Syarat-Syarat Mufassir


tafsir2“Keutamaan Al-Quran dan Kalam Allah atas perkataan yang lain ibarat keutamaan Allah atas makhluk-Nya” ini adalah hadits Nabi yang menyebutkan keutamaan Al-Quran termasuk pula keutamaan dari Ilmu Tafsir sendiri karena keutamaan ilmu sebanding dengan isinya dan isi pembahasan dari Ilmu Tafsir adalah Al-Quran.

 

Selanjutnya kami ingin mencoba memposting artikel berseri tentang syarat dan adab seorang Mufasir yang sempat saya ringkas dan terjemahkan dari buku hasil disertasi karya anak bangsa yang  berjudul ‘Al-Mufassir, Syurutuhu, Adabuhu wa Mashadiruhu’ diterbitkan oleh Universitas Madinah oleh Ustadz Muhammad Qusyairi Suhail.

 

Pembasahan tentang masalah syarat Mufasir dan adab-adabnya termasuk pemabahasan yang jarang, karena para ulama menyebutkannya terpencar-pencar dan sedikit sekali yang mengumpulkannya dalam satu buku, dan tujuan penulisan buku ini salah satunya adalah mengumpulkan syarat-syarat dan hal lain tentang seorang mufasir dalam satu buah buku.

 

Tafsir adalah kunci dari harta karun Al-Quran yang diturunkan untuk memperbaiki manusia, memuliakannya dan juga alam semesta. Tanpa Tafsir tidak mungkin kita akan sampai pada harta karun ini.

 

Maka kita dapatkan sebab kemunduran umat Islam pada hari ini, sekalipun al-Quran ada di tangan mereka, berjuta-juta Hufaz ada, jumlah mereka banyak Sedangkan para Salaf mereka mendapatkan kesuksesan yang besar meskipun jumlah mereka sedikit, dunia sempit, hidup sulit, mushaf sulit didapat dan para hufaz juga belum banyak. Rahasia mereka adalah karena mereka sungguh-sungguh belajar al-Quran, mereka keluarkan harta karun hidayahnya yang dibangun diatas fitrah mereka yang masih suci, kemampuan bahasa mereka yang bagus, Rasul menerangkan kepada mereka al-Quran dengan perkatan, amal dan akhlaqnya.

 

Oleh karena itu kita dapatkan para salaf dahulu mementingkan untuk menghafal Al-Quran dan mereka sudah faham sebelum hafal lalu mereka mengamalkannya dan mereka mendapat hidayah.

 

Ibnu Mas’ud berkata: “Laki-laki di antara kami jika belajar 10 ayat tidak menambah hingga ia mengetahui maknanya dan mengamalkannya.”

Anas bin Malik berkata: “Seorang laki-laki jika telah hafal al-Baqarah dan Ali Imran dihormati.”

Ibnu Umar butuh waktu beberapa tahun untuk menghafal al-Baqarah

Sa’ad bin Jubai: “Barangsiapa yang membaca al-Quran dan belum menafsirkannya, ia seperti orang yang buta atau badui.”

Mujahid berkata: “Manusia yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling tahu dengan apa yang Ia turunkan.”

At-Thabari berkata: “Sungguh aku heran terhadap orang yang membaca al-Quran dan belum tahu tafsirnya, bagaimana ia bisa merasa lezat ketika membacanya?.”

 

Untuk lebih mengetahui pentingnya Tafsir ini kami sampaikan perkataan Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Tafsir itu ada 4; yang diketahui orang arab, tafsir yang tidak mungkin orang tidak mengetahuinmya, tafsir yang hanya diketahui para ulama dan tafsir yang hanya diketahui oelh Allah SWT saja.”

 

Ilmu Tafsir menjadi mulia karena dua hal. Pertama, maudhunya adalah al-Quran. Kedua, Tafsir adalah ilmu yang pertama kali dipelajari oleh para ulama sebelum ilmu yang lain

 

Selanjutnya, Syarat-syarat Mufasir tersebut kami lampirkan disini dan Insya Allah akan kami bahas lebih lanjut di postingan selanjutnya.

  1. Syarat Syar’iyyah dan Akhlaqiyah.
  2. Syarat ‘Aqliyyah.
  3. Syarat Ilmiyyah.
  4. Syarat Cabang Sesuai Jenis Tafsirnya.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: