Tentang Adab Dalam Berbeda Pendapat


seri keduanya disini

Selesai menyimak ceramah KH Hasyim Muzadi, mari menyimak juga kisah Imam Syafi’i dan muridnya.

Suatu hari salah satu murid Imam Syafie yaitu Yunus bin Abd Ala berbeda pendapat dengan Imam Syafie (Muhammad Idris As-Syafi’i)  saat belajar di Masjid. Lalu ia marah dan meninggalkan pelajaran kembali ke rumahnya.

Tibalah malam hari lalu Yunus mendengar ketokan pintu di rumahnya. Bertanyalah Yunus “Siapakah gerangan yang mengetok pintu?”

Pengetuk pintu menjawab “Saya Muhammad bin Idris, Yunus bercerita “Aku berpikir bahwa tidak ada yang bernama Muhammad bin Idris selain Imam Syafi’i. Dan aku terkejut..saat aku buka pintu maka kulihat ternyata benar Imam Syafi’i.

Beliau berkata

“Wahai Yunus kita sering sepaham bersatu dalam banyak masalah lalu kenapa menjadi pecah hanya karena satu masalah.

Wahai Yunus! Jangan kamu perjuangkan agar kamu menang dalam segala perbedaan pendapat, kadang kemenangan HATI lebih mulia dan penting daripada kemenangan sikap berpendapat.

Wahai Yunus! Jangan engkau hancurkan bangunan jembatan yang telah engkau bangun dan lewati. Kadang kamu membutuhkan saat kamu kembali. Kalaupun ada kesalahan bencilah kepada kesalahan Jangan benci kepada yang berbuat kesalahan. Ingkari hati terhadap kemaksiatan tapi maafkan dan sayanglah kepada orang yang berbuat kemaksiatan

Wahai Yunus kritiklah esensi perkataan (pendapat) tapi hormatilah yang bicara. Tugas kita adalah mengobati penyakit, memerangi penyakit bukan memerangi orang sakit.”

Sekian.
Terima kasih

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: