Apakah Portal Garuda Dikti Masih Aktif?


Beberapa hari ini saya kebingungan untuk mencari web jurnal Indonesia yang menyediakan tempat untuk mengunggah karya ilmiah secara mandiri. Dan setelah mencari-cari info ada di portal garuda. Namun ketika saya cari lewat mesin pencari akan ditemukan 2 portal yang hampir mirip yaitu garuda dan portalgaruda.

Apakah kedua portal tersebut berbeda? ya berbeda.

Portal Garuda yang beralamatkan di http://garuda.dikti.go.id dikelola oleh Dikti. Garuda disini singkatan Garba Rujukan Digital yang merupakan portal penemuan referensi ilmiah dan umum karya bangsa Indonesia, yang memungkinkan akses e-journal dan e-book domestik, tugas akhir mahasiswa, laporan penelitian, serta karya umum. Portal ini dikembangkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dikti Kemdiknas RI. (sumber: http://garuda.dikti.go.id/). Namun sayang sekali, berkali-kali saya mencoba membuka link-nya tidak berhasil. Mungkin webnya tak terurus dan mati suri.

garuda dikti

Sedangkan Portal Garuda yang kedua beralamatkan di http://www.portalgaruda.org dikelola oleh IAES (Institute of Advanced Engineering and Science) Indonesian Section. Portal Garuda yang disini mengindex publikasi dari penerbit jurnal di Indonesia. Pada halaman depan situs tersebut juga dengan jelas terpampang tulisan IPI: Indonesian Publication Index.

Portal Garuda yang bisa diakses.

portal garuda

Di Portal Garuda Dikti, semua PT dapat mengunggah karya ilmiahnya baik secara mandiri dan atau menggunakan OAI dan artikel yang diunggah meliputi karya ilmiah dosen, mahasiswa, tugas akhir, laporan penelitian, ebook. Tapi di Portal Garuda IPI (IAES) hanya penerbit/pengelola jurnal dan memiliki ISSN serta telah mendaftar (registrasi) ke IPI yang dapat mengunggah karya ilmiahnya baik secara mandiri dan atau menggunakan OAI dan artikel yang diunggah hanya artikel jurnal.

Saya ingin upload tulisan tugas kuliah saya yang sudah direvisi bisa di upload di portal umum agar bisa dibaca banyak orang. Setelah gagal di portal garuda dikti saya belum tahu ke portal lainnya, adakah yang bisa memberikan saran?

Demikian sedikit tulisan dari saya, semoga portal garuda Dikti bisa aktif lagi, karena portal ini sangat membantu bagi masyarakat yang berkecimpung dalam dunia akademis, pendidikan, penelitian dan sebagainya.

***

Setelah mencari terus, memang portal garuda dikti sudah mati. Konfirmasi ini saya dapatkan dari Prosiding Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke- 8 di Bogor tahun 2015.

Salah satu yang menjadi bahasa konferensi ini adalah butuhnya portal baru untuk jurnal di Indonesia. Hal itu karena.

  1. Belum ada portal yang mengindeks seluruh jenis koleksi (jurnal, ILS, grey literature/ digital library). Portal Garuda hanya khusus untuk jurnal dan Garuda dikti sudah tidak aktif lagi.
  2. Belum ada portal yang sangat mudah digunakan pengguna dengan fitur informasi yang sangat kaya. Portal Garuda sudah bagus user interface-nya, namun belum lengkap informasi yang disajikan.
  3. Belum ada portal yang mobile friendly, padahal saat ini mobile device semakin banyak digunakan oleh pengguna. Portal Garuda didesain untuk browser desktip dan untuk usability, portal harus semakin berorientasi pada pengguna.

Requirement untuk Portal baru:

  1. Mencakup semua jenis repository dan koleksi (jurnal, Ils, digital library)
  2. Simple, mudah digunakan, powerful search engine, diperkaya dengan faceted search, dan informasi yang lengkap.
  3. Mendukung mobile device (smartphone, tablet)
  4. Informasi tentang pengarang, citation index, dan statistik yang penting dan menarik kontributor.
  5. Didukung oleh sistem tang memungkinkan portal berkembang untuk jangka panjang.

Guna mengatasi hal itu, perpustakaan Nasional membuat proyek Indonesia OneSearch atau IOS yaitu sebuah pintu pencarian tunggal untuk semua koleksi publik dari perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh Indonesia. Selain itu, portal ini juga menyediakan akses ke sumber elektronik internasional (e-resources) yang dilanggan oleh Perpusnas RI untuk semua anggota yang terdaftar.

Untuk bergabung dengan IOS, setiap repositori harus menyediakan API berbasis OAI-PMH (Open Archive Initiatives), sebuah protokol pengambilan metadata yang sudah digunakan oleh 75% lebih repositori di dunia.(http://onesearch.id/Repositories/Ios)

Proyek ini sudah dimulai pada tahun 2015 dengan membentuk tim, masukan dari komunitas, kerjasama dan sosialisasi. Tahun 2016 dengan kampanye tentang sharing ful-teks dan demo manfaat content analysis untuk pengguna dan pada tahun 2017 dengan ujicoba dan sosialisasi NoPlagiarism ke dosen dan mahasiswa di Perguruan Tinggi dan kampanye anti-plagiarism.

Makalah dan presentasi di KPDI 8 bisa dilihat di link Prosiding KPDI 8. Dan presentasi Bapak Ismail Fahmi berikut:

Penampilan OneSearch.id

ios-2-500

Wiki.onesearch.id

wiki-500

Readmine.onesearch.id

redmine-500

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: