Ustadz Arifin Jayadiningrat adalah guru sekaligus orang tua saya selama merantau di Jakarta.

Setelah saya selesai program S1 dan dalam waktu bersamaan selesai juga program tahfidz di Bina Qolbu karena satu lain hal. Saya ditawari oleh salah satu teman ustadz untuk membantu dakwahnya Ust Arifin Jayadiningrat di Jakarta. Katanya program dakwahnya banyak banget.

Saya agak sungkan sebenarnya, karena bertemu dengan Ust Arifin baru sekali ketika beliau memberikan motivasi menghafal Al-Quran untuk anak santri Bina Qolbu, saat itu beliau belum tahu kalau saya ustadz tahfidz karena duduk bareng dengan santri.

Di Magelang, saya meenelpon ustadz Arifin yang saat itu masih di Mentawai. Sinyal agak susah jadi beliau minta saya telpon besoknya. Ketika telpon, saya ungkapkan keinginan untuk membantu dakwah dan belajar tentang Pendidikan dengan beliau karena Ust Arifin dikenal juga sebagai konseptor pendidikan. Alhamdulillah beliau mau menerima saya dan saya diminta datang ke Jakarta.

Akhirnya, mulai saat itu saya tinggal dan mulazamah dengan Ust Arifin Jayadiningrat. Sempat tingggal bersama beliau dan keluarganya selama kurang lebih 4 tahun dan belajar ilmu Pendidikan dan pembangunan karakter langsung dari ahlinya.

Bangun malam-malam untuk mengonsep kurikulum sekolah HighScope, materi seminar dan masuk ke pedalaman Mentawai adalah kenangaan tak terlupakan bersama beliau.

Masalah mengucapkan ulang tahun sudah menjadi bahan perbincangan ahli ilmu. Lembaga fatwa resmi dari Arab Saudi dan Libia melarang karena termasuk perbuatan menyerupai orang kafir (tasyabbuh). Sementara itu, lembaga Fatwa (Dar al-Ifta’) Mesir mengeluarkan keputusan yang membolehkan perayaan ulang tahun.


Menurut lembaga mufti Mesir, peringatan ulang tahun merupakan bentuk rasa syukur manusia atas nikmat kelahiran. Allah SWT memberikan nikmat tersebut agar dipergunakan semaksimal mungkin. Ucapan rasa syukur atas nikmat kelahiran itu pernah diisyaratkan melalui lisan Nabi Isa AS. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (QS Maryam [19: 33).


Langkah serupa juga pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW saat berpuasa pada Senin. Tujuan puasa Rasulullah di hari tersebut merupakan wujud terima kasih kepada-Nya yang lahir pada hari itu. Ini seperti tertuang di hadis Muslim dari Abu Qatadah al-Anshari.


Namun, Lembaga ini menggarisbawahi beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu hendaknya tidak menganggap ini sebagai perayaan keagamaan, jauhi perkara haram dan maksiat, dan segala hal yang dilarang oleh agama selama perayaan ulang tahun digelar.


Menggelar pesta dengan mengundang saudara sebagai bentuk upaya berbagi kebahagiaan. Mendatangkan kebahagiaan untuk sesama Muslim termasuk amalan yang dianjurkan. Ini seperti penegasan hadis riwayat Abu Hurairah.

Hari ini, Tim Aksi Peduli Bangsa mengucapkan selamat ulang tahun dengan makan bareng ramai-ramai, yang diisi dengan doa dan ceramah dari Ust Arifin dan ucapan selamat dari seluruh Tim APB.

Sebelum makan, beliau memberikan nasehat untuk kami tentang perspektif umur. Umur itu bisa bertambah dan berkurang tergantung pada perspektifnya.

Mayoritas manusia melihat umur sebagai angkan yang terus bertambah, padahal dari perspektif lain jatah umur semakin berkurang. Namun ada orang yang meskipun umurnya sedikit tetapi seakan umurnya panjang yaitu sebagaimana dalam Qs. Al-Ashr bahwa semua manusia rugi kecuali orang-orang beriman dan beramal salih, saling nasehat dalam kebenaran dan saling nasehat dalam kesabaran.

Tim APB yang berjuang di Mentawai ini akan mendapatkan pahala yang berlimpah. Misalnya, kita mendidik satu orang untuk masuk Islam lalu dari orang ini menghasilkan anak-anak yang shalat dan membaca Al-Quran, maka pahala untuk kita akan terus mengalir tanpa putus.

Selamat ulang tahun untuk ustadz Arifin Jayadiningrat. Semoga diberikan kesehatan dan kemudahan dalam urusan dakwahnya.

Bārakallahu fī umrik.

Ini foto kenangan Ust Arifin Jayadiningrat dan Tim APB yang berencana ke pedalaman Mentawai akhir Agustus namun berhalangan karena PSBB di kota Padang dan sebagai gantinya dibuatkan lukisan ini.

Keluarga Besar Aksi Peduli Bangsa