Abdullah Darraz, Penggagas Tafsir Maudhu’i


Muhammad Abdullah Darraz, lahir di sebuah desa kecil di Mahallah Diyay pada tahun 1894 M. Memulai pendidikan dasarnya di Ma’had Iskandariyah pada tahun 1905 M. Tujuh tahun setelahnya, ia mendapatkan ijazah SMA dari Al-Azhar pada tahun 1912 M, kemudian gelar sarjana dari Madrasah Nidhamiyah pada tahun 1916 M.

Saat sekolah itulah dia mulai bersungguh-sungguh mempelajari bahasa Perancis, bukan karena cinta dengan bahasa ini, tapi karena ingin menguasai bahasa penjajah yang telah menimbulkan kekacauan politik dan sosial di negerinya.

Tahun 1936 M, Abdullah Darraz dapat kesempatan melanjutkan studi pasca sarjana dan doctoral di Paris. Di Perancis dia menulis dua disertasi sekaligus yaitu “Al-Madkhal ila Quranil Karim” dan “Dustur Akhlaq Fil Quran” dan berhasil mendapatkan gelar doctor dari universitas Sorbone dengan predikat tsumma cumlaude pada tahun 1947 M.

Semasa hidupnya, Abdullah Darraz dikenal sebagai ulama yang selalu bergelut dengan Al-Quran, menurut orang-orang disekitarnya, bibir Abdullah Darraz tak pernah kering dari lafal Al-Quran, sehari ia mampu mengkhatamkan 6 juz Al-Quran tanpa membaca mushaf. Dengan kondisi ini, maka tidak heran jika beliau mampu melahirkan pemahaman baru dan otentik terhadap Al-Quran.
Abdullah Darraz mampu menggabungkan antara riwayat yang benar (naql as-shahih) dan penalaran yang tepat (aql as-sharih) dalam memahami ayat-ayat Al-Quran. Ia juga berhasil menggali Al-Quran dari sumber klasik, namun tidak melupakan konteks dimana dia hidup. Di sinilah peran penting Abdullah Darraz yang mampu menggabungkan antara otensitas ajaran Islam dan kondisi sosial yang terus berkembang.

Metode Tafsir Maudhu’I (tafsir tematik) yang saat ini banyak diminati para pengkaji Al-Quran adalah salah satu terobosan yang digagas oleh Abdullah Darraz. Dengan metode ini Abdullah Darraz menegaskan bahwa Al-Quran ibarat rangkaian berlian yang saling bertautan tanpa ada cacat. Dan menegaskan pula bahwa Al-Quran adalah kitab yang selalu relevan, membumi dan mampu menyelesaikan setiap persoalan yang dialami oleh manusia.

Januari 1958, Abdullah Darraz wafat ketika menghadiri Muktamar Islam Internasional di kota Lahore, Pakistan. Dalam muktamar tersebut ia memberikan prasaran dan kajian tentang ”Posisi Islam di antara agama-agama modern di dunia, serta hubungan antar agama-agama tersebut”.

 

Ia dikenal bukan hanya sebagai seorang cendekiawan yang brilian, namun juga dikenal sebagai seorang filosof, alim ulama, dan pejuang yang ahli dalam bidang al-Quran, ilmu tafsir, filsafat, etika, dan pendidikan.

 

Karya-karyanya banyak tersebar, baik itu dengan menggunakan bahasa Arab maupun Perancis. Hal ini memungkinkan karena sejak muda ia telah belajar bahasa Perancis, dan masa studinya ia lanjutkan di negara Perancis. Di antara karyanya adalah : al-Ta’rîf bi al-Qurân, sebuah karya disertasi pertama dalam bidang ‘ulûm al-Quran yang khusus ia tulis dalam bahasa Perancis, dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab; al-Akhlâq fi al-Qurân, karya ini pada mulanya merupakan disertasi (yang kedua) yang ia ajukan untuk mendapatkan gelar Doktor pada Universitas Sorbone, Perancis, dengan judul Dustûr al-Akhlâq fi al-Qurân; lalu al-Dîn Buhûts Mumahhadah li Dirâsah Târîkh al-Adyân (Agama; Sebuah Pengantar menuju Kajian Sejarah Agama-agama), adalah sebuah karya yang mengkaji agama-agama di dunia dari sudut historis. Lalu karya lain yang cukup monumental adalah al-Nabâ al-‘Azhîm; Dirâsât fi al-Qurân (Berita yang Agung; Kajian-kajian atas al-Quran). Dalam karya ini ia membahas al-Quran dengan pendekatan dan teori-teori yang relatif baru.

Karya lain yang ia tulis adalah Ashl al-Islâm (Akar Islam), al-Riba fi nazhr al-Qânûn al-Islâmî, Mabâdî al-Qânûn al-Duwalî al-’Âm fi al-Islâm, Ra’y al-Islâm fi al-Qitâl, al-’Ibâdât: al-Shalât-al-Zakât-al-Shaum-Al-Hajj, Bayn al-Mitsâliyyah wa al-Wâqi’iyyah merupakan salah satu karyanya dalam bidang filsafat. Dalam karya ini ia ingin membahas dan membedakan antara filsafat idealisme dan realisme; al-Mas’ûliyyah fi al-Islâm, al-Azhar al-Jâmi’ah al-Qadîmah wa al-Hadîtsah, Kalimât fi Mabâdî al-Falsafah wa al-Akhlâq, Majmû’ah Ahâdîts Idzâ’iyyah fi al-Dîn wa al-Akhlâ

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: