Reuni Dan Bukber Alumni Nurul Hadid Tahun 2017


Mengumpulkan kembali kerikil kerikil ukhuwah yang sempat hilang. 

Jumat sore sampai subuh tadi pagi saya mengikuti acara reuni dan buka bersama yang diadakan perkumpulan alumni dari pondok pesantren Nurul Hadid, almamater SMA saya dulu, nama organisasi alumninya IPANA kepanjangan dari Ikatan Pelajar dan Alumni Nurul Hadid wilayah Jabodetabek. 

Saya berangkat dari Jagakarsa jam setengah dua siang menuju SDIT Al-Izzah di Pekayon, Bekasi dan sampai disana kurang lebih jam setengah empat, beberapa titik perjalanan memang agak macet selain itu saya menggunakan google map untuk mengarahkan ke tempat acara. 

Sampai disana alhamdulillah bisa berjumpa dengan para ustadz saya dari Nurul Hadid dan dari sekian ustadz yang saya sangat rindu adalaj Ust Yusuf Sutisna, yang sudah saya anggap seperti orang tua dan guru saya, bimbingan dan arahan beliau ketika bersama sama membangun Nurul Hadid tidak akan pernah saya lupakan. 

Bisa bertemu dengan teman sekelas dulu, kakak kelas dan adik kelas itu menjadi kebahagiaan tersendiri. Menurut Umar bin Khatab ada tiga kriteria sahabat itu, yang pernah tidur bersama, makan bersma dan melakukan perjalanan bersama, melihat kriteria itu semua anak anak pesantren sudah memenuhi syarat dianggap sebagai teman sejati. 

Sebelum berbuka ada tausiah dan nasehat dari Ust Yusuf Sutisna yang mengingatkan kepada seluruh almuni tentang pentingnya silaturahmi antar alumni, dan kelak sahabat bisa menjadi syafaat di akhirat yaitu ketika dia mendapati temannya di dunia tidak ada, maka ia memohon kepada Allah agar temannya di dunia diajak masuk bersamanya ke dalam surga. 

Alhamdulillah, cukup banyak alumni Nurul Hadid dari Jabodetabek yang bisa hadir, namun Ust Yusuf masih mengharap agar tahun depan bisa lebih ramai lagi. 

Selepas shalat tarawih, kami berkumpul membahas agenda Ipana ke depan, di antaranya adalah mengadakan pertemuan antara alumni, santri dan wali santri setiap enam bulan sekali, diadakan di tempat yang lumayan besar dan mengundang pembicara terkenal agar makin semarak. 

IPANA juga diharapkan membantu Pesantren untuk mengelola adik kelas yang sedang liburan agar mengisi waktu luang dengan hal hal bermanfaat seperti kunjungan tokoh, mengisi tausiah atau kultum di masjid atau mushola, mengadakan i’tikaf dan lain sebagainya. 

Itu di antara poin besar yang bisa saya sampaikan, poin lain yang lebih detail dan mendalam bisa ditanyakan kepada panitia. 

Reuni diakhiri dengan kajian subuh dari Ust Yusuf Sutisna tentang Keberkahan bulan Ramadan, selesai kajian ditutup dengan foto bersama. 

Berikut ini beberapa foto kegiatan Ipana Jabodetabek yang sempat diambil hp saya. 

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: