Menaklukkan Terpaan Ujian Hidup


Sehebat apapun akhlak kita, pasti ada yang tidak suka, mengeritik dengan hinaan bahkan rekayasa menghancurkan kita.

Sehebat apapun rencana kita canangkan semua cita cita, pasti pernah mengalami kegagalan dan menghadapi kendala yang menyesakkan dada.

Seringkali manusia menghargai jasa orang lain dikaitkan dengan kebutuhan yang sifatnya sementara. Ketika dalam kondisi memerlukan, seseorang cenderung merasakan peran peran orang lain yang bisa mendukung keperluannya. 

Mayoritas lembaran hidup ini “diluar prediksi”, diluar hitungan di atas kertas. Ini bukti kita makhluk yang lemah. 

Kita tidak bisa mematikan terpaan ombak, bagaimana menghilangkan gelombang ombak dan angin?. Tetapi kita diberikan akal untuk mendalami ilmu, pedoman hidup (Al-Quran) yang bisa menaklukan ombak.

“You CANNOT stop the waves 

But YOU CAN learn to Surf”

Kepribadian yang ikhlas adalah kekuatan yang dahsyat !.

You cannot tailor-make the situations in life but you can tailor-make the attitudes to fit those situations.

Inilah ilmu tentang ke ikhlasan yang meledakan semangat jiwa raga untuk  hidup,  selalu berpikir positif walau merasakan getir pahitnya kehidupan tetap SENYUM.

Orang yang bersandar kepada Allah menyadari bahwa  Allah yang menilai kita bukan manusia, “kehidupan ini diatur oleh Allah bukan tunduk dengan aturan manusia” , maka harus memegang prinsip hidup yang tegar tetap berbuat kebaikan. Tidak kandas hanya karena omongan orang. Tidak melempem hanya karena kritikan orang iri hati. Tetap berbuat positif untuk memakmurkan bumi. 

Jadi, orang beriman tidak cukup berpikir positif tapi juga harus mampu merasakan positif dan berbuat yang positif, insya Allah hasilnya akan positif.

Inilah mutiara firman Allah : 

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfudz). (Qs. Yasin [36]: 12)

Katakanlah, “Bekerjalah! Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui hal ghaib dan hal nyata, lalu diberitakan-Nya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. At-Taubah [09]: 105)

[ Jumal Ahmad ] 

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: