Lokasi Bencana Bukan Tempat Buang Pakaian Bekas


Pada tanggal 11 Januari yang lalu, saya bersama teman-teman dari Aksi Peduli Bangsa dan Rumah Cinta Quran Bintaro berkunjung ke tempat terdampak banjir di Lebak Banten yang berdekatan dengan daerah Bogor atau lebih mudahnya di daerah setelah Pesantren Latansa.

Perjalanan ke tempat tujuan tidak terlalu susah dilalui mobil, dan kami bisa melihat di daerah pinggiran Sungai banyak rumah yang hancur terbawa Sungai, adapun dibagian tepi jalan, banyak jalan tertutup longsor tanah.

Kami kesana hanya membawa sedikit pakaian layak pakai yang sudah disortir sebelumnya. Lebih banyak membawa bahan makanan seperti beras, minyak, telor, susu dan bahan lainnya. Rumah Cinta Quran Bintaro membawa 200 box nasi kotak yang dibagikan kepada pengungsi dan relawan yang kami temukan disana.

Pemandangan miris saya temukan di daerah yang banyak menjadi posko bencana banjir, pakaian menjadi sampah berserakan mengakibatkan timbulnya masalah baru dalam penanganan bencana. Pakaian layak pakai yang dikirim oleh orang-orang yang berniat baik hendak membantu masyarakat yang terdampak bencana malah terjadi sebaliknya barang bekas layak pakai itu mubazir alias jadi sampah yang berserakan.

Saya temukan, pakaian perempuan maupun laki-laki yang bekas dan sangat tidak layak untuk digunakan hingga bertumpuk-tumpuk dan dibiarkan saja di posko.

Hasil obrolan kami dengan relawan di tempat. Memang yang dibutuhkan adalah bahan pokok makanan seperti beras, ikan asin dan lilin untuk cahaya mereka di malam hari. Menurut saya, lilin ini sering diabaikan para donatur padahal akibat banjir dan longsor banyak tower listrik dan kabel yang terkena longsor.

Mari menjadi masyarakat yang memahami kondisi bencana, sehingga niat baik akan menjadi hasil baik dan tepat sasaran. Semoga kita selalu ingat bahwa lokasi bencana bukan tempat Buang pakaian bekas.

2 Responses

  1. Harusnya, perlu ada keterangan tambahan dari pihak panitia tentang kriteria pakaian bekas. Bukan yang sobek, bukan yang sangat lusuh, bukan yang sudah rusak kancing dan risletingnya. Malah kalau bisa sudah dicuci terlebih dahulu, disetrika, dimasukkan plastik seperti baru. Para korban adalah orang teraniaya, kan doanya makbul. Jangan sampai kita menganiaya mereka dengan memberi barang bekas yang jelek…:'(

    Like

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: