Gagal Kajian di INSISTS 


Waktu dulu nyantri di Alislam Bekasi, cukup banyak saya bergaul dengan pemikiran pemikiran islam dan liberal dalam masalah tafsir khususnya. Waktu itu semua mahasiswa harus ambil jurusan yang akan jadi fokus kuliahnya. 

Dan saya mengambil tafsir, waktu itu sedang heboh isu hermeneutika dan tafsir liberal di beberapa kampus islam, saya terusik untuk lebih mendalami bagaimanakah metode tafsir yang benar? Selain itu, mengambil jurusan tafsir juga untuk membantu saya lebih mudah menghafal Al-Quran. 

Di akhir kuliah dan sebagai syarat kelulusan, mahasiswa harua membuat project paper dalam dua bahasa; Indonesia dan Arab. 

Dalam bahasa Indonesia saya membahas tentang fitnah khalqul quran pada masa Imam Ahmad dan dilakukan studi perbandingan dengan pelecehan Alquran yang dilakulan kaum Liberal. Pemikiran pemikiran liberal di Indonesia dan di Luar negeri saya bahas, dan diantara rujukan saya adalah tulisan para pakar di Insits.

Lalu di Bahasa Arab, saya meneliti metode tafsir yang dipakai oleh Ibnu Taimiyah yang tersebar dalam buku bukunya dan pandangan beliau tentang metode tafsir yang menyimpang seperti tafsir bathini oleh Syiah, tafsir Muktazilah dan lainnya. 

Nah, di kajian dwi mingguan yang diadakan INSISTS kali ini mengangkat tema menarik tentang tafsir kontemporer dan diampu pemateri yang bagus yaitu Dr. Mukhlis Hanafi saya ingin ilmunya bisa menambah pengetahuan yang saya dapat dulu. 

Namun sayang, saya gagal mencari alamat INSISTS, mencari dengan bantuan Google Map hanya membuat bingung saja, ketika sudah dekat dengan Tempatnya seperti yang ada di GMap, ketika saya tanya orang disana, mereka memberikan keterangan yang tidak jelas, dan saya hanya mutar muter saja di jalan kalibata utara. 

Akhirnya karena sudah jam 11 lebih, saya pulang dan jika ada kesempatan kajian lagi akan saya coba never give up. 👍👍👍

Event INSISTS ini baru yang pertama akan saya ikuti, jadi maklum ya kalau sampai kesasar dan tidak ketemu tempatnya. Event sebelmnya yang pernah saya ikuti adalah Seri Islamic Science bersama Prof Lettink di UI Depok yang dilaksanakan selama dua hari berturut turut. 

Alhamdulillah wa Syukrulillah… Semoga amalan dan niat hari ini diterima Allah SWT, amiin… 

Desa Wisata Islami di Adipuro, Kaliangkrik


Meski merantau jauh dari kampung halaman, hati dan jiwa saya selalu terpaut dengan desa saya di Adipuro Magelang. Teman, orang tua, istri dan mertua berasal dari desa itu, ikatan saya semakin kuat. 

Lewat perkembangan teknologi seperti sekarang, komunikasi dengan teman di desa tidak terlalu sulit, tower sinyal telkomsel sudah masuk ke desa. Berhubungan dengan teman jadi bisa lewat WA, maka saya ikut group membahas perkembangan desa Adipuro, yang diantara membernya ada pegawai desa. 

Beberapa waktu yang lalu sempat ada ide untuk menjadikan desa Adipuro sebagai tempat wisata. Sebelumnya juga ada wacana menjadikan Adipuro tempat percontohan dalam pengembangan Bawang Putih di Indonesia. 

Ada 3 kategori yang menjadi pilihan desa Adipuro. 

  1. Desa wisata 
  2. Wisata desa
  3. Pariwisata pedesaan

Desa wisata adalah kategori desa yang sudah maju dari segi apapun baik masyarakat, kelembagaan, dan ekonominya. Maka orang yang datang ingin mencontoh desa tersebut. 

Wisata desa adalah para tamu hanya sekedar refresing pagi datang sore pulang tidak memperhitungkan dampaknya dan investor bisa masuk tapi hanya untuk keuntungan pribadi

Pariwisata pedesaan hampir sama dengan wisata desa. 

Saya pribadi ingin agar Adipuro menjadi Desa Wisata Islami, karena termasuk desa besar yang mayoritas masyarakatnya menegakkan Islam dengan teguh. Indikatornya bisa anda lihat dari jumlah masjid dan mushola yang ada disana, ketika adzan tiba saling bersahut sahutan melantunkan adzan, dan jamaah pun banyak, bahkan di waktu Subuh. 

Masyarakatnya juga terkenal ramah kepada pendatang, tidak sombong dan senang jika rumahnya kedatangan tamu. 

Ada dua organisasi Islam besar disana yaitu NU dan Muhammadiyah, satu dan yang lain saling bertoleransi dalam masalah fiqih, dan saling menghormati perbedaaan. Mereka berlomba membangun desa lewat pendidikan, silahkan lihat.. Di Adipuro sudah bersiri sekolah dan pesantren dari tingkat SD sampai SMA dan juga TPA di rumah rumah. 

Pihak desa sekarang juga mengembangkan wisata di sana, salah satunya dengan memanfaatkan spot untuk menikmati pemandangan. Baru kemarin diresmikan Gardu Pandang yang ada di Munthuk, dari tempat ini kita bisa menikmati keindahan pemdangan desa dan kota dari puncak gunung. 

Selain itu, jalur pendakian dari Adipuro ke puncak Sumbing juga sudah dibuka. Silahkan datang ke Adipuro sebagai Basecamp pendaki dan nanti akan diantar pemuda yang ada di situ ke puncak. 

Basecamp Adipuro menyediakan jasa antar untuk pendaki juga di pantau relawan Adisurya. Jika ada hal-hal yang tidak kita inginkan.. relawan Adisurya, BPBD dan PMI Kab Magelang siap membantu. ☺️☺️☺️
Pendaki mendapatkan tiket dan jaminan asuranasi dengan syarat dan ketentuan berlaku. 

Tiket Pendakian Sumbing

Jika ingin tahu foto dan spot menarik di prampelan atau adipuro silahkan kunjungi instagramnya di @exploreprampelan atau cari dengan hastak #exploreprampelan. 

%d bloggers like this: