Kritik Untuk Grup Debu


image

Pertama kali dengar lagu Debu waktu saya masih SMA di Cirebon, waktu itu saya dan teman-teman mendapatkan undangan untuk menghadiri acara santunan anak yatim dan dhuafa se kota Cirebon, salah satunya pesantren kami. Waktu itu di pesantren saya biasa mendengar lagu religi berbahasa Arab yang bermuansa semangat dan perjuangan.

Kemudian saya baru lihat lagi semalam di acara LoveLifeLead di Ciputra Artpreneur yang diadakan oleh ISN, ketika saya melihat performa grup Debu (kumpulan pemusik yg didominasi imigran asal AS) di acara itu, saya agak pusing dengan syair-syairnnya karena kurang membumi dan sulit dipahami menurut saya. Selain itu nuansa sufistik sangat kental di lagu Debu.

Grup Debu ini menarik karena mayoritas personelnya orang2 bule, yang di Indonesia ini masih jarang sekali ada bule beragama Islam. Lirik lagu mereka itu terdengar ngawur dan sulit dimengerti dan syairnya kerasa maksa banget.

Ada sedikit syair yang saya tangkap bunyinya begini:

“mencari harta di dalam puing yang tinggi… pahlawan… bla bla bla”

atau

cintamu dalam hatiku, memenuhinya begitu”

Tidak jelas artinya & bunyinya karena vokalisnya pun tidak jelas ngomong apa, seperti orang bergumam.

Sayang sekali, banyak orang asli Indonesia yang punya grup musik lebih bagus daripada grup Debu & mampu bermain alat musik yang lebih baik daripada grup Debu, tapi sulit untuk bisa rekaman, apalagi diundang stasiun TV. Sedangkan grup Debu yang jelas2 liriknya ngawur malah bisa diterima di Indonesia & diundang show, hanya karena mereka bule (sekedar dianggap unik).

Entah apa arti lagu grup Debu itu, bisa dibilang mereka ini grup yang nekad, perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia masih dangkal tapi sudah nekad bikin lirik berbahasa Indonesia. Pantes lagu2 grup Debu tidak populer di Indonesia, karena memang tidak menarik.

Beda dengan lagu2 Islami Maher Zain yang walaupun orang asing, tapi semua lagunya bagus untuk dinikmati & menyentuh. Sedangkan mendengar grup Debu menyanyi rasanya malah pusing memahami liriknya. Jangan mentang2 bule lantas bisa asal menyanyi dengan ngawur & pasti diterima di Indonesia.

Saya melihat grup Debu ini punya personel orang asli Indonesia, harusnya orang ini mengajari personel lain agar lebih fasih bahasa Indonesia, setidaknya kalo grupnya bikin lirik yang ngawur dia harus bisa mengingatkan (dikoreksi).

Tapi nampaknya si personel yang orang asli Indonesia ini hanya asyik mengiringi grup nya, tanpa ada kesadaran mengingatkan personel lain agar bikin lirik lebih bagus, paling tidak berilah masukan pada kawanmu kalo syairnya itu ngawur. Kalopun tidak bisa mending grup Debu minta tolong pada pencipta lagu lain yang lebih mahir.

Daripada grup Debu diterima di Indonesia hanya karena sekedar dianggap unik, alangkah lebih baik kalo mulai sekarang mereka segera merubah strategi dalam menciptakan lirik, kalo perlu pakai jasa orang lain yang lebih lihai menerjemahkan maksud lirik mereka dalam sebuah lagu, agar lagu2 Debu bisa dinikmati, tanpa bikin orang pusing mendengarnya.

Saya memang tidak paham (bukan berarti bodoh) dan tidak tertarik dg syair-syair lagu grup Debu, karena disadari atau tidak memang sulit dicerna orang awam, kecuali sedikit (termasuk anda mungkin), Tetapi perlu disadari memang syair mereka tidak umum, menurut saya kalo mau menyampaikan Syiar, sampaikanlah dengan bahasa (cara) yang umum agar lebih mengena ke orang awam, seperti yang dulu dilakukan para wali di tanah Jawa, mereka menyampaikan Syiar lewat wayang, dg bahasa yg umum dipakai masyarakat, bukan dengan cara-cara yang sulit dimengerti bahasanya seperti grup Debu, gimana orang mau paham?
image

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: