[Video] Trailer Serial Kartun Islami Ramadhan: رجال حول الرسول


Menjelang Ramadhan, situs stasiun televisi di Timur Tengah khususnya Bahrain sedang diramaikan dengan berita siaran tv pada Ramadhan nanti tentang para Sahabat Nabi Muhammad Saw. 

Serial ini sempat mendapatkan award sebagai serial kartun terbaik di Bahrain. Beberapa artis dan pengisi suara terkenal ikut serta dalam proyek serial ini seperti Qahthan Alqahthani, Ali Husain, Isham Nasir, Mahdi Sulaiman, Hasan Assa’atii dan lainnya. 

Berkisah tentang orang orang yang berpengaruh pada masa Nabi Saw dan orang orang yang pertama masuk Islam dan mempunyai andil dalam menyebarkan dakwah Islam. 

Serial ini cocok ditonton untuk media pembelajaran anak anak dalam mengenal para Sahabat dengan cara yang mereka sukai, yaitu menonton. 

Memori anak ibarat botol kosong. Akan diisi dengan apa botol tersebut, semuanya bergantung kepada orang tua. Diisi dengan memori baikkah atau dengan akhlak buruk? 

Menonton acara islami adalah salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai nilai Islami pada anak sejak dini tanpa memberatkan anak dan menyenangkan. 

Semoga nanti ada pihak Indonesia yang siap menerjemahkan video Bahasa Arab ini ke dalam bahasa Indonesia. 

Berikut ini video trailer dari serial Rijaal haular rasuul. 

https://youtu.be/qYhln9dnX_w

Serial Ramadhan 2017: Kartun Islami (رجال حول الرسول) “Rijaal Haular Rasuul” 


Salah satu TV Timur Tengah di Bahrain akan menayangkan serial kartun Islam tentang para Sahabat Nabi Muhammad Saw dalam bahasa Arab pada bulan Ramadhan tahun ini. Ada sekitar 30 serial dengan durasi setiap video 10 menit. 

Serial ini cocok ditonton untuk anak anak di atas 5 tahun, untuk mengenalkan mereka para sahabat nabi yang masyhur dan dikenal dalam sejarah islam. Beberapa nama Sahabat dalam serial ini seperti: Zaid bin Haristah, Bilal bin Rabah, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan lainnya. 

Ini video dubbing serial rijaal haular rasuul. 


Kemudian ini video trailer serial rijaal haular rasuul. 


Link info: http://akoam.com/94590/اعلان-مسلسل-رجال-حول-الرسول-رمضان-2017

Istighfar Untuk Kedua Orang Tua


Ramadhan tahun ini, mari perbanyak membacakan ampunan untuk kedua orang tua kita baik yang masih hidup atau sudah meninggal, semoga menjadi tabungan pahala untuk beliau.

Bantuan Sosial Pakaian, Obat Dan Mainan Edukatif Untuk Pedalaman Mentawai Dari Aksi Peduli Bangsa


Kurang lebih tiga bulan, Aksi Peduli Bangsa kembali mengumpulkan bantuan sosial berupa pakaian, obat dan mainan edukatif untuk pedalaman daerah Mentawai yang saat ini sedang dibangun oleh APB. Tepatnya di dusun Buttui, desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan Kepulauan Mentawai. 

Bantuan sosial ini dikumpulkan dari para donatur di Jakarta dan beberapa daerah di luar Jakarta yang mengirimkan bantuan ke posko APB di Ciganjur. 

APB mengumpulkan pakaian untuk daerah pedalaman Mentawai seluruhnya bukan untuk dusun Buttui saja, tetapi seluruh kepulauan di Mentawai, ustadz dan dai yang ingin memberikan bantuan untuk daerah dakwahnya bisa mengkonformasi ke APB cabang Siberut. 

Pakaian, obat dan lainnya juga diserahkan ke masyarakat pedalaman tanpa membedakan agama, muslim dan non muslim diberikan bantuan. Sehingga menebarkan rahmat ke seluruh alam. 

Kami juga membawa beberapa bibit tanaman untuk mengajari masyarakat pedalaman Mentawai bercocok tanam, karena memang disana masih awam dalam pertanian, dan APB sangat bersemangat mengajarkan masyarakat Buttui bercocok tanam dan berternak. 

Alhamdulillah, siang ini bus yang mengantarkan barang bantuan ke pedalaman akan berangkat dari Ciganjur ke Siberut Mentawai. 

Semoga perjalanan truk bantuan ini lancar sampai tujuan. Terima kasih kepada para donatur bantuan Mentawai semoga amal jariyah semuanya dibalas dengan pahala yang besar di akhirat nanti. 

Berikut beberapa fotonya. 

Seminar Menggapai Kemabruran Haji di Islamic Centre Slawi Tegal


Puncak prestasi seorang jamaah haji adalah menggapai haji mabrur, yakni haji yang diterima oleh Allah SWT dan tiada balasan yang lebih baik, kecuali surga.
Namun, predikat haji mabrur itu tidak mudah digapai, kecuali oleh orang-orang yang ikhlas dan sungguh-sungguh dalam menunaikan niat, rukun, wajib dan sunnah haji.

Setelah kembali ke tanah air, hal yang tidak kalah pentingnya adalah merawat kemabruran haji itu agar tetap terjaga.

Sebab, seperti halnya iman yang bisa naik-turun, kemabruran haji itu pun bisa menurun bahkan luntur sama sekali kalau tidak dipelihara dengan sebaik-baiknya.

Setiap tahapan berhaji memiliki makna tersendiri yang perlu dipahami oleh para jamaah haji yang melaksanakannya.

Rasul saw pernah bersabda, ‘Ambillah dari aku tata cara berhaji’.

Dari hadits tersebut, dapat kita lihat bahwa segala tata cara dalam berhaji sudah memiliki perincian maknanya masing-masing.

Materi pertama disampaikan oleh bapak Tri Jazuli dari Tegal. 

Output haji seseorang, liinul kalaam wa ith’amut tha’am yaitu katanya lembut dan suka memberi makan orang lain. Ibadah yang baik itu dilakukan secara sungguh sungguh, dilaksanakan secara tuntunan nabi dan selanjutnya menghadirkan hal hal yang baik dalam kehidupan sehari hari. 

Dalam kitab Subulus Salam, haji yang mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah yang buahnya bisa dilihat sepulang haji dan semua unsur hidupnya lebih baik dari sebelum haji. 

Berhaji harus diniatkan kepada Allah semata, karena banyak yang pergi haji karena harta, kehormatan dan pangkat. 

Secara bahasa haji adalah alqashdu artinya tujuan, atau ada yang mengatakan rihlah muqaddasah artinya perjalanan yang suci. 

Agar berhaji dengan baik, niat tulus,  sesuai dengan ajaran Nabi dan istiqamah dalam segala keadaan atau memelihara kemabruran haji. 

Materi selanjutnya dan inti disampaikan oleh Ust Arifin Jayadiningrat. 

Beliau memulai dengan talbiyah bersama peserta agar semangat dan tidak ngantuk. 

Haji dilaksanakan pada tiga bulan haram yaitu Syawal, Zulqa’dah dan Zulhijjah. Dalam tiga bulan ini dilarang melakukan rafas, kefasikan dan berjidal. 

Bahasan kemabruran dalam banyak keterangan adalah baiknya hubungan sosial, baik kepada manusia, hewan dan tumbuhan. 

Ini beberapa foto seminar haji hari ini. 

Merasa Hidup Lama


Kecenderungan manusia merasa hidup lama, padahal setiap detik dan menit semakin dekat dengan kematian. 

Manusia ketika diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah. 

Setetes air berkompetisi didalam rahim, dan ketika hidup haus pencitraan. 

Shalat adalah salah satu bentuk upaya kita untuk selalu mengingat mati, karena pada hakikatnya tidak akan merasakan khusyu kecuali orang yang merasa bersama Allah dan mengingat akan kembali (mati). 

Setiap hari kita shalat, setiap hari kita ingat mati. TIADA HARI TANPA INGAT MATI. 

Kita Adalah Cahaya


​“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. 

Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. 

Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”  (QS. al-An’aam: 125)
Artinya : 

Allah akan memudahkan, menguatkan, dan meringankan dirinya kepada hal itu. Inilah tanda-tanda menuju kepada kebaikan, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hujuraat yang artinya:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS. Al-Hujuraat: 7).
Dalam surat az Zumar ayat 22 :
 Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
Ibnu Abbas menjelaskan ” maksud dari melampangkan dadanya adalah Allah meluaskan hatinya untuk bertauhid dan beriman kepada Allah.
Abdur Rozaq menjelaskan dari An Nawawi dari Amr bin Qois dari Amr bin Murrah dari Jafar mengatakan
Rasulullah saw ditanya

Siapakah orang orang beriman yang cerdas ?.

Nabi bersabda ” yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling banyak mempersiapkan bekal kematiannya. 
Kemudian Nabi ditanya tentang  siapa yang termasuk golongan 

“barangsiapa yang Allah inginkan untuk mendapatkan petunjukNya kepada Islam maka dilapangkanlah dadanya ”

Para sahabat bertanya 

“wahai Rasulullah bagaimana Allah melapangkan dadanya ?”
Nabi menjelaskan “Allah akan memancarkan cahaya dalam dadanya maka ia merasakan kelapangan dada”.
Sahabat bertanya kembali 

“apakah tandanya bahwa Allah memberikan cahaya ?”
Nabi menjawab

” Tanda Allah telah memancarkam cahaya dalam diri seseorang adalah ia selalu menyadarkan kepada kehidupan abadi dan menjauhkan dari kehidupan yang penuh tipudaya. Dan mempersiapkan bekal kematian sebelum datang ajal kematian.”

Dari keterangan diatas hidup ini penuh cahaya apabila kita jadikan dunia sarana menuju akhirat.
Lihatlah di dalam diri kita adalah cahaya ???

%d bloggers like this: