Pendakian Sumbing Via Jalur Prampelan


Saya lahir di desa Prampelan yang terletak di lereng gunung Sumbing, posisinya berada di paling atas dan tidak ada lagi desa di atasnya. Di belakang rumah saya bisa melihat gunung Sumbing yang berdiri kokoh menjulang dan di depan rumah, dari jauh terlihat deretan gunung Merapi, Merbabu dan gunung Andong.

Teman teman di Prampelan sekarang sudah membuka jalur Pendakian Sumbing dari Prampelan, dan dibuat sesuai ketentuan pendakian yang berlaku. Lewat tulisan ini saya ingin membantu mengenalkan jalur ini.

Pengalaman saya mendaki Sumbing masih sedikit, baru tiga atau empat kali, pertama mendaki waktu SMP di Lukman Alhakim setelah selesai ujian kenaikan kelas, waktu mendaki jalanan tidak menjadi hambatan karena jalan yang dilalui adalah jalan yang biasa dipakai orang desa mengambil rumput dan kayu.

Mendaki gunung Sumbing dapat melalui beberapa jalur pendakian, jalur Butuh, Prampelan, Mangli, Garung, Bowongso dan sebagainya. Jalur Prampelan mungkin belum setenar jalur Butuh. Jalur ini menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dan menjadi satu jalur dengan jalur pendakian Butuh dan Mangli sebelum sampai ke puncak.

Sebelum ke pos 1 anda bisa melewati Gardu Pandang Munthuk tempat yang cocok buat berfoto dan menikmati sebentar pemandangan desa Prampelan dan sekitarnya.

Untuk mendaki anda bisa meminta guide dari team basecamp Adipuro. Basecamp Adipuro menyediakan jasa antar untuk pendaki juga di pantau relawan Adisurya. Jika ada hal-hal yang tidak kita inginkan.. relawan Adisurya, BPBD dan PMI Kab Magelang siap membantu. Selain itu️ Pendaki mendapatkan tiket dan jaminan asuranasi.

Di jalur ini kita bisa mendapatkan jalanan yang lurus dan tidak menanjak, bagi pendaki, lumayan kaki bisa istirahat dari jalan menanjak kemudian ada sungai Winarsih, ini nama yang dibuat teman teman saya dan Winarsih adalah nama guru SMP kami yang sangat baik.

Sebelum puncak kita disuguhi pemandangan indah dan kumpulan bunga Adelwis yang sering disebut bunga keabadian.

Sampai di puncak ada pintu masuk yang terbuat dari batu, sering disebut Watu Lawang semacam tumpukan batu yang mirip seperti pintu masuk. Jalan terjal harus dilewati dengan ekstra hati hati untuk menuruni Watu Lawang.

Ketika kita turun ke kawah, ada padang rumput atau Savana yang luas, rumputnya tumbuh gerombolan gerombolan menuju Tugu Marmei.

Kemudian ada Makam dan sering dijadikan tempat berbuat syirik, pernah saya menemukan foto seorang cewek disitu, buat apa? Anda lebih tahu.

Ada Segoro Wedi atau lautan pasir, tempat yang luas seperti lapangan biasa dibuat menulis nama kita atau nama pecinta Alam. Di sekitar tempat ini ada beberapa Gua, di antaranya Gua Susu.

Paling menarik adalah Asap Kawah yaitu asap yang menyembur dari bebatuan puncak, tempat ini sering disebut Segoro Wedang.

Video info jalur Pendakian via Adipuro

6 Responses

Leave a Reply to Jumal Ahmad Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: