Yusuf Durrachman dari UIN Jakarta dalam acara webinar bertemakan manajemen referensi menyebutkan tiga komponen keberhasilan publikasi makalah di Jurnal yaitu:

  1. Tidak plagiat
  2. Kemasan
  3. Konten
Sumber: Yusuf Durrachman

Menurutnya, yang paling penting dalam menulis jurnal dan paling banyak diperhatikan reviewer adalah nomor 1 dan nomor 2. Maka terkadang ada satu makalah jurnal yang secara konten konten simpel, sederhana, tapi bagus kemasannya bisa masuk ke jurnal nasional bahkan internasional.

Peneliti dari Malaysia sudah ahli dalam mengemas tulisan, berbeda dengan penulis dari Indonesia dan Timur Tengah yang lebih menguasai konten namun lemah dalam memperindah kemasan. Menurut Yusuf, satu penelitian minimal dapat dipublikasi dalam dua publikasi dengan satu prosiding dan satu jurnal, bahkan ada disertasi yang keluarannya bisa sampai 8 makalah jurnal.

Penulisan sitasi dan penyusunan daftar pustaka yang baku dan kosisten
merupakan indikator pengelolaan jurnal yang dijalankan dengan baik. Penulisan daftar pustaka yang baku dan konsisten memudahkan pengguna jurnal ilmiah dalam melacak dan menelusuri kembali sumber acuan yang dicantumkan.

Kesalahan penulisan sumber referensi tidak hanya mengakibatkan sulitnya
penelusuran, namun pengutipan ide, kata, atau kalimat yang tidak disertai
keterangan sitasi dan daftar pustaka justru dapat diindikasikan sebagai bentuk plagiat.

Tata cara penulisan sitasi dan daftar pustaka disarankan menggunakan tools atau aplikasi manajemen referensi, supaya keseragaman penulisan daftar pustaka dapat dipertahankan.

Aplikasi manajemen referensi difungsikan sebagai tools untuk:

  1. Mencari dan menyimpan referensi, umunya berupa file PDF, versi cetak maupun digital dalam berbagai tipe (artikel jurnal, buku, book chapter, prosiding, ensiklopedi, dan lainnya);
  2. Membantu menemukan kembali berbagai koleksi
    yang telah disimpan, membuat catatan (note), memberi penanda (highlight), membuat tautan/hubungan antar referensi;
  3. Membantu penulisan sitasi dan daftar pustaka yang sesuai dalam berbagai style yang tersedia;
  4. Membuat jejaring dan komunikasi dengan ilmuan lain;
  5. membantu menemukan berbagai referensi yang berkaitan dengan bidang ilmu (Widodo et al., 2017).

Tersedia beberapa aplikasi baik yang gratis (misalnya: Mendeley, Refworks,
Zotero) maupun yang berbayar (misalnya: Endnote, Reference Manager).

Aplikasi manajemen referensi Mendeley merupakan salah satu aplikasi yang paling diminati. Selain memiliki layanan gratis, Mendeley memiliki keakuratan yang baik. Aplikasi Mendeley bisa berjalan pada multiplatform seperti Win/Mac/Linux/Mobile dan mendukung hampir seluruh layanan browser. Perangkat lunak Mendeley dapat diunduh melalui alamat http://www.mendeley.com. Ada dua versi Mendeley yang ditawarkan, yaitu versi Mendeley Plugin dan Mendeley Desktop.

Dewi Khairani menjelaskan cara menggunakan Mendeley dengan slide presentasi dari Mendeley langsung, saya tidak sempat mendapatkan file presentasi karena tidak sampai selesai ikut sesi zoom dan saya cari di internet filenya dengan tampilan sebagai berikut.

Saya sudah mengintal cukup lama aplikasi Mendeley di laptop, namun belum banyak fitur tersembunyi yang sata tahu. Di antara hal baru yang saya dapatkan dari pelatihan ini adalah fitur Mendeley Web Importer yaitu plug ini di browser yang bisa digunakan untuk memasukkan makalah ke dalama Mendeley tanpa harus mengunduh file tersebut.

Fitur lainnya adalah anotasi dan highlight yaitu memberi catatan atau tanda warna pada artikel yang sedang kita baca, sebelumnya saya hanya menggunakan pdf viewer untuk membaca saja ternyata bisa juga untuk catatan.

Slide dari Mendeley belum gamblang menjelaskan cara membuat daftar pustaka di Mendeley karena penjelasan yang global, makalah dari Ainur Rafiq, Phd tentang manajemen referensi dengan Mendeley bisa Anda gunakan sebagai referensi, selain menunjukkan step by step mensitasi dari Ms Word, Rofiq juga menjelaskan bagaimana membuat daftar pustaka dan mengubah referencing style dari Mendeley. Arikel tersebut bisa diunduh ditautan ini.

Selain Mendeley, ada manajemen referensi lain yang cukup popular yaitu EndNote. Cara men-cite menggunakan EndNote sudah dicontohkan Zamir Mohyedin di tweetnya yang saya pasang di bawah ini. Sila rujuk.

EndNote berbayar, sampai saat ini masih nyaman dan memilih Mendeley.

Sumber:

Sosialisasi Seminar Internasional dan How to Publish in internasional Journal? (Seri 1: Manajemen Referensi), 17 Juli 2020 dalam rangka persiapan pelaksanaan The 3rd International Colloquium on Interdisciplinary Studies (ICIIS) 2020

LIPI, Modul Jurnal Ilmiah dan Manajemen Referensi, http://pusbindiklat.lipi.go.id/wp-content/uploads/Modul-Jurnal-Ilmiah-dan-Manajemen-Referensi-new.pdf (Diakses pada 16 Juli 2020)

Ainur Rofiq, Manajemen Referensi Menggunakan Mendeley, http://www.mami.or.id/wp-content/uploads/2015/02/MANAJEMEN-REFERENSI-MENGGUNAKAN-MENDELEY-1.pdf (Diakses pada 17 Juli 2020)