Misalkan untuk memperoleh pengertian tentang “religiositas” kita mengunjungi Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring disini. Penampakannya seperti berikut ini.

Cara mengutip entri “religiositas” dari KBBI dengan mode sitasi MLA, APA dan CMS.

MLA: “religiositas”. KBBI Daring, 2016. Web. 05 Sep 2020.

APA: religiositas. 2016. Pada KBBI Daring. Diambil 05 Sep 2020, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/religiositas

CMS (NB): KBBI Daring, s.v.”kamus”, diakses 05 Sep 2020, https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/religiositas

Cara di atas bisa langsung dituliskan di makalah, namun jika Anda ingin memasukkan ke dalam aplikasi sitasi Mendeley, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.

Pertama: Klik Add > Add Entry Manually

Kedua: Pilih tipe referensi, pilih “Web Page”

Ketiga: Lengkapi informasi yang dibutuhkan kemudian klik “Save” untuk menyimpan informasi referensi dan Mendeley akan menampilkan detail referensi.

Cara Mengutip Kamus

Ketika ada definisi khusus digunakan dalam sebuah makalah, Anda perlu menuliskan referensi kamus yang digunakan dalam halaman “Daftar Kutipan” atau “Referensi”. Setiap pedoman gaya memiliki standar pengutipan masing-masing, dan standar ini beragam bergantung pada apakah kamus yang dipakai adalah versi cetak atau daring.

Cara menuliskannya bisa Anda lihat lebih lengkap di Wiki How berikut:

https://id.wikihow.com/Mengutip-Kamus

Kaidah Penulisan Sitasi dari blog WordPress

Sitasi dari blog WordPress seperti punya saya bisa dilakukan, cara sitasinya dirujuk menggunakan format Format APA (American Psychological Association) dan Format MLA (Modern Language Association). Kedua format ini yang sangat familiar digunakan dalam penulisan karya tulis.

Format MLA (Modern Language Association)

Dalam menggunakan format MLA, terlebih dahulu kita harus mengumpulkan beberapa informasi yang nantinya diperlukan dalam penulisan sumber, yang diantara lain adalah :

  • Nama penulis dan/atau editor (jika ada)
  • Nama artikel dalam tanda kutip (jika ada)
  • Judul situs web, proyek, atau buku yang dicetak miring
  • Nomor versi berapa pun yang tertera, termasuk revisi, tanggal pemasangan, volume, atau nomor terbit.
  • Informasi penerbit, termasuk nama penerbit dan tanggal terbit.
  • Catatlah nomor halaman apa pun (jika ada).
  • Media publikasi.
  • Tanggal Anda mengakses materi.
  • URL (jika dibutuhkan)

MLA tidak mengharuskan untuk mencantumkan URL karena seringkali alamat URL berubah-ubah dan sepenuhnya mati/tidak aktif. Penulisan sumber setidaknya mencakup info tentang nama penulis/editor, judul artikel, nama dan alamat website, tanggal artikel, dan tanggal diunduh oleh kita, serta url (dituliskan dengan didalam simbol ” jika diperlukan.

Contoh

Ahmad, Jumal. “Perihal Keunggulan Dan Kelemahan Kurikulum 2013”. Ahmadbinhanbal.Wordpress.com. 27 April 2014. 05 September 2020.

Format APA (American Psychological Association)

Pengutipan dalam format APA lebih memudahkan karena hanya memerlukan informasi yang lebih sedikit untuk mengutip website. Cukup dengan menuliskan nama penulis, tanggal publikasi, judul, dan URL halaman website.

Contoh

Ahmad, Jumal. 05 September 2020. Karakteristik Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan Mix Method. https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2018/03/29/karakteristik-penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif/

Contoh lainnya sebagaimana di postingan IG @membetulkan berikut.

Siapa tahu ada pembaca yang ingin sitasi dari blog saya bisa dilakukan dengan cara di atas. 🙂