• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Alfanous Messenger Chatbot


Malam ini Ashim Syally pengembang dari Aljazair yang memprogram aplikasi Alfanous Search Engine menulis status di laman facebooknya, update terbaru di Alfanous yaitu tambahan messenger chatbot.

Dia menulis kalau versi ini masih dikembangkan dan belum diluncurkan ke publik. Semoga dimudahkan dan selesai pada waktunya.

Chatbot ini seperti program yang ada di facebook messenger yang memungkinkan para pengembang membangun sebuah program untuk dijalankan pada aplikasi messenger.

Info link nya bisa di klik disini: https://github.com/assem-ch/alfanous-messenger-chatbot

Dan seperti ini gambaran dari Alfanous Messenger Chatbot

Sumber: Fb Assem ch

Kotroversi ‘212’ Dan QS 551 Di Komik X Men Gold


Hari ini media berita sedang diramaikan berita tentang kemunculan QS. 551 dan 212 di komik Marvel X Men Gold.  GNPF MUI awalnya sempat menilai ada indikasi pelecehan, tidak seharusnya sembarangan dimasukkan dalam komik karena mengandung kesakralan. 

Sampai akhirnya keluar klarifikasi dari GNPF yang dimuat di laman detik sore ini bahwa  karya itu bukan sebagai pelanggaran, secara lengkap sebagaimana dibawah ini. 

Tim advokasi Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI sempat menemukan indikasi awal pelecehan dalam komik X-Men Gold yang dibuat Ardian Syaf. Setelah dikaji lebih mendalam, GNPF MUI menyatakan tidak ada pelanggaran.
“Jadi kita udah rapat tadi. GNPF menilai itu bukan pelecehan Al Quran,” kata anggota tim advokasi GNPF MUI Kapitra Ampera, Minggu (9/4/2017).

Menurut Kapitra, angka 551 tidak bisa ditafsirkan begitu saja sebagai surat Al Maidah. Sedangkan angka 212 di dalam komik tersebut, itu hanya mengisi space kosong.

“Jadi GNPF tidak menganggap itu sebagai pelecehan dan mengapresiasi itu, sebagai karya seni yang menstimulasi orang untuk berimajinasi dan berasumsi berbeda-beda,” ujar Kapitra.

“Kita harus hargai setiap karya seni manusia sebagai sesuatu yg dinamis dari kebutuhan hidup tidak seluruhnya dari kebutuhan hidup harus di penuhi oleh ruang politik,” sambungnya.

Ardian Syaf, komikus yang membuat komik tersebut belum berkomentar. Dihubungi lewat nomor selulernya, Ardian belum membalas.

Namun lewat akun Facebook miliknya, Ardian tadi pagi menyinggung mengenai karyanya yang sedang ramai disorot ini.

“Makna dibalik angka…mungkin ada yg bisa dipahami, bila tak paham, tak apa… Silakan berkomentar apapun, karena saya gak bisa kontrol lidah anda…eh jari anda…saran saya, walaupun anda tidak setuju dgn saya, tetap sampaikan dengan ucapan yg baik ya :),” kata Ardian dalam postingnya pada Minggu (9/4/2017).

Selesai. 

Pihak Marvel menanggapi dengan serius masalah ini, kabarnya mereka akan menarik dari peredaran di versi cetak dan digitalnya. 

Menurut saya memasukan ego pribadi kedalam karya profesional juga bukan hal yang baik, seharusnya beliau lebih berhati hati.

Sekian. 

Sumber: detik dan lainnya. 

Akar Sejarah Hubungan Khilafah Usmani Dan Nusantara


%d bloggers like this: