Dr. Ali Syariati dalam bukunya yang berjudul ‘At-Tasayu’ Al-Alawi wat Tasayu’ As-Shafawi’ menyebutkan beberapa kerusakan daulah shafawi dan kebobrokan pondasi-pondasi keyakinan mereka. Atas aksi beliau inilah akhirnya beliau dijauhi dan dianggap sebagai pelaku bid’ah dan khurafat dan menyelisihi syiah yang murni.

Berikut ini beberapa poin yang beliau sebutkan:

  1. Syiah tidak pernah konsisten menggambarkan imam mereka, kadang mereka gambarkan sang imam layaknya tuhan yang bisa mencipta, memberi rizqi dan mengatur alam, tapi kadang mereka juga menggambarkan imam sebagai orang yang disakiti dan direndahkan oleh para khulafa’ dan para hakim.
  2. Merubah Syiah Ali yang murni tauhid kepada syiah yang penuh dengan kesyirikan dan khurafat seperti menyembah kubur, menuhankan imam dan meyakini tahrif (perubahan) Al-Quran.
  3. Tidak pernah sepakat dengan orang Islam bahkan membuat jurang perbedaan yang semakin jauh.
  4. Daulah Shafawi bersekutu dengan Nasrani dan Uni Eropa melawan Daulah Utsmaniyah yang menjadi benteng pertahanan umat Islam melawan hegemoni Eropa.
  5. Shafawi meng-import beberapa keyakinan dan adat-adat Nasrani khususnya di hari-hari besar seperti hari Asyura.
  6. Daulaj Shafawi didirikan berlandaskan mazhab Syiah dan nasionalisme Persia, sehingga banyak orang Islam di Iran yang mengungsi dan terusir dari negaranya.
  7. Ulama Syiah Shafawi menjadikan agama sebagai sumber rizqi mereka dan memakan harta dengan cara yang batil, mengagungkan diri mereka di atas nama agama dan melarang manusia untuk mengoreksi pandangan atau mengkritik pemikiran mereka.
  8. Menghalalkan yang mestinya haram dan memubahkan yang mestinya hara seperti riba atau aktifitas lainnya yang tidak sesuai syariat, mereka juga bermain-main dengan wakti khususnya ketika hari perayaan seperti hari Nuruz dan hari Asyura.

Dirangkum dari buku Dr. Ali Syariati.