Hiraukan Stats-mu


Di buku terbaru Brili Agung ke 25 berjudul Penyihir Aksara, ada bab menarik yang dia kasih judul Ritual. Dan ada sub bahasan tentang Asah Tongkatmu dimana saja, kapan saja. 

 Saya belum dapat bukunya, baru FAQ yang dikirim di group WA Menulis Online. Maksud yang bisa saya tangkap, menulislah dimana saja dan kapan saja. 

Jika menulis di media blog, kadang merasa kurang semangat jika pembaca atau pengunjung blog (stats) sedikit, sampai gak enak makan, gak enak tidur. 😊😊😊

Saya pernah mengalaminya, sampai suatu saat saya membaca tulisan dari Luca Sartoni, yang rutin menulis diblognya setiap hari. 

Dia memberi saran agar menghiraukan stats dan teruslah menulis. Ketika dipraktekkan, benar sekali, mau dibaca atau tidak, gak masalah. Sekarang,bisa menulis saja sudah bikin bahagia. 

Selamat menulis dan hiraukan stats-mu 👍👍👍

Setu Babakan


Tempat ini tidak jauh dari kontrakan kecil saya. Hanya beberapa meter dari gang rumah, saya sudah bisa berada di depan pintu utama Setu Babakan. 

Dari pintu utama saya jalan menyusuri rumah warga dan sesekali melihat budaya betawi yang ada disana. 

Masuk kawasan setu babakan, ada penjaga karcis yang menjaga pintu masuk. Biaya masuk 2 ribu untuk motor, 5 ribu untuk mobil dan tanpa bayar untuk pejalan kaki. 

Setu Babakan ini semacam waduk buatan, di sekelilingnya banyak kuliner dan arena bermain. Contohnya, ada kapal kapalan kecil untuk yang mau naik perahu sampai ke tengah setu babakan. Kuliner khas Betawi seperti kerak telor tersedia di sepanjang jalan yang mengelilingi Setu Babakan. 

Kami dapat kesempatan berkunjung ke wisma budaya Setu Babakan. Di tempat itu sedang berlangsung latihan silat tradisional dari Betawi yaitu BEKSI yang kebanyakan diikuti anak lelaki walaupun ada 2 atau 3 anak perempuan. 

Di sisi yang lain, ada panggung kecil yang memamerkan tarian jaipong oleh anak anak kecil yang lincah dan cantik. 

Jalan jalan ke tempat wisata budaya seperti ini lebih bermanfaat daripada hanya jalan jalan ke pusat perbelanjaan, ada ilmu dan pengetahuan yang setidaknya bisa kita dapat. 

Tempat budaya seperti ini yang layak dijaga dan diramaikan. Mengenal budaya setempat dan menghidupkan mata pencaharian masyarakat sekitar. [] 

Selamat datang… 👍😊

Luas…

Jembatan menuju pulau buatan…

Silat Betawi Beksi

Latihan Beksi

Tari Jaipong

Desa Adipuro Sebagai Kawasan Wisata Islami


​Pariwisata  pada  umumnya  hanya  menyediakan  fasilitas  untuk  mencapai kesenangan.  Agama  Islam  memberikan  petunjuk  dengan  turunya  Al-Quran  dan ditunjuknya  Nabi  Muhhammad  SAW  sebagai    Rasulullah,  dimana  Al-Quran berperan  sebagai  firman  Allah  atau  perkataan  Allah  dan  Nabi  Muhammd  SAW sebagai  utusan  Allah  untuk  memberi  petunjuk  kepada  manusia.  

Wisata  Islami adalah  kegiatan  perjalanan  dengan  tujuan  rekreasi,  pengembangan  pribadi, atau  mempelajari  keunikan daya  tarik  wisata  yang  sesuai  peraturan agama  Islam. 

Pariwisata  berdasarkan  undang-undang  RI  No  10  Tahun  2009  merupakan berbagai  macam  kegiatan  wisata  dan  didukung  berbagai  fasilitas  serta  layanan yang  disediakan  oleh  masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan  Pemerintah  Daerah. 

Pariwisata  secara  langsung  mempengaruhi    ekonomi,  sosial,  kebudayaan dan  religiusitas.  Islam  memandang  pariwisata  konvensional  hanya  memenuhi kebutuhan  kesenanghan  lahiriyah  sehingga  wisatawan  cenderung  konsumtif.

 Adapun wisata  Islami  dapat  membentuk  sebuah  peradaban  karena pelaku  secara  langsung  berinteraksi  satu  sama  lain.  Ketika  terjadi  interaksi  antar pelaku maka  terjadilah komunikasi  yang  terintegrasi. Komunikasi manusia  dengan alam  dapat  menjadi  integrasi  antara  makhluk  dan  penciptanya. Sedangkan  komunikasi  antara  manusia  dapat  menghasilkan  sosioreligius sehingga mencapai derajat manusia yang lebih tinggi.  

Bentuk bentuk Wisata Islami di Adipuro. 

Saya ingin menggambarkan bentuk wisata yang mungkin bisa diterapkan dan dikembangkan di desa Adipuro dengan basis kebudayaan yang sudah berjalan disana. 

  • Wisata Ayat Ayat Kauniyah. Menikmati kondisi alam dan merenungi ciptaan Allah SWT, alam desa yang masih pure dan sejuk, gunung Sumbing yang tinggi menjulang dan hamparan pepohonan terlihat luas adalah sarana yang pas untuk mendekatkan diri dengan kemahakuasaan Allah SWT. Menambah ketenangan jasmani dan rohani. 
  • Wisata Ayat Kauliyah. Belajar ilmu agama di pesantren atau masjid yang ada di Adipuro, atau berdikusi dengan tokoh agama disana. Menghafal Al-Quran di Adipuro, disana sudah berdiri beberapa pesantren yang fokus menghafal Al-Quran, diantaranya pesantren Luqman Al-Hakim dan TPA Nurussalam. 
  • Event Islami. Beberapa yag sudah rutin adalah lomba marawis, lomba TPA, muludan setiap bulan maulid nabi, saparang setiap setiap bulan shafar untuk mensyukuri nikmat Allah dan tujuj belasan di lapangan Adipuro. 
  • Event Ramadhan. Tadarusan, Tarawih berjamaah, Kuliah Subuh dan mendaki Sumbing di tanggal 21 Ramadhan, takbir keliling. 
  • Spot Wisata di Adipuro. Pihak desa sudah mengembangkan beberapa spot disana, seperti Gardu Pandang di Munthuk. Objek lainnya adalah jalur pendakian Sumbing. Spot yang lain juga banyak seperti kali kanci, kali legok dan lainnya. 
  • Harapannya, agar dibuat aturan oleh pihak desa yang mengatur sopan santun ketika masuk desa dan atau ke tempat wisata, di antaranya di larang mabuk, pacaran dan untuk perempuan agar memakai jilbab. 

Sekian tulisan dari saya untuk sekedar menambah apa yang sudah ditulis kemarin. Semoga bermanfaat, bagi teman yang seddsa dengan saya… Mari jadikan desa kita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur berkah dan diridhai Allah, semua bisa, dimulai dari diri pribadi kita. 

%d bloggers like this: