Dahulu ketika belajar di Pesantren Nurul Hadid, Cirebon, di kelas tiga SMA atau kelas Niha’i ada pelajaran tentang Ilmu Musthalah Hadits yaitu cabang dalam ilmu hadis yang mempelajari pokok dan kaidah yang dipakai untuk mengetahui kondisi sanad dan matan hadis dari sisi diterima atau ditolak. Manfaat ilmu ini bisa membedakan hadis yang kuat dan hadis yang lemah. Rujukannya adalah buku Ilmu Hadis Praktis dalam bahasa Arab karya Dr. Mahmud Thahhan.

Di akhir kelas tahun, saya dan teman-teman mendapatkan tugas untuk meneliti sanad atau rantai periwayat hadis. Saya ingat waktu itu meneliti hadis tentang Qaabidh álal Jamri yaitu hadis Nabi tentang keadaan akhir zaman yang memegang teguh agama laiknya memegang bara api.

Terkait dengan sanad, kami mencermati hadis yang diteliti pada keutuhan sanad, jumlahnya dan para perawinya. Kitab babon yang jadi rujukan adalah kitab “Al-Mu’jam Al-Mufahros Li Alfazhi Al-Hadits An-Nabawi” adalah kitab indeks hadis Nabi yang disusun untuk mengefisienkan pencarian lafaz-lafaz hadis Nabi berdasarkan topik. Ada 9 (sembilan) kitab hadis yang menjadi sumber indeks ini yaitu: Kutub Sittah (Bukhari, Muslim, An-Nasai, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah), Muwattho’ Malik, Musnad Ahmad, dan Musnad Ad-Darimi. Indeks itu terdiri dari 8 jilid dan disusun dalam rentang waktu antara 1916-1988 atau sekitar 72 tahun. Publikasi dilakukan oleh orientalis bernama Arent Jan Wensinck Profesor bahasa Arab dan sejarawan di Universitas Leiden yang dibantu oleh Fuad Abdul Baaqi yang selanjutnya membuat kitab “Al-Mu’jam Al-Mufahros Li Alfazhi Al-Quran” .

Dari kitab “Al-Mu’jam Al-Mufahros Li Alfazhi Al-Hadits An-Nabawi” ini kemudian kami merujuk ke kitab-kitab asli yang ada di perpustakaan. Kemudian menuliskan tiap perawi dalam jalur atau pohon sanad. Selanjutnya menuliskan beberapa keterangan dari para ulama tentang hadis tersebut. Sejauh yang saya ingat, pembelajaran kami hanya sampai disitu. Namun, ilmu yang didapatkan sangat berharga, bagaimana saya dan teman-teman bisa merasakan susah payahnya meneliti satu hadis, lalu bagaimana para peneliti hadis yang meneliti ratusan bahkan ribuan hadis.

The Hadith Trasnmitter Encyclopedia

Saat ini telah ada pemgembangan web engine yang memudahkan kita mengetahui biografi perawi hadis. Aplikasi ini bernama The Hadith Trasnmitter Encyclopedia atau موسوعة رواة الحديث yang dibuat oleh seorang peneliti bernama Ikram Hawramani.

https://platform.twitter.com/widgets.js

Link web bisa di klik disini:
http://hadithtransmitters.hawramani.com/

Saya mencoba web di atas dan menuliskan nama أبو موسى الأشعري salah satu perawi hadis pada masa Nabi Muhammad Saw.

Tertulis banyak nama yang sesuai dengan Abu Musa Al-Asyári. Kemudian di bawahnya tertulis biografi dari kitab-kitab.

Demikian sedikit share dan review tentang hadits trasmintter atau ruwatul hadits yang semoga memberikan manfaat.

The Arabic Lexicon

Hawramani Institute juga mengembangkan Arabic Lexicon atau kamus berbahasa Arab. Web ini awalnya bernama Lisaan.Net yang dikembangkan Hawramani Institute. Alamat webnya bisa dikunjungi di tautan ini. http://arabiclexicon.hawramani.com/.

ArabicLexicon.hawramani.com (sebelumnya Lisaan.net) bertujuan membuat kamus bahasa Arab terbesar dan terlengkap di dunia. Fitur ini sudah berisi 229437 entri yang diambil dari 51 kamus dan referensi dari otoritas paling awal sumber Orientalis dan kontemporer. Di antara karya-karya tersebut adalah:

  • Kitab al-ʿAin oleh al-Khalil b. Aḥmad
  • The ḥiḥāḥ oleh al-Jawharī
  • Muḥkam oleh Ibn Sīda
  • Mufradāt oleh Al-Rāghib al-Isfahānī
  • Asās al-Balāgha oleh al-Zamakhshari
  • Lisān al-ʿArab oleh Ibn Manẓūr
  • Al-Qāmūs al-Muḥīṭ oleh Firuzabadi
  • Murtaḍa al-Zabīdī Tāj al-ʿArūs
  • Kamus Bahasa Arab-Bahasa Inggris dari W. E. Lane

Ini tampilan the Arabic Lexicon