Seorang Ibu Menghafal Al-Qur`an di Usia 70 Tahun


Huk…huk…huk…saya menitihkan air mata ketika membaca artikel Abi Syakir ini, tentang perjuangan seorang ibu yang di usia senjanya ingin menghafal Al-Quran.

Ada satu hal menarik yang saya dapatkan dari artikel di atas, keinginan bunda (saya panggil saja begitu) untuk menghafal Al-Quran sudah dimulai sejak kecil dan itu juga berkat doa dari kedua orang tua dan karena dia ingin mencontoh kakak kakaknya yang juga menghafal Al-Quran.

Keinginan untuk menghafal Al-Quran itu hendaknya ditanamkan sejak dini, ajak anak kita untuk melihat tayangan tentang anak kecil yang hafal Al-Quran atau berkunjung ke pesantren penghafal Al-Quran agar tumbuh dalam dirinya keinginan menghafal Al-Quran. Cita cita yang tumbuh dimasa kecil seperti mengukir di atas batu, tidak akan hilang sampaipun sudah tua.

Orang tua hendaknya selalu mendoakan kebaikan untuk si anak, di antaranya doa agar anaknya menjadi penghafal Al-Quran dan doa itu sering kita lantunkan bahkan ketika anak berada disamping kita, kekuatan emosional waktu itu sangat tinggi.

Atau mintakan doa kepada orang shalih yang masih hidup, para penghafal Al-Quran agar anak kita juga kelak menjadi penghafal Al-Quran seperti mereka.

Dorongan dari keluarga, atau saling berlomba lomba dalam keluarga juga baik untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menghafal.

Saya pun memaksa diri saya untuk selesai menghafal Al-Quran setelah tamat SMA karena dua adik saya sudah purn hafalan mereka ketika masuk SMP dan SMA di pesantren.

Dorongan saya waktu itu adalah ingin menjadi anak berbakti di akhirat yang bisa memakaikan mahkota dan jubah emas kepada orang tua. Itu pahalanya oranf yang menghafal Al-Quran di akhirat nanti.

Selanjutnya, silahkan menyimak tulisan tentang Bunda.

POJOK LANGIT BIRU

Mungkinkah kita akan menghafal di usia dewasa? Mungkinkah? Bisakah? Ahh…rasanya mustahil. Tapi seorang ibu mampu melakukan itu, di usia 70 tahun. Subhanallah.

***

UMMU Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.

Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih yang dimuat Majalah Ad-Dakwah di Malaysia.

==> Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini?

Sebenarnya, cita-cita saya untuk menghafal Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil. Kala itu ayah selalu mendoakanku agar menjadj hafizhah Al-Qur’an seperti beliau dan juga seperti kakak laki-lakiku. Dari hal itulah, aku mampu menghafal beberapa surat —kira-kira 3 juz.

Ketika usiaku menginjak 13 tahun, aku menikah. Tentu setelah itu aku tersibukkan dengan urusan rumah dan anak-anakku. Ketika aku dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, suamiku wafat. Karena ketujuh buah hatiku masih kecil-kecil, maka…

View original post 1,100 more words

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: