Ketika Kampanye Hitam Terhadap Ulama Gagal


Dalam bersikap dan bertindak manusia seringkali melakukan berlandaskan asaa kognitif dengan memanggil ulang informasi yang sudah didapat. 

Bagaimana orang tua menghadapi anak anak, dengan mengulang peristiqa yang pernah dialami sendiri oleh anak anak. 

Memanggil ulang informasi, bisa membantu mengatasi masalah tersebut. 

Ingatan tentang ulama sudah kita miliki bertahun tahun bahkan puluhan tahun. 

Dalam ingatan kita selalu terbayang bahwa para ulama adalah. 

Mereka yang memiliki pesantren, mengurus anak-anak yatim hingga anak-anak yang paling dibuang masyarakat. 

Mereka yang memiliki ilmu agama mendalam dan luas, menempuh pendidikan di pusat-pusat studi Islam di seantero tanah Arab, Afrika dan keseluruhan Maghribi. 

Mereka yang menghabiskan hari-hari dengan mengorbankan seluruh hidup bagi agama.

 Mereka yang babat alas, mendirikan pesantren mulai dari nol hingga menjadi madrasah besar. 

Mereka yang bergerak dalam diam, ketika para politisi berorasi di atas mimbar dan pengusaha mempertontonkan kesuksesan.

 Mereka yang  saat hidupnya dicari untuk dimintai nasehat, mereka yang saat wafatnya ditangisi para pelayat.

Maka membuat issue negatif terhadap ulama di Indonesia, tidak akan membuat masyarakat memanggil informasi negatif terhadap sosok tersebut. Sebab selama puluhan tahun, informasi yang tertanam di benak adalah keluhuran dan kemuliaan mereka. 

Memang, ada ulama yang lebih mencintai dunia dan tidak berpihak pada masyarakat yang menderita, namun prosentasenya sangat sedikit.

 Ribuan alim ulama di negeri ini, mendampingi masyarakat di saat-saat sulit. Memberikan nasehat agar rakyat selalu bersabar. 

Maka, kampanye hitam terhadap ulama, issue-issue negatif yang menyudutkan ulama, berita-berita bohong dan berita yang memicu kemarahan terkait ulama tidak akan mengubah pandangan masyarakat terhadap profesi mulia ini. 

Sungguh, ulama adalah asset bangsa yang luarbiasa, yang posisinya didapat bukan karena harta atau pangkat, tapi karena ilmu dan kemuliaan.

*Sumber: Resume dari blog Sinta Yudisia
 

Assesment Manifesto by Rick Stiggins


http://www.nyscoss.org/img/uploads/file/Assessment_Manifesto_Article_-_Rick_Stiggins.pdf

lihat juga video Stiggins tentang visi baru dalam assesmen

Yuk Mendengarkan Nasyid Islami Terbaik Disini…


Seharian ini saya di depan laptop, menulis dan mengerjakan tugas, pagi tadi saya coba mendengarkan play list di laptop istri saya yang berisi nasyid islami zaman masih jaya seperti star five, snada, raihan dan lain-lain.

Siang tadi saya kepikiran untuk mencari lagu lagu nasyid bahasa Arab di internet, biasanya gak saya download tapi saya buka langsung dari webnya, alhamdulillah ketemu di website islamway.net

Di website ini disajikan banyak sekali nasyid nasyid yang menggugah untuk mengingat Allah, mengingat Akhirat, dan mengingat Nabi, ada dalam bahasa Arab dan Inggris.

Nasyid di web ini tidak dilantunkan dengan iringan musik, jadi insya Allah tidak melalaikan.

Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

 

Stop Kriminalisasi Ulama


Akhir-akhir ini banyak sekali kasus atau desain kasus yang menjadikan ummat Islam sebagai target pihak yang bersalah. Fenomena seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini paling tidak bermula dari kasus penistaan agama yang dilakukan oleh seorang pejabat publik. 

Tidak seperti biasanya, tahun-tahun sebelumnya, setiap kasus penistaan agama selalu diproses dengan benar sesuai dengan kontak hukum yang berlaku di negeri ini. Namun, untuk kasus yang satu ini bergolong istimewa dan luar biasa. Tidak seperti biasanya, pihak kepolisian begitu cekatan menyelesaikan setiap kasus penistaan agama.

Mensikapi hal ini umat Islam menuntut keadilan hingga mengerahkan jutaan kaum muslim di berbagai daerah yang puncaknya terkenal dengan aksi 411 dan aksi super damain 212. Tujuan dari semua aksi ini hanya satu umat Islam menghendaki sang penista dihukum. 

Proses persidangan hingga kini masih terus berlangsung, berbagai pihak pun diminta keterangan terkait dengan kasus penistaan agama. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi, sebagai terlapor atas kasus penistaan agama. 

Kasus yang awalnya hanya menuntut keadlian sang penista keyakinan untuk dihukum itu, kini telah digoreng hingga aromanya kemana-mana. 

Namun anehnya yang menjadi sasaran justru umat Islam, aktivis-aktivis ormas Islam dan ulama-ulamanya. Seolah-olah mereka-mereka inilah yang menjadi biang dari semua persoalan yang kini tengah menjadi perhatian publik.

Dalam berbagai kesempatan dan persidangan, seolah-olah saksi terlapor yang menjadi penyebab berkembangnya tuntutan masa secara masif untuk menyelesaikan kasus penistaan agama. 

Tak tanggung-tanggung, seorang ulama kharismatik, yang sangat dihormati, sebagai saksi ahli dalam urusan penistaan agama pun dikriminalisasi. Diancam telah melakukan persaksian palsu, memberikan keterangan bohong, akan dipolisikan. Namun, Allah tidak tidur, Allah tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. 

Pernyataan tersebut justru menimbulkan reaksi yang tidak simpati terhadap sang pesakitan, opini balik justru menyerangnya.
Berbagai tokoh yang mengawal kasus penistaan agama ini pun tak luput dari jeratan hukum. 

Mereka mengkritisi atas kinerja pemerintah dan aparat kepolisian yang sedang menangani kasus ini. Ada ketidak adilan, ada ketidakjelasan hukum, hukum tumpul atas, tajam ke bawah, begitulah ungkapan yang sering dikemukakan untuk menilai penegakan hukum di negeri ini.

Negara telah bersikap represif terhadap orang-orang yang mengkritiknya, khususnya pada aktivis islam, ulama umat Islam. Seolah-olah mereka telah menjadikan ummat Islam sebagai musuh, pihak tertuduh.

 Padahal andil ulama, umat Islam begitu besar atas berdirinya negeri ini. Bahkan muncul keinginan untuk sertifikasi ulama. Tujuannya bisa ditebak, jelas agar para ulama tersebut mengikuti kemauan penguasa dalam khutbahnya. 

Siapakah yang berwenang menerbitkan sertifikat? Apakah kemenag? Padahal mereka sendiri belum disertifikasi, bagaimana mungkin mereka akan melakukan sertifikasi?

Ulama/khotib/mubalig bukanlah sebuah profesi atau pekerjaan, sehingga harus disertifikasi. 
Ulama/mubalig adalah juru dakwah yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Jika ada ulama saja yang menasehati, mereka masih berani berbuat mendholomi rakyat, lalu bagaimana jadi jika tidak ada lagi ulama yang menasehati mereka?

Padahal para ulama tesebut, kalau dipikir-pikir apa kesalahan mereka sehingga layak dikriminalisasi? 

Mereka tidak mengkorupsi uang negara, mereka tidak menjual aset negara, mereka juga tidak pernah menyerahkan pengelolaan sumber daya alam ke negara-negara asing atau aseng. 

Para ulama atau aktivis ormas Islam tersebut tidak pernah ikut membikin undang-undang. Mereka semua tidak pernah terlibat dalam kasus seperti itu yang telah menyebabkan hutang negara menggunung yang harus ditanggung oleh anak cucu hingga tujuh turunan ini.

Sementara itu para politiikus, para pembuat kebijakan yang telah menyerahkan pengelolaan negeri ini kepada asing, malah bebas melenggang. Mereka nyaris tak terdengar suaranya, seolah-olah mereka menyetujui, telah bersepakat terhadap kebijakan tersebut.

Sementara orang-orang yang melakukan koreksi, yang melakukan kritik terhadap kebijakan negara dihadapi sebagai pihak yang menentang. 

Lalu dimana letak perjuangan mereka terhadap kepentingan rakyat? Bukankah dulu saat mereka ingin berkuasa sangat mendambakan dukungan suara mereka. Habis manis sepah dibuang. Rakyat hanya dimanfaatkan sebagai pendulang suara, hanya dimanfaatkan saat dibutuhkan.

Saatnya umat Islam cerdas, jika kekuatan yang mayoritas ini bersatu atau disatukan tentu akan membuat negeri ini kuat juga, memiliki nyali di hadapan negeri lain. Bukan dijadikan sapi perah atas negara lain.

Upaya kriminalisasi ini merupakan bagian dari proxy war, politik adu domba, satu pihak ditekan, pihak lain didukung. Umat Islam harus menyadari hal ini, persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga. Karena jika umat Islam berperang, antar sesama mereka justru inilah yang mereka kehendaki.

Ulama adalah sosok mulia karena merupakan pewaris para nabi. Rasulullah saw. bersabda:
Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambil ilmu berarti telah mengambil bagian yang banyak lagi sempurna (HR Abu Dawud).

Sebagai pewaris nabi, kemuliaan para ulama adalah karena mereka menempuh jalan sebagaimana Rasulullah saw.; tak kenal lelah membacakan ayat-ayat-Nya dan menyebarluaskannya di tengah-tengah manusia. Mereka pantang menyerah meskipun harus menghadapi beragam risiko.

Jika ingin negeri ini jaya, makmur sejahtera mulyakan ulama.

#SaveUlama

#SaveIndonesia 

3 Tujuan Kriminalisasi Ulama


Ulama dituduh sebagai koruptor

Ulama dituduh dikriminalisasikan

Ini pencitraan buruk terhadap ulama 

Targetnya ada 3

1. Umat Islam tidak mempercayai ulama

Padahal dari lisan orang berilmu, dari dada mereka keluar kalimat kalimat Allah dan solusi solusi Islam. 

2. Agar umat Islam tidak berhukum dengan hukum Allah

Meninggalkan Islam dan menjadikan sekulerisme sebagai kebiasaan hidup mereka. 

3. Apolitisasi Ulama

Ulama dan umat jangan masuk masuk ke politik. 

*tausiah Ust Fatih Karim

Waktu Mustajab Di Hari Jumat, Antara Ashar Dan Maghrib


Hari Jumat, terdapat waktu istimewa agar doa lebih mustajab.

Waktu pertama
: Ketika imam mulai duduk di atas minbar sampai solat Jumat.

Kedua
: Setelah waktu Asar berdasarkan hadis Nabi

ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฌูู…ูุนุฉ ุซูู†ู’ุชูŽุง ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุณูŽุงุนูŽุฉู‹ ุŒ ู„ุงูŽ ูŠููˆุฌูŽุฏ ูููŠู‡ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูŒ ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‡ ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุขุชูŽุงู‡ู ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ู ุŒ ููŽุงู„ู’ุชูŽู…ูุณููˆู‡ูŽุง ุขุฎูุฑูŽ ุณูŽุงุนูŽุฉู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุนูŽุตู’ุฑ

“Hari Jumaat ada 12 bagian waktu yang mana tiada seorang hamba muslim berdoa padanya kecuali akan diberikan (maqbul), maka CARILAH IA di UJUNG WAKTU SELEPAS ASAR” (HR Abu Daud- hadis sohih)

Mari memanfaatkan waktu maqbul ini dengan berdoa dan memperbanyak istighfar.

Berikut ini adab-adab doa sesuai sunnah:

  • Menghadap qiblat, angkat kedua belah tangan dan boleh menyapu muka di akhir doa.
  • Merendahkan suara di antara tenang dan jahar (lantang)
  • Hadirkan hati, Khusyu’ dan rendah diri, berserah diri kepada Allah.
  • Datangkan rasa ‘optimis’ doa akan dikabulkan dan benar-benar harap kepada Allah swt.
  • Merayu bersungguh maka sebaiknya diulang tiga kali.
  • Membuka doa dengan ‘Majami’ al-Hamd’ (induk dan penghulu lafaz pujian kepada Allah swt) dan shalawat ke atas Rasul s.a.w dan diakhiri juga sedemikian.
  • Istighfar dan taubat beserta doa, jika ada DHALIM kepada seseorang atau harta orang lain WAJIB DIKEMBALIKAN SEGERA. itu adalah faktor paling kuat untuk maqbulnya doa.
  • Memahami doa yang dipinta.

SELAMAT BERDOA, antara waktu mustajab berdoa di hari Jumaat adalah selepas Asar sebelum Maghrib. []

Pesona Negeri di Atas Awan, di Desa Adipuro Kaliangkrik Magelang


This slideshow requires JavaScript.

Mau berkunjung ke tempat yang rasanya berada di ‘negeri lain’ di atas awan? Cobalah berkunjung ke Magelang, tepatnya di desa Adipuro kecamatan Kaliangkrik.

Desa ini berada di kaki gunung Sumbing, berada di desa ini sesekali terlihat hamparan awan yang terlihat lebih rendah dari desa, seolah kita berada di negeri di atas awan. Gugusan awan putih yang dihiasi pancaran sinar matahari menimbulkan landskap alam yang sangat indah.

Penduduk desa Adipuro rata rata bekerja sebagai petani, melihat mereka pergi ke ladang setiap pagi hari dan kembali ke rumah di siang hari atau sore hari juga menjadi pemandangan yang indah.

Pendidikan di Adipuro juga berkembang baik, sudah ada 2 pesantren berdiri desa ini yang banyak dikunjungi orang orang dari luar desa bahkan luar jawa untuk belajar di sana. Tempat ini masih susah sinyal sehingga anak anak bisa fokus belajar dan tidak terganggu dengan hp dan gadget.

Untuk berkunjung ke Adipuro yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Kaliangkrik anda bisa mengaksesnya menggunakan kendaraan umum ojek setiap hari dari pasar Kaliangkrik atau angkot di setiap hari pasaran di tanggal jawa Legi dan Pon.

Tarif ojek dari pasa Kaliangkrik ke Adipuro sekitar 15 ribu sekali antar, sehingga kalau pulang pergi (PP) sekitar 30 ribu. Sementara jika menggunakan jasa mobil pasaran bisa lebih murah sekitar 5 ribu sekali antar, tapi bisanya pas hari pasaran.

Adipuri, Desa di Atas Awan

– 7 kilometer dari kecamatan Kaliangkrik

– tarif ojek 15 ribu, tarif mobil pasaran 5 ribu

– fasilitas: wisata alam muthuk, masjid-masjid, pesantren

%d bloggers like this: