Hadits Jibril Tentang Cinta


Dari Sahal bin Sa’ad, dia berkata, Jibril  datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata. 

1. Ya Muhammad, hiduplah sesukamu tapi ingatlah bahwa kamu pasti akan mati

2. Cintailah siapapun yang ingin kamu cintai, tetapi ingatlah bahwa kamu pasti akan berpisah dengannya

3. Berbuatlah semaumu, tetapi ketahuilah bahwa kamu pasti akan menerima balasannya

Kemudian Jibril  berkata lagi  :

1. Sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin tergantung pada shalat malamnya

2. Dan harga diri seorang mukmin terletak pada ketidak butuhannya terhadap apa yang dimiliki orang lain

(HR. Thabroni dan al Hakim dalam al Mustadrak)

Al Albani dalam Silsilah al Ahadits ash Shahihah II/485 menyatakan, bahwa hadits tersebut  “HASAN” karena terkumpulnya jalur–jalur riwayat yang ada
Pelajaran dari hadits :

  1. Mati itu suatu yang pasti dan ia adalah pintu gerbang menuju kehidupan berikutnya. Sementara kehidupan di dunia ini akan menjadi penentu bagi baik dan buruknya kehidupan yang akan datang. Karenanya Optimalkan disaat masih hidup yang hanya sesaat ini untuk hanya mempersiapkan bekal bagi kehidupan kita berikutnya yang abadi. 
  2. Semua yang ada dilangit dan yang ada di bumi ini adalah milik ALLAH Azza Wa Jalla. Kita hanya punya hak pakai sementara. Karenanya, Optimalkan upaya kita, agar semua yang kita miliki untuk sementara ini (suami/istri, anak, rumah, kendaraan dan yang lainnya) bermanfaat bagi kehidupan kita berikutnya. 
  3.  Semua yang kita kerjakan, kita ucapkan dan bahkan semua yang kita pikirkan/niatkan, akan di pantau, dicatat dan dinilai, yang dikemudian hari akan diganjar. Karenanya Pastikan, semuanya kita lakukan hanya dengan niat untuk merespon perintah ALLAH dan sesuaikan dengan syariat-NYA, agar kita semuanya bisa mendapatkan ridha-NYA. 
  4. Setelah kita pastikan bahwa semua yang wajib telah kita tunaikan, maka jangan pernah lupa untuk shalat malam, walau hanya dengan satu rakaat, karena disitulah letak kemuliaan seorang mukmin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang kurang lebih artinya : “Sesungguhnya diwaktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada ALLAH berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti ALLAH akan memberikannya kepadanya. Waktu itu terdapat pada setiap malam” (HR. Muslim)
  5. Harga diri seorang mukmin terletak pada ketidak butuhannya terhadap apa yang dimiliki orang lain. Itulah yang disebut dengan “Zuhud terhadap apa-apa yang dimiliki oleh manusia”, _yaitu dengan  tidak meminta-minta  kepada orang lain dan dengan tidak memperlihatkan keinginan terhadap yang dimiliki orang lain serta dengan tidak mengangkat pandangan (ta’ajjub) terhadap yang dimiliki manusia. 

Selanjutnya Ust Arifin Jayadiningrat juga membahas Qs. AlHijr: 39, AlHujurat:7 dan resumenya adalah sebagai berikut:

  1. Sehebat apapun manusia tidak akan bisa beribadah dengan baik kecuali dengan rahmat Allah. 
  2. Mengetahui siapa kita, maka tanyakan kepada siapa yang orang yang terdekat dengan kita. Mengetahui diri, carilah yang dekat, bercerminlah karena cermin itu dekat, cermin di rumah, sopir, pembantu, anak dan istri dll. 
  3. Orang yang sukses usahanya, biasanya hubungan dengan istri baik. Ada juga orang yang dengan istri tidak baik, dengan orang lain baik, karena dalam rangka bisnis, dia tidak tahu siapa kita. 
  4. Ekspresi kita adalah gambaran dari jiwa kita, jika di dalam tubuh penuh rahmat, maka yang keluar adalah rahmat, menilainya adalah ketika dalam keadaab marah, ketika terjadi benturan. Disitulah kita mengetahui jiwa kita mutmainnah atau tidak, apakah kacamata kita lebih besar dunia atau akhirat. 
  5. Trik syetan menjadikan yang negatif menjadi positif. Sebagaimana dalam Alquran surat Alhijr 39 bahwa dia akan membuat yang jelek menjadi indah lauzayyinanna. 
  6. Orang2 yg memiliki feeling utk menghindar dr hal2 yg tidak baik. 

  7. Inilah orang2 yg memiliki Keimanan.
  8. Bagaimana jika kita Shalat tetapi kita tidak bisa lepas dari berbuat Kemaksiatan ? Jawaban nya adalah …Minta kepada Allah
  9. Jangan pernah berhenti meminta kepada Allah. Walau kita sudah baik, anak2 kita sudah baik pasangan kita sdh baik semua sudah baik. Kita tetap harus minta kepada Allah … Dan Jangan Pernah berhenti meminta kepada Allah Contoh: Jika kita berasa betah dan nyaman berada ditengah2 Orang2 yg sholeh maka Kita akan merasakan betapa Indah Hati kita dibuatnya. Tetapi jika kita sdg berkumpul bersama teman2 yg  senang2, dugem dan tidak betah ditengah2 teman2 yg kita tau bermaksiat. Itu tanda2 kita memiliki Iman. 
  10. Keinginan kita menurut kacamata kita baik, kita tidak tahu siapa yang men-drive jiwa fujur atau taqwa, tetapi dengan iman dan mencintai kebaikan dan tumbuh feeling untk tahu kita baik atau tidak. 
  11. Dunia ini dihiasi seindah indahnya oleh syetan, maka manusia lebih mencintai akhirat dari dunia. 
  12. Maka disunnahkan untk menumbuhkan kepada kebaikan untuk berdoa… 

Terima kasih, resume kajian Akhlak Masjid Raya Pondok Indah tanggal 17 Oktober 2016.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: