Pesantren Kilat, Sarana Menumbuhkan Pendidikan Ruhiyah


Remana memiliki kekuatan berlimpah yang tersimpan. Maka Pesantren Kilat merupakan media yang sangat baik untuk mengalihkan kekuatan-kekuatan tersebut dengan sejumlah aktivitas dan pembelajaran.

Di dalam Pesantren Kilat, mekipun dalam durasi yang sebentar, kebutuhan-kebutuhan ruhani dapat terpenuhi dengan pelaksanaan shalat lima waktu berjamaah, qiyamul lail, shalat tasbih, membaca Al-Quran pada malam dan siang hari, berbuka puasa dan membaca zikir  pagi dan petang.

Pesantren kilat juga  mendidik anak untuk memikul tanggung jawab dengan mengemban tugas kelompok dan hidup bersama dengan teman-teman sebaya. Semua ini akan melatih kemampuan sosial remaja.

Kebutuhan fisik dapat terpenuhi melalui aktivitas dan game-game edukatif seperti lari, gerak jalan, renang dan lain sebagainya. Intinya aktivitas di pesantren kilat bisa memenuhhi kebutuhan fisik, gerakan dan mengalihkan kekuatan yang berlebih.

Islamic Character Development-ICD dalam dua tahun ini konsern untuk membida anak-anak usia produktid dari tingkat SD sampai SMA untuk mengadakan sanlat seperti yang akan diadakan tanggal 22-23 Juni besok di  Camp Hulu Cai, Ciawi.

Konsep Sanlat yang dibawa ICD adalah konsep perkemahan pendidikan yang di antara tujuannya /outcome:

  • Membentuk kehidupan  para peserta secara islami, jauh dari kotoran.
  • Membuka Mindset peserta tentang kehidupan agar siap menjalani kehidupan yang keras di masa akan datang.
  • Melatih para peserta menjalankan peraturan secara tepat.
  • Mengadakan kajian-kajian kecil tentang keislaman yang membuka wawasan peserta.

Masa remaja merupakan masa perkembangan cepat dan menyeluruh secara fisik, akal dan ruhani. Inilah kesempatan bagi seorang pendidik untuk memanfaatkan totalitas muatan rohani yang besar ini. Seorang pendidik akan memperkuat dan mengembangka perasaan ini dengan mendorong para peserta untuk menunaikan syiar-syiar ibadah dalam keseharian dengan melaksanakan nafilan dan membaca Al-Quran.

Secara khusus peserta juga akan dipahamkan tentang sejarah/sirah Nabi Muhammad SAW dan sejumlah conroh kehidupan para pahlawan Islam. Tujuannya adalah agar menjaga mereka tidak kagum pada pahlawan-pahlawan palsu seperti bintang-bintang film, bintang olah raga dan lainnya.

Beberapa pendidikan Ruhiyah yang akan diajarkan oleh team ICD Camp nanti, gambarannya sebagai berikut:

Pertama, Shalat lima waktu tepat secara berjamaah.

Shalat merupakan hubungan antara seorang hamba dengan Allah SWT, hubungan ruhani dengan sang Pencipta. Demikianlah kami membuka wawasan kepada peserta sanlat bahwa Shalat yang kita lakukan merupakan bentuk komunikasi kita dengan Allah, bukan amalan biasa saja, maka harus dilakukan dengan benar dan khusyu dan tidak main-main.

Peserta juga didorong untuk mengerjakan shalat nafilah, seperti shalat dhuha, shalat tahajjud, shalat tasbih. Cara terbaik dalam memberi dorongan adalah melalui teladan yang baik dari pada pendidik di Sanlat.

Saat shalat dilaksanakan dengan khusyu, ruh akan berhubungan dengan sang Pencipta, sehingga tidak merasakan appapun di sekitarnya, bahkan sakit yang ada di dalam tubuhnya.

Diriwayatkan dari Jabir bin Abbdullah ra, “Kami pergi bersama Rasulullah saw dalam perang Dzatur Riqa’ kemudian beliau singgah di suatu tempat dan mengatakan, ‘Siapa yang mau menjaga kami malam ini?’ Seorang sahabat Anshar dan Muhajirin mengajukan diri untuk menjaga beliau.

Sahabat Anshar kemudian berkata pada sahabat Muhajirin, ‘Kau ingin istirahat di awal atau akhir malam?’ ‘Di awal malam’ jawab si Muhajirin. Ia kemudian tidur, sedangkan orang Anshar tersebut shalat malam.

Tak lama musuh datang lalu membidik panah ke arahnya. Ia pun mencabut panah tersebut. Untuk kesekian kalinya musuh membidik anak panah lagi, ia pun mencabut panah tersebut, setelah itu ia rukuk dan sujud dan membangunkan temannya si Muhajiri. Musuh pun lari. Saat si Muhajirin mengetahui darah temannya mengalir, ia mengucapkan, Subhanallah Mengapa kau tidan membangunkanku saat musuh pertama kali memanahmu?

Sahabat Anshar berkata: ‘Aku tadi tengah memnaca suatu surat, aku tidak ingin mengentikannya sampai tuntas. Demi Allah, andai saja Rasulullah tidak memerintahkanku untuk berjaga, musuh itu pasti sudah membunuhku sebelum aku menyelesaikan bacaan itu”. (Sirah Ibnu Hisyam)

Kedua, Membaca Al-Quran dengan mengkhususkan waktu-waktu tertentu.

Diriwayarkan secara marfu dari Ali ra tentang Al-Quran, “Ia adalah tali Allah yang kokoh, cahaya-Nya yang terang, peringatan yang bijak dan ia adalah jalan yang lurus”.

Ketiga, Mempelajari Sirah Nabi dan kehidupan para Sahabat dan Pahlawan Islam

Keempat, Dzikir

Imam Nawawi menyebutkan, Allah SWT berfirman: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku (ingat) kepadamu”. (Qs. Al-Baqarah: 152)

Kondisi terbaik seorang hamba adalah ketika dia mengingat Tuhan pencipta alam dan membaca dzikir yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.

Demikian beberapa agenda dari Pesantren Kilat, termasuk yang akan dilaksanakan tanggal 22-23 Juni besok, bisa seperti ini atau lebih dari ekspektasi tulisan ini.

img_20160608_055555.jpg

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: