Hukum Memberikan Donasi Pakaian Bekas/ Layak Pakai


Sumbangan atau donasi (dalam bahasa Inggris doation) merupakan pemberian umumnya berifat fisik dari perorangan atau badan hukum. Pemberian bersifat sukarela dengan tanpa imbalan bersifat keuntungan.

Hari Senin besok truk yang membawa bantuan donasi ke Mentawai akan diberangkatkan dari Jakarta. Pakaian ini dikirim untuk warga pedalaman yang susah mendapatkan pakaian, jarak ke pasar di kecamatan yang hanya dilewati dengan Kapal pompong dan harga di pasar yang mahal karena banyak barang di Mentawai diambil dari Padang. Pakaian diberikan ke semua orang di Pedalaman Mentawai, tidak melihat agama apakah Islam atau tidak, semuanya dapat pakaian.

Agar pakaian, buku dan lainnya tidak sia sia, bisa memanfaatkannya dengan memberikan pada orang lain. Bekas bagi kita, memang, tetapi Insya Allah bermanfaat bagi mereka. Pakaian dan buku akan menjadi teman baru bagi mereka. Selain itu, dengan menyumbang seperti ini berarti kita telah berinvestasi pada proyek akhirat sebagai bekal hidup kita di akhirat nanti.

Saya pribadi ingin menyampaikan terima kasih kepada Jamaah Ustadz Arifin Jayadiningrat khususnya dan donatur pada umumnya yang sudah bersedia memberikan donasi Pakaian untuk Mentawai, semoga mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Profil dusun di pedalaman Mentawai bisa anda simak di video berikut:

Secara umum, memberikan Pakaian layak pakai tidak hanya boleh, bahkan yang memberikan pakaian bekas -yang masih layak pakai- kepada orang yang membutuhkannya adalah termasuk amalan kebaikan dan dia termasuk dari sebab meraih keberuntungan bagi pelakunya, Alloh Ta’ala berkata:

(وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩)

“Dan berbuatlah oleh kalian suatu kebaikan, semoga kalian beruntung”.

Adapun dalil menunjukan kebolehan memberikan pakaian bekas -yang masih layak pakai- maka dia adalah hadits Ali bin Abi Tholib yang diriwayatkan oleh Muslim.

أُهْدِيَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُلَّةُ سِيَرَاءَ ، فَبَعَثَ بِهَا إِلَيَّ فَلَبِسْتُهَا

“Dihadiahkan kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam pakaian sutra, lalu beliau kirimkan kepadaku, maka akupun memakainya”.

Dari ucapan Ali ini telah nampak bagi kita bahwa beliau telah mengenakan pakaian tersebut, setelah beliau kenakan maka Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam mengetahui, Ali berkata:

فَعَرَفْتُ الْغَضَبَ فِي وَجْهِه ِ

“Maka aku mengetahui kemarahan wajahnya”.

Setelah itu Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

إِنِّي لَمْ أَبْعَثْ بِهَا إِلَيْكَ لِتَلْبَسَهَا ، إِنَّمَا بَعَثْتُ بِهَا إِلَيْكَ لِتُشَقِّقَهَا خُمُرًا بَيْنَ النِّسَاءِ

“Sesungguhnya aku tidak mengirim kepadamu supaya kamu memakainya, hanya saja aku kirimkan kepadamu sebagai pakaian dalam di antara para wanita”.

Hadits di atas juga mengajak kita untuk tidak berlebih lebihan dalam berpakaian seperti dengan memakai kain sutra. Bukan berarti Islam mengajak kepada kemiskinan, Islam menyuruh umatnya untuk bekerja, berusaha, berjihad yang semuanya menjauhkan diri dari bernikmat nikmat. Semoga amalan kita berupa donasi pakaian yang diberikan kepada saudara yang lebih membutuhkan diterima Allah SWT dan menjadi cadangan pahala di akhirat nanti.

Foto merapikan donasi.

Foto keberangkatan truk donasi.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: