Al-Fatihah Sebagai Obat Bagi Hati dan Tubuh


al-fatihah1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 4. Yang menguasai di hari Pembalasan. 5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan6. Tunjukilah kami jalan yang lurus, 7. (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Qs. Al-Fatihah: 1-7

Allah swt menyebutkan bahwa zikir adalah obat bagi hati dan al-quran adalah sebaik-baik zikir dan obat bagi hati sebagaimana firman Allah: “Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada !mlorang-orang yang zalim selain kerugian.”

Ibnu Qayyim menjelaskan dalam kitabnya Zaadul Ma’ad bahwa penyakit itu ada dua macam, yaitu:

1. Penyakit pada hati
yaitu berupa penyakit subhat dan syahwat.

Tentang penyakit subhat Allah swt berfirman: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.”

Dan tentang penyakit syahwat Allah swt berfirman: “Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,”

2. Penyakit pada badan

AL-FATIHAH SEBAGAI PENYEMBUH HATI

Ibnu Qayyim yang dikenal sebagai dokter hati telah menjelaskan masalah ini dengan gamblang dalam kitabnya Madarij as-Salikin, beliau menjelaskan bahwa dalam al-fatihah memang terdapat obat untuk hati, karena dalam surat ini terdapat dua penyakit yaitu rusaknya ilmu dan niat dan di dalamnya juga terdapat dua racun yaitu kesesatan dan marah dan jalan untuk mengobati ini semua adalah siratal mustaqim dan ia menejelaskan bahwa obatnya adalah iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in karena dalam ayat ini terdapat rasa tawakal, isti’anah, iftiqar dan tafwidh.

Dan Ibnu Taimiyah juga pernah menjelaskan bahwa ayat Iyyaka na’budu sebagai obat dari riya’ dan wa iyyaka nasta’in sebagai obat dari kesombongan.

AL-FATIHAH SEBAGAI PENYEMBUH BADAN

Ada sebagian kalangan yang berfahaman laduni dan sedikit sekali mempelajari kitab salaf menolak untuk berobat dengan al-quran dan sunnah, karena hal ini termasuk dalam khurafat dan amalan dukun dan mereka menganggap bahwa penyakit itu hanya bisa diobati dengan obat kedoteran saja.

Ibnu Qayyim dalam kitab Madarij salikin 1/55 memberikan argument bahwa al-fatihah dapat dijadikan obat untuk badan, salah satunya ia menyebutkan satu hadits dari Said al-khudri bahwa ada sebagian sahabat nabi yang pergi ke daerah badui, mereka tidak mau memberi makan kepada para sahabat, sampai suatu ketika ketua mereka mengalami sakit yang belum ditemukan obatnya, dan salah seorang sahabat mencoba untuk mengobati ketua tersebut dengan membacakan al-fatihah kepada ketua badui itu dan akhirnya disembuhkan oleh Allah.

Dan dihalaman yang lain dari kitab Madarij tepatnya 1/ 57-58 beliau telah mencoba sendiri kemanjuran al-fatihah, ketika berhaji beliau mengambil air zam-zam lalu dibacakan padanya al-fatihah lalu beliau minum dan beliau merasakan rasa segar dan enak yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: