Umrah 2015, Pengalaman di Masjid Nabawi


image

Umrah Februari bareng BMW Tours

Alhamdulillah wasyukurillah. Salah satu bucket list yang awalnya hanya sebuah impian telah diwujudkan oleh Allah swt. Bersyukur sekali ibadah umroh pertama ini saya nikmati bersama tour travel profesional dengan peserta yang tidak kurang dari 16 orang. Umroh pertama ini sangat berkesan dan dalam.

Kami mengambil paket sembilan hari dengan rute Jakarta-Madinnah-Mekkah-Jeddah-Jakarta. Sedangkan, tour travel lainnya memiliki rute yang sama, hanya mungkin dibolak balik saja. Akomodasi dan trasnportasi disesuaikan dengan harga yang diberikan dan dijanjikan oleh tour seperti jarak antara hotel dengan mesjid atau kualitas makanan yang diberikan.

Beberapa travel lain ada juga yang menawarkan tambahan paket berkunjung ke Mesir, Turki, atau negara tetangga lainnya. Namun kali ini saya hanya mengambil program umrah yang reguler, banyakin doa aja biar nanti bisa umrah lagi plus ke Turki, Mesir atau Aljazair. Amiin.

Tidak ada bayangan sama sekali bagaimana kompleks Mesjid Nabawi pada awalnya. Yang ternyata sangatlah luas. Menurut wikipedia saat ini sudah bisa menampung 535.000 jemaah. Konstruksi bangunannya sangat lekat dengan arsitektur arab. Di dalamnya terdapat lampu gantung kristal dan dihiasi oleh kaligrafi asma Allah maupun ayat quran. Karpetnya berwarna merah dan sangat empuk. Di semua pelataran disediakan air minum gratis ( zam zam) yang disimpan dalam dirigen dengan pilihan dingin dan tidak dingin. Kemudian sirkulasi ac secara sentral yang didistribusikan sangat apik. Untuk memperluas pelataran Masjid Nabawi, maka dibangunlah payung payung di pelataran luar yang membuka dan menutup sesuai dengan yang dijadwalkan. Tidak hanya payung, bahkan beberapa kubah di dalam masjid bisa dibuka tutup untuk melancarkan sirkulasi udara. Maka dengan luasnya mesjid ini pasti kebayang begitu pegelnya kaki kalau kalau sampai disorientasi atau salah arah. Karena bisa jadi kita lupa masuk dan keluar dari pintu yang mana ya?

Kegiatan di Masjid Nabawi tidal jauh dari shalat, zikir, membaca Alquran, dan berdoa. Setiap menjelang pagi, kira kira pukul tiga pagi kami sudah pergi ke masjid untuk mengambil posisi di pelataran belakang mimbar tempat dulu Nabi Muhammad SAW berkhutbah yang lebih dikenal dengan nama Ar-Raudhah. Apabila sudah penuh, area itu ditutup dengan tirai sehingga tidak ada lagi jamaah yang bisa masuk. Salah satu tips ke Raudhoh yang diberikan oleh pembimbing kami, adalah dengan menunggu dari pagi pagi di pelataran tersebut. Maka setelah shalat subuh usai dijalankan, kami harus langsung bergegas ke depan melewati puluhan jamaat hingga sampai ke Raudloh. Dzikir dan doanya nanti begitu sampai disana.

Raudlhoh artinya taman surga, lokasinya berada di antara mimbar dengan rumah Nabi Muhammad SAW (yang ditunjukkan dengan kubah berwarna hijau). Kalau kamu sudah sampai raudloh, karpetnya lebih empuk dan berwarna hijau. Jika kamu berdoa disini Insya Allah mustajab dan akan dikabulkan oleh Allah swt. Perlu diingat, untuk tips di atas jika kamu mau melakukan maka hanya bisa doa dan dzikir saja, Karena tidak ada shalat yang berlaku setelah waktu subuh hingga matahari terbit atau disebut shalat syuruq.

Selama di Raudhah, saya perbanyak membaca zikir dari buku kumpulan doa dan zikir yang diberikan travel umrah sebelum perjalanan ke tanah suci. Selain zikir dan membaca Alquran, waktu yang mahal itu juga saya gunakan untuk mendoakan orang orang yang sudah menitip doa ke saya. Khususnya doa untuk kedua orang tua dan sanak saudara yang sedang sakit agar lekas disembuhkan.

Masuk waktu syuruq, saya mulai shalat syuruq dan dilanjutkan dengan shalat dhuha. Setelah itu saya keluar dari Raudhah dan berkunjung di makam Nabi Muhammad saw yang berdampingan dengan makam dua sahabat beliau Abu Bakar dan Umar bin Khathab. Setelah itu saya masul lagi ke dalam barisan kumpulan orang orang yang ingin memasuki raudhah. Subhanallah, banyak sekali orang berebutan untuk bisa memasuki Raudhah. Saya senang sekali, dihari pertama di Masjid Nabawi, bisa berdoa di Raudhah sampai 5 kali dengan perjuangan berhimpit himpitan dengan banyak orang.

Hari kedua di Madinah, kami diajak travel untuk berkeliling kota Madinah, banyak tempat kami kunjungi, seperti gunung Uhud, Jabal Rahmah, Masjid Kuba dan Kebun Kurma. Allah swt memberikan keutamaan bagi orang yang shalat di Masjid Kuba, pahalanya sebanding dengan pahala umrah satu kali.

Nah, setelah hari itu selesai jalan jalan keliling Madinah, ada satu tim travel yang baru menyadari kalo spanduk umrah tertinggal di kebun Kurma, karena spanduk ini penting banget buat foto foto, saya dan seorang teman di Madinah bernama Muhammad diberi tugas untuk mengambik spanduk yang tertinggal itu. Alhamdulillah, kebun Kurma itu dekat dengan Masjid Kuba dan satu arah, ajj mumpung, saya minta singgah shalat dulu di Masjid Kuba, dan alhamdulillah, hari itu saya dapat 1 lagi pahala umrah.

Hari ketiganya, kami siap-siap ke Makkah dan mengambil miqat dari ji’ranah.

image

Pelataran Masjid Nabawi


image

j

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: