Yuk! Dukung Gerakan Literasi dan Perpustakaan Desa


Hari ini mulai muncul kepedulian masyarakat akan pentingnya gerakan literasi, yang mendekatkan buku dengan pembacanya dan akses ilmu pengetahuan lewat buku menjadi lebih mudah. Salah satu kendala majunya literasi di Indonesia karena perpustakaan terbatas.

Maka pegiat literasi yang suka rela menyadarkan masyarakat pentingnya membaca, bahkan sampai ke desa dan pedalaman harus didukung oleh masyarakat dan pemerintah. Agar geakan literasi lebih masif dan lebih banyak lagi yang terlibat.

Kali ini saya ingin mengenalkan beberapa gerakan literasi dan komunitas yang bergerak dan berjuang mendirikan perpustakaan untuk anak anak sampai ke desa- desa.

Djendela

Awalnya komunitas ini bernama KCB (Kelompok Cinta Baca) kemudian berubah nama menjadi Komunitas Djendela. Nama berubah, namun kerja rutinnya tetap: mengelola perpustakaan, menggelar perpustakaan jalanan, dan menggelar kegiatan-kegiatan edukasi.

Komunitas Djendela ingin mempersembahkan perpustakaan yang layak dan nyaman dikunjungi, dijadikan tempat membaca, dan dijadikan pusat berkumpulnya anak muda untuk membincang buku.

Beberapa kegiatan Djendela yang sudah dilaksanakan seperti: Bedah Film, Lapak Baca Sore, Reading Group, Teaterikalisasi Puisi dan TEDx ala Komunitas Djendela.

Info lebih lengkap dan donasi bisa di buka di link ini

KissPi Go Green

Komunitas Sampah untuk Sedekah Masjid Pondok Indah (KissPi), awalnya bergerak dengan menerima sedekah sampah dari jamaah masjid, kemudian menjualnya yang hasilnya digunakan untuk sedekah dakwah dan kegiatan dakwah di Masjid Raya Pondok Indah.

Sekarang KissPi sedang membuat project baru yaitu membuat perpustakaan di desa- desa di Indonesia, sudah beberapa puluh desa yang dibangunkan perpustakaan dan disediakan buku-bukunya.

Aksi Peduli Bangsa

Selain Djendela, Kisspi Go Green. Aksi Peduli Bangsa yang bergerak di sosial dan pendidikan di Mentawai juga sudah membangun perpustakaan di dusun Buttui, Madobak, Siberut Selatan dengan bantuan dari para donatur.

Di Buttui masih banyak anak anak yang belum bisa baca tulis, namun setelah dibangunkan TK dan SD disana, anak kecil mulai belajar membaca dan menulis.

Harapannya perpustakaan kecil ini bisa menjadi magnet anak anak di dusun pedalaman Mentawai untuk belajar membaca.

2 Responses

  1. Terim Kasih Mas Jumal 😃😊

    Like

Leave a Reply to Jumal Ahmad Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: