​Hari Kamis kemarin saya kedatangan tamu dari Semarang. Namanya Ust. Sarju. Saya pernah mengajar di Pesantren beliau, Pesantren Darur Robbani di daerah Susukan, Karanggede, Semarang. Ust. Sarju adalah bagian Bendahara Pesantren, beliau ke Jakarta setiap tiga bulan untuk mengambil langsung donasi untuk Pesantren.

Sebelumnya sudah saya sampaikan, kalau sampai stasiun Lenteng Agung agar dikabari, hujan cukup deras mengguyur Jakarta, beliau diantar adiknya. 

“Saya sudah sampai di Masjid Alhikmah.. ” Nggak lama setelah baca pesan itu saya meluncur ke masjid yang gak jauh dari kontrakan. 

Sampai di kontrakan disambut dengan beberapa makanan kecil dan sederhana yang sudah disiapkan istri tercinta. Selanjutnya beliau meminta saya antar ke rekan beliau di daerah Cinere dan Sawangan. Setiap tiga bulan sekali beliau ke Jakarta untuk mengambil infaq dan shadaqah dari para muhsinin untuk biaya pengembangan dan pendidikan pesantren Darur Robbani. 

Hari pertama saya mengantar beliau ke daerah Sawangan, Depok, bertemu dengan rekan beliau di Pesantren Ngruki dulu yang sekarang sudah sukses menjadi dosen senior di Unversitas Unindra. Selanjutnya ke rekan beliau di daerah Gandul Cinere dan terakhir ke Jati Asih. 

Tepat jam 6 sore, saya mengantar beliau ke stasiun Pasar Minggu, mengantarnya untuk berpisah, dan melanjutkan perjalanan beliau ke Bogor dan Cipanas. 

Perpisahan itu selalu memunculkan rasa yang campur baur di dalem hati. Kata orang bijak, jangan pernah mengharapkan pertemuan jika tak mengharap perpisahan. 

Diujung stasiun, saya titip salam buat temen-temen  di DR. Jazakumullah, semoga nama Darur Robbani terus maju berjuang mencetak generasi muda yang rabbani di era teknologi seperti ini. 

Dulu waktu saya mengajar disana, santri masih sedikit, kelas 3 SMP saja cuma tiga gelintir waktu itu. Alhamdulillah beriring waktu DR semakin maju dan jumlah santri makin bertambah 😊😊. 

Foto di atas adalah suasana pesantren saat ini, alhamdulllah sudah banyak perubahan. Dulu bangunan disamping masjid dibuat pesantren untuk budidaya jamur dan sekarang sudah dibuat kelas.

Di postingan lain, saya ceritakan kisah kenangan bersama santri Darur Robbani yang meninggal ketika belajar menuntut ilmu setelah lulus dari DR. https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2014/05/03/santriku-semoga-engkau-syahid/.

Jumal Ahmad | Twitter: @JumalAhmad