Demam Sepak Bola


football-ant-01Saya punya teman laki-laki, rajin mengaji bahkan hafal Al-Quran, biasa mendengar wejangan dari para ustadz. Tapi melalui obrolan singkat dia pernah berujar kalau dia sangat sulit membiasakan diri shalat malam. Dia cemas bila memikirkan hadits Nabi saw yang menyindir seorang pria yang bangun malam tapi tak sempat shalat sekedar shalat dua rakaat dan witir saja, “Jangan seperti fulan, dulu dia suka shalat malam, dan sekarang sudah tidak lagi”. (HR. Bukhari, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

Nah, yang jadi persoalan, dia bukan orang yang susah untuk bangun malam bila untuk tujuan menonton pertandingan sepak bola, biarpun itu di penghujung dini hari sekalipun, ia tak pernah merasa kesulitan. Tak perlu jam beker, tak perlu alarm untuk sekedar membuatnya terbangun, cukup niat di hati, jam berapapun dia tidur, dia akan bangun tak lama sebelum pertandingan berlangsung.

Gak susah memang mencari orang seperti teman saya ini. Bola sudah menjadi demam dunia. Demam global, seglobal bentuk bola itu sendiri. Dia hanya satu dari sekian nama yang menggemari sepak bola lebih dari makanan yang lezat ataupun pesta yang heboh dan meriah.

Saya sendiri kadang merasa aneh, ketika sebagian anak TPA begitu kesulitan menghafal nama-nama para Nabi yang terkenal, nama Sahabat atau ulama. Tapi, sungguh ajaib, mereka begitu mudah menghafal nama-nama para pemain klub sepak bola nasional, pemain manca negara, berikut ciri khas, gaya bermain, asal negara hingga gaji dan nama pacar mereka!.

Sepertinya sepak bola telah membius banyak orang. Orang dulu tidak akan bisa membayangkan jika ada perhelatan yang mampu menyita perhatian ratusan juta orang di dunia, menghamburkan uang milyaran bahkan triliunan dalam waktu beberapa minggu saja, memaksa orang rela terkantuk-kantuk menunggu jalannya siaran pertandingan, seperti piala dunia yang akan digelar tahun ini. Bukan saja tak terbayangkan sebelumnya, tapi juga tidak akan tercerna oleh logikan mereka. Siapa yang pernah mengira, bahwa pekerjaan menendang bola yang diawali dari kerjaan iseng menendang kaleng bekas di jalanan, berubah bisa menghasilkan milyaran rupiah perbulan seperti pemain kelas dunia Christiano Ronaldo, Lionel Messi atau Wayne Rooney?

Berkaitan dengan permainan bola dan jenis olah raga lainnya, saya ingin melampirkan satu fatwa dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, seorang ulama besar Kerajaan Saudi, beliau menegaskan:

“Berlatih olah raga hukumnya mubah, selama tidak menyebabkan seseorang lalai menjalankann kewajibannya. Apabila karena berolah raga seseorang melalaikan kewajibannya, maka olah raga itu menjadi haram. Apabila ada seseorang yang memiliki kebiasaan berolah raga tanpa mengenal waktu sama halnya dengan membuang-buang waktu secara sia-sia. Dalam kondisi demikian, olah raga tersebut minimal dihukumi makruh. Namun, apabila saat berolah raga seseorang mengenakan celana pendek sehingga terlihat aurat dan sebagian aurat lainnya, hukumnya tentu saja haram. Kaum muslimin juga tidak boleh menyaksikan para pemain sepak bola yang terlihat sebagian auratnya”.[1]

Islam menganjurkan umatnya untuk menjadi kuat. Untuk kuat, kita perlu ada pasokan gizi yang seimbang, olah raga yang cukup, dan istirahat yang berkualitas. Bermain bola, tak pelak lagi, termasuk olah raga yang bagus jika diniatkan untuk i’dad sebagaimana firman Allah: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya”. (QS. Al-Anfal: 60)

Dari fatwa Syaikh Utsaimin di atas, setidaknya kita menemukan tiga hal yang hendaknya kita perhatikan dalam berolah raga, termasuk di dalamnya olah raga bermain bola.

[1] Tidak berlebih-lebihan sampai melalaikan kewajiban

Terlalu mudah untuk dapat mendeteksi betapa sangat berlebihan para penggemar bola dengan olah raga kegemaran mereka ini. Bukan hanya berlebihan dalam soal waktu, tapi juga soal uang yang tidak sedikit, tugas bahkan waktu beribadah yang begitu berharga bagi seorang muslim. Waktu berharga adalah aset yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt kelak. Simak Hadits Nabi saw yang diriwayatkan Ath-Thabrani berikut:

“Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeming di Hari Kiamat nanti, sebelum ia diminta pertanggung jawaban atas empat hal: Atas masa mudanya, untuk apa saja dihabiskan; atas usianya, untuk apa saja digunakan, atas harta bendanya, dari mana saja dixari dan kemana saja dibelanjakan, lalu atas ilmunya, untuk apa saja diamalkan”. (HR. Ath-Thabrani)

[2] Menutup Aurat

Sepak bola adalah jenis olah raga di tempat terbuka, karena di tempat terbuka, ia berpotensi ditonton orang banyak dan seorang muslim harus tetap menutup aurat dengan sempurna ketika berada di luar rumah.

Inilah yang jadi persoalan, konstum bola yang umu digunakan masyarakat, seperti yang kita tahu bersama, tak lebih dari selembar kaos ketat yang membungkus tubuh bagian atas, dan sehelai celana pendek yang membiarkan sebagian besar pahanya terbuka bebas. Itulah pesepak bola yang kita tonton permainannya di mana-mana.

[3] Tidak melihat aurat orang lain

Jika sesuatu sudah jadi hobi bahkan sampai fanatik, terkadang bisa mengalahkan segala-galanya. Hobi dan fanatik itu kadang meruntuhkan idealisme yang sudah susah-susah dibangun, termasuk komitmen terhadap syariat seorang muslim. Mereka yang setiap harinya gigih membelah syariat menutup aurat bagi muslim dan muslimah, kadang tanpa sadar rela menyaksikan tayangan pertandingan sepak bola yang pemain prianya jelas-jelas mengumbar sebagian aurat mereka.

Itulah realitas yang dengan mudah kita dapatkan dalam keseharian kita, khususnya di hari-hari menjelang pesta piala dunia di Brazil yang tinggal menghitung hari. Semoga bermanfaat agar kita lebih bijak menanggapinya. []


[1] Al-Asilah Al-Muhmalah, Cetakan Daar Ibnul Qayyim, Dammam, hal.27

2 Responses

  1. ia bos memang kalau udh suka sama bola bisa di dibilang kelakuaknya di anggap g wajar, padahal menurut mereka wajar sih….saya juga kalu tim jagoan saya maen mau jam berapapun pasti bangun terus nonton…

    • He..he..asal jangan sampai ketinggalan shalatnya, dan jangan berlebihan karena semua amal dan gerak-gerik kita akan dicatat oleh malaikat yang ada di samping kanan dan kiri kita.

      Tubuh kita yaitu tangan, kaki dan kulit kita nanti juga akan jadi saksi atas apa yang kita perbuat. Silahkan lihat surat yasin di ayat-ayat terakhir surat ini. Apakah anda ingin ketika mati nanti dalam keadaan nonton bola?

      Apa yang selalu kita perbuat itulah yang nanti akan jadi akhir kehidupan kita. Jika seseorang rajin shalat dan memperbanyatk sujud maka kalau dia mati ada kemungkinan besar untuk mati dalam keadaan shalat atau bersujud.

      Sebaliknya jika kebanyakan waktu seseorang dihabiskan untuk nonton bola maka bisa jadi dia akan mati dalam keadaan nonton bola.

      Kita berdoa semoga Allah mewafatkan kita dalam keadaan yang terbaik dan diridhai oleh Allah seperti dalam keadaan shalat, sujud atau berdzikir. Dan dipanggil oleh malaikat dengan panggilan yang menyejukkan “wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke haribaan Tuhanmu dalam keadaan diridhai”.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: