Membawa Keberkahan


“Dan Dia menjadikan aku seorang yang membawa keberkahan di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup”  (Qs. Maryam: 31) 

Surat Maryam ayat 31 diatas memberikan makna yang agung untuk keseharian kita. Nabi Isa diturunkan dengan maksud membawa keberkahan yaitu Membawa manfaat bagi orang banyak. Membawa ajaran Tauhid dengan mukjizat yang banyak. 

Maka kemanfaatan kita tergantung sejauh mana kita memberikan keberkahan atau kebaikan kepada orang lain. 

Orang yang ikut ngaji bisa memberikan keberkahan pada orang lain, dia bisa mengajak orang lain untuk ikut belajar juga, artinya memberi berkah dan kebaikan untuk orang lain. 

Komunitas yang shalih akan memberikan keberkahan, sebagaimana sabda Nabi Albarakatu Ma’al Jama’ah keberkahan itu diberikan kepada orang orang yang berjamaah /berkomunitas. Maka akan kita dapatkan yang ikut pengajian, belajar agama, orangnya itu itu saja. 

Orang kafir dan munafik akan masuk neraka berkelompok, sesuai dengan teman mereka di dunia.  “Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. (Az-Zumar: 71) dan demikian juga orang orang yang beriman, ” Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula).”. (Az-Zumar: 73) 

Di antara bentuk mudah untuk menyebarkan keberkahan adalah dengan merasa mudah membantu orang lain dan peduli kepada permasalahan orang lain. Idkhalus Surur, membawa keberkahan dan membuat orang lain senang. 

Sementara, orang yang selalu menahan orang lain dari berbuat baik adalah teman dari Syetan yang mengabadikan hidupnya untuk menyesatkan manusia. 

Allah SWT berfirman,  “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” (Qs.  Al-Lail: 4-11)

Usaha kalian bermacam-macam. 1. Berkah = berbagi, bertaqwa dan percaya dengan balasan kebaikan –  hidupnya happy dab mudah di dunia sampai akhirat nanti. 2. Sombong = Bakhil dan mendustakan balasan kebaikan – hidup menjadi susah. 

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: