Program Tahfidh Al-Quran For Young Leaders Pesantren Bina Qolbu Cilember


Tahun ini Pusat Dakwah Al-Quran Bina Qolbu (PDA-BQ) membuka program tahfidh baru untuk tamatan SMA/sederajat, Mahasiswa atau Sarjana yang ingin menghafal Al-Quran, memperbaiki bacaan sesuai dengan yang dibaca oleh Rasulullah saw (bersanad) dan berkarir karena selain menghafal peserta didik juga akan dibekali bimbingan kerja (job coaching) dan kemampuan berwirausaha (entrepreneur skill).

 

Program unggulan yang ditawarkan pesantren Bina Qolbu adalah menghafal Al-Quran dengan rentang waktu yang cepat dan disesuaikan dengan keinginan calon peserta, peserta bisa memiliih sendiri paket program yang mau diikuti. Ada 4 paket program yang ditawarkan yaitu

  • Paket 1 tahun dengan target hafalan 30 juz (bea siswa 100%)
  • Paket 6 bulan dengan target hafalan 10-15 juz (beasiswa 75%)
  • Paket 3 bulan dengan target hafalan 3-5 juz (beasiswa 30%)
  • Paket 2 bulan dengan target hafalan 1-2 juz (beasiswa 10%)

Program lainnya adalah bimbingan karir, manajemen, kepemimpinan dan entrepreneur sehingga selain hafal Al-Quran peserta juga mendapat bekal untuk berwirausaha atau berdikari di dunia luar tanpa meniggalkan karakter dan mindset Al-Quran Karen disini juga ada materi tentang Quranic Character Building (pembangunan karakter Al-Quran) dan Quranic Knowledge and Mindset (Pengetahuan dan Cara pangdang Al-Quran).

 

Metode menghafal yang digunakan di Pesantren Bina Qolbu adalah dengan Metode Talaqqi Al-Quran. Apakah itu Metode Talaqqi Al-Quran? Mari kita kaji bersama di pembahasan berikut ini.

 

Metode Talaqqi adalah cara Rasulullah Muhammad shallallahu `alahi wa sallam dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada para sahabat beliau, dan kemudian cara ini diteruskan turun-temurun oleh para ahli qiraat Al-Qur’an, hingga kini dan sampai Hari Kiamat. Inilah cara paling orisinil yang berasal dari Rasulullah shallallahu `alahi wa sallam, sekaligus menjadi bukti bahwa Al-Qur’an benar-benar terjaga keasliannya dan berasal dari Allah swt.

 

Metode ini sangat sederhana, praktis dan dapat diterapkan kepada berbagai kelompok sasaran dan berorientasi pada praktek lewat meniru, dan metode ini dapat dikembangkan secara berjenjang sesuai kemampuan peserta didik.

 

Ada 4 kelebihan yang dapat peserta rasakan dengan menggunakan metode ini yaitu peserta dapat (1) mudah membaca Al-Quran, (2) dengan benar dan tartil, tanpa kerumitan memahami hukum-hukum tajwid, (3) sekaligus hafal, dan (4) sekaligus mentadabburi/menghayati.

 

 

Lalu apakah yang dimaksud dengan Qiraat (Imam) `Ashim bi-Riwayat Hafsh min-Thariq asy-Syathibiyyah?

 

Qira’at Imam Ashim dinisbatkan kepada Abu Bakar ‘Ashim bin Bahdalah Al-Asadi Al-Kufi yang meriwayatkan qira’atnya dari beberapa orang generasi tabi’in. Adapun Hafs, dinisbatkan kepada Hafsh bin Sulaiman bin Al-Mughirah Al-Bazzaz Al-Asadi Al-Kufi, beliau adalah anak tiri dari Imam Ashim. Dianggap sebagai orang yang paling menguasai riwayat qira’at Imam Ashim. Selain Imam Hafsh, periwayat qira’at Imam Ashim yang terkenal dan bacaannya sampai ke generasi sekarang adalah Imam Syu’bah yang dinisbatkan kepada Abu Bakar Syu’bah bin Ayyash bin Salim Al-Asadi Al-Kufi.

 

Dan thariq (jalur) Syatibiyyah, dinisbatkan kepada Imam Abul Qasim bin Firruh bin Khalaf bin Ahmad Asy-Syatibi Ar-Rua’ini, dengan kitabnya yang terkenal “Hizrul Amani wa Wajhut Tahani” yang lazim dikenal dengan “Nazham Syatibiyyah”.

 

Inilah salah satu standar bacaan Al-Quran yang sah, yang saat ini digunakan oleh kira-kira 95% populasi muslim dunia, termasuk di Indonesia, Malaysia, Saudi Arabia, dll. Membaca Al-Quran adalah bentuk ibadah ritual (mahdhah), dimana tata caranya harus bersandar pada petunjuk Allah SwT dan Rasul-Nya. Qiraat (Imam) `Ashim merupakan qiraat Al-Qur’an yang mutawatir (terbukti otentik bersumber dari Nabi saw) yang perlu dipahami kaum muslim, bila ingin membaca Al-Quran dengan benar.

 

Dan pengajar dari qira’at Imam Ashim di Pesantren Bina Qolbu adalah Ustadz Muhammad Furqan AlFaruqiy, beliau mengambil bacaan Al-Quran secara talaqqi dari Ustadz Al-Hajj Muhamamd Yahya Rum (Medan), yang mana beliau mengambil bacaan Al-Quran Qira’at Imam Ashim yang diriwayatkan Imam Hafsh dan mendapat ijazah dari Syaikh Qurra’ Al-Hafidh Al-Qari Al-Hajj Azra’I Abdurrauf Al-Mandili. Syaikh Azra’I belajar dan bermukim di Makkah selama kurang lebih 15 tahun kemudian kembali ke Medan, mendapatkan ijazah qira’at dari Syaikh Ahmad Hijazi, seorang Syaikhul Qurra’ wal Fuqaha di Makkah pada zamannya, dimana bacaan beliau bersambung secara shahih hingga Rasulullah saw.

 

Apakah Metode Talaqqi hanya dapat diikuti oleh mereka yang mahir membaca Al-Qur’an?

Tidak. Bahkan, mereka yang tidak dapat membaca sekalipun dapat mengikuti metode ini. Seperti halnya para sahabat Nabi shallallahu `alahi wa sallam, yang mana sebagian besar mereka adalah ummiy (tak mengenal baca-tulis), namun mereka dapat menerima Al-Qur’an, karena kemudahan metode tersebut bagi mereka.

 

Silahkan, bagi anda yang ingin bergabung bersama menjadi Ahullah (keluarga Allah swt) yaitu para penghafal Al-Quran, silahkan bergabung bersama kami.

Untuk informasi dan pendaftaran silahkan menghubungi Ust Azhar Faruq di nomer berikut: 0813 1709 4521 atau di web kami di www.pda-bq.com Terima kasih.

This slideshow requires JavaScript.

.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: