Islam Asia Tenggara: Akar Historis dan Distingsi


Abstract

Kian banyak kalangan yang berusaha memahami Islam di Asia Tenggara atau sering disebut sebagai ’Islam Indonesia‟. Alasan Islam Indonesia dipilih karena dalam pengejawantahan kehidupan sosial budaya Islaminya Indonesia memiliki distingsi tersendiri, yang tidak ditemukan di tempat-tempat lain di Dunia Muslim.

Kaum Muslimin Indonesia memang memiliki sistem dan tradisi sosial budaya yang khas dan distingtif jika dibandingkan dengan umat Islam di tempat-tempat lain. Karena itulahlah Islam Indonesia memiliki wilayah budaya Islamnya sendiri—dari delapan Islamic cultural spheres yang ada di muka bumi.

Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tanpa kekerasan dan peperangan, namun dalam hal teori masuknya Islam di Asia Tenggara masih menjadi polemik yang belum menemui titik temu, sebagian mengatakan Islam Asia Tenggara berasal dari Gujarat, sebagian dari Makkah, sebagian lagi dari Persia dan ada peneliti yang mengkompromikan itu semua.

Penyebar Islam di Nusantara adalah para sufi pengembara sekaligus berprofesi sebagai pedagang yang berperan utama dalam syiar Islam. Keberhasilan para sufi dalam syiar Islam lebih disebabkan dalam menyajikan Islam menggunakan kemasan yang atraktif, yaitu menekankan kesesuaian Islam dengan tradisi lama atau kontinuitas, ketimbang perubahan drastis dalam kepercayaan dan praktik keagamaan lokal (Hindu dan Buddha).

Peradaban Melayu-Indonesia atau sekarang disebut Asia Tenggara merupakan bagian integral dari peradaban Islam secara keseluruhan. Integralisme ini terlihat pada kesatuan akidah, ibadah dan muamalah pokok yang wajib diimani dan diamalkan kaum muslimin (Great Culture). Di samping menampilkan wataknya yang terkait dengan Islam ‘universal’, peradaban Islam Asia Tenggara pada saat yang sama menampilkan ciri-ciri dan karakter yang distingtif dan khas yang berbeda dengan peradaban Islam di wilayah-wilayah lainnya (Little Culture).

Karakter distingtif ini bisa kita temukan pada penampilan fisik Melayu dan budaya materialnya dipengaruhi oleh lingkungan alam, geografi dan bahkan cuaca Nusantara. Semua kenyataan ini memunculkan gaya hidup, adat istiadat dan tradisi yang khas pula.

Selengkanya
PDF

2 Responses

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: