Syarat Mufassir: Syarat Ilmiyyah [3]


tafsir3[1] Ilmu Bahasa Arab

Mujahid berkata: “Tidak halal seseorang yuang beriman pada Allah dan hari akhir untuk berbicara tentang Kalam Allah jika tidak mengetahui bahasa arab.”[1]

 

Zarkasyi berkata: “dan ketahuilah bahwa orang yang  tidak mengetahui hakikat bahasa dan ilmunya tidak berhak menafsirkan al-Quran, dan tidak cukup jika hanya belajar sedikit. Terkadang suatu lafaz itu mustarak, ia mengetahui satu makna sedang yang dimaksus makna lain.”[2]

 

Syatibi berkata: “barang siapa yang ingin memahami al-Quran, ia harus faham bahasa arab. Tidak ada jalan lain untuk memahaminya kecuali dengan jalan ini.”[3]

Sedikitnya ada 4 ilmu yang harus dimiliki seorang mufasir

  1. Ilmu Bahasa, untuk mengetahui penjelasan dari suati lafaz
  2. Ilmu Nahwu, untuk mengetahui perubahan dan perubahan I’rab
  3. Ilmu Sharaf, untuk mengetahui mabni dan shighah kalimat
  4. Ilmu Istiqaq, untuk mengetahui pecahan kalimat

 

[2] Ulumul Quran

Disebut juga ilmu Ushul Tafsir, yaitu ilmu yang membahas berkenaan dengan al-Quran seperti Asbabun Nuzul,jam’ul Quran, Makki dan Madani, Nasikh dan Mansukh, Muhkam dan Mutasyabih dll.

Diantara ilmu-ilmu itu adalah

  1. 1.      Asbabun Nuzul

Yaitu ayat yang berbicara atau menjelaskan hukum ayat ketika ia turun, bisa berupa turun ketika zaman Nabi atau pertanyaan, lalu turun ayat atau beberapa ayat untuk menjelaskan atau menjawab berkenaan dengan masalah tersebut[4]

Manfaat mempelajari Asbabun Nuzul: mengetahui hikmah disyariatkannya suatu hukum, adanya takhsis hukum, mengtahui kepada siapa ayat itu turun dan membantu untuk memahami al-Quran.

Perkataan Ulama tentang Asbabun Nuzul

  • Ibnu Daqiq al-‘Id berkata: “penjelasan sebab turunya ayat adalah cara paling kuat untuk memahami makna al-Quran.”[5]
  • Ibnu Taimiyah berkata: “mengetahui sebab turunnya ayat membantu untuk memahami ayat, karena mengetahui ilmu asbab bisa mengetahui ilmu musabab.”[6]
  • Syatibi berkata: “mengetahui sebab turunnya ayat wajib bagi orang yang ingin mengetahui ilmu al-Quran.”[7]
  1. 2.      Qiraah

Yaitu ilmu tentang cara melafalkan al-Quran dan perbedaannya. Ilmu ini diriwayhatkan dengan cara musafahah karena dalam qiraah tidak bisa kecuali dengan sima’ dan musafahah, hak ini dengan dua cara:

  1. Yang tidak ada kaitannya dengan Tafsir, seperti perselisihan qura’ dalam masalah mad, huruf dan harakat, jahr dan ghunnah.
  2. Yang ada kaitannya dengan Tafsir dari berbagai segi seperti perbedaan qura’ dalam huruf dan harakat yang membuat makna fi’ilnya berbeda.
  3. 3.      Nasikh wal Mansukh

Yaitu hukum syar’I yang diangkat dengan dalil yang terakhir[8]

Perkataan ulama tentang Nasikh wal Mansukh

  • Zarkasyi berkata: “tidak boleh seseorang menafsirkan al-Quran kecuali setelah mengatahui nasikh dan mansukhnya.”[9]
  • Fudhail bin Iyadh berkata: “kalian tidak akan mengetahui al-Quran hingga kalian mengeyahui I’rab, muhkam dan mutasyabihnya serta nasikh dan mansukhnya.”[10]
  1. 4.      Mengetahui Makki dan Madani

Pengertian Maki dan Madani ada 3

  • Secara Mukhatab; Makki: khitabnya ditujukan bagi ahli Makkah, dan Madani: khitabnya ditujukan bagi ahli Madinah
  • Secara Tempat; Makki: turun di Makah dan sekitarnya walau setelah hijrah, Madani: turun di Madinah dan sekitarnya.
  • Secara Waktu: Makki: turun sebelum hijrah walau pun tidak turun di Makkkah, Madani: turun setelah hijrah walau pun turun di Makkah.

Pengertian yang benar adalah yang ketiga dengan beberapa sebab

  • Istilah ini mencakup semua ayat al-Quran
  • Istilah ini memecahkan perselisihan dalam pembatasan Makki dan Madani
  • Istilah ini adalah yang paling baik dalam membedakan tempat dan uslub antara Makki dan Madani
  • Istilah ini menjadi pegangan para ulama dulu dan sekarang

Manfaat mengetahui Makki dan Madani

  • Memisahkan anatara Nasikh dan Mansukh
  • Membantu dalam Tafsir al-Quran
  • Mengetahui sirah Nabi dengan mempelajarinya ketika beliau di Madinah dan di Makkah dan dapat diketahui marhalah dakwahnya
  • Mengetahui Marhalah Tasyri’iyyah
  • Memahami secara benar tentang Asbabun Nuzul
  • Sebagai bentuk perhatian pada al-Quran, tidak cukup hanya menghafal nash al-Quran, tetapi juga harus mengetahui tempat turun, yang turun sebelum hijrah dan setelah hijrah, ayat yang turun ketika siang, malam, ketika musim semi atau musim kemarau.
  • Mengetahui uslub al-Quran dalam berdakwah
  • Menambah keyakinan kita bahwa al-Quran sampai pada kita tanpa ada perubahan

 

[3] Ilmu Aqidah

Yaitu ilmu yang membahas tentang apa yang diwajibkan pada Allah dari sifat-sifat kesempurnaan,dan dari hal-hal yang tidak layakdan tidak boleh dalam pekerjaan-Nya, juga ilmu tentang kewajiban seorang nabi dan rasul, yang tidak mungkin dan tidak boleh bagi mereka,serta hakl-hal yang berkenaan dengan imam kepada kitab, malaikat, hari kebangkitan, dan qadha dan qadar.[11]

 

Prof Muhammad Yusuf as-Syaikh menyebutkan ada beberapa kelebihan al-Quran dalam berdalil tentang permasalahan aqidah

  • Memberi perhatian pada mukhatab tentang karunia dan nikmat
  • Menyampaikan dengan ibrah yang jelas, komprehensif lagi menyentuh jiwa dan perhatian
  • Memberikan dalil yang universal, seperti dalam QS Ali Imran: 190[12]

Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa kesalahan seorang mufasir ada dua:

  • Suatu kaum yang meyakini suatu makna lantas membawanya pada lafz al-Quran
  • Suatu kaum yang menafsirkan al-Quran hanya berdasar bahasa saja tyanpa melihat pada mutakalim al-Quran dan tempat turunnya al-Quran

Ibnu Jauzi berkata: “keterkaitan antara ushulud dien dengan al-Quran ada dua hal

  • Dalam al-Quran disebutkan penetapan aqidah serta bantahan pada orang kafir
  • Kelompok-kelompok dalam islam terkait dengan al-Quran dan tiap kelompok berhujjah dengannya, menolak penentangnya dan menyangka bahwa selainnya meneylisihi al-Quran.”[13]

 

[3] Ilmu Sunnah

  • Imam Ahmad berkata: “sesungguhnya Sunnah itu menafsirkan dan menjelaskan al-Quran.”[14]
  • Ibnu Jauzi berkata: “Hadits dibutuhkan seorang Mufasir secara riwayat dan hafalan karena 2 hal
  1. Banyak dari ayat al-Quran yang turun secara khusus dan sebab yang khusus, sehingga dibutuhkan pengetahuan tentang pada siapa ayat itu turun, tentang apa, kapandan nasikh serta mansukhnya
  2. Nabi SAW banyak menyebutkan tafsiran al-Quran dari beliau.”[15]

 

[4] Ilmu Fiqih dan Ushulnya

Ibnu Asur menejelaskan keterkaitan antara Ushul Fiqih dan Tafsir dengan mengatakan: “Ushul fiqih tidak ada pembahasannya dalam tafsir, tetapi mereka menyebutkan hukum-hukum perintah dan larangan dan umum dari ushul fiqih, maka ada sebagian dari ushul fqih itu masuk dalam madah tafsir, dengan dua hal

  1. ilmu usul memilki permasalahan yang banyak sekali, yaitu cara menggunakan dan memahami bahasa arab, seperti mafhum mukhalafah, ghazali telah menghitung ada bebeberapa ilmu ushul yang bekaitan dengan al-Quran.
  2. dalam ilmu ushul ada qaidah isrimbath yang dibutuhkan seorang mufasir untuk menyimpulkan hukum[16]

Banyak para ulama yang mahir dalam Tafsir juga mahir dalam ilmu ushul fiqih, di antara mereka adalah:

NO

NAMA

KITAB TAFSIR

KITAB USHUL FIQIH

1

Abu Bakar al-Jasshash

Ahkamul Quran

Ushul Jashash

2

Fakhruddin ar-Razi

Miftahul Ghaib

Al-Mahshul fi Ilmil Ushul

3

Ibnu Tamimiyah

Tafsir dalam Majmu’ Fatawa

Al-Muswaddah fi Ushulil fiqh liaali Taimiyah

4

Al-Baidhawi

Anwarut Tanzil wa Asrarut Takwil

Minhajul Wushul ila Ilmil Ushul

5

As-Suyuthi

Ad-Dur al-Mantsur

Al-Asbah wan-Nadhair

6

As-Saukani

Fathul Qadir

Irasadul Fuhul ila Tahqiqil Haq fi Ilmil Ushul

 

[5] Ilmu Balaghah

ilmu ini terbagi 3 yaitu

  1. ilmu Ma’an = mengtahui keadaan lafaz arab sehingga sesuai dengan konsekuensi keadaannya.
  2. ilmu Bayan = ilmu yang membahas tentang sighah yang satu makna dengan bermacam-macam uslub yang berbeda.
  • Sayid al-Jurjani berkata: “tidak diragukan lagi bahwa nadham al-Quran lebih banyak dari yang lain, maka wajib bagi irang yang ingin memperlajarinya agar tahu mendalam tentang dua ilmu ini.”[17]
  • Ibnu Asur berkata: “ilmu bayan dan ilmu ma’ani menambah kekhususan ilmu tafsir, karena ia adalah wasilah untuk mengetahui kekhususan balaghah quraniyah, memperinci makna ayat dan menampakkan I’jaz, maka dua ilmu ini pada zaman dahulu disebut Ilmu Dalail I’jaz.”[18]
  1. Ilmu Badi’ = ilmu untuk mengatahui bagusnya perkataan dengan menjaga kesesuaianya dengan konsekuensi keadaan dan kejelasan dalalah.

[6] Wawasan Modern dan Ilmu Sosial

  • Ali bin Abi Thalib berkata: “bicaralah manusia dengan sesuatu yang mereka kenal, apakah kalian suka untuk berdusta pada Allah dan rasul-Nya.”[19]
  • Ibnu Mas’ud berkata: “tidaklah kalian berbicara dengan suatu kaum, yang tidak sampai pada akal mereka, kecuali akan menjadi fitnah bagi yang lainnya.”[20]
  • Abdul Malik bin Umair berkata: “termasuk dari hilangnya ilmu adalah jika orang yang bukan ahlinya berbicara.”[21]
  • Sayid Muhammad Ridha mengatakan bahwa ilmu tentang manusiadan masyarakat termasuk salah satu ilmu yang harus dimiliki seorang mufasir.

 

Selesai pembahasan Syarat Ilmiyah pembahasan selanjutnya adalah tentang Syarat Cabang Yang Disesuaikan Macam-Macam Tafsir

 


[1] At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran 166-167

[2] Al-Burhan fi Ulumil Quran 1/295

[3] Al-Muwafaqat 2/102

[4] Manahilul Irfan fi Ulumil Quran 1/108

[5] Al-Itqan fi Ulumil Quran 1/93

[6] Muqaddimah fi Ushul Tafsir 1/93

[7] Al-Muwafaqat 4/146

[8] Muntahal Wushul wal Amal fi ilmil ushul wal jidl 154

[9] Al-Burhann fi Ulumil Quran 2/29

[10] Jami’ bayan ilmu wa fadhluhu 1/129

[11] Ilmu Tauhid, Dr Abdul Aziz bin Abdurrahman ar-Rabi’ah 29

[12] Al-Quran wa Manahijuhu fil Aqidahal-Islamiyah

[13] Tafsir as-Tashil li Ulumit Tanzil 876

[14] Al-Kifayah fi Ilmi Riwayah, Khatib al-Baghdadi 15

[15] Tafsir Ibnu Juzi 875

[16] at-Tahrir wat Tanwir 1/32

[17] al-Itqan fi Ilmil Quran 2/1210

[18] at-Tahrir wat Tanwir 1/22

[19] Bukhari 1/225

[20] Muslim 1/11

[21] al-Jami’ li Akhlaqir Rawi 1/327

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: