Udzkuruni, Mendekatkan Alquran untuk Tunanetra Lewat Jemari


Senang sekali kali ini saya bisa update lagi informasi tentang perkembangan teknologi islami khususnya tentang Alquran. Pada postingan beberapa bulan lalu saya pernah memberikan info aplikasi Alquran buatan anak Indonesia dari Andi UNPAM yang disebut Aplikasi Alquran Indonesia. Aplikasi ini sangat membantu kita untuk membaca, menghafal dan mengulang Al-Quran.

Selanjutnya, ada komentar pembaca tulisan di atas yang memberikan informasi terbaru tentang aplikasi Udzkuruni dari mahasiswa UNAIR yang berguna untuk membantu membaca Alquran bagi orang tunanetra dan memenangkan lomba kategri desain Alquran pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa (MTQM) di Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) Banda Aceh 27 Juli hingga 4 Agustus 2019 yang lalu.

Aplikasi ini bermula dari kendala seorang instruktur baca tulis Alqurnan yang memiliki disabilitas netra pada saat memberikan pelatihan dan biaya yang tidak sedikit untuk mencetak modul braille, maka dibuatlah inovasi ini untuk mempermudah mempelajari Al Qur’an.

Sebagaimana Alfian, mahasiswa Antrolopogi UNAIR yang menjadi pengajar Alquran braile dan trainer pelatihan baca tulis Alquran Braile di Jawa Timur.

Uzkuruni adalah aplikasi berbasis android dengan fitur utama untuk belajar huruf hijaiyyah braile yang dilengkapi suara dan getaran juga telah disesuaikan bagi penyandang tunanetra agar mudah mengoperasikan aplikasi tersebut. Sertam fitur tambahan berupa murattal surat-surat Alquran dan evaluasi belajar sebagai pendukung.

Aplikasi Udzkuruni digunakan untuk belajar Al Qur’an bagi disabilitas netra dengan beberapa kelebihan:

  • Menghafal pola huruf Hijaiyah menggunakan talkback yang ada di smartphone.
  • Belajar huruf braile di manapun.
  • Mengganti cara belajar huruf braile yang konvensional.

Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat.

Sumber berita: http://news.unair.ac.id/2019/08/07/tiga-mahasiswa-unair-ciptakan-desain-aplikasi-al-quran-ramah-disabilitas-netra/

Fitur Udzkuruni
belajar huruf hijaiyyah dengan getaran
ada murattal alquran

Analisis Penelitian tentang Strategi Pengajaran Metakognitif


Hasil gambar untuk Metacognition

Metakognisi telah menjadi suatu bidang yang menarik bagi para peneliti pendidikan sejak lebih dari 40 tahun yang lalu. Telah banyak literatur yang mengkaji topik ini, baik yang berupa teoritis maupun empiris.

Meskipun demikian, hanya beberapa studi yang menyimpulkan tentang langkah-langkah instruksional yang spesifik untuk meningkatkan kemampuan berpikir metakognitif siswa. Demikian pula, sedikit sekali bukti yang menunjukkan seberapa spesifik langkah-langkah tersebut dapat diimplementasikan untuk meningkatkan prestasi siswa.

Tulisan ini ditujukan pada kesenjangan dalam bidang tersebut dengan cara mengidentifikasi pendekatan instruksional dari literatur empiris yang mempromosikan strategi berpikir metakognitif pada siswa tingkat dasar dan menengah menggunakan metode tinjauan pustaka.

Keywords: Metacognition, strategy, planning, monitoring, evaluating, reflective assessment

Tautan PDF: ResearchGate

Lagu ‘Indonesia Raya’ dari Anak Pedalaman Mentawai


Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih dari 1500 suku bangsa dan setidaknya memiliki 1027 bahasa. Berbicara tentang keberagaman suku, di Sumatera Barat ada sebuah suku kuno yang menempati Kepulauan Mentawai yang dikenal dengan Suku Mentawai. Suku Mentawai merupakan suku pedalaman yang menghuni pulau-pulau di Mentawai.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa Suku Mentawai berasal dari ras polinesia, namun ada juga yang meyakini bahwa suku ini berasal dari ras Proto Malaya alias suku Melayu Tua. Mentawai merupakan kepulauan yang terdiri dari beberapa puluh pulau kecil, dengan empat pulau besar yakni Pulau Siberut, Pulau Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Pulau Sipora (Harian Kompas, 2015). Pulau yang terbesar adalah Pulau Siberut. Ibu kota Kabupaten Kepulauan Mentawai berkedudukan di Tuapejat, Pulau Sipora (Gagas, 2013).

Suku Mentawai adalah suku yang unik. Setelah diteliti, ternyata Suku Mentawai adalah suku tertua di Indonesia. Para peneliti meyakini bahwa nenek moyang dari Suku Mentawai sudah mendiami lokasi Kepulauan Mentawai di barat Sumatera ini sejak tahun 500 SM.

Memperingati kemerdekaan Indonesia ke 74 ini, Mentawai yang berada di Pedalaman tetap mencintai negerinya, anak-anak kecil yang bersekolah dengan sederhana pun dengan fasih menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Aksi Peduli Bangsa yang saat ini sedang berjuang membangun daerah pedalaman di Mentawai di salah satu desa paling jauh yaitu dusun Buttui dan sekitarnya. Disana Aksi Peduli Bangsa sudah meletakkan prasasti yang mengingatkan masyarakat pedalaman bahwa negara mereka adalah Indonesia sehingga kejadian seperti di Papua saat ini tidak terjadi di pedalaman lain.

Prasasti Cinta Indonesia di Dusun Buttui pedalaman Mentawai

Dan berikut video dokumenter anak Mentawai yang menyanyikan lagu Indonesia Raya. Yang menyanyikan ini adalah anak anak SD 24 di dusun Buttui, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai.

Cara Membuat Kuesioner Penelitian


Saya sedang menyiapkan untuk membuat kuesioner penelitian dan mendapatkan tips-tips yang lengkap dari situs WikiHow.

Bagi teman-teman #BlogJumal yang sedang atau ingin mengetahui cara membuat kuesioner penelitian kuantitatif sila merujuk pada tautan berikut.

https://id.m.wikihow.com/Membuat-Kuesioner-Penelitian?amp=1

Iduladha di Setu Babakan


Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Iduladha tahun ini saya rayakan di kontrakan kecil bersama istri tercinta yang tak jauh dari Setu Babakan. Gema takbir membahana di seantero dunia, takbir yang mengagungkan Allah Swt. Gema itu juga menggema di sekitar tempat tinggal kami.

Iduladha adalah saatnya bersenang senang bersama keluarga. Dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, “Disyariatkannya melapangkan (kesenangan) untuk keluarga pada hari-hari raya dengan berbagai hal yang membuat kenyamanan jiwa, peristirahatan badan dari beban ibadah. Dan bahwa menampakkan kebahagiaan di hari-hari raya adalah merupakan syiar agama.”

Roghib Al Ashbahani menegaskan, “Hari raya digunakan untuk bersenang di sepanjang harinya.” (Lihat Mirqoth al Mafatih, Al Mulla Al Qory)

Setu Babakan atau Perkampungan Budaya Betawi bisa menjadi salah satu pilihan untuk berwisata bersama keluarga di hari libur Iduladha ini. Sila baca reviewnya di sini (Setu Babakan). Semoga Iduladha ini kita bisa merasakan kebahagiaan bersama orang orang yang kita cintai.

Agama bukan sesuatu yang asing dan sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam hidup kita. Terutama di negara Indonesia yang mayoritas masyarakatnya hidup beragama Islam.

Para ahli psikologi telah banyak melakukan penelitian tentang hubungan keberagamaan dan kepuasan hidup. Sebagai misal dalam Michael A. Kortt dalam jurnalnya yang berjudul Religion and Life Satisfaction Down Under menuliskan bahwa ada bukti yang kuat bahwa ada hubungan antara keberagamaan dan seringnya datang ke tempat-tempat ibadah dengan kepuasan hidup.

Artikel lain berjudul Religious People Much Happier And Have Much More Life Satisfaction Than Other, According to New Studies di Dailymail.Co.Uk menuliskan bahwa, ada hubungan yang erat antara memiliki agama tertentu membuat seseorang menjadi lebih bahagia, 45% orang yang sering mengikuti acara-acara keagamaan mengatakan dirinya sangat bahagia, bahkan penelitian lain mengatakan bahwa orang yang tidak pernah mengikuti acara keagamaan dua kali lebih sering mengatakan dirinya tidak bahagia.

Para peneliti menyebutkan bahwa ada beberapa penyebab kenapa mereka merasa lebih bahagia dibandingkan dengan orang-orang yang tidak religius. Peneliti menyebutkan bahwa ada dua hal penting yang membuat keberagamaan membuat seseorang lebih bahagia, yaitu perasaan bahwa mereka tidak sendirian, dan kemampuan mengatasi keadaan-keadaan yang sulit lebih baik daripada orang pada umumnya.

Aspek sosial dari keberagamaan adalah sesuatu yang penting dalam membuat seseorang lebih bahagia. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang beragama cenderung lebih memiliki kesempatan untuk berinteraksi sosial dengan orang-orang sekitarnya. Sebagai contoh bagi umat Islam mereka mungkin akan bertemu dengan orang Islam lainnya di Masjid pada waktu shalat lima waktu.

Hal ini menjadi penting, karena ketika mereka bersosialisasi dengan orang-orang yang satu agama dengannya, mereka merasa bahwa mereka tidak sendirian. Rasa satu kesatuan dan kebersamaan menjadi sesuatu yang penting bagi orang-orang beragama. Selain rasa kesatuan dan kebersamaan, support satu sama lain pun menjadi penting. Sebagai misal, dalam hari Iduladha ini orang-orang yang mampu berkurban dan mengharapkan ridha Allah Swt, sedangkan orang-orang yang kurang mampu mendapatkan bagian dari kurban mereka.

Selamat merayakan Iduladha bagi teman teman #blogjumal dan mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dari kami selama mengelola blog sederhana ini.

Suasana Masjid Al-Hikmah, Kahfi II menjelang Shalat Iduladha
Jamaah pulang dari shalat iduladha

4th Warwick Islamic Education Summer School 2019


Hasil gambar untuk warwick islamic education summer school

University of Warwick adalah salah satu universitas di UK pertama yang mengakui Pendidikan Islam sebagai bidang akademik penelitian dan pengajaran. The Warwick Islamic Education Project, bagian dari Warwick Religions and Education Research Unit (WRERU) di dalam Centre for Education Studies, bertujuan untuk membangun pusat keunggulan dalam penelitian dan pengajaran tentang pendidikan Islam, membuka jalur pengembangan profesional bagi para praktisi, mendorong basis penelitian, praktik reflektif dalam pendidikan Islam, dan menjembatani gap antara pendidikan tradisional dan modern.

Program ini merupakan inisiatif dari pihak Universitas lewat Dr. Abdullah Sahin sebagai ketua program untuk menshare visi transformasi pendidikan dan model kolaborasi antara komunitas dan universitas untuk kemajuan masyarakat, sosial kohesi dan pendidikan inklusi.

Bertujuan untuk melahirkan pengetahuan baru yang berasal dari kebudayaan Islam tentang pendidikan kritis, pendidikan reflektif melalui dialog kreatif.

Sebelumnya sudah dilaksanakan Warwick Islamic Education Summber School 1-3 sejak 2016-2018 dengan mengambil fokus tema berbeda tiap tahun namun tetap dalam fokus pendidikan. Di WIESS ke 4, tema yang diambil adalah Pedagogies in Dialogue: Engaging traditions of human formation in educational cultures of Islam and the West.

Hasil gambar untuk warwick islamic education summer school
3rd Warwick Islamic Education Summer School explores formation of Muslim female faith and educational leadership

4th Warwick Islamic Education Summer School 2019. akan diadakan tanggal 27-29 Agustus 2019. Rincian dan aplikasi telah dirilis di website Warwick berikut: https://warwick.ac.uk/fac/soc/ces/research/conferences/islamiceducationsummerschool/

Summer School terbuka untuk semua peneliti dan pendidik yang tertarik untuk mengembangkan pemahaman mereka tentang budaya pendidikan dan praktik pedagogik dalam komunitas Muslim dan interaksinya dengan institusi sosial dan pendidikan yang lebih luas.

Peserta Summer School juga akan memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang inovasi Pendidikan di Warwick dari para ahli peneliti di Pusat Studi Pendidikan di Universitas Warwick.

Program ini pertama kali saya ketahui dari Dr. Abdullah Sahin ketika beliau memberikan informasi tentang Summer Schoool Islamic Education yang kedua di twitter beliau @WarwickIESS dan hanya bisa berharap suatu saat bisa ikut program ini. Tahun ini saya berdoa kepada Allah Swt agar bisa ikut serta program ini, mendapatkan ilmu tentang pendidikan dari para praktisi dan referensi tambahan untuk penelitian tesis/disertasi saya. []

Manakah yang lebih Utama? 10 Hari Pertama Dzulhijjah atau 10 Hari Terakhir Ramadan


Termasuk kecerdasan adalah mengenal kesempatan-kesempatan emas, waktu-waktu berharga, keadaan-keadaan penting yang disebutkan di dalam syariat Islam berdasarkan Al Quran dan hadits shahih, dan tidak membiarkan kesempatan, waktu dan keadaan tersebut terbuang percuma tanpa diisi dengan amal shalih.

Termasuk di dalamnya KESEMPATAN EMAS DI BULAN DZULHIJJAH!!!

Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah Saw bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tiada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini”. yakni 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah, mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?”, beliau bersabda: “Dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Umar ra berkata: “Nabi Muhammad Saw bersabda:

“مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ”.

“Tiada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan yang lebih ia cintai untuk beramal di dalamnya daripada 10 hari ini, maka perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya”. (HR. Ahmad dan di shahihkan oleh Al Mundziry dan Ahmad Syakir tetapi dilemahkan oleh Al Albani di dalam kitab Dha’ih At Targhib wa At Tarhib, 744)

Abu Qatadah Al Anshari raberkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». رواه مسلم

Bahwa Rasulullah ditanya tentang puasa Hari Arafah: “Menghapuskan (dosa-dosa) setahun lalu dan setahun yang akan datang”. (HR. Muslim)

Dari Hadits-hadits di atas dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, seperti; Menunaikan haji dan umrah, berpuasa, berkurban, bertakbir, bertahmid dan bertasbih serta bertahlil, serta amal shalih lainnya.

Dai Timur Tengah, Syaikh Muhammad Al-Uraifi menyebutkan bahwa amalan pada siang hari di awal Dzulhijjah lebih utama dari amalan atau ibadah di bulan Ramadan.

Beliau menggunakan dalil hadits berikut:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Tiada hari, dimana beramal shalih padanya lebih Allah cintai selain hari-hari ini”, yakni 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah. Para shahabat bertanya: wahai Rasulullah, apakah termasuk jihad fi sabilillah juga tidak bisa (menandingi)?, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Termasuk jihad fi sabilillah sekalipun tidak bisa (menandingi), kecuali seorang lelaki yang pergi berjihad dengan jiwa dan hartanya sendiri lalu tidak ada sesuatupun darinya yang kembali, yakni sampai gugur sebagai syuhada’” (HR. Al-Bukhari, At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Mungkin karena begitu mulianya10 hari pertama bulan Dzulhijjah tersebut, maka Allah Ta’ala sampai bersumpah dengannya, dalam firman-Nya (yang artinya): “Dan demi malam-malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr 89: 2), yang menurut Imam Ibnu Katsir dan jumhur mufassir lain rahimahumullah, maksud tafsirnya yang benar adalah 10 malam pertama bulan Dzulhijjah.

Mari maksimalkan waktu terutama pada siang hari dengan memperbanyak ibadah karena 10 hari terakhir Ramadan lebih utama ditinjau dari malamnya, dan 10 hari terakhir Dzulhijjah lebih utama ditinjau di hari siangnya, di dalamnya terdapat Qurban, hari Tarwiyah dan hari Arofah.

Kepada seluruh jamaah haji, kami ucapkan: Selamat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan setotal-totalnya demi meraih haji mabrur. Dan kepada semua kaum muslimin non jamaah haji, juga tak lupa kami ucapkan: Selamat berlomba kebaikan khususnya dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah 1439 ini.

Jika seseorang mampu mengoptimalkan upaya amal saleh dengan beragam macam di dalamnya, maka sangat memungkinkan iapun bisa menggapai kemuliaan derajat di sisi Allah dan kelipatan pahala dari-Nya, seperti yang didapat oleh jamaah yang sukses dengan hajinya, atau bahkan mengunggulinya. []

%d bloggers like this: