Menyimak video dialog Syaikh Ali Jabir, Gus Miftah dan Dedy Corbuzer di Channelnya tentang peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber saya jadi ingat Umar bin Khattab yang ditusuk oleh Abu Lu’lu’ah.

Tidak bisa disamakan persis. Umar mendapatkan 6 tusukan ketika beliau mendirikan Salat dan membuat beliau wafat. Syaikh Ali Jabir ditusuk ketika sedang berbincang dengan jamaahnya. Nyawanya masih utuh lantaran pisau pelaku tidak mengena bagian vital.

Syiah menghormati Abu Lu’lu’ah karena berhasil membunuh Umar bin Khattab, salah satu sosok utama yang jadi sasaran kebencian Syiah setelah Abu Bakar.

Abu Lu’luah tidak akan berani membunuh Umar secara langsung, karena tidak akan bisa menghadapi Umar. Dan susah mencari celah lengahnya Umar ketika sendirian. Pun ketika bertemu dan terjadi duel satu lawan satu, Umar akan dengan mudah mengalahkan.

Maka dipilih waktu dimana Umar sedang fokus dan tidak memperhatikan apa pun di sekitarnya. Waktu di mana Umar hanya fokus ke satu hal yaitu waktu ketika shalat. Ketika Umar hanya fokus kepada Allah. Tidak fokus ke apa pun lainnya.

Prof. Dr. Ali Muhammad ash-Shallabi dalam Biografi Umar bin Al-Khathab menceritakan kejadian terbunuhnya Umar ketika Shalat, “Abu Lu’lu’ah ikut salat persis di belakang Umar. Seperti biasa, setelah iqamah dilantunkan, Umar menasihati para makmum, ‘Luruskanlah barisan kalian!’ Saat Umar melakukan takbiratul ihram, Abu Lu’lu’ah menikam pundak Umar dari arah belakang dan merobek perutnya dengan belati bermata dua. Umar pun terjatuh,”

Dicelakakan ketika berceramah di atas podium dialami juga oleh Ihsan Ilahi Zahir ketika mendatangi pertemuan ulama di Lahore yang dihadiri 2000 peserta. Ihsan Ilahi Zahir maju ke atas podium untuk mengutarakan ceramahnya. Setelah 22 menit berceramah, tiba-tiba sebuah bom meledak dari bawah panggung. Sembilan orang tewas seketika, 114 orang cedera, berat dan ringan. Beberapa gedung dan rumah yang berdekatan dengan tempat kejadian runtuh. Sementara Ihsan Ilahi Zahir terlempar sekitar 20 meter dari tempatnya. Bagian tubuh kiri beliau mengalami luka parah. Namun beliau masih sadar. Bahkan berusaha untuk meneruskan pembicaraannya.Selanjutnya beliau dibawa ke rumah sakit di Lahore.

Entah apa motiv Alvin menusuk Syaikh Ali Jabir, sampai saat ini masih ditelusuri kepolisian. Dari keterangan Syaikh Jabir, pelaku sudah ancang-ancang sejak di bawah podium mencari celah dan waktu yang pas untuk menyerang Syaikh Ali Jabir.

Saya selaku admin blog Ahmad bin Hanbal menyampaikan doa agar Syaikh Jabir segera diberikan kesembuhan dan motif pelaku segera diketahui.

Sekian.