


Beberapa artikel yang mendukung:

Cara Mencegah Pedofilia


Pedofilia berasal dari bahasa Yunani. Paid berarti anak anak dan Philia berarti cinta. Cinta anak anak yang bentuknya adalah pelecehan seksual terhadap anak anak.

Pedofilia adalah bentuk penyimpangan seksual yang subur di tengah masyarakat yang menganut seks bebas. Semakin bebas aksi seksualitas, semakin subur aksi pedofilia tersebut.

Banyaknya kasus pedofilia di Indonesia menunjukkan pertumbuhan budaya seks bebas di negeri ini yang sudah mencapai tingkat memprihatinkan sekaligus mengerikan.

Krafft-Ebing menyebutkan dalam tipologi “penyimpangan psiko-seksual.” Daftar tiga ciri umum dari pedofilia yaitu:

  1. Individu tercemari [oleh keturunan] (belastate hereditär).
  2. Daya tarik utama subyek adalah untuk anak-anak, daripada orang dewasa.
  3. Tindakan yang dilakukan oleh subjek biasanya tidak berhubungan, melainkan melibatkan tindakan yang tidak pantas seperti menyentuh atau memanipulasi anak dalam melakukan tindakan pada subjek.

Ciri pedofilia menurut Asosiasi Psikiater Amerika:

  1. Selama periode minimal 6 bulan, berulang dorongan seksual yang intens dan fantasi menggairahkan seksual yang melibatkan aktivitas seksual dengan anak praremaja atau anak-anak.

  2. Orang tersebut telah bertindak atas dorongan ini atau karena tertekan.
  3. Orang ini setidaknya 16 tahun dan setidaknya 5 tahun lebih tua dari anak.

Legalisasi Pedofilia

Hati-hati dengan kampanye yang sedang digalakkan media masa terutama media barat yang ingin menormalisasi pelaku pedofilia. Jaga keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt dan menghindari propaganda sesat ini.

Gerilya kaum homoseks di bidang medis telah berhasil mengeluarkan “homoseksualitas” dari daftar penyakit Internasional (International Classification of Diseases) oleh WHO pada 17 Mei 1990. Homoseksual juga ditetapkan oleh Asosiasi Psikiater Amerika (APA) sebagai bukan penyakit, kekacauan mental atau problem emosional.

Setelah sukses dengan homoseksual, sekarang mereka mengingkan Pedofilia diterima di masyarakat dengan terus meminta kepada DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) agar mengeluarkan pedofilia dari daftar penyakit. Salah satu perkumpulan yang berjuang dalam hal ini adalah B4uAct.

13254154_1778391769061081_917560232668437099_n

Gary Dowsett: Pendukung Pedofilia

Psikiater Prof. Dadang Hawari dan psikolog Rita Soebagio peneliti di INSITS menyatakan tidak setuju jika homoseks dinilai bukan penyakit dan tidak perlu disembuhkan seperti yang diklaim Asosiasi Psikiater Amerika (APA). Meski begitu mereka mengakui bahwa terapi homoseks relative lebih sulit maka pencegahan semenjak dini harus dilakukan dan pencegahan yang paling kuat menurut mereka adalah dengan pendidikan agama sejak dini. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh ilmuwan Barat bernama Dr. Graf Remafedi dari Universitas Minnesota Amerika Serikat  dan ilmuwan yang tergabung dalam The National Association for Research ang Therapy of Homosekxuality (NARTH).

Prof. Dadang Hawari juga pernah mengkritik pasal Zina dalam KUHP, beliau menegaskan fenomena munculnya penganut free sex dan perkawinan sejenis dengan dalih HAM hakikatnya bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, agama, dan falsafah Pancasila. Lagipula, konsep HAM yang dianut negara-negara barat berbeda dengan konsep HAM yang dianut di Indonesia.

“HAM kita beda dengan HAM barat yang tidak didasarkan nilai Ketuhanan. HAM di Indonesia adalah Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi, Tuhan memang melarang seks bebas dan perkawinan sejenis. Islam sendiri mendekati zina saja dilarang, apalagi melakukannya?” kata pria yang dikenal psikiater ini.

Menurut psikolog Bertha Sekunda, para ahli membagi homoseks dalam dua kelompok yaitu.

Ego Distonic Sexual Orientation (EDSO)

Yaitu keadaan dimana seseorang merasa seksualitasnya tidak sesuai dengan citra diri yang diinginkan, sehingga menyebabkan orang tersebut mengubah orientasi seksualnya. Orang ini biasanya melakukan hubungan sesame jenis untuk menambah gairah hubungan seksnya dengan lawan jenis, namun mereka merasa bahwa hasrat homoseks mereka sebagai sesuatu yang tak diinginkan dan sumber petaka. EDSO termasuk gangguan jiwa.

Ego Sintonic Sexual Orientation (ESSO)

Mereka adalah pelaku homoseks yang berdamai dengan dirinya sendiri dan menganggap perilakunya itu “normal” sebab tidak disertai keluhan-keluhan kejiwaan

Simak video berikut bagaimana orang-orang yang tidak bertanggung jawab ingin melegalkan praktek pedofilia.

Cara Sederhana Menghindari Pedofilia

Cara untuk mencegah aktivitas seksual menyimpang tersebut adalah dengan cara menghilangkan rangsangan-rangsangan terkait dengannya.

Pertama,  Terkait Pemikiran

Pemikiran yang mendorong orang mencoba melakukan pedofilia adalah pemikiran serba bebas, yakni liberalisme materialisme. Dalam liberalisme, orang dipahamkan bahwa hidup itu terserah mau melakukan apa saja.

Kedua, Menjaga Fitrah

Secara individual menjauhi hal-hal yang dapat mengundang hasrat melakukan sodomi atau pedofilia. Islam sangat memperhatikan fitrah manusia. Terkait masalah ini, Rasulullah bersabda:  “Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, jangan pula perempuan melihat aurat perempuan. Janganlah seorang laki-laki tidur dengan laki-laki dalam satu selimut, begitu juga janganlah perempuan tidur dengan perempuan dalam satu selimut.” (HR. Muslim).

Ketiga,  Secara Sistematik

Hilangkan berbagai hal di tengah masyarakat yang dapat merangsang orang untuk mencoba-coba. Misalnya, hentikan pornografi terkait homo dan lesbi. Kini, di dunia maya berkeliaran promosi tentang itu.

Keempat,  Terapkan Hukuman

Undang-undang yang ada selama ini seperti tertuang dalam Pasal 292 KUHP tentang pencabulan terhadap anak di bawah umur dan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak menyebutkan hukuman maksimal adalah 15 tahun. itu pun sangat jarang pengadilan menjatuhkan hukuman maksimal pada pelaku.

Jika sistem persanksian negeri sekuler ini tetap dipertahankan, jangan pernah membayangkan kasus kejahatan sebagaimana yang terjadi di sekarang ini terselesaikan.

Kelima, Pendidikan Agama dan Karakter

Pendidikan karakter dan pendidikan agama memerlukan keteladanan dan sentuhan mulai sejak dini sampai dewasa. Dan periode yang paling sensitif dan menentukan adalah pendidikan dalam keluarga yang menjadi tanggung jawab orang tua. Pola asuh atau parenting style adalah salah satu factor yang secara signifikan turut membentuk karakter anak selain itu pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan utama dan pertama bagi anak.

Orang Tua dan Pendidik

Untuk melakukan pencegahan sejak dini terhadap terjadinya penyimpangan seksual remaja, hal-hal yang harus dilakukan oleh orang tua adalah:

  • Menanamkan nilai-nilai agama ke dalam kehidupananak dan memberikan contoh tauladan yang baik.
  • Memberikan kasih sayang yang lebih ditekankan kepadamemberikan perhatian secara psikologis seperti, meluangkanwaktu untuk bercengkrama dengan anak-anak, memberikanperhatian terhadap apa yang dilakukan anak di luar atau dalam rumah.
  • Memberikan dukungan kepada anak terhadapkegiatan positi< yang dilakukannya dan menjauhi anak darikegiatan-kegiatan yang negatif.
  • Memberikan pengawasan secara wajar terhadap pergaulan dilingkungan masyarakat.
  • Orang tua memberikan rambu-rambu yang jelas agar anak tidak terjerumus ke dalam pengaruh yang tidakbaik atau pergaulan yang awut-awutan.
  • Orang tua juga perlumengontrol kamar pribadi anaknya, karena bukan tidak mungkin anak menyimpan sesuatu yang tidak baik, seperti video porno,gambar-gambar porno, narkoba dan hal yang sejenis lainnya.
  • Memberikan pendidikan seks.
  • Orang tua haruslah memberikan peluang dan kesempatan untuk anak mengembangkan hobinya serta menyalurkan bakat dan minat yang ia miliki.
    Membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak.

Dan untuk membantu pencegahan terjadinya penyimpangan seksual remaja, yang harus dilakukan oleh pendidik sebagaimana disebutkan oleh Elida Prayitno adalah:

  • Para calon pendidik perlu dibekali dengan ilmu-ilmu psikologi~psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi umum,bimbingan dan konseling, psikologi pendidikan dan lain-lain.’engan dibekali oleh ilmu-ilmu tersebut maka guru akan dapatmemahami murid dari berbagai sudut pandang dan kondisi,sehingga memudahkan guru untuk memberikan bantuan kepadasiswa yang bersangkutan, dengan teknik yang tepat guna.
  • Mengintensifkan pelajaran agama dan mengadakan tenaga guru agama yang ahli dan berwibawa serta mampu bergaul secara harmonis dengan guru-guru umum lainnya dan dapat dijadikan contoh tauladan bagi murid.
  • Mengintensifkan bagian-bagian bimbingan dan konseling di sekolah dengan cara mengadakan tenaga ahli atau menatar guru-guru untuk mengelola bagian ini.
  • Mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler.

Selain itu, masyarakat juga harus ikut bekerjasama mencegah terjadinya penyimpangan seksual dengan memberikan pengawasan terhadap perilaku anak dan remaha di lingkungannya dan menganggapnya sebagai tanggung jawab bersama.

Sekian.

Sumber:

http://crazzfiles.com/homosexuals-are-normalizing-pedophilia/

http://livingresistance.com/2017/02/13/hollywood-corporate-media-crusading-normalize-pedophilia/

https://www.quora.com/Was-the-Prophet-Muhammad-really-a-pedophile

infografis pedofilia di Indonesia: https://m.kumparan.com/rina-nurjanah/12-kasus-pedofilia-di-indonesia

Klinik Bacaan Al-Fatihah


Bacaan Al-Fatihah sangat penting sehingga Imam Abu Hanifah pernah menyatakan: “Aku sanggup membayar 500 dirham kepada sesiapa yang boleh mengajar bacaan surah al Fatihah dengan betul.”

Dalam 1 hari kita shalat 5 kali, dan membaca  surat Al-Fatihah sebanyak 17 kali.

Bacaan al Fatihah yang tidak benar akan memberikan masalah pada kualitas shalat anda.

Dalam sebuah hadis dinyatakan:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ الصَّلاَةُ

Amalan yang pertama akan diaudit di akhirat nanti adalah solat.


Jika baik shalat anda, akan baiklah seluruh amalan anda. Jika shalat anda bermasalah, akan bermasalah seluruh amalan anda. 
Membaca surat Al-Fatihah tanpa diperdengarkan pada guru yang mahir bisa membawa kepada bacaan yang tidak sempurna.

  • Bagaimana bacaan surat Al-Fatihah anda?
  • Sudahkah anda memperdengarkan bacaan anda kepada pakar Al-Quran?

Alfatihah Center (AFC) siap membantu anda. Luangkan waktu tidak kurang dari 3 menit membaca Al-Fatihah dan kemudian disetorkan kepada tim AFC. Dalam waktu 5 sampai 8 hari anda sudah bisa mendapatkan “Raport Alfatihah” sebagi lembar hasil penilaian awal bacaan anda. 

AFC didukung dengan teknologi yang sudah bagus, mengumpulkan lebih dari 500 kesalahan dalam Al-Fatihah dan juga Asesor yang terpilih dan terakhir adalah QC dari Ust Furqan Alfaruqy yang sudah mendapatkan sanad bacaan Qiraah Hafs dari riwayat As-Syatibiyyah. 

Jangan sia siakan kesempatan ini. Cara untuk ikut serta bisa dilihat di flyer berikut. 

Keterangan lebih lengkap bisa anda kunjungi alfatihahcenter.org 

Sikap Hidup


Seorang bapak dan ibu di desa Adipuro

Data tahun 2010 dari Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, yaitu dari 2 juta orang nikah setiap tahun se-Indonesia, maka ada 285.184 perkara yang berakhir dengan percerain per tahun se-Indonesia. Jadi tren perceraian di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Adapun faktor perceraian disebabkan banyak hal, mulai dari selingkuh, ketidak harmonisan, sampai karena persoalan ekonomi. 

Faktor ekonomi merupakan penyebab terbanyak dan yang unik adalah 70 % yang mengajukan cerai adalah istri, dengan alasan suami tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. (sumber: kompasiana

Ternyata salah satu faktor utama penyebab perceraian di Indonesia adalah masalah ekonomi.

Apa yang terbayang saat mendengar istilah ‘masalah ekonomi?’ Sering kali yang tergambar adalah kekurangan uang atau kekurangan fasilitas hidup.

Benarkah demikian? Jika seperti itu gambaran tentang ‘masalah ekonomi’, maka pertanyaan berikutnya adalah : apakah hanya orang miskin saja yang bercerai? Adakah orang kaya yang bercerai?

Realitasnya banyak juga orang kaya raya yang bermasalah keluarganya hingga level bercerai. Jadi, apakah masalah ekonomi itu?

Hal ini lebih banyak soal sikap hidup. Bukan saja soal realitas berapa banyak atau berapa sedikit uang yang mereka miliki. Namun lebih kepada bagaimana mereka mensikapi.

Sebagai orang beriman, seharusnya sikap hidupnya selalu positif.  Rasulullah Saw bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin.

Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya”. (Hadits sahih diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan ra) 

Hal ini menandakan pentingnya sikap hidup positif dalam kehidupan. Jika memiliki sikap hidup positif, akan selalu bisa melihat segala sesuatu secara positif.

Jika mendapat kekayaan dan kecukupan ekonomi, mampu bersyukur. Jika mengalami kekurangan dan kemiskinan, mampu bersabar. Semua akan berakhir baik.

Namun jika sikap hidupnya negatif, kekayaan dan kemiskinan sama-sama bisa menjerumuskan ke dalam kehancuran.

Menghadapi hidup yang serba kekurangan namun tetap dalam kesabaran, saya ingin mengajak pembaca melihat kehidupan di desa, khususnya desa tempat saya dilahirkan.

Saya lahir di desa Prampelan, Adipuro, Kaliangkrik, Magelang Jawa Tengah, tempat yang jauh dari keriuhan dan kebisingan kota. 
Di tengah kehidupan desa yang asri saya menemukan kedamaian dan kehidupan yang harmonis, hubungan suami istripun langgeng tanpa ada masalah yang membuat mereka mudah mengeluarkan kata cerai. 

Setelah merenungi sejenak, ada beberapa hal yang membuat kehidupan pasutri di desa saya khususnya lebih awet. 

  • Di desa saya, seorang perempuan selalu mendapatkan nasehat dari orang tua untuk mentaati suami. Ada peribahasa dalam bahasa jawa, surga manut neraka katut
  • Gaya hidup orang desa menerima apa adanya, tidak menuntut, yang penting kebutuhan pokok terpenuhi. Terkadang kebutuhan yang menurut orang kota kurang, menurut orang desa sudah cukup. 
  • Syukur dan sabar dalam menghadapi hidup. 
  • Susah dan senang dirasakan bersama. 

Sedikit ingin menceritakan kisah pernikahan saya. Sudah cukup lama tinggal di Jakarta, maka orang banyak mengira bahwa jodoh saya nanti dari orang Jakarta atau Sunda, tetapi ternyata tidak, jodoh yang menjadi istri saya sekarang dari desa saya sendiri, Adipuro Kaliangkrik Magelang. 

Alhamdulillah, saya bahagia menikah dengan dia, karena dia memiliki akhlak yang baik dan karakter orang desa yang masih belum hilang. Selain itu, dia gigih dan mempunyai growth mindset yang bagus. 

Ketika awal menikah, saya selalu mengingat ingat kisah pernikahan Imam Ahmad bin Hanbal yang layak menjadi percontohan. Nah, berikut ini kisah bagaimana beliau menikah. 

 Ketika Imam Ahmad bin Hanbal menyelesaikan pendidikannya ia memutuskan untuk menjadi Imam atau Syeikh dari mesjid dan ia juga ingin menikah saat itu.

Maka Imam berkata kepada Bibinya “pergi ke keluarga Fulan bin fulan, aku mendengar kabar bahwa keluarga mereka shaleh, dan lihat bagaimana kedua putri mereka, lihat rupa dan agama mereka, lalu ceritakan kepadaku agar aku bisa menikahi mereka jika mereka baik.

Saat bibinya kembali dari keluarga fulan bin fulan  lalu bercerita kepada Imam Ahmad bin Hanbal, bibinyapun terlihat kagum pada kedua putri mereka. Bibinya bercerita “Allahuakbar adiknya mempunyai mata hitam yang indah, bulu  matanya masyaAllah, rambutnya panjang dan berombak, dan kulitnya pun putih bersih” bibinya terus-terusan memuji putri kedua keluarga fulan.

Ahmad bin Hanbal hanya mendengarkan, lalu berkata “bagaimana dengan kakaknya?” bibinya berkata “oh’ jangan yang itu,  rambutnya jelek dan keriting, kulitnya pun hitam” seolah bibinya menyarankan jangan memilih kakaknya. Lalu Ahmad bin Hanbal berkata lagi “bagaimana dengan agamanya dan ketaatannya?” bibinya bertkata “oh tentu kakanya lebih shaleh,  aku ingin menikahinya” sahut Imam Ahmad.

Imam Ahmad pun menikahi kakaknya, dan setelah 20 tahun menikah istrinya pun meninggal, Imam Ahmad menguburkannya, dan didekat kuburnya Imam Ahmad berkata “Semoga Allah merahmati Umm Salih, tidak sekalipun ia menentangku, dia tidak pernah sekalipun membuatku marah dan membuatku kesal.” Selesai. 

Demikian juga saya dengan istri sekarang, alhamdulillah dia seorang istri yang taat, mau menerima keadaan dengan hidup sederhana, tidak banyak menuntut, bahkan ketika saya sampaikan keinginan untuk melanjutkan kuliaj S2, dengan senang hati dia mendukung sepenuh jiwa. 

Sekian. 

%d bloggers like this: