• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Orang Mentawai adalah Nenek Moyang Indonesia


Penelitian keanekaragaman genetika (DNA) untuk menggambarkan peta penggambaran manusia di Kepulauan Indonesia dilakukan oleh Eijkman Institute di Jakarta.

Hasilnya pemetaan itu mendukung teori penyebaran bahasa yang dianggap sesuai dengan penyebaran variasi genetis manusia. Satu kelompok yang memiliki bahasa yang sama, umumnya berasal dari nenek moyang yang sama.

Seperti yang diperkirakan sebelumnya, hasil pengujian DNA menunjukkan sekitar 60.000 hingga 40.000 tahun SM terjadi migrasi manusia memasuki Indonesia dari daratan Asia. Sisa mereka masih banyak bisa kita lihat di Papua dan daerah Alor yang berbahasa Melanesia. Disusul oleh migrasi berikutnya pada sekitar tahun 2000 SM dari manusia pemakai bahasa Austronesia.

Ada hal yang menarik dari Penelitian Eijkman Institute bahwa orang-orang Mentawai dan Nias walaupun menggunakan bahasa yang tergolong dalam bahasa-bahasa Austronesia, namun kedatangan mereka berbeda dengan kebanyakan pengguna bahasa Austronesia lainnya. Jika pemakai bahasa Austronesia pada umumnya datang ke Nusantara pada sekitar 2000 SM, maka mereka datang dari masa yang jauh lebih tua.

Selain itu, variasi mutasi genetis orang-orang Nias dan Mentawai ternyata berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia, utamanya dengan populasi dipulau Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan yang dulu pernah menjadi satu pada masa plestosen.

Mentawai terpisah dengan Sumatera sejak satu juta tahun yang lalu dan migrasi manusia pertama ke Indonesia terjadi hanya 60.000 tahun yang lalu.Pulau-pulau sebelah barat Sumatera yang terpisah itu tampaknya tidak memiliki sejarah pencampuran genetis dengan Pulau Sumatera atau pulau-pulau besar di sekitarnya dalam waktu yang sangat lama.

Menyikapi kenyataan ini Herawati mengajukan dua kemungkinan, yaitu sebagai berikut;

  1. Orang Mentawai merupakan sekumpulan gen yang terisolasi selama puluhan ribu tahun.
  2. Orang Mentawai merupakan sumber genetis orang Indonesia sehingga kemungkinan mereka adalah nenek moyang bangsa Indonesia.

Menurut Boedhihartono, ahli anthropologi ragawi dari Universitas Indonesia, orang Nias dan Mentawai adalah lapisan dasar orang Indonesia. Bentuk tubuh,tulang serta ciri-ciri kultular pada pola makannya mirip dengan orang-orang didaerah Papua.

Sumber makanan Orang Mentawai dan Papua sama-sama didapat dari tanaman vegetatif, seperti: sagu, talas, dan pisang bukan dari tanaman biji atau benih. Mereka juga suka memakan tutube (ulat sagu yang kaya protein). Seperti orang Papua, orang Mentawai juga belum mengenal proses fermentasi dan pembuatan alkohol.

Di bawah adalah peta migrasi manusia modern (National Geographic Indonesia, Maret 2006) menurut studi DNA manusia dari berbagai bangsa berdasarkan projek genome manusia selama 5 tahun dari akhir 1990-an, sebuah projek raksasa melibatkan ratusan ilmuwan sedunia, termasuk dari Indonesia (Lembaga Eijkman, Jakarta).

Sumber:

  1. https://coconuts.co/jakarta/features/indonesians-migrants-tracing-origins-indonesias-peoples-genetics/
  2. https://x.detik.com/detail/investigasi/20161101/Mencari-Nenek-Moyang-Orang-Indonesia/index.php
  3. http://edisidumai.com/2017/01/herawati-sudoyo-secara-genetik-asal-usul-orang-indonesia-itu-beragam/

Donasi Pakaian, Buku Dll untuk Pedalaman Mentawai (Periode sampai 5 Februari 2018)


Buka lemari Anda dan lihat betapa banyaknya pakaian layak pakai ataupun buku kita, namun tak terpakai.

Dan itu bisa dimanfaafkan orang lain terutama saudara kita di pedalaman yang masih jauh dari akses mendapatkan pakaian yang layak.

Mari berdayakan pakaian bekas, buku anda agar bermanfaat bagi orang lain yang lebih membutuhkan. Jadikan apa yang kita miliki sebagai sarana ibadah, semoga menjadi amal yang dapat membawa kita ke surga.

Kami harapkan sumbangan sudah disortir berdasarkan jenis kelamin dan usia ( pria/wanita dewasa dan anak-anak) dan sudah dikemas rapi di dalam kardus.

Jenis Pakaian/ Bantuan yang dibutuhkan:

  1. Pakaian anak-anak (LK/PR)
  2. Pembalut dan pakaian dalam baru untuk Wanita
  3. Pakaian Dalam Baru Dewasa (LK/PR)
  4. Perlengkapan Mandi.
  5. Peralatan Sekolah (Buku tulis, buku gambar, pencil, penghapus, penggaris dll)
  6. Pakaian Layak pakai.

Alamat Pengiriman:

Kediaman Ust Arifin Jayadiningrat

Jl. Moch Kahfi II gang Rawa Cupang no. 30 RT 01 RW 04 Ciganjur Jakarta Selatan 12630

Bisa dikirimkan melalui semua ekspedisi (JNE, J&T, POS, TIKI, KARGO, dll).

Alamat di Google Map: https://goo.gl/maps/XzNkoLLNMTA2

Khusus untuk daerah Bintaro dan sekitarnya bisa dikirim ke “Rumah Cinta Qur’an

Ruko Emerald Avenue 1, Blok EA / A21 Jl. Boulevard Bintaro – Bintaro Jaya sektor 9

Konfirmasi donasi pakaian layak pakai silahkan menghubungi :

1. Raisya (0812 2141 2250) WA

2. Jumal Ahmad (0857 1964 7457) WA

Batas waktu pengiriman : “5 Februari 2018”

Donasi Pengiriman Pakaian No Rek 101-000-701-4598 a.n Yayasan Aksi Peduli Bangsa

MOHON BANTU DISEBAR, PAHALA JUGA UNTUK ANDA!

Info bantuan sosial Mentawai sebelumnya bisa di cek di link ini.

Dua Juta Pembaca


Alhamdulillah, semakin hari semakin banyak yang mengunjungi dan membaca blog sederhana ini, dan hari ini jumlah pengunjung (viewer) sudah mencapai dua juta pembaca.

Jumlah pengunjung tiap tahunnya naik turun dan alhamdulillah cenderung naik. Tahun 2011 jumlah pengunjung 20.065, tahun 2012 jumlah pengunjung 89.435, tahun 2013 jumlah pengujung 200.958, tahun 2014 jumlah pengunjung 97.441, tahun 2015 jumlah pengunjung 406.560, tahun 2016 jumlah pengunjung 469.631 dan di tahun 2017 jumlah pengunjung sebanyak 640.302 pembaca.

Berikut diagram balok stats pengunjung dari 2012 – 2017

Situs danetsoft menulis review blog ini aman dari mallware dan materi bisa diterima semua umur.

Ahmadbinhanbal.wordpress.com is a malware-free website without age restrictions, so you can safely browse it.

Informasi ini penting saya sampaikan, agar pembaca merasa nyaman dan percaya berkunjung di blog ini.

Terima kasih atas perhatian semua pembaca blog sederhana ini, semoga di tahun 2018 lebih baik lagi. Amiin.

Ngeblog untuk Desa


Waktu pulang ke kampung seperti sekarang, sering saya manfaatkan untuk mencari bahan yang bisa saya tulis tentang desa. Memperkenalkan desa lewat blog.

Desa saya terletak di ketinggian 1500 Mdpl dan di atasnya tidak ada lagi desa yang lain, hanya kebun miilik orang desa selanjutnya hutan belantara.

Kebanyakan pekerjaan masyarakat disini sebagai petani sayur. Sayur dan tanaman tumbub subur di tempat kami, di antara tanaman yang jadi andalan kami adalah Kubis, Loncang, Bawang Merah dan Bawang Putih, Wortel. Hasil bawang Putih di desa kami termasuk yang terbaik di Magelang.

Beberapa bulan yang lalu setiap petani di Adipuro lewat kelompok Tani, diberikan beberapa ton bawang putih dan satu plastik besar moksa, harapannya jika waktu menanam sudah tiba, masyarakat bisa menanam dari bibit tersebut.

Semoga proyek swasembada bawang putih berjalan lancar dan harganya sesuai dengan biaya tanam masyarakat.

Tanaman Tin dan Zaitun di tempat saya bisa tumbuh subur, hal itu dibuktikan adik saya yang mencoba menanam Tin di depan rumah dan hasilnya bagus, daunnya lebih lebar, segar dan cepat berbuah berbeda dengan yang dia tanam di Jonggol.

Pohon Zaitun juga demikian, di Adipuro hasilnya lebih bagus. Tin dan Zaitun belum menjadi pilihan alternatif masyarakat Adipuro, mereka lebih memilih tanaman yang sudah jelas pasarannya, sementara ini Tin dan Zaitun belum ada.

*Nanti akan diupdate lagi.

Analisa Pengaruh Al-Qawaid Al-Ushuliyyah Dan Fiqhiyyah Terhadap Perbedaan Pendapat Dalam Fiqih (Kasus Hukuman Untuk Tindak Pidana Korupsi)


Abstrak

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan pengaruh Qawaid Ushuliyyah dan Qawaid FIqhiyyah terhadap perbedaan pendapat dalam fiqih yaitu kasus hukuman untuk tindak pidana korupsi. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini untuk mengetahui istilah dalam Al-Quran dan Hadits yang pengertian dan unsurnya terkandung dalam pengertian korupsi. Istilah tersebut adalah: ghulul (penggelapan), risywah (suap), ghasab (mengambil secara paksa hak/harta orang lain), sariqah (pencurian), dan khiyânah (pengkhianatan). Dari ayat tersebut dikeluarkan hukum korupsi dengan didukung kaidah fiqih dan ushul fiqih yang sesuai.

Hukuman tindak pidana korupsi bisa dalam bentuk ta’zir (hukuman yang dianggap setimpal dan menjerakan menurut ijtihad hakim) dan bisa dianalogikan dengan tindak pencurian, walaupun tidak sama persis. Namun, jika korupsi dinilai sebagai pencurian besar (as-sariqah al-kubra), maka tindak pidana korupsi adalah tindak hirabah atau qath al-thariq (perampokan). Alasannya karena kerusakan (mafasid) dari korupsi bersifat masif dimana yang diakibatkan korupsi lebih besar daripada kerusakan pencurian biasa yang bersifat individual.

Kata Kunci: Korupsi, Qawaid Ushul, Qawaid Fiqih

Selengkapnya:

PDF

I’rab Hamdan Naaimin Hamdan Syaakiriin


Redaksi puji pujian Hamdan Naa’imin Hamdan Syaakirin sering diucapkan sebelum berdoa. Namum redaksi doa di atas yaitu kata ‘Naaimiin‘ kurang pas secara bahasa, mestinya Mun’imiin, karena fiil madhiya adalah ruba’i atau empat huruf: أنعم – ينعم – فهو منعم yang bisa diartikan orang yang mengharapkan nikmat.

Hal ini mungkin karena mengikuti bentuk fail syaakirin, kemudian disamakan dengan naa’imin padahal yang benar mun’imin.

Berikut ini i’rab sederhana dari

حمدا شاكرين

حمدا : مصدر مؤكد حذف عامله وجوبا والتقدير أحمد حمدا أو حمدت حمدا وهو مفعول مطلق منصوب بالفتحة لفعل محذوف.

شاكرين: حال

Contoh redaksi lain yang mirip adalah:

حمدا لله وشكرا

i’rabnya sebagai berikut:

حمدا : مفعول مطلق منصوب بالفتحة لفعل محذوف

لله : لفظ الجلالة اسم مجرور وعلامة جره الكسرة لإنها مضاف إليه

و: حرف عطف مبني على الفتح، لا محل له من الإعراب

شكرا: مفعول مطلق منصوب بالفتحة لفعل محذوف

Karena redaksi Naa’imin kurang pas, maka lebih selamatnya mengganti redaksi hamdan naaimin hamdan syaakirin menjadi hamdan haamidin hamdan syaakirin dan saya dapatkan dalam beberapa contoh doa.

Atau menghilangkannya dan langsung membaca seperti berikut:

Bismillahirrahmaaninraahiim

Alhamdulillahi Rabbil Aalamiin. Hamdan yuwaafii niamahu was yukaafi-u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu wa lakal syukru kamaa yanbaghii li jalaali wajhika was adziimi sulthaanika.

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah Kami persembahkan kepada-Mu seluruh bentuk pujian yang layak dengan kebesaran dan keagungan-Mu atas seluruh nikmat dan karunia yang Engkau anugerahkan kepada kami .”

Redaksi di atas disebutkan dalam sebuah Hadits yang menyebutkan keutamaan pujian tersebut.

Dari Abu An-Nashr at-Tammar berkata, “Adam As berkata: Tuhanku, aku sibuk mencari nafkah, maka ajarilah aku rangkaian pujian dan tasbih. Lalu Allah mewahyukan kepadanya: “Wahai Adam, di pagi hari bacalah tiga kali dan di sore hari bacalah tiga kali Alhamdulillah Hamdan yuwaafii niamahu was yukaafi-u maziidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu wa lakal syukru kamaa yanbaghii li jalaali wajhika was adziimi sulthaanika itulah rangkuman pujian.

Makna lafal yuwaafii niamahu adalah pujian yang menyusul nikmat sehingga semua nikmat datang bersamaan dengan pujian ini.

Dan lafal yukaafi-u maziidah berarti menyamai penambahan nikmat itu, artinya seseorang melakukan syukur yang melebihi nikmat dan kebaikan Allah. []

Resolusi Ibadah


Diceritakan oleh Sahl bin Saad, bahwasanya Rasulullah SAW pernah datang ke rumah Fathimah. Namun, beliau tidak mendapati Ali. Beliau pun bersabda, “Di mana putra pamanmu?” Fathimah menjawab, “Telah terjadi sesuatu antara aku dan dia. Ia marah, lalu keluar dan tidak qoilulah (tidur siang) di sisiku.”

Kemudian Nabi SAW berkata kepada seseorang, “Coba cari, di mana dia?” orang tersebut datang seraya berkata, “Wahai Rasulullah, ia sedang tidur di masjid.” Nabi pun datang, dan saat itu Ali sedang berbaring. Sementara kainnya telah terjatuh dari sisinya dan debu telah mengenai dirinya. Nabi SAW membersihkan debu tersebut dan bersabda, “Bangunlah wahai Abu Turab, bangunlah wahai Abu Turab,” (Muttafaq alaih).

Saya ingin seperti Ali ra ketika masalah datang, yang menjadi tempat mengadunya adalah masjid, bukan tempat yang lain.

Saya pun ingin bergegas ke Masjid ketika adzan berkumandang, selama ini lebih sering menunda nunda dan sampai masjid sudah masbuq (terlambat Shalat).

Berangkat ke Masjid, berjalan dan melihat sekitar di Perjalanan ke masjid membuat hati merefleksikan diri, bahwa banyak karunia Allah yang sudah diberikan yang jarang disyukuri, diantaranya nikmat ketika kita bisa Shalat ke Masjid, betapa banyak manusia yang tidak diberikan nikmat ini.

Ketika pulang ke rumah kecil, kita menjadi lebih lembut kepada istri, lebih memahami kesusahan dan perjuangan yang dilakukan istri untuk kita.

Dengan shalat berjamaah kebutuhan khusyu’ bagi masing-masing orang yang shalat dapat ditutupi oleh salah satu makmum yang bisa khusyu’, bila semua makmum tidak ada yang khusyu’ maka kebutuhan khusyu’ semua jamaah itu dicukupi oleh Imamnya. Maka shalat berjamaah memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk dikatagorikan sah dibanding shalat sendiri. Kalau shalat kita sah, Insya Allah shalat itu akan menjauhkan kita dari perbuatan yang tidak terpuji.

Dalam Hadits lain terkait Shalat berjamaah, Nabi pernah menyatakan: Barangsiapa yang selalu menjaga shalatnya dengan berjamaah tidak akan terkena kefaqiran selamanya.

Arti fakir terdikotomi ke dalam fakir hati dan fakir harta. Untuk fakir harta, mungkin kita semua sudah memahaminya. Sementara mereka yang fakir hati adalah orang-orang yang selalu diliputi perasaan tidak puas atas apa yang ada dalam dirinya dan tidak mampu bersyukur.

Dengan selalu menjalankan shalat secara berjamaah, minimal dengan pasangan nikahnya sendiri, Allah melalui lisan Rasulullah memberikan jaminan terbebas dari kefakiran baik kefakiran harta maupun hati.

Semoga bermanfaat. []

%d bloggers like this: