Syiah Wukuf di Karbala Bukan Manipulatif


Manipulasi adalah sebuah proses rekayasa melalui sebuah penambahan, persembunyian, menghilangkan dan mengaburkan sesuatu. Atau bahasa mudahnya adalah kebohongan. 

Bulan haji tahun ini unat Islam bisa menikmati ibadah haji dengan tenang dan khidmat, hal itu saya simak langsung dari wawancara yang diadakan stasiun tv Saudi kepada jamaah haji. 

Tahun lalu, Syiah berulah di terowongan Mina, mereka membuat jalur yang berbeda dengan Umat Islam lainnya, sehingga membuat gaduh dan centang perentang, tak ayal lagi berdesak desakan yang mengakibatkan luka pasti terjadi. 

Tahun ini gak terjadi lagi, tapi belum tentu makar mereka selsai, di wukuf kemarin kita dikejutkan dengan berita bahwa kaum Syiah mengadakan wukuf di Karbala. 

Karbala (karbun wa bala’) adalah tempat dimana Syiah mengkhianati Imam Husein yang berakibat pada kewafatan beliau, hari meninggalnya ini dijadikan tempat paling suci bagi Syiah. 

Pemimpin tertinggi mereka mengumumkan bahwa boleh berhaji di Karbala bahkan Iran sendiri menyiapkan transportasi dan para penyambut jamaah haji di Karbala ini. 

Maka apa yang diberitakan Indosiar di Fokus Pagi adalah benar adanya, dan terima kasih kepada Indosiar yang sudah mengungkap keburukan Syiah. Jika ada yang mengatakan ini hanya manipulatif, maka inilah kenyataannya, dan mereka hanya ber-taqiyyah menyembunyikan kebenaran. 

Aqidah Syiah tentang Karbala dan Mekah

Bagi syiah, tanah Karbala lebih mulia dibandingkan tanah Mekah atau Madinah.

Kita akan sebutkan bagaimana aqidah mereka tentang Karbala yang dicantumkan dalam kitab-kitab rujukan Syiah,

Pertama,  keterangan dalam at-Tahdzib karya at-Thusi,

خلق الله كربلاء قبل أن يخلق الكعبة بأربعة وعشرين ألف عام وقدسها وبارك عليها، فما زالت قبل أن يخلق الله الخلق مقدسة مباركة ولا تزال كذلك

Allah menciptakan Karbala 24 ribu tahun sebelum Allah menciptakan Ka’bah. Lalu Allah mensucikannya dan memberkahinya. Dia terus menjadi kota suci yang diberkahi, sebelum Allah menciptakan makhluk yang lain, dan terus akan menjadi kota suci. (at-Tahdzib li at-Thusi, 6/72)

Kedua, karbala menjadi tanah paling mulia di surga,

حتى يجعلها الله أفضل أرض في الجنة، وأفضل منزل ومسكن يسكن الله فيه أولياءه في الجنة

Allah akan jadikan Karbala sebagai tanah paling mulia di surga, dan tempat yang paling afdhal, yang akan diberikan oleh Allah, untuk dihuni para wali-Nya di surga. (Kamil az-Ziyarat, Ibnul Quluwiyah, hlm. 450). 

Inilah cara Iran untuk memecah belah umat Islam, membelokkan haji dari Arafah ke Karbala.[] 

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: