• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Mengenal Profil Dr. Abdulgani, MA


Diambil dari forum Aumni Fakultas Ekonomi UI – Pria kelahiran Buktittinggi 14 Maret 1943 ini kembali dipercaya masuk Garuda menjadi Komisaris Utama bersama Emirsyah Satar sebagai Dirut, Maret 2005. Bankir senior lulusan FE-UI 1969 yang dikenal bersih dan berintegritas tinggi, ini saat menjabat Dirut Garuda 1998-2002 berhasil menyelamatkan maskapai penerbangan terkemuka Indonesia itu dari ancaman keterpurukan.

Abdulgani mempunyai prinsip hidup berada di atas rata-rata agar sanggup bersaing dengan ratusan juta rakyat Indonesia lainnya. Kehadirannya di Garuda Indonesia tahun 1998 sesungguhnya bak mengulang saja peritiwa awal terjun sebagai bankir di Bank Dharma Ekonomi, yang kemudian berubah nama menjadi Bank Duta Ekonomi dan terakhir Bank Duta.

Abdulgani yang menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di kota kelahiran Bukittinggi tahun 1956, lalu SMP di Jakarta tahun 1959, serta SMEA tahun 1962 juga di Jakarta, memasuki pendidikan tinggi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) dan lulus tahun 1969. Lalu tahun 1970 pria ini menikah dengan Irama Sofia, adik kelasnya di FE-UI serta dikaruniai sepasang anak.

Abdulgani tercatat sebagai pegawai Bank Ekspor dan Impor antara tahun 1970 hingga 1972. Ia terpaksa harus meninggalkan Bank Eksim di tahun 1972 sebab sejak akhir tahun 1971 berstatus sebagai pegawai pinjaman dari Bank Eksim yang dipinjamkan melakukan penelitian pada bank swasta nasional Bank Dharma Ekonomi yang sedang dalam kesulitan kondisinya menurun.

Usai melakukan survey dan penelitian bank yang kemudian berganti nama menjadi Bank Duta Ekonomi (BDE) itu kembali kesulitan menemukan pemimpin yang cocok. Abdulgani yang semasa kuliah pernah melakukan tugas magang di People National Bank of Washington, Seattle, AS (1966) kembali dipinjam sebagai pemimpin untuk melakukan konsolidasi awal. Hingga ia selesai melakukan konsolidasi siapa bankir yang tepat didudukkan di Bank Duta Ekonomi masih saja belum ketemu. Maka tak pelak Abdulgani penyuka ukiran dan keramik ini pulalah yang diminta mengisi lowongan dimaksud. Akibatnya ia dibuat bingung memilih antara berkarir di Bank Eksim ataukah BDE yang masa depannya masih tak menentu.

Untuk mengakhiri kebimbangan bungsu dari delapan bersaudara ini menemui sahabat yang sudah dikenal baik Omar Abdalla, yang sedang menjabat Dirut Bank Dagang Negara. Ia dianjurkan menerima tawaran memimpin BDE dengan catatan, bankir muda berusia 28 tahun itu dalam dua tahun pertama sudah harus dapat menyimpulkan berhasil atau gagal bertugas.

Jadilah Abdulgani memimpin BDE sejak tahun 1972, sekaligus meninggalkan Bank Eksim dengan hanya mempertahankan delapan pegawai lama sebab tak punya dana membayar gaji. Sedangkan tenaga-tenaga muda yang pernah direkrut ada yang datang namun hanya bertahan satu dua hari lalu menghilang karena belum menemukan masa depan yang baik di BDE.

Namun keadaan semakin membaik saja. Pada 31 Desember 1984, dengan passiva Rp 392.173.052.000, BDE meraih laba sebelum dipotong pajak Rp 11.527.285.000.

Di Garuda Indonesia kisah sukses menyelamatkan Bank Duta berhasil diulang kembali oleh putra dari Haji Sainan seorang pengusaha kecil asal Bukittinggi. Abdulgani secara bijak menawarkan dua cara penyelamatan dari lilitan utang sebesar 1,8 miliar dolar AS. Yakni pilihan pertama meneruskan kegiatan operasional Garuda Indonesia, atau kedua mempailitkan perusahaan dengan konsekuensi Pemerintah segera mengeluarkan dana segar 800 juta dolar AS untuk membayar utang-utang Garuda.

Berdasarkan business plan yang disusun Pemerintah memilih pilihan pertama yakni melanjutkan operasional Garuda Indonesia. Untuk menyelesaikan utang senilai total 1,8 miliar dolar AS Presiden Habibie memutuskan mengambil alih pembayaran utang PT Garuda Indonesia kepada Bank Exim Amerika Serikat terkait penyewaan 11 pesawat tipe Boeing 737. Untuk pengambil-alihan utang tersebut pemerintahan mengeluarkan dana setiap tahun sebesar 62 juta dolar AS selama delapan tahun. Pengambil-alihan utang oleh Pemerintah bisa dianggap sebagai penyertaan modal pemerintah (PMP) yang baru ke dalam perusahaan.

Nah, karena urusan sewa pesawat diambil alih pemerintah Abdulgani tinggal konsentrasi menggunanakan dana-dana Garuda untuk membayar utang-utang lain yang sudah tertuang dalam Business Plan Garuda Indonesia. Seperti utang senilai 300 juta dollar AS hasil pembelian commercial paper beberapa tahun sebelumnya, yang pernah digunakan untuk menutupi cashflow perusahaan. Juga utang pada sejumlah bank milik pemerintah sebesar 170 juta dollar AS, serta utang lainnya kepada berbagai pemasok berjumlah 280 juta dollar.

Abdulgani berhasil membuktikan komitmennya sesuai business plan perusahaan. Pada satu semester pertama tahun 1999 flag carrier itu berhasil meraih laba kotor 507 miliar. Bahkan Garuda Indonesia pernah mendapatkan penghargaan sebagai maskapai penerbangan asing terbaik dari bandar udara internasional Schipol, Belanda.

Abdulgani mantan Ketua Senat FE-UI 1967-1969 yang turut aktif dalam perjuangan pendirian Orde Baru, bahkan bersama Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) pada Februari 1966 pernah menyelenggarakan Seminar Ekonomi dengan pembicara tokoh-tokoh ekonomi antara lain Frans Seda, Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Sri Sultan Hamengkubuwono, dan Emil Salim, di tahun 2005 kembali diminta masuk ke Garuda Indonesia. Kepadanya diserahkan tugas penting baru sebagai Komisaris Utama bersama-sama dengan anggota komisaris lain Gunarni Soeworo (mantan Dirut Bank Niaga dan juga Ketua Perbanas sebagai komisaris independen), M Soeparno (mantan Dirut Garuda Indonesia), Bambang Wahyudi (peneliti LPEM-UI), Slamet Riyanto, dan Aries Mufti (direktur PT Permodalan Nasional Madani).

Kembalinya pria penggemar olah raga golf bertubuh sedang dengan tinggi 165 cm dan berat 59 kg ini bersamaan dengan pergantian sususunan direksi Garuda Indonesia dari Indra Setiawan kepada Emirsyah Sattar (mantan direktur keuangan Garuda Indonesia, terakhir menjabat Wakil Direktur Utama Bank Danamon). Abdulgani adalah penganut prinsip ahli di satu bidang agar bisa berada sedikit di atas manusia rata-rata. Sebab jika tidak demikian pemilik suara bariton ini menyebutkan dirinya akan sama saja dengan ratusan juta rakyat Indonesia lainnya. Prinsip berada di atas rata-rata sudah berkali-kali dibuktikan Abdulgani di berbagai ruang dan waktu pengabdian.

Putus kontrak Keluarga Cendana

Adalah Presiden BJ Habibie yang, begitu menggantikan posisi Pak Harto sejak 21 Mei 1998, sebulan kemudian menempatkan Robby Djohan bersama Abdulgani di posisi puncak PT Garuda Indonesia. Tugas keduanya menyelamatkan flag carrier kebanggaan itu dari ancaman keterpurukan akibat lilitan utang 1,8 miliar dolar AS. Robby bankir berpengalaman dan bereputasi agresif menjadi direktur utama �dicabut� dari Bank Niaga, sedangkan Abdulgani yang selalu hati-hati berbicara sebagai anggota direksi berasal dari Bank Duta.

Tak lama hanya enam bulan Robby Djohan kembali ke habitat asli sebagai bankir memimpin Bank Mandiri. Lalu Abdulgani yang kelahiran Bukittinggi 14 Maret 1943 sejak November 1998 diangkat menempati posisi puncak Direktur Utama. Misi masih sama menyelamatkan Garuda Indonesia dari ancaman keterpurukan yang, ketika itu kata Sofyan Djalil seorang staf ahli senior Kementerian Pembinaan BUMN, yang kemudian dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi Kabinet Indonesia Bersatu, menyebutkan Garuda sudah nyaris kolaps. Tahun 1998 saja kerugian Garuda akibat perbedaan kurs mencapai 46,4 jut adolar AS. Kerugian terbesar Garuda terjadi akibat nilai rupiah terhadap dolar AS jatuh sebab pendapatan Garuda dalam mata uang rupiah sedangkan pengeluaran dalam dolar AS.

Penempatan Abdulgani di posisi puncak, kata Ketua Komisi IV DPR RI ketika itu Burhanuddin Napitupulu terkait karena persoalan Garuda Indonesia adalah persoalan keuangan yang sangat kompleks sehingga jabatan dirut perlu diberikan kepada seorang bankir. Dan Abdulgani yang pernah menyelamatkan Bank Duta dari keterpurukan, Napitupulu memastikan integritas Abdulgani sebagai bankir senior dikenal bersih, terpercaya, dan mumpuni.

Salah satu langkah berani Abdulgani menyehatkan Garuda adalah memutus kontrak-kontrak bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan keluarga Cendana. Abdulgani segera mereorganisasi secara sempurna rute-rute penerbangan domestik dan internasional. Ia juga memberdayakan sekaligus memberlakukan skema insentif terhadap karyawan. Skema langkah-langkah restrukturisasi sesuai business plan mulai diimplementasikan. Salah satunya menunjuk Deutchebank sebagai penasehat keuangan untuk merestrukturisasi utang senilai 1 miliar dolar AS ke para kreditor asing, dan menunjuk Lufthansa sebagai penasehat mengembangkan manajemen dan meningkatkan pelayanan penerbangan. Kita sedang mere-enjineering diri, kata Abdulgani singkat menjelaskan bentuk langkah-langkah pembenahannya.

Integritas dan bersihnya Abdulgani benar saja terbukti. Pada tanggal 23 Februari 2002 Abdulgani menghadap kuasa pemerintah selaku pemegang pemegang saham Garuda yakni Menteri Pembinaan BUMN Laksamana Sukardi. Jebolan (Master Degree-nya) dari University of Colorado, Boulder, AS (1998) serta Diploma Program dari The Economics Institute, Boulder, tahun yang sama, ini menyampaikan kepada Laksamana tugasnya menyelamatkan Garuda Indonesia sudah selesai. Komitmen awal mengantar Garuda menjadi lebih baik sudah selesai. Karena itu Abdulgani siap untuk mundur dan digantikan.

Abdulgani yang teguh pada komitmen pengunduran dirinya baru tiga bulan kemudian bersamaan pelantikan Dirut baru Indra Setiawan, pada 6 Mei 2002

Kisah Inspiratif Membentuk Jiwa Entrepreneurship Dari Bapak Hilmi Panigoro CEO Medco Energi


Pada sesi kedua dari Seminar Nasional Pembangunan karakter Islamic Entrepreneurship di gedung Pusdiklat Kementrian Sosial adalah paparan dari bapak Hilmi Panigoro selaku CEO Medco Energi.

Awalnya Pak Hilmi menceritakan ayahnya yang merantau dari Gorontalo menuju Bandung pada umur 14 tahun dikarenakan tidak ada sekolah lanjutan setelah SMP di Gorontalo. Akhirnya Hilmi dan bersebelas saudaranya termasuk Arifin Panigoro pendiri Medco lahir dan besar di bandung. Arifin Panigoro sendiri lulusan dari Teknik Elektro ITB dan sudah memulai bisnis semenjak kuliah sedangkan Hilmi Panigoro lulusan Teknik Geologi ITB.

Medco didirikan pada tahun 1980 bermula dari jasa pengeboran minyak dan gas bumi di daratan (onshore drilling). Hilmi mengatakan awalnya berkecimpung di onshore drilling Medco harus berhadapan dengan perusahaan asing dengan modal dan teknologi tinggi. Saat itu saingannya adalah Huffco dengan 10 drilling berwarna biru putih.

Medco diberikan kesempatan untuk mendirikan sebuah drilling. Akhirnya sebuah drilling berwarna merah putih didirikan. Karena berperforma baik dan harganya yang murah Medco dipercayai untuk memperbanyak drillingnya.

Rahasia sukses Medco adalah pada profesionalisme. Medco selalu menempatkan orang-orang yang kompetensi di bidangnya. Kalau dilihat dari board of Director hanya 3 orang dari 11 bersaudara yang aktif di Medco yaitu Arifin Panigoro, Hilmi Panigoro dan Yani yang alumni Teknik Elektro ITB juga.
Setelah berpengalaman di Onshore Drilling, Arifin panigoro diberi masukan dan dorongan agar bangsa Indonesia dapat juga menguasai Indsutri Upstream. Maka beralihlah Medco sebagai pemilik sumur minyak dengan mengakuisisi sumur-sumur kecil yang dianggap tidak menguntungkan karena volumenya yang kecil, tapi bagi Medco ini adalah Strategic Acquisition dimana terdapat 400 an orag tenaga kerja yang sudah dilatih dan berpengalaman.

Meskipun mahal hal ini harus dilakukan agar terjadi transfer knowledge dari asing ke Indonesia. Tahun ini, Medco bahkan mengakuisisi 82,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Dengan strategic acquisition ini medco akan memiliki kemampuan untuk mengolah tambang tembaga, timah dan bahkan emas.

Kini Medco bisa menguasai market share. Proses pertumbuhan itu semangatnya bukan untuk mencari uang tapi nasionalisme bagaimana menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Jika motivasi seseorang untuk tumbuh hanya karena uang, susah untuk memotivasi orang lain, tapi kalau nasionalisme orang akan mudah terbakar semangatnya, termotivasi dan semua orang bekerja keras.

Terlebih lagi pada level tertentu, Medco hari ini dengan 18 ribu karyawan maka bisnis bukan hanya cari uang, tapi juga tanggung jawab atau dalam bahasa lain Amanah.

Sumber:

  • Wawancara penulis untuk persiapan Seminar Nasional Islamic Entrepreneurship
  • Materi Seminar Nasional Islamic Entrepreneurship

Tentang KTSP: Permasalahan, Kelebihan, Kekurangan dan Tantangannya


Curriculum

Perubahan kurikulum di Indonesia hingga sampai pada KTSP  tahun 2006 dan Kurikulum 2013 yang sekarang digalakkan pemerintah menunjukkan kuatnya anggapan bahwa kegagalan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia hanyalah disebabkan oleh kesalahan rancangan kurikulum.

Anggapan seperti itu telah mengabaikan faktor lain yang juga ikut mempengaruhi terjadinya kegagalan itu sendiri. Dalam beberapa literatur dijelaskan beberapa faktor yang dimaksud adalah:

  • Kompetensi guru dalam melaksanakan kurikulum
  • Ketidaktersediaan sarana dan prasarana sekolah
  • Kurangnya keterlibatan stakeholder
  • Tidak terciptanya kerjasama yang baik antara perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga guru, pemerintah, dan sekolah
  • Sistem evaluasi dan standarisasi nasional dan daerah yang tidak akurat
  • Ketidakjelasan arah serta model pendidikan yang diselenggarakan.

KTSP singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan sebuah kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah/daerah, karakteristik sekolah/daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan karekteristik peserta didik.

Kemunculan KTSP merupakan suatu jawaban atas tuntutan masyarakat dan realita yang kini dihadapi pendidikan di Indonesia yang seolah mengalami masa suram akibat rendahnya mutu sistem pendidikan di Indonesia.

Menghadapi hal tersebut, perlu dilakukan penataan terhadap sistem pendidikan secara kaffah (menyeluruh), terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, dalam hal ini perlu adanya perubahan sosial yang memberi arah bahwa pendidikan merupakan pendekatan dasar dalam proses perubahan itu.

Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global.

Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu:

  • (1)standar isi
  • (2)standar proses
  • (3)standar kompetensi lulusan
  • (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan
  • (5)standar sarana dan prasarana
  • (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan
  • (7)standar penilaian pendidikan.

Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, maka dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.

Continue reading

Ayah-Aplikasi Membaca Al-Quran di Android Dari Tafsir Centre


Buat saudara-saudara Muslim semua, kali ini Jumal Ahmad ingin memberikan review aplikasi Al Quran buat penguna gadget yang ber-OS android.

Membaca Al-Quran bagi seorang muslim sangat penting karena menunjukkan kepada jalan yang benar dan memberikan solusi terhadap semua masalah anda. Jika anda rutin membaca Al-Quran setiap hari maka Allah Swt akan memberikan jalan keluar setiap permasalahan yang anda hadapi. 

 Anda yang gemar membaca Al Quran namun sering lupa atau memang tak sempat membawa Al Quran, jangan sedih dan gusar. 

Bagi penguna smartphone bisa lansung saja mengunduh aplikasi Al Quran di Google Play secara free, tanpa bayar sepeserpun anda sudah bisa membuka Al Quran anda di gadged kesayang anda yang saya yakin anda tak kan lupa membawanya.

Ada banyak aplikasi Al-Quran di Android, yang terbaik adalah aplikasi Quran Android yang hadir dengan tampilan yang serupa dengan mushaf Utsmani dimana dalam 1 halaman terdiri dari 15 baris dan 1 juz terdiri dari 20 halaman kecuali  juz 1 dan juz 30. 

Selain itu aplikasi yang berukuran 2,13 MB ini tersedia gratis di Play Store yang menjadikan aplikasi Quran Android paling banyak didownload hingga mencapai 26 ribu pengguna dan memiliki rating 4,8. Selain itu aplikasi ini juga menyediakan fitur seperti audio yang memungkinkan Anda mendengarkan tilawah  dari qari–qari terkemuka.

App selanjutnya adalah App Ayah Reading Quran. Dari akun twitter, saya mendapatkan info Ayah App mendapatkan anugerah App Al-Quran terbaik di Timur Tengah. 

Aplikasi ini dibuat oleh Markaz At-Tafsir yang bergerak dalan mendalami ilmu seputar tafsir dan Alquran. Maka dalam App ini disertakan tafsir dari kitab Al-Mukhtashar fi Tafsiiril Quran yang dibuat oleh Markaz Tafsir. 

Dalam keterangannya yang dimuat dalam aplikasi ini, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin  Muhammad Alu Syaikh Mufti kerajaan Saudi dan ketua Majelis Ulama memberikan apresiasi atas kitab Mukhtahar ini yang ditulis oleh para ulama dengan bahasa yang mudah, metode yang benar dan sesuai dengan pandangan ahli Quran. 

Selain itu tafsiran ini disertai dengan penjelasan singkat setiap surat, makna setiap ayat dan menjelaskan makna gharib Al-Quran dengan penjelasan yang mudah. 

Jika anda mencari Books & Reference App untuk perangkat android, maka Anda hanya harus mencoba aplikasi ini. Ini adalah salah satu Books & Reference App paling bagus untuk Android, yang dapat Anda gunakan.

 Anda juga dapat melihat apa yang pengguna mengatakan tentang aplikasi ini review toko google play. Saya telah mencoba aplikasi ini dan menemukan aplikasi ini sangat membantu. Desain dari aplikasi ini bagus, dengan font asli Utsmani. 

Tampilan surat Alfatihah

Maqashid setiap surat Alqur’an

Tafsir Alquran

Berikut ini beberapa kelebihan aplikasi Ayah


Seminar Nasional Pembangunan Karakter Islamic Entrepreneurship dalam Lembaga Pendidikan Islam Bertaraf Internasional [ bantu viralkan sebelum kuota penuh :)]


Seminar Entrepreneurship untuk pengusaha dan mahasiswa sudah biasa dan sering diadakan, yang jarang diadakan adalah seminar entrepreneurship untuk para guru, padahal guru adalah tonggak pertama yang memberikan ilmu pengetahuan kepada para muridnya.

Dalam dunia pendidikan, guru menduduki posisi tertinggi dalam hal penyampaian informasi dan pengembangan karakter mengingat guru melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam pembelajaran di ruang kelas. Disinilah kualitas pendidikan terbentuk dimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan guru ditentukan oleh kualitas guru yang bersangkutan.

Sekolah swasta di Indonesia ini sudah banyak, untuk menjadi unggul di masa MEA seperti sekarang ini, sekolah juga harus mau berubah. Bagaimanakah caranya merubah sekolah menjadi lebih baik, bahkan diakui secara internasional tanpa harus merubah fisik ini dan itu?

Bagaimana menanamkan jiwa leadership dan entrepreneurship sesuai petunjuk Nabi Muhammad Saw, bagaimana menghadapai tantangan ke depan?

Semua pertanyaan ini sangat penting dan krusial, semua bisa dijawab di seminar Nasional ini yang dikhususkan untuk para guru di Jabodetabek dan sekitarnya.

Kegiatan yang akan digelar pada 30 April 2017 ini direncanakan akan dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru bidang sekolah, memadati Gedung Pusdiklat Kemensos di Jl. Margaguna Pondok Indah Jakarta Selatan.

Sebelumnya Islamic Character Development-ICD telah mensinergikan masjid-masjid di Jakarta untuk menjadi agen perubahan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pelatihan 1000 guru di Jakarta secara gratis di Senayan, dengan antusias sekali para guru hadir di acara ini. Tema yang diangkat waktu itu adalah: bagaimana mendidik anak shalat tanpa disuruh dan selalu patuh kepada kedua orangtua.

Kali ini ICD akan mesinergikan kepala sekolah dan yayasan di Jakarta untuk menjadikan sekolah sebagai agen pembanguna karakter, membangun karakter Islamic Entrepreneurship dalam lembaga pendidikan dan menjadikan lembaganya bertaraf internasional.

Tujuan Seminar Pendidikan Karakter Islamic Entrepreneurship

  • Meluruskan Paradigma berpikir konservatif ke arah paradigma yang didesain Al-Qur’an dan Hadits.
  • Menggugah para guru agar memandang dirinya sebagai faktor penting terjadinya perubahan, pembangunan dan pengembangan akhlak muridnya.
  • Mengajarkan pendekatan yang sangat efektif dalam penanaman nilai nilai agama.
  • Mengajarkan strategi pengajaraan nilai-nilai agama agar tumbuh dalam tatanan realita kehidupan sehari hari.
  • Memberikan cara membangun lembaga pendidikan Islam bertaraf Internasional.
  • Memberikan strategi menanamkan jiwa leadereship dan entrepreneurship dalam lembaga pendidikan.
  • Menjadikan lembaga pendidikannya bertaraf Internasional.

Output Seminar Pendidikan Karakter Islamic Entrepreneurship

  • Peserta terinspirasi dan mengenal paradigma mengajar sesuai Al-Qur’an dan Hadits.
  • Peserta mengerti cara menanamkan ahlak kepada anak didiknya dalam keseharian dengan metode pengajaran yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits secara menyenangkan.
  • Peserta mengerti cara menanamkan jiwa leadership dan entrepreneurship dalam lembaga pendidikan yang dikelolanya.
  • Peserta mengetahui cara menjadikan lembaga pendidikannya bertaraf internasional.

Menghadirkan pembicara dari kalangan Entrepreneur dan Ahli Pendidikan yaitu:

Keynote Speaker: Bapak. Drs. Sutanto (mantan Kapolri) :

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Memiliki jiwa leadership yang tinggi dan pengalaman dalam menjaga kesatuan NKRI dan memerangi perjudian dan narkoba di Indonesia.

Pembicara 1: Bapak. Prof. Dr. Susanto Zuhdi

Guru Besar Sejarah dan pakar budaya.

Pembicara 2: Bapak. Hilmi Panigoro, M.Sc

Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional. Tbk. Pengusaha Indonesia berkelas dunia. Memiliki pengalaman yang banyak dalam bidang entrepreneuship dan bagaimana menghadapi tantangan ke depan.

Pembicara 3: Bapak. Prof. Dr. Abdul Ghani

Pengusaha Indonesia yang memiliki pengalaman mereformasi lembaga Usaha Milik Negara dan menyelamatkan dari kebangkrutan.

Pembicara 4: Bapak. Arifin Jayadiningrat, MA

Pakar Pendidikan Karakter dan Direktur Islamic Character Development-ICD , berpengalaman membantu guru dan sekolah membangun pendidikan karakter di lingkunngan sekolah, juga mengadakan kajian kajian tematik seputar pembangunan akhlak.

Pembicara 5: Bapak. Musthafa Yamin, M.Ed

Master Pendidikan dari The Pennsylvania State University, berpengalaman dalam memberikan training dan konsultasi tentang pendidikan. Trainer Nasional Kurikulum 2013 dan penulis buku belajar bahasa Inggris This is The Way Holistic English (12 seri)

Seminar ini GRATIS DAN BERSERTIFIKAT

Tempat: Gedung Pusdiklat Kemensos Jl. Margaguna Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Waktu: Ahad 30 April 2017

CP: 0857 1964 7457 (Jumal Ahmad), 0852 2934 7421 (Hafi)

Pendaftaran dan konfirmasi berakhir sampai pada tanggal 28 April.

Berikut ini e-flyernya.

Dahwul Ardh, Hari Bumi Umat Islam


Setiap 22 April, pegiat lingkungan hidup menyebutnya sebagai Hari Bumi. Menurut Wikipedia, Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini.

Tradisi tersebut dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson, seorang pengajar lingkungan hidup, pada 1970. Tanggal ini ditengarai bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere ( belahan Bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan.

Sebelumnya, PBB merayakan Hari Bumi pada 20 Maret, sebuah tradisi yang digagas oleh aktivis perdamaian John McConnellpada tahun 1969, di kala mataharitepat di atas khatulistiwa, yang sering disebut Ekuinoks Maret.

Peringatan ini dimaksudkan sebagai alat untuk mempromosikan agenda lingkungan setelah menyaksikan tumpahan minyak besar di lepas pantai California, AS, pada tahun sebelumnya.

Ketika itu, Hari Bumi hanya difokuskan di AS melalui sebuah organisasi yang didirikan oleh Denis Hayes, yang menjadi koordinator nasional pada 1970.

Peringatan ini kemudian menjadi peristiwa internasional pada 1990 dan diselenggarakan di 141 negara. Pada 2009, PBB menetapkan tanggal 22 April sebagai Hari Bumi Internasional dan kini diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi ( Earth Day Network).

Perspektif Islam tentang Hari Bumi

Apresiasi Islam terhadap bumi sebagai planet yang didiami oleh manusia diwartakan oleh Alquran dalam banyak ayatnya. Di antaranya, QS. Hud (11): 61.

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحاً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ﴿٦١﴾

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamupemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).”

Juga, ketika menyitir tentang kerusakan bumi, Alquran memberikanstatementseperti yang terdapat dalam QSal-Rum(30):41.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴿٤١﴾.

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Sebagai rahmat bagi semesta, Islam telah mengatur adab bagaimana cara memperlakukan bumi. Hal ini dapat ditemukan dalam banyak keterangan, baik dari sejarah maupun aktivitas ibadah mahdhah.

Yang paling jelas adalah refleksi kesadaran lingkungan yang diajarkan dalam ibadah haji. Ketika mulai berihram (memasuki wilayah Tanah Haram), jemaah haji (baca: manusia) tidak diperkenankan menyakiti binatang, menebang pepohonan, bahkan memetik rumput sekalipun.

Konsep pelestarian bumi beserta ekosistem yang ada di dalamnya juga telah diaplikasikan oleh Rasulullah saw. dengan memperkenalkan kawasan lindung (hima’), yakni suatu kawasan yang harus dilindungi pemerintah atas dasar syariat guna melestarikan kehidupan ekosistem hutan.

Nabi pernah mencagarkan kawasan sekitar Madinah sebagai hima’guna melindungi lembah, padang rumput dan tumbuhan yang ada di dalamnya.

Selain hima’, Islam juga memperkenalkan konsep ihya’ al-mawat, yakni usaha mengelola lahan yang belum dimanfaatkan agar memiliki nilai produktivitas bagi kesejahteraan manusia.

Dari konsep ini, terlihat betapa Islam memiliki perspektif lingkungan sangat kuat, yang tidak hanya ada dalam tataran normatif tetapi juga telah dicontohkan Qudwah Hasanah umat manusia, Rasulullah saw., selama perjalanan risalahnya.

Upaya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pendidikan lingkungan pada umat Islam akan memberikan andil besar dalam mencegah rusaknya wilayah bumi yang dimanatkan Allah kepada manusia untuk dimakmurkan.

Sebagai unit sosial terkecil, keluarga memegang peran yang penting dalam pendidikan lingkungan hidup. Dalam hal ini seorang ibu sebagai pendidik utama anak-anaknya dapat berkontribusi sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai ramah lingkungan dalam keluarga.

Hal ini bisa dilakukan dengan kebiasaan-kebiasaan yang sederhana. Misalnya menghemat air, menyayangi binatang, membuang sampah di tempatnya, menanam dan memelihara pohon dan bunga, mematikan alat elektronik dan lampu ketika tidak digunakan.

Yang harus selalu dicamkan, hal-hal kecil dapat berdampak besar apabila dilakukan secara berjamaah.

Selain itu, kita bisa berkontribusi dengan cara yang lain seperti berikut ini:

  1. Menulis opini di artikel untuk majalah atau berita dan memberitahukan masyarakat tentang krisis yang diciptakan manusia di bumi yang fana ini.
  2. Mendidik masyarakat dengan cara mereduksi masalah yang terdiri atas dampak berbahaya yang menanti manusia.
  3. Mempraktikkan apa yang bisa kita ajarkan pada masyarakat tentang bahaya yang dihadapi bumi.
  4. Membuat keputusan tegas dan menyelesaikan masalah dengan memanfaatkan bumi untuk kebaikan dan menjamin kelangsungan alam berikutnya selamanya.

Dahwul Ardh, Hari Bumi Umat Islam

Sebelum tanggal 22 April 1970 resmi ditetapkan sebagai Hari Bumi, Islam memiliki konsep tersendiri tentang bagaimana memaknai hakikat penciptaan bumi dan menjaganya. Dalam penanggalan hijriah, tanggal 25 Zulkaidah disebut sebagai Dahwul Ardh yang secara bahasa berarti “Dibentangkannya Bumi”.Allah Swt. berfirman terkait dengan Dahwul Ardh dalam surah an-Nâzi’ât ayat 30: Dan ketika bumi dihamparkan-Nya. 

Menurut riwayat Syiah hari tersebut merupakan hari ketika bumi dihamparkan atau dibentangkan bagi kemaslahatan manusia. Dalam riwayat kitab Misbahul Mujtahid disebutkan bahwa pada hari itu diturunkan rahmat kepada Nabi Adam As dan berhentinya kapal Nabi Nuh dari bahtera, maka orang yang berpuasa pada hari itu maka puasanya senilai dengan puasa selama 70 tahun.

Dalam kitab Al-Urwatul Wutsqa oleh Allamah Muhammad Kadzim Thabatha’i menyebutkan sunnahnya puasa Dahwul Ardh ini. Selain berpuasa, juga dianjurkan beristighfar, berdzikir, mandi dan memperbanyak doa berikut ini: اَللّهُمَّ داحِيَ الْكَعْبَةِ، وَفالِقَ الْحَبَّةِ، وَصارِفَ اللَّزْبَةِ، وَكاشِفَ كُلِّ كُرْبَة…..

Kita berdoa kepada Allah swt. agar kita dapat memanfaatkan bumi ini sebagaimana tujuan penciptaannya dan kita memohon dengan sungguh-sungguh kepada-Nya untuk mencabut rasa tidak pernah puas para pedagang kapitalisme dunia yang serakah, yang karena merekalah bumi ini mengalami krisis besar.

 

Tambahan:

coba lihat tips hari bumi dari google di link berikut:

https://www.google.com/search?q=Tips-tips%20Hari%20Bumi

Sumber:

http://www.hurras.org/vb/showthread.php?t=37207

http://ar.wikishia.net/

Forum Hijau Indonesia

 

 

 

Deislamisasi Politik


Tulisan bagus dikirmkan sahabat salah satu grup WA yang saya ikuti, ditulis oleh Ahmad Kholili Hasib. Layak dibaca diwaktu seperti sekarang ini.

Mohammed Arkoun (w.2014), seorang pemikir Liberal menulis, bahwa pembukuan Mushaf yang dilakukan oleh Sayidina Ustman bin Affan  tidak lepas dari kepentingan politik sang Khalifah. Selanjutnya, penyusunan karya-karya turast yang bersumber dari al-Qur’an seperti, tafsir, fikih, tasawwuf dan lain-lain juga berlatar belakang politik (Mohamed Arkoun, Islam Kontemporer Menuju Dialog Antar Agama, terj “Rethingking Islam Today”, hal. 13-17).

Pendapat tersebut merupakan salah satu contoh strategi sekularisasi. Mengajak Muslim menjauhkan agama dalam ruang public, termasuk dalam politik. Sebab, katanya, bila agama (baca: Islam) dan politik berpadu, maka terjadi apa yang dilakukan Sayidina Ustman, dan ajaran para ulama setelahnya. Ajaran agama ditarik untuk kepentingan politik.

Tetapi fitnah terhadap sayidina Utsman bin Affan dan turats para ulama tidak pernah terbukti. Fitnah itu karena ia menggunakan teori Arkeologi pemikiran Michael Faucault.

Tujuannya memisahkan agama dan politik, dan isu yang dikedepankan selalu dengan memfitnah agama. Bahwa agama-lah yang merusak politik. Inilah watak kaum sekularis.Gerakan ini bernama deislamisasi politik.

Dalam pandangan faham sekularisme, politik berada di atas agama (Islam). Politik juga tidak ada sangkut-pautnya dengan agama. Politik memiliki ruang, agama pun memiliki ruang tersendiri. Kedua ruang harus dipisah.

Maka, ceramah seseorang tokoh negara beberapa waktu silam bahwa agama dan politik harus dipisah, merupakan seruan yang tak patut. Karena mengajak orang meninggalkan agama dari politik.

Harvey Cox (1929) – tokoh gerakan sekularisasi di Barat – menyatakan bahwa masa modern adalah zaman yang tidak ada agama sama sekali, oleh karenanya perlu dijelaskan bagaimana berbicara Tuhan tanpa agama.

Problem dasarnya adalah worldview(pandangan alam). Faham sekularisme keliru dalam memandang agama, sehingga salah menempatkannya. Agama dipandang sebagai sesuatu yang sangat privat. Pun agama adalah produk kebudayaan. Sehingga Dalam worldview sekular, agama itu tidak sakral, bersifat individual, tidak penting, dan agama adalah produk kebudayaan.

Sedangkan dalam worldview Islam, agama Islam itu suci karena tanzil dari Allah Swt, bersifat universal, Islam merupakan sumber moral (value) dalam segala aspek, dan sumber pembentuk kebudayaan Islam.

Dengan demikian, worldview sekular tidak bersesuaian dengan nilai Pancasila. Sebab, pandangan alam sekular akan menantang sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Worldview Islam –lah yang bersesuaian dengan Pancasila. Apalagi memang, Pancasila disusun agar sesuai dengan agama Islam. Ia telah dirancang menuruti apa yang telah menjadi tradisi Muslim di Indonesia.

Proyek sekularisasi politik tidak akan membawa dampak positif bagi negara Indonesia. Dalam Encyclopedic World Dictionary, sekularisme adalah keyakinan terhadap pemisahan hal-hal yang duniawi dari hal-hal yang agamawi (dikutip dalam buku Sekularisasi Membongkar Kerancuan Pemikiran Nurcholis Madjid, hlm.26).

Kenapa sekularisasi politik tidak sesuai dengan nilai-nilai tradisi Indonesia yang religius itu? Mari kita simak dengan mengambil pelajaran dari negara-negara Barat yang sekular.

Sebuah portal berita www.secularism.org.uk yang mengkampanyekan ide-ide sekularisme di Inggris melaporkan hasil riset tahun 2012 bahwa di Inggris dan Amerika, peran agama-agama makin dibuang dalam kehidupan. Portal di bawah naungan National Secular Society itu menulis “Ateisme meningkat menjadi 42 % di Inggris terhitung sejak tahun 1963”.

Lebih lanjut, National Secular Societymelaporkan, 54 % penganut Kristen datan ke Gereje karena alasan sejarah dan arsitektur kuno. Sementara hanya 15 % yang datang ke Gereja karena alasan spiritual.  Keadaan serupa hampir merata terjadi di Negara-negara Besar Eropa. Diperkirakan, dua puluh tahun lagi agama Kristen tinggal nama di Negara Barat. Inilah dampak kerasnya serangan sekularisme menghancurkan agama-agama.

Cara-cara membuang agama dilakukan kaum sekular. Salah satu caranya dengan membuang agama dari politik. Cara ini barangkali cukup mudah. Dengan alat media massa, maka dibuat rekayasa fakta bahwa agama biang rusuh, sumber radikalisme, sumber keterbelakangan, memecah belah bangsa dan anti kebinekaan. Semua itu rekayasa belaka tidak pernah terbukti.

Jika agama dipisahkan dengan politik, maka politik akan kehilangan etika, adab dan nilai-nilai keluhuran lainnya. Sebabnya, sumber etika, adab dan nilai-nilai keluhuran itu dari agama. Politik yang minus agama (baca:Islam) akan menjadi brutally politic. Semua akan berkata sesuka nafsunya. Politikus akan bertindak tanpa batas-batas nilai ketuhanan.

Dalam konteks Indonesia, pemisahan agama dan politik tidak tepat. Jauh dari nilai luhur kebangsaan Indonesia. Nilai luhur kebangsaan Indonesia dibangun atas sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam pandangan alam Islam, politik itu berada di bawah agama dan bagian daripada agama.

 
Sedangkan pemimpin politik atau pemimpin agama  adalah jabatan biasa yang ditipkan oleh Allah Swt yang dibutuhkan oleh warga negara. Politik bukan sekedar ber-partai. Tetapi politik adalah managemen memimpin suatu kelompok masyarakat. Jadi, politik bukan sekedar cara merebut kekuasaan. Itu pandangan politik yang sempit dan sekular. Tujuan mengangkat pemimpin pun untuk maslahah dunia dan akhirat. Imam al-Ghazali mengatakan pendirian negara dengan pemimpinnya dalam rangka memenuhi kebahagian akhirat manusia (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, jilid I, hal. 26).

 
Pendirian negara dan mengangkat imam menurut Imam al-Ghazali tujuan utamanya adalah menghasilkan kebahagiaan hakiki – yakni kebahagiaan di akhirat. Hal ini sebenarnya sejalan dengan misi kenabian. Negara dan politik merupakan bagian penting terutama dalam tema sentralnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Merupakan sebuah keharusan bahwa agama adalah poros, dan penguasa adalah penjaga, dan sesuatu yang tidak ada penjaganya pasti akan hancur (Dhiauddin Rais,Teori Politik Islam . terj. hal.102).

 
Syari’ah yang tidak mendapat legitimasi dari negara untuk diterapkan, maka syariah tersebut kehilangan keefektifan dan kesempurnaan. Jadi, politik harus diletakkan pada tempatnya. Ia berada di bawah naungan agama yang terikat-rapat. Ia adalah seni memimpin, bukan sekedar meraih kekuasaan.  Misi politik dalam Islam berdimensi dua; maslahah dunia, dan maslahah akhirat. Partai politik merupakan sekedar salah satu alat saja. Bahkan bukan sesuatu yang pokok.

Dengan demikian, ketaatan kepada Tuhan tidak boleh dikalahkan oleh ketaatan kepada parpol. Tuhan dalam agama Islam, adalah otoritas tertinggi. Ketaatan pada bangsa juga semua berdasarkan ketaatan kepada Tuhan. Bukan sebaliknya. Otoritas Tuhan berada di atas otoritas negara, partai dan pemimpin. Inilah pandangan Islam yang telah dikenalkan Rasulullah Saw sebagai rahmatan lil alamin. Wallahu a’lam bisshowab.

%d bloggers like this: