• Selamat datang di blog Jumal Ahmad. Saya sedang meneliti tentang Meta-Level Reflection dalam Pembangunan Karakter. Semoga dimudahkan dan bermanfaat.

  • Categories

Jerat Lisan


Comberan itu genangan air kotor yang mengendap hasil buangan limbah rumah tangga. Kata ini jadi viral untuk menyebut kiasan orang yang suka berkata kotor (mulut comberan). 

Sengaja atau tidak, kadang terlontar dari lisan kita kata-kata buruk, jelek dan  tidak semestinya diucapkan, bahkan hewan di zoo keluar semua.

Bakar Abu Zaid menyebutkan dalam buku “Mu’jam Al-Manahi Al-Lafdhiyyah” ketika membahas lafadh Yaa Kalb… , Said bin Musayib mengatakan: “Jangan engkau mengatakan hei keledai, hei anjing, hei babi pada saudaramu karena di akhirat nanti akan ditanya oleh Allah swt ‘Apakah kamu kira Aku menciptakan keledai, anjing atau babi?’ (HR. Ibnu Abi Syaibah).

Imam Nawawi mengatakan bahwa perkataan seperti ini (kotor/buruk) jelek karena dua hal 1) dusta 2) menyakiti.

Mari menyimak nasehat berharga Nabi Muhammad SAW kepada Muadz bin Jabal tentang pentingnya menjaga lisan. 

أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ  يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ  عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ   يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk). Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Adakah yang menyebabkan seseorang terjerumus wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka.  (Riwayat At-Tirmidzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih)

Ibnu Mubarak mengatakan “Saya belajar budi pekerti selama 30 tahun dan belajar ilmu selama 20 tahun”.

Imam Syafi’i
mengatakan “Ilmu itu bukan yang dihafal tapi apa yang bisa bermanfaat”.

Sebagian salaf mengatakan kepada anaknya “Wahai anakku, sekiranya engkau belajar satu bab budi pekerti lebih aku sukai daripada engkau belajar 70 bab ilmu”.

Makhlad bin Husain berkata kepada Ibnu Mubarak “Kita lebih banyak butuh pada adab daripada banyaknya hadits”.

 Ini isyarat pentingnya moral dan budi pekerti. 

Mari berfikir sebelum berbicara. Perbanyak mendengar. Karena Allah memberikan dua telinga agar lebih banyak mendengar daripada bicara.

Menarik apa yang belum diucapkan lebih mudah dari pada menarik yang telah diucapkan. Perkataan yang telah diucapkan selalu mengikuti, sedangkan perkataan yang belum diucapkan masih mampu dikendalikan. 

Pepatah Melayu mengatakan ‘Terlajak perahu masih boleh diundur lagi. Terlajak kata buruk padahnya. 

Terlajak perahu masih boleh diundur lagi. Terlajak kata hilang percaya’

ICD – Islamic Character Development 

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: