Mengusap Kepala Dan Mendoakan Anak


mengusap-kepala-anak-yatim

Nabi Muhammad Saw adalah nabi yang penyayang. Di tengah aktivitas beliau yang super sibuk seperti mengajar, dakwah dan berperang. Beliau masih menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama anak kecil. Di antara yang beliau lakukan setiap bertemu anak kecil adalah mengusap kepala dan mendoakan mereka.

Mengusap kepala merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kedekatan batin kepada anak sehingga anak merasa mendapatkan pengayoman dan kasih sayang dari orang tua. Hal ini sangat berarti untuk membesarkan hati mereka dan jauh lebih mahal daripada memberi harta dengan sikap kaku dan acuh tak acuh.

Doa yang dimohonkan oleh orang tua untuk anak dan didengar olehnya akan menjalin kedekatan hati dan keakraban antara anak dan orang tua.

Berikut ini beberapa hadits tentang mengusap kepala anak.

عن إدريس بن  محمد بن أنس بن فضالة بن محمد ، قال : حدثنا جدي ، عن أبيه ،  قال : ‘ قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ، وأنا ابن  أسبوعين ، فأتي بي إليه فمسح على رأسي ، وقال : ‘ سموه باسمي ،

Dari Idris bin Muhammad bin Anas bin Fadhalah bin Muhamad berkata: Telah menceritakan kepada kami kakekku dan ayahnya berkata: Rasulullah Saw datang ke Madinah dan aku baru berumur dua minggu, aku didatangkan kepada Nabi dan beliau mengusap kepalaku dan bersabda: “Berilah dia nama seperti namaku”. (Tahdzib Al-Atsar No 740)

عن سلمة بن وردان قال : رأيت أنس بن مالك يصافح الناس ، فسألني : من أنت ؟ فقلت : مولى لبني ليث ، فمسح على رأسي ثلاثا وقال : بارك الله فيك

Dari Salamah bin Wardan, ia berkata: “Saya melihat Anad bin Malik menjabat tangan orang-orang lalu dia bertanya kepadaku: ‘Siapa Engkau?’ Saya menjawab: ‘Bekas Budak Bani Laits’, Dia lalu mengusap kepalaku tiga kali dan berkata “Semoga Allah memberikan berkah kepadamu”. (HR. Bukhari)

عن يوسف بن عبد الله بن سلام قال : سماني رسول الله صلى الله عليه وسلم يوسف ، وأقعدني على حجره ، ومسح على رأسي

Dari Yusuf bin Abdullah bin Salam berkata: “Rasulullah Saw memberikan nama Yusuf kepadaku dan beliau mendudukkanku di atas pangkuannya dan mengusap usap kepalaku”. (HR. Bukhari)

عن إبراهيم بن مرزوق الثقفي قال : حدثني أبي – وكان لعبد الله بن الزبير فأخذه الحجاج منه – قال : كان عبد الله بن الزبير بعثني إلى أمه أسماء بنت أبي بكر ، فأخبرها بما يعاملهم حجاج ، وتدعو لي ، وتمسح رأسي ، وأنا يومئذ وصيف

Dari Ibrahim bin Marzuq Ats-Tsaqafi berkata: “Abdullah bin Zubair mengutusku pergi kepada ibunya, Asma’ binti Abu Bakar. Saya pun memberitahukan kepadanya perlakuakn Hajjaj kepada mereka. Dia (Asma’) mendoakan aku dan mengusap kepalaku. Saat itu saya seorang budak kecil”. (HR. Bukhari)

أن أم محمد بن حاطب أتت به النبي -صلى الله عليه وسلم- فقالت : “هذا محمد بن حاطب أول من سُمّي بك! فمسح على رأسه، ودعا له بالبركة” رواة مسلم

Diriwayatkan bahwa Ummu Muhammad bin Hatib mendatangi Nabi Muhammad Saw dan berkata: “Ini Muhammad bin Hatib yang pertama diberi nama seperti namamu! Maka Nabi mengusap kepalanya dan mendoakannya dengan keberkahan”. (HR. Muslim)

ابن عباس قال: مسح النبي -صلى الله عليه و سلم- رأسي ودعا لي بالحكمة

Ibnu Abbas berkata: “Nabi Saw mengusap kepalaku dan mendoakanku dengan hikmah”

بشير بن عقربة الجهني قال :أتى أبي إلى النبي -صلى الله عليه وسلم- فقال: من هذا معك يا عقربة ؟ فقال: ابني بحير! قال: ادنُ فدنوت حتى قعدت عن يمينه فمسح على رأسي بيده قال: ما اسمك؟ قلت: بحير! قال: لا, ولكنّ اسمك بشير

Basyir bin Aqrabah Al-Juhni berkata: “Ayahku mendatangi Nabi Saw, beliau bersabda: “Siapa yang bersamamu wahai Aqrabah? Dia menjawab: Anakku Buhair! Nabi bersabda: Dekatkan dia. Maka aku dekatkan sampai aku duduk di sebelah kanan beliau dan mengusap kepalaku dengan tangannya dan berkata: Siapa namamu? Aku menjawab: Buhair, Beliau bersabda: Bukan, namamu adalah Basyir”.

عن عمرو بن حريث قال: مرّ النبي -صلى الله عليه وسلم- بعبد الله بن جعفر وهو يلعب بالتراب, فقال: اللهم بارك له في تجارته

Dari Amru bin Harits berkata: Nabi Saw bertemu Abdullah bin Ja’far yang sedang bermain tanah, lalu beliau berdoa: ‘Ya Allah, berkahilah dalam perdagangannya”.

عن أنس قال: دعا لي رسول الله -صلى الله عليه وسلم- فقال : ا للهم أكثر ماله وولده وأطل حياته

Dari Anas berkata: Rasulullah Saw mendoakanku: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya dan panjangkan umurnya”.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْخَلَاءَ فَوَضَعْتُ لَهُ وَضُوءًا قَالَ مَنْ وَضَعَ هَذَا فَأُخْبِرَ فَقَالَ اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Saw pernah masuk ke tempat buang hajat. Ia (Ibnu Abbas) berkata: ‘Saya lalu membawakan untuk beliau tempat bersuci. Beliau bertanya: “Siapa yang melakukan ini disini? Lalu diberitahukan kepada Beliau (orang yang melakukannya), beliau berdoa: “Ya Allah, semoga anak itu Engkau jadikan orang yang faham benar urusan agamanya”. (HR. Bukhari)

 Mengusap Kepala Anak Yatim pada Bulan Muharram

Mengasihi anak yatim, menyantuni mereka, memberikan kebutuhan-kebutuhan mereka termasuk amal kebaikan yang baik untuk dikerjakan sebagai bentuk pemuliaan terhadapnya.

Namun ini dikerjakan secara umum, tanpa menghususkan keutamaannya secara fantastis dan hiperbolis dan hanya dikerjakan pada bulan itu saja.

Nabi pun memerintahkan kita untuk menyayangi anak yatim ketika berjumpa dengan mereka,  dekap dan usap kepalanya, karena bisa melembutkan hati dan mengobati kerasanya hati. Melembutkan hati bukan hanya di bulan Muharram saja tapi kapan saja selama masih hidup, karena hati selalu berbolal balik dan cenderung kepada maksiat.

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﺷَﻜَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺴْﻮَﺓَ ﻗَﻠْﺒِﻪِ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ: ﺇِﻥْ ﺃَﺭَﺩْﺕَ ﺗَﻠْﻴِﻴْﻦَ ﻗَﻠْﺒِﻚَ ﻓَﺄَﻃْﻌِﻢِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻜِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻣْﺴَﺢْ ﺭَﺃْﺱَ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴْﻢِ

Dari Abu Hurairah, bahwasanya ada seseorang yang mengeluhkan kerasnya hati kepada Rasulullah saw, lalu beliau berkata kepadanya: “Jika engkau ingin melembutkan hatimu, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR. Ahmad)

Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib ketika masih kecil dan yatim beliau menceritakan,

ﺛُﻢَّ ﻣَﺴَﺢَ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺃْﺳِﻲ ﺛَﻠَﺎﺛًﺎ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﻣَﺴَﺢَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺧْﻠُﻒْ ﺟَﻌْﻔَﺮًﺍ ﻓِﻲ ﻭَﻟَﺪِﻩِ

“ … Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kepalaku sebanyak tiga kali. Setiap kali mengusap beliau berdoa:‘Ya Allah, jadikanlah pengganti Ja’far pada anaknya …“

Redaksi hadits yang biasa dipakai tentang mengusap kepala anak yatim:

وَمَنْ مَسَحَ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رُفِعَتْ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلَى رَأْسِهِ دَرَجَةً فِي الْجَنَّةِ

Dan siapa yang mengusap kepada anak yatim pada hari ‘Asyura maka dengan setiap rambutnya diangkat baginya satu derajat di surga.

Redaksi di atas diawali dengan beberapa keutamaan puasa hari ‘Asyura yang sangat fantastis, yakni siapa yang berpuasa hari ‘Asyura maka Allah mencatat  untuknya ibadah selama 60 tahun dengan puasa dan shalat malamnya, ia diberi pahala 10 ribu malaikat dan pahala 10 ribu orang mati syahid. Lalu disebutkan keutamaan puasa hari ‘Asyura yang pelakunya akan diberi pahala sebanyak tujuh langit. Sementara siapa yang memberi berbuka orang mukmin pada hari tersebut seolah-ola ia memberi makan seluru fakir miskin umat nabi Muhammad saw  dan mengeyangkan perut mereka.

Abu Hatim berkata: Ini adalah hadits batil yang tak memiliki sumber. Habib termasuk perawi yang suka memalsukan hadits atas nama orang-orang tsiqat (terpercaya). Haram menulis haditsnya kecuali sebagai menerangkan keburukannya.

Manfaat Mengusap Kepala Anak

Situs Laha Online menyebutkan sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh National Research Centre di Kairo tentang pengaruh mengusap kepala anak yatim dan mengusap anggota wudhu dengan tangan.

Dr. Neil Solo, mengatakan bahwa sentuhan adalah pengobatan paling efektif di dunia yang bisa memberikan pengaruh positif kepada dua belah pihak, Pemberi sentuh dan yang menerima sentuhan pada waktu yang sama. Daerah kepala adalah perangkat untuk berkomunikasi dengan saraf lain, didalamnya ada sistem saraf, otak di mana semua anggota diarahkan, otak menjadi kehormatan manusia.

Dr. Neil Solo menambahkan bahwa tangan kanan memiliki sinyal positif, ketika seseorang menempatkan tangan di atas kepala anak yatim, sedang terjadi hubungan antara keduanya. Menghapus fikiran negatif yang dibawa anak yatim, dan mengulangi mengusap beberapa kali mampu menghilangkan gelisah yatim dan memberikan keyakinan dan membuat tubuhnya rileks.

Dia menambahkan dengan mengatakan: Proses ini menimbulkan semacam pengobatan alami yang terjadi antara kedua individu. Keajaiban dari mengusap ini mampu mengaktifkan energi yang berbeda pada manusia, dan memberikan efek positif bagi kedua belah pihak, menunjukkan dampak signifikan dari tangan kanan dalam proses mengusap. selesai.

Mengusap kepala anak yatim bisa menghilangkan penyakit hati seperti hati yang keras. Orang yang sedang terserang penyakit hati harus diobati dengan sesuatu yang menjadi lawannya, sifat sombong diobati dengan tawadhu, sifat kikir diobati dengan dermawan, dan kerasnya hati diobati dengan sikap lembut dan kasih sayang.

Situs Asian Parent menyebutkan manfaat mengusap kepala pada bayi, bahwa Bayi bisa merasakan getaran kasih sayang itu dan merasa nyaman karenanya. Cara ini bisa Anda terapkan jika bayi sedang sulit tidur. Syaratnya, bayi harus dalam kondisi sehat dan kenyang. Suasana hati Anda juga harus tenang dan santai, agar bayi merasa betah dalam pangkuan Anda.

 Referensi:

%d bloggers like this: