Balasan Sesuai Dengan Perbuatan


Pepatah Arab menyebutkan “kama tadiinu tudaanu” yang artinya sebagaimana kamu perbuat seperti itulah yang akan kamu dapatkan. Orang yang berbuat baik maka akan mendapatkan balasan kebaikan, dan orang yang berbuat keburukan akan dibalas dengan keburukan pula. Sebagaimana firman Allah swt “Jika kamu berbuat baik maka kebaikan itu akan kembali kepadamu dan jika kamu berbuat jelek maka kejelekan itu akan kembali kepadamu juga” (Qs. Al-Isra’17: 7).

Contohnya adalah seperti yang dikisahkan oleh Al-ashmu’i  dalam kitab Mahasin wal Masawi’ karangan Ibrahim Al-Baihaqi berikut:

“Ada seorang Arab bercerita kepadaku, “Suatu kali saya keluar dari kampungku untuk mencari orang yang paling durhaka kepada orangtuanya dan orang yang paling berbakti kepada orangtuanya. Maka saya berkeliling dari kampung ke kampung.

Hingga saya mendapatkan seorang yang sudah tua, di lehernya ada kalung tali yang digantungi ember besar berisi air yang apabila diusung onta pun terasa berat. Dan itu terjadi saat siang hari yang sangat panas. Di belakang orang tua itu ada seorang pemuda yang tangannya menggenggam tali melingkar yang terbuat dari kulit. Itu dia gunakan untuk mencambuk orang tua itu. Punggung orang tua itu babak belur karena cambukan itu. Akupun berkata, “Tidakkah kamu takut kepada Allah dalam memperlakukan orang tua yang lemah ini? Tidakkah cukup bagimu membebaninya dengan tali di lehernya, mengapa kamu masih pula mencambuknya? Dia berkata, “(biarkan saja), meskipun ini ayahku sendiri.” Aku berkata, “Allah tidak akan membalasmu dengan kebaikan!” Dia berkata, “Diam! Beginilah dia dahulu juga telah memperlakukan ayahnya, dan beginilah pula ayahnya dahulu memperlakukan kakeknya.” Saya berkata, “Inilah orang yang paling durhaka.”

Kemudian aku berkeliling lagi, hingga bertemu dengan seorang pemuda yang mengalungkan keranjang di lehernya. Di dalam keranjang itu ada orang yang sudah tua, keadaannya lemah seperti bayi. Pemuda itu menggendongnya dengan kedua tangannya setiap saat, dia juga mencebokinya seperti seseorang menceboki anaknya. Lalu saya bertanya, “Ada apa ini?” Pemuda itu menjawab, “Ini adalah ayahku, beliau telah pikun, dan saya yang merawatnya.” Maka saya katakan, “inilah orang yang paling berbakti.” Akupun kembali dan telah bertemu dengan orang yang paling durhaka dan orang yang paling berbakti.”

Dalam hal ini Ibnul Qoyyim rahimahullah pernah berkata :
وَمَنْ عَامَلَ خَلْقَهُ بِصِفَةٍ عَامَلَهُ اللهُ تَعَالَى بِتِلْكَ الصَّفَةِ بِعَيْنِهَا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
“Barang siapa yang menyikapi makhluk Allah (orang lain) dengan suatu sikap/sifat maka Allah akan menyikapinya dengan sikap tersebut pula di dunia dan di akhirat” (Al-Waabil As-Shoyyib hal 49)
[ ]

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: