• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Sejarah KMI (Kuliyyatul Muallimin Al-Islamiyyah)


Salah seorang pahlawan yang pantas dicatatkan namanya dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia adalah K.H. Zainuddin Fananie, salah seorang Trimurti Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur. Sebagai pejuang kemerdekaan, sosok penuh karisma ini dikenal aktif berdakwah dalam kegiatan sosial dan pergerakan Islam.

Sahabat Buya Hamka ini dikenal sebagai salah satu konsul Muhammadiyah Sumatera Selatan dan aktivis Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Meski sibuk dalam pergerakan kemerdekaan, tak membuatnya lupa menuangkan gagasan intelektualnya.

Di antara karya tulis beliau yang masih menjadi bahan rujukan adalah: Senjata Penganjur dan Pemimpin Islam, Pedoman Pendidikan Modern, Kursus Agama Islam, Penangkis krisis, Reidenar dan Jurnalistik, serta masih banyak yang lainya.

KH. R. Z. Fananie memiliki berbagai gagasan tentang pendidikan modern. Gagasan-gagasan itu ditulis sendiri oleh KH. R. Z. Fananie dan dibantu oleh KH. Imam Zarkasyi dalam bentuk buku yang diberi judul “Pedoman Pendidikan Modern”. Buku ini terbit pada tahun 1934 sebelum KMI didirikan pada tahun 1936. Semua orang tentu mafhum yang disebut modern pada saat itu adalah Barat. Dengan kata lain, pendidikan modern berarti pendidikan mengikuti model Barat, yang dalam konteks Indonesia diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Sedangkan pesantren-pesantren yang ada umumnya dikenal sebagai sebagai lembaga pendidikan tradisional. KH. R. Z. Fananie memiliki peran besar dalam perubahan model pendidikan dari tradisional (klasik) ke modern. Sebab, beliau langsung merasakan dan mengalami pendidikan model Barat. Perlu ditegaskan di sini bahwa, dalam proses modernisasi di Gontor, peran KH. R. Z. Fananie secara konseptual sangat menonjol setelah penulisan buku yang ada di tangan pembaca ini.

Buku Pedoman Pendidikan Modern ditulis ketika pengarangnya sedang bertugas di Sumatra. KH. R. Fananie mempunyai relasi dengan berbagai golongan, tak terkecuali para ahli pendidikan. Beliau mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Mahmud Yunus, yang dapat dipandang sebagai salah seorang pelopor pendidikan Islam modern di Indonesia.

Pertemuan ini yang bisa jadi mendorong beliau untuk membekali sang adik, KH. Imam Zarkasyi, dengan pendidikan modern, yaitu dengan menganjurkan sang adik ini belajar di Normal School Padang, di bawah bimbingan Mahmud Yunus. Mengingat buku ini terbit sebelum adanya program KMI, dipastikan ia merupakan kerangka konseptual dari program modernisasi pendidikan di Gontor. Dengan kata lain, KMI merupakan ramuan antara pengalaman dan konsep yang terkandung dalam buku ini.

Prof. Mahmud Yunus telah melakukan pengamatan selama beberapa tahun terhadap metode pengajaran bahasa Arab yang dilakukan di pesantren-pesantren dan sampai pada kesimpulan bahwa metode pengajaran bahasa Arab yang menekankan gramatika yang dilakukan secara parsial di Pesantren amatlah sulit, rumit dan melelahkan, tapi hasilnya tidak sebanding dengan upaya yang dilakukan.

Lulusan pesantren sangat kaya dan mendalam pengetahuan teoritisnya dalam bidang bahasa, tapi mereka tidak mampu mengaplikasikannya dalam bentuk percakapan dan tulisan yang berbahasa Arab.

Upaya ini harus di atasi dengan membuat metode pengajaran baru yang beliau kenalkan dengan nama At-Thariqah Al-Mubasyarah (Direct Methode) yang mengajarkan berbagai komponen ilmu bahasa Arab secara integrated Dan ditekankan pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di dalam kelas dan pergaulan selama di Pesantren.

Upaya ini berhasil beliau wujudkan melalui lembaga pendidikan Adabiyah School di Sumatera Barat di praktikkan Imam Zarkasyi dengan baik di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Melalui metode ini Gontor berhasil mencetak lulusan yang selain memiliki kemandirian dan ketangguhan sikap juga mahir dalam berbahasa Arab dan Inggris dan diakui oleh dunia Islam.

Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) adalah Sekolah Pendidikan Guru Islam yang modelnya hampir sama dengan Sekolah Noormal Islam di Padang Panjang; di mana Pak Zarkasyi menempuh jenjang pendidikan menengahnya. Model ini kemudian dipadukan dengan model pendidikan pondok pesantren. Pelajaran agama, seperti yang diajarkan di beberapa pesantren pada umumnya, diajarkan di kelas-kelas. Namun pada saat yang sama para santri tinggal di dalam asrama dengan mempertahankan suasana dan jiwa kehidupan pesantren.

Proses pendidikan berlangsung selama 24 jam. Pelajaran agama dan umum diberikan secara seimbang dalam jangka 6 tahun. Pendidikan ketrampilan, kesenian, olahraga, organisasi, dan lain-lain merupakan bagian dari kegiatan kehidupan santri di Pondok.

KMI sudah diakui Pemerintah sejak tahun 1998, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi telah mengeluarkan “Pengakuan Penyetaraan” Ijazah KMI/TMI dengan Ijazah Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu dengan SK. Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama No. E.IV/PP.03.2/KEP/64/98 tanggal 28 Juli 1998; dan SK Menteri Pendidikan Nasional No. 105/O/2000 tanggal 29 Juni 2000. Menurut laporan terakhir, “Tim Penyetaraan KMI/TMI” yang dibentuk oleh Departemen Pendidikan Nasional telah mengeluarkan SK Pengakuan Penyetaraan serupa terhadap 17 KMI/TMI di seluruh Indonesia, dan masih banyak lagi KMI/TMI lainnya yang akan segera diakreditasi pada tahun-tahun yang akan datang.

Pada tahun 2014 sistem KMI/TMI semakin diperkuat eksistensinya dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 18 tahun 2014 tentang Pesantren Mu’adalah.

Pondok Pesantren Mu`adalah adalah pondok pesantren yang disetarakan dengan SMA/MA karena walaupun pondok pesantren tersebut tidak mengikuti kurikulum Kemendikdasmen (SD, SMP, SMA) atau kurikulum Kemenag (MI, MTs, MA) akan tetapi alumnus pondok pesantren tersebut dapat diterima (diakui) di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Sumber

Pedoman Pendidikan Modern, KH. R. Zainudin Fananie dengan pengantar Drs. Husnan Bey Fananie, MA

Sejarah Pendidikan Islam pada Periode Klasik dan Pertengahan, Prof. Dr. Abuddin Nata, MA, Rajawali Press

Menapaki kaki kaki langit, Husnan Bey Fananie

Website Pesantren Gontor

husnanbeycenter.blogspot.com

Makna dan Derivasi Kata Santri


Sekarang tampak kegagalan dunia Barat dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan Barat terlalu mendewakan kecerdasan intelektual (IQ), sedangkan hatinya terasa kosong dan hampa. Kecenderungan tersebut menyebabkan terjadinya degradasi moral di kalangan masyarakat Barat.

Sehingga fakta ini mendorong di dunia Barat sana lambat laun harus dilengkapi dengan kecenderungan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).

Ketiga kecerdasan ini sudah ketinggalan zaman jika dibandingkan dengan apa yang sudah dijalankan di dunia pesantren. Pesantren sudah berhasil menggabungkan ketiga kecerdasan itu sejak lama dan kehebatannya masih bisa dirasakan hingga sekarang.

Saya mau berbagi ilmu tentang makna dari kata SANTRI yang pernah saya terima ketika masih nyantri dulu, sengaja saya share di hari Santri Nasional untuk menambah makna.

Secara singkat kata santri berasal dari beberapa suku kata jika ditulis dalam bahasa Arab yaitu syin, nun, ta’ dan ra’ dari 4 kata ini kita akan menjabarkan makna santri.

SANTRI = SYIN, NUN, TA’, RA

SYIN = Syaatiru ‘Aibul Ummah (Menutup Aib/ Kejelekan Umat)

Santri bukan hanya mempunyai tanggung jawab ilmiah untuk menelaah kita kitab ulama saja, tetapi juga harus peduli dengan masalah umat.

Ibnu Mubarak pernah mengatakan:

لايفتي المفني حين يفتي حتى يكون عالما بالأثر بصيرا بالواقع

“Tidaklah seorang mufti memberikan fatwa sampai dia mengetahui tentang atsar dan paham realitas”.

NUN = Naaibul Ulamaa’ (Wakil para Ulama’)

Naaib artinya wakil atau orang yang bisa dipercaya. Santri selalu setia dan mengikuti tutur kata para kyai, sejarah membuktikan ketika para kyai mengumandangkan perang kepada penjajah, kalangan santri adalah yang pertama melaksanakan titah itu.

TA’ = Taabi’ul Hudaa (Mengikuti Petunjuk)

Seorang santri tidak pernah bersikap taqlid atau hanya mengikut ikut saja, tetapi dia mengikuti petunjuk dari Alquran dan Hadits yang telah dijelaskan olej kyai.

Maka seorang santri tidak pernah lepas dari menunti ilmu, dia selalu ingat dengan pesan Imam Syafi’i berikut:

ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺬُﻕْ ﻣُﺮَّ ﺍﻟﺘَّﻌَﻠُّﻢِ ﺳَﺎﻋَﺔً ﺗَﺠَﺮَّﻉَ ﺫُﻝُّ ﺍﻟْﺠَﻬْﻞِ ﻃُﻮْﻝَ ﺣَﻴَﺎﺗِﻪِ

ﻭَ ﻣَﻦْ ﻓَﺎﺗَﻪُ ﺍﻟﺘَّﻌْﻠِﻴْﻢُ ﻭَﻗْﺖَ ﺷَﺒَﺎﺑِﻪِ ﻓَﻜَﺒِّﺮْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ ﻟِﻮَﻓَﺎﺗِﻪِ

Barangsiapa yang tidak pernah mencicipi pahitnya belajar,

Maka dia akan meneguk hinanya kebodohan di sepanjang hidupnya

Barangsiapa yang tidak menuntut ilmu di masa mudanya,

Maka bertakbirlah empat kali, karena sungguh dirinya telah wafat

RA’ = Raahibun Billail (Rajin Beribadah Di Malam Hari)

Santri menjadikan wirid dan shalat malam sebagai amalan yang tidak pernah dia tinggalkan.

Wirid dan shalat malam itu menjadi waktu dia untuk mengadu keluh kesah dan bernikmat bersama Tuhannya.

****

Pendidikan seperti apa yang didapatkan di Pesantren?

  • Yang pasti pelajaran agama meliputi bahasa, kitab, tafsir, Hadits dan juga pendidikan kesederhanaan, kemandirian dan pengendalian diri dari Hawa nafsu.
  • Wadah berinteraksi dengan teman dari berbagi suku dan daerah yang menjadi bekal jaringan setelah dari pesantren.
  • Laboratorium kehidupan, dimana santri belajar hidup dan bermansyarakat dalam berbagai segi dan aspeknya.

Agar para santri bisa memberikan kebaikan, kemanfaatan dan keselarasan hajat hidup manusia maka peran yang harus dibawakan santri dalam modrenitas adalah sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh sifat-sifat yang sesuai dengan syariat Al-Qur’an dan hadits masa kini. Yakni, umat Islam terutama para santri harus memiliki sifat-sifat seperti berikut:

  1. Santri harus bisa lebih baik dari orang lain (yang bukan santri).
  2. Santri harus bisa hemat dalam menggunakan fasilitas dan membelanjakan harta, tidak memubazirkan dan membuang-buang fasilitas dan harta yang ada, serta lebih canggih pemikirannya.
  3. Santri harus mempunyai pemikiran jangka panjang, membuang jauh-jauh pemikiran jangka pendek.
  4. Santri harus bisa menghargai waktu, mampu menggunakannya dengan baik, dan mengatur rutinitasnya untuk hal-hak yang positif.
  5. Santri harus kreatif, mampu menghadapi bermacam-ragam masyarakat di sekitarnya.
  6. Santri harus bisa mandiri, tidak selalu bergantung dan selalu menunggu “jemputan bola” dari orang lain. (islampos.com)

Teman-teman di Pon Pes Nurul Hadid Cirebon

Anies Sandi Sang Pribumi


Situs hukumonline.com menyebutkan tentang asal mula istilah Pribumi bahwa pada zaman Belanda, pemerintah Belanda pernah memberlakukan Pasal 113 Indische Staatsregeling (“IS”) yang membagi penduduk berdasarkan golongan, misalnya Eropa, China, Timur Asing, Bumiputera. Sekalipun ada prinsip penundukan (onderwerpen) terhadap hukum Eropa, perbedaan sistem hukum perdata terus muncul hingga kini.

Istilah pribumi sama dengan istilah bumiputera yang banyak digunakan padanannya sebelum kemerdekaan.

Istilah ini kembali mencuat setelah disampaikan oleh pidato gubernur baru Jakarta, Anies Baswedan beberapa hari yang lalu.

Melihat pro kontra dalam masalah ini, saya hanya ingin menyampaikan puisi dari kyai Dawa Saleh yang dipost di IG pesantren Alislah kemarin.

Beliau adalah seorang kyai yang produktif menghasilkan banyak karya tulis berupa; artikel, puisi dan buku
yang bisa dijumpai di beberapa media cetak dan media online nasional.

Melalui karya tulis, beliau menuangkan ilmu, pikiran, tausiah (Nasihat), doa
dan harapan untuk umat, bangsa dan negara. Melalui tulisan pula tak jarang
beliau mengkritisi masalah-masalah sosial, budaya dan politik di negeri ini.

Puisi berjudul Anies Sandi Sang Pribumi oleh Kyai Muhammad Dawam Saleh

Kedok Kebenaran


Hidup di dunia 1 x
Bekal hidup abadi.
Maka jangan hanya berbuat baik tapi berbuatlah yang terbaik dalam bekerja apapun.
100% untungnya untuk pribadi kita saat jasad dibalut dengan kain kafan.

Jadikan semua perbuatan kita yang terbaik untuk bekal kematian.

Mulailah segala perbuatan dengan bismillah. Agar selalu ingat Tujuan hidup adalah pengabdian kepada ALLAH.

Nafsu Fujur : jiwa yang mengajak keburukan atau kemaksiatan.
Nafsu Takwa : jiwa yang mengajak kebaikan atau ketaatan.

Keduanya selalu berperang.
Jiwa Takwa mengajak untuk berbuat Lillahi taala. Mengabdi kepada Allah arti Allah sajalah yang kita sembah.
HANYA ALLAH YANG DIBESARKAN.

Realita dalam diri kita selalu beda dengan konsep kehidupan yang kita sudah sepakati bahwa BEKERJA LILLAHI TAALA.

Saat saya berjuang di Mentawai pasti ada cacian hinaan dan bahkan ancama hidup. Itu semua sangat mudah kita lewati bila kita JALANI APA YANG SUDAH jadi pegangan hidup yaitu LILLAHI TAALA.
Hanya Allahlah yang kita besarkan.
Bukan diri saya.
Bukan nama baik saya.

Akan tetapi…..
Bagi yang sudah tahu pegangan hidup lillah dalam tataran realita, kenyataannya AMAT SERING melepas dari pegangan filsafat tersebut.

Buktinya gampang marah.
Mudah tersinggung.
Sering ribut dengan pasangan hidup.
Sering memarahi anak.

Itu semua karena gerakan Fujur.

Bila ada kritikan, jiwa fujur berontak menolak. Ngambek, mutung, ogah bekerja, malas berbuat, bahkan melakukan sesuatu jadi terpaksa dalam bekerja baik dikantor kantor atau dimanapun tempat bekerja kita.

Apalagi bila ada hinaan, jiwa fujur membakar kita untuk menghajar habis pihak yang menghina. Apalagi bila ada ancaman.

Jiwa fujur berkedok atas nama kebenaran.
Jiwa fujur berkedok atas nama harga diri.
Jiwa fujur berkedok atas nama keselamatan diri.

Mari diagnosa diri kita…
Apakah terjadi itu semua di dalam hidup kita ?

Kita harus mampu menaklukan jiwa fujur…

Sehingga rumah kita bersama keluarga menjadi Jannati… surgaku..

Sehingga di manapun kita bekerja menjadi Jannati.. selalu berbuat yang terbaik.

Agar menjadi jiwa yang tenang. ..

Growth mindset.. menerima kritikan.
Bekerja yang terbaik.
Bersabar dalam menghadapi masalah hidup.
Banyak zikir baca alQuran ingat tujuan hidup.
Tingkat sholat sunah.
Banyaklah mendengar kan AlQuran.

Semoga kita tetap bekerja karena Allah tidak mudah mutung, marah, ngambek, hanya karena Fujur berkedok kebaikan

Semoga kita tetap semangat berbuat yang terbaik

Amin ya Robal alamin

*Islamic Motivation oleh Ust Arifin Jayadiningrat Direktur Islamic Character Development – ICD

Aplikasi Android Al-Quran Indonesia untuk Membaca, Menghafal dan Mengulang Hafalan Al-Quran


Saya berharap pembaca bisa menshare informasi ini, sebuah aplikasi di Android yang sangat membantu kita untuk membaca, menghafal dan mengulang Al-Quran.

Pertama kali mendapatkan info aplikasi ini dari Ust Arifin Jayadiningrat setelah beliau mencoba semua aplikasi Al-Quran di Android dan beliau temukan aplikasi inilah yang paling baik dan beliau uninstal semua aplikasi Al-Quran selain ini.

Appbrain menyebutkan Andi Unpam sudah aktif menjadi developer Android sejak tahun 2012, dia sudah membuat 16 Apps yang keseluruhan sudah diunduh sekitar 10 juta orang, dua aplikasi paling sering diunduh adalah kamus Inggris dan Al-Quran Indonesia yang sedang saya review ini. Aplikasi Al Quran yang dikembangkan oleh Andi Unpam ini memiliki ciri khas disain minimalis dan rapih.

Bagi yang ingin membaca Al-Quran saja dan lupa membawa kitab Al-Quran, aplikasi ini bisa menjadi pilihan. Di antara kelebihannya.

  • Ditulis dengan rasm indo pak yang familiar bagi mata orang Indonesia dan rasm Usmani artinya sesuai dengan penulisan Al-Quran yang sudah umum.
  • Ada tampilan per halaman dan tampilan persurah dan memungkinkan bagi anda until mengundih file audio yang bisa dibaca meskipun tanpa koneksi internet.
  • Al-Qur’an digital untuk Android dengan terjemahan Bahasa Indonesia dan audio mp3 murottal full, 114 surah atau 30 juz tanpa pembatasan.
  • Mengadopsi tampilan antar muka yang user friendly, sehingga mudah digunakan.
  • Aplikasi ini sangat cocok untuk Anda yang sering berpergian, tetapi lupa membawa kitab suci Al-Qur’an.
  • Selain teks Al-Qur’an dengan terjemahannya, aplikasi ini juga dilengkapi dengan latin (transliterasi), khusus untuk Anda yang belum bisa membaca Al-Qur’an.
  • Jadwal sholat yang update sesuai dengan koordinat lokasi kita berada. Jadwal sholat ini juga bisa diatur sebagai alarm yang siap mengingatkan kita pada waktu-waktu shalat.
  • Aplikasi yang 100% gratis ini hanya membutuhkan space sebesar 47.33MB.

Selanjutnya mari kita bahas fitur Al-Quran Indonesia yang membantu membaca dan menghafal Al-Quran.

Ini tampilan huruf Al-Quran, Latin dan Bahasa Indonesianya.

Font Arab yang digunakan adalah Indo Pak yang sesuai dengan mata Indonesia dan berasal dari Pakistan. Font ditulis oleh Yameen Dehlvi, Shafiq-uz-Zaman dan Mohammed Saleem yang terinspirasi oleh hasil karya Shafiq-uz-Zaman, pakar kaligrafi di Masjid Nabawi.

Selain Rasm IndoPak, aplikasi ini juga menyediakan Rasm Utsmani, Rasm Utsmani adalah Rasm yang biasa digunakan pada Al-Qur’an di Madinah.
Yang membedakan Rasm IndoPak dengan Utsmani adalah hanya penulisannya saja, bunyinya tetap sama. Salah satu contoh perbedaannya adalah pada hukum bacaan tajwid Idgham Bighunnah, di Rasm Utsmani tidak ada tanda tasydidnya (tanda tasydid itu yang seperti huruf w di atas huruf Arabic yang berhukum tajwid Idgham Bighunnah), misalnya huruf Nun mati bertemu huruf Ya, maka tanda tasyididnya tidak ada (pada Rasm Utsmani tulisannya terlihat Faman ya’mal, padahal dibacanya adalah Famayya’mal)

Anda bisa membaca Al-Quran dengan bahasa Arabnya langsung atau anda yang sedang belajar membaca Al-Quran dengan huruf latinnya saja, dan saya sarankan anda unduh dulu file audionya, jadi sambil membaca Al-Quran anda juga bisa memperbaiki bacaan lewat audio yang diputar.

Fitur yang membantu mengulang hafalan adalah yang paling saya suka, dan bagi anda yang baru pertama menghafal juga bisa pakai fitur ini.

Fitur ini ada di bagian pengaturan yang terletak di bagian bawah layar.

Saya contohkan di atas, saya ingin menghafal Surat Albaqarah dari ayat 1-5, saya ulangi perayat 3 kali dan secara keseluruhan dari ayat 1-5 sebanyak 5 kali. Pengaturan jumlah pengulangan terserah anda, dengan cara seperti ini langkah menghafal Al-Quran jadi lebih mudah.

Al-Qur’an ini dibuat dari data berupa file teks dan file audio berformat mp3 yang digabungkan dan diproses menjadi sebuah aplikasi Al-Qur’an digital yang dapat berjalan di platform Android. Data pada aplikasi ini diperoleh dari sumber yang terpercaya, yang mana berasal dari para ulama-ulama dan syaikh-syaikh Internasional dan dikembangkan oleh para developer konten Al-Qur’an seluruh dunia. Misi mereka adalah dakwah untuk menyebarkan pesan Islam dan Al-Qur’an ke seluruh pelosok bumi.

Sumber data file-file teks untuk Al-Qur’an dan terjemahannya: Dari Tanzil International Qur’anic Project http://tanzil.net
Sumber data file-file audio murottal: Dari Every Ayah http://everyayah.com

Dikarenakan ini adalah aplikasi digital, maka janganlah aplikasi ini dijadikan 100% sebagai referensi Anda, aplikasi ini hanyalah alat untuk membantu Anda menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan memahami isinya dengan bahasa Indonesia ketika tidak membawa mushaf cetakan. Kami tetap menyarankan Anda untuk menggunakan Al-Qur’an versi mushaf cetakan, karena yang namanya data teks yang dihasilkan oleh ketikan pasti tidak 100% akurat, akan ada beberapa kesalahan ketik/typo, jadi jika Anda menemukan kesalahan seperti “kebaikn” yang seharusnya “kebaikan”, dll.

Sekian ulasan dari kami, bantu developer memperkenalkan aplikasi ini dengan menyebarkan sms atau status Sosmed berikut: * Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com atau langsung dari aplikasi anda.

Sumber:

http://quranforandroid.com/alquran-indonesia

https://www.appbrain.com/dev/Andi+Unpam/

http://pakdata.com/products/arabicfont

Allah bersama Orang yang Susah


Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk saling kasih mengasihi Dan sayang menyayangi. Dan menjadikan kasih sayang in sebagai tuntutan Iman dan salah satu jalan yang menyebabkan pelakunya masuk ke dalam Surga Allah SWT ketika Dia menganugerahkan mereka dengan catatan amal baik dengan tangan sebelah kanan.

Allah SWT berfirman, “Dan dia (tidak pula) termasuk orang orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.” (Qs. Al-Balad: 17-18)

Di antara bentuk Rahmat adalah membantu orang yang kesusahan. Membantu meringankan kesusahan dari mereka yang mengalami kesusahan adalah hal yang diperintahkan oleh Islam. Hal itu adalah gambaran kasih sayang dan gambaran adanya Rahmat yang sangat terpuji bagi orang yang melakukannya.

Allah akan mengganjar orang yang memiliki Rahmat seperti itu dengan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Orang yang berbelas kasih akan dikasihi dan orang yang memiliki rasa Rahmat akan dirahmati oleh Allah.

Mari menyimak dan menghayati Hadits qudsi berikut ini yang menunjukkan bahwa Allah Bersama orang yang susah.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala berfirman di hari Kiamat:

« يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي . قَالَ : يَارَبِّ ،كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَاعَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ ، وَلَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ ؟ وَيَقُولُ : يَا ابْنَ آدَمَ ، اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي . فَيَقُولُ : كَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا اسْتَطْعَمَكَ فَلَمْ تُطْعِمْهُ ، أَمَاعَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي ؟ وَيَقُولُ : يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي . فَيَقُولُ : أَيْ رَبِّ ، وَكَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَاعَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا اسْتَسْقَاكَ فَلَمْ تَسْقِهِ ، وَلَوْ سَقَيْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي ؟ » .

Hai anak Adam, Aku telah sakit, tetapi engkau tidak menjenguk-Ku. Orang itu bertanya: Wahai Tuhan, bagaimana cara saya menjenguk-Mu, sedangkan Engkau Tuhan penguasa alam semesta? Allah menjawab: Apakah engkau tidak mengetahui bahwa seorang hamba-Ku bernama Fulan sedang sakit tetapi engkau tidak mau menjenguknya. Sekiranya engkau mau menjenguknya, pasti engkau dapati Aku di sisinya.

Wahai anak Adam, Aku minta makan kepadamu, tetapi engkau tidak mau memberikan makan kepada-Ku. Orang itu bertanya: Wahai Tuhan, bagaimana caranya saya memberi makan kepada-Mu, sedang Engkau Tuhan penguasa alam semesta? Allah berfirman: Ketahuilah, apakah engkau tidak peduli adanya seorang hamba-Ku, si Fulan, telah datang meminta makan kepadamu, tetapi engkau tidak memberinya makan. Ketahuilah, sekiranya engkau mau memberinya makan, pasti engkau akan menemukan balasannya di sisi-Ku.

Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tetapi engkau tidak mau memberi-Ku minum. Orang itu bertanya: Wahai Tuhan, bagaimana caranya aku memberi-Mu minum, padahal Engkau Tuhan penguasa semesta alam? Allah berfirman: hamba-Ku, si Fulan, minta minum kepadamu tetapi engkau tidak mau memberinya minum. Ketahuilah, sekiranya engkau memberinya minum, pasti engkau akan menemui balasannya di sisi-Ku. [HR. Muslim]

Hadits ini mengungkapkan dialog antara Allah dengan hamba-Nya menggunakan kata-kata kiasan. Sebab Allah Maha Suci dari kekurangan dan kelemahan yang biasa menjadi sifat yang melekat pada makhluk.

Lapar, haus dan sakit adalah kelemahan yang melekat pada makhluk dan hal-hal tersebut sama sekali jauh dari sifat-sifat Allah Swt. Maksud dari kata kiasan yang digunakan oleh Rasulullah Saw dalam hadits ini, dalam ilmu balaghah disebut dengan tasybih baligh. Artinya, ungkapan yang sangat mendalam untuk menggambarkan suatu kondisi sehingga pendengarnya ikut larut dalam kesedihan atau kegembiraan, simpati atau antipati terhadap keadaan yang digambarkan oleh pembicara.

Menggunakan ungkapan dengan bahasa kiasan seperti yang diutarakan oleh Rasulullah Saw pada hadits di atas, dimaksudkan untuk mengetuk hati manusia yang paling halus, paling sensitif agar bersungguh-sungguh memperhatikan nasib orang lain yang sedang mengalami penderitaan dan berjuang sepenuh hati untuk menyelamatkan si penderita.

Keselamatan orang lain dikaitkan dengan bantuan yang kita berikan kepadanya membuktikan, bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk menyelamatkan orang lain dari ancaman kemusnahan atau penderitaan. Sehingga manusia selamat dan hidup sejahtera, aman dan tenteram di dunia ini.

Oleh karena itu, untuk mendorong hati manusia menaruh rasa belas kasih kepada sesamanya, peduli terhadap sesama, Allah gambarkan orang-orang yang sedang sakit atau menderita kehausan dan kelaparan sebagai kondisi yang dialami oleh Allah sendiri.

Dengan demikian orang-orang yang beriman dimotivasi, ditumbuhkan semangatnya agar peduli dan bermurah hati membantu orang yang lapar atau kehausan atau orang yang sedang sakit dengan menjenguknya. Orang-orang yang berbuat kebaikan semacam ini Allah janjikan keselamatan dan pahala di akhirat dengan balasan tidak terhingga.

***

Buka lemari Anda dan lihat betapa banyaknya pakaian layak pakai kita, namun tak terpakai.

Dan itu bisa dimanfaafkan orang lain terutama saudara kita di pedalaman yang masih jauh dari akses mendapatkan pakaian yang layak.

Dalam rangka kegiatan dakwah di pedalaman Mentawai, kami menerima sumbangan pakaian bekas layak pakai untuk disalurkan kepada masyarakat di sana.

Mari berdayakan pakaian bekas anda agar bermanfaat bagi orang lain yang lebih membutuhkan.

Jadikan apa yang kita miliki sebagai sarana ibadah, semoga menjadi amal yang dapat membawa kita ke surga.

Kami harapkan sumbangan sudah disortir berdasarkan jenis kelamin dan usia ( pria/wanita dewasa dan anak2 ) dan sudah dikemas rapi di dalam kardus.

Allah bersama orang yang susah, mereka adalah Ujian bagi kita, apakah kita mau menolong mereka atau malah acuh tak acuh. Simak video berikut.

Pengiriman langsung ke:

Kediaman Ustadz Arifin Jayadiningrat

Jl. Moch Kahfi II gang Rawa Cupang no. 30 RT 01 RW 04 Ciganjur Jakarta Selatan 12630

Bisa dikirimkan melalui semua ekspedisi (JNE, J&T, POS, TIKI, KARGO, dll).

Alamat di Google Map: https://goo.gl/maps/XzNkoLLNMTA2

Konfirmasi donasi pakaian layak pakai silahkan menghubungi :

  • Tomy S : +62812 8315 4996
  • Jumal A : +6285719647457

Batas waktu pengiriman : Awal November 2017

MOHON BANTU DISEBAR, PAHALA JUGA UNTUK ANDA!

“Barangsiapa yg menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yg menunjukkannya) akan mendapat Pahala seperti orang yg melakukannya.” (HR. Muslim 3509)

Foto kegiatan pengiriman Pakaian bulan Mei 2017.

Pengalaman Pertama Membuat Profile Google Scholar


Pengalaman membuat profile di Google Scholar berawal ketika saya melihat profile dari Bapak Akhmad Sudrajat yang banyak menulis tentang Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, di profilenya beliau memasukkan beberapa artikel dari blognya, saya pun tertarik dan mencoba membuat profile di Google Scholar.

Dari hasil penelusuran, saya mendapatkan informasi yang semoga berguna tentang manfaat membuat profil di Google Scholar. Berikut keterangan yang saya dapatkan.

  • Sebagai branding personal dalam bidang tertentu, karena Google scholar adalah mesin pengindex untuk makalah, buku dan karya-karya cendekia lainnya dalam bentuk tertulis. Selain google mesin index = scopus, Copernicus, ProQuest, IEEE-Xplore, ANED dll.
  • Meningkatkan visibilitas di dunia maya, Visibilitas di google scholar ini juga menjadi parameter dalam penilai rangking seorang individu (peneliti/ dosen/ mahasiswa) versi webometric.
  • Visibilitas juga membantu meningkatkan penilaian oleh lembaga pemeringkat perguruan tinggi dunia seperti THES, sebab salah satu kriteria pemeringkatan perguruan tinggi adalah jumlah citation index yang dikumpulkan oleh mesin pencari.

Lebih jelas, silahkan lihat tabel berikut tentang perbandingan Google Scholar dan Normal Google.


Beberapa poin yang perlu diperhatikan.

  • Kita wajib punya akun e-mail google.
  • Email yang terverivikasi berakhiran ac.id, or.id,org ataupun com.
  • Setting akun google scholar menjadi “manual” (istilahnya sebagai filter karya tulis), berdasarkan pengalaman salah satu penulis di suatu artikel adalah banyak tulisan yang bukan karya kita masuk ke gogle scholar kita jika kita pilih otomatis.

Cara agar dokumen ilmiah yang di upload, di indeks oleh Google Scholar.

  • Teks lengkap dari paper disimpan dalam PDF (Portable Document Format) yang memiliki file dengan kodenama “.pdf”Judul paper ditampilkan dengan huruf berukuran besar pada bagian atas halaman pertama.
  • Untukpemakai MS Word, gunakan pilihan style ‘Title’ atau ukuran huruf minimal 24 point.
  • Nama penulis dibuat persis dibawah judul pada baris baru yang terpisah dengan style ‘Heading 1’ atauhuruf dengan ukuran 16 – 23 point.
  • Buat bagian Daftar Pustaka dengan judul “References” atau “Bibliography” pada akhir paper.Referensi pada tubuh artikel menggunakan format “[1] – [2] – [3]” dan diambil dari menu ‘references’pada MS Word.
  • Ukuran file PDF tidak lebih dari 5 MB, karena untuk ukuran tersebut sudah harus dimasukkan ke GoogleBooks.
  • Cukup dengan format tersebut, robot pencari pada server Google Scholar akan menemukan dokumen/papertersebut dalam beberapa minggu.

Pengalaman pertama membuat profile kemarin saya memasukkan link dari artikel blog saya tanpa menjadikannya file berbentuk .PDF dan itu kesalahan terbesar saya. Setelah mencari info lebih lanjut, agar terindeks harus upload dokumen di media ilmiah yang berbeda seperti academia dan researchgate, dan setalah saya lihat lagi profile bapak Achmad Sudrajat, beliau upload artikel di academia kemudian di keterangan di GS beliau masukkan link dari blognya.

Tulisan yang disarankan terkait cara membuat profil Google Scholar.

  1. Panduan Membuat Profile Google Scholar. Link: http://research.ui.ac.id/research/wp-content/uploads/2017/02/Panduan-Membuat-Profil-Google-Scholar.pdf diterbitkan Januari 2017
  2. Mendaftarkan artikel pada Google Scholar. Link:http://musa.blog.undip.org/2016/03/31/mendaftarkan-artikel-pada-google-scholar/ ditulis 31 Maret 2016.
  3. Memasukkan dan menghapus artikel dari Google Scholar. Link: http://ilmukomputer.org/2014/01/16/memasukkan-dan-menghapus-artikel-dari-daftar-profil-google-scholar/ ditulis 16 Januari 2014
  4. Help about Google Scholar. Link: http://sites.uhd.edu.iq/chya-kareem/help_gs
%d bloggers like this: