Talmud Dan Kegelapan Zionis


kegelapan zionis

Masihkah Zionis Yahudi sekarang berpegang kepada kitab Taurat? Jika Taurat menjadi acuan hidup para Zionis tentu mereka akan menerima dan mengamalkan Islam sebagaimana umat Islam sekarang ini. Mereka akan menjadi saudara kita, bukan menjadi musuh paling hina umat muslim seperti sekarang. Apa yang terjadi?

Para pendeta Zionis yang dikenal dengan istilah para rabi telah menyelewengkan ajaran tauhid dan menggganti dengan ‘kekonyolan’ yang tampak menguntungkan di dunia. Parahnya lagi, mereka tak mau mengakui kebenaran kitab-kitab suci samawiyah dan justru membuat tandingannya. Buktinya mereka membuat Talmud sebagai kitab pegangan hidup dan mengabaikan petunjuk-petunjuk yang ada pada kitab-kitab Rabbani.

Talmud dan Para Pendeta Zionis

Talmud bukanlah wahyu Allah swt seperti Al-Quran atau Zabur namun merupakan kesepakatan-kesepakatan atau hasil diskusi-diskusi para rabi Zionis. Kitab yang dijadikan sebagai kitab suci zionis di seluruh dunia ini berisi catatan diskusi para tabib tentang hukum, etika, kebiasaan, dan sejarah kaum Zionis. Secara garis besar, Talmud bisa dibagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama dikenal dengan nama Kitab Mishnah dan bagian kedua dikenal dengan nama Kitab Gemara.

Kitab Mishnah merupakan kumpulan Hukum Lisan Yudaisme yang pertama kali ditulis. Bahasa yang digunakan dalam kitab ini adalah Ibrani Baru yang banyak dipengaruhi oleh bahasa Yunani, Latin dan Parsi. Secara umum, Mishnah terdiri dari 6 bagian utama, yaitu Zeraim, Moed, Nashim, Nazikin, Kodashim, dan Toharoth. Enam bagian itu masih dirinci lagi menjadi 63 risalah. Dalam Talmud, Mishnah memiliki peran penting sebagai kitab paling utama dari semus isi Talmud. Oleh karenanya, ia dijadikan sebagai rujukan utama undang-undang kehidupan beragama kaum Zionis.

Adapun Kitab Gemara merupakan kitab yang lahir karena banyaknya perdebatan yang terjadi di kalangan para Rabi Zionis. Bagian kedua Kitab Talmud ini menjadi wadah tempat berkumpulnya semua perdebatan dan pertikaian para Rabi tentang banyak topik. Butuh hampir empat abad lamanya, para Rabi Zionis mengumpulkan berbagai perdebatan dan pertikaian mereka sehingga menjadi kitab yang dikenal dengan nama Gemara ini.

Jadi tampak jelas bahwa sebenarnya Zionis bukanlah umat yang beragama berdasarkan wahyu langit. Namun mereka beragama menurut anjuran ataupun aturan yang telah dibuat para Rabi. Dengan begitu, kebohongan semata jika mereka mengaku sebagai penyembah Allah swt karena yang diambil bukan dari Dzat Yang Maha Agung melainkan para Rabi/Pendeta yang dianggap kultus.

Talmud: Pengganti Taurat?

Kebohongan Zionis yang tidak bisa dilupakan adalah kedutaan mereka menjadikan Talmud sebagai pengganti Taurat. Bahkan secara jelas, para Rabi memerintahkan umat Zionis untuk berpaling dari Taurat menuju Talmud. Buktinya pada BabhaMetsia 33 a.

Orang yang telah mempelajari Taurat berarti telah melakukan sebuah keutamaam yang tidak layak diberi imbalan, orang yang mempelajari Mishnah berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang layak diberi imbalan, sedangkan orang yang mempelajari Gemara berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang paling besar.”

 

Adapun bab Shaghijan yang mengatakab:

Barang siapa yang meremehkan pernyataan-pernyataan para rabi, maka ia harus dibunuh. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan orang yang meremehkan pernyataan-pernyataan Taurat. Dan tidak ada ampun bagi siapa saja yang meninggalkan ajaran-ajaran Talmud dan hanya sibuk dengan Taurat, karena ajaran para rabi lebih utama dari ajaran Musa.”

 

Tampak jelas ada upaya dari para pendeta Zionis untuk mengganti Taurat yang berasal dari wahyu menjadi Talmud yang berasal dari ‘otak’ para Rabi. Jika Zionis mau konsisten dengan Taurat, tentu mereka akan menjadikan Al-Quran sebagai pengganti Taurat. Namun sayang, karena kebencian mereka terhadap orang-orang di luar non-Yahudi kemudian menyebabkan mereka tak mau menerima kebenaran pada manusia lain walau itu berasalh dari wahyu Ilahi.

Dan lebih kurang ajar lagi, Zionis menjadikan Talmud buatan para Rabi mengalahkan firman-firman Allah swt dengan berani mengangkat Talmud sebagai kitab tertinggi tanpa tanding di muka bumi ini. Mari kitab simak sejenak ayat pada Talmud berikut, Mizbeach: “Tidak ada yang lebih tinggi kedudukannya melebihi Talmud yang suci.” Inilah bukti nyata kedutaan para Rabi Zionis yang tak mau mengindahkan ajaran para Nabi dan Rasul yang datang kepada mereka.

Talmud, Kitab Rasis?

Islam mengajarkan bahwa semua umat manusia di muka bumi memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah swt. Semua memiliki kewajiban yang sama untuk beribadah dengan tulus lagi Hani tanpa terkotori dengan kesyirikan. Tak peduli dia oran Arab atau orang non-Arab, dia berhak mendapat kemuliaan jika mengamalkan ajaran agama secara murni dan konsisten. Namun hal ini tidak diakui oleh Talmud. Talmud justru merendahkan umat lain yang sangat mungkin lebih baik kualitas beragamanya hanya karena mereka berasal bukan dari golongan Zionis.

Dalam Talmud dikatakan, BabaMezia 114a-114b: “Hanya kaum Yahudi yang merupakan manusia, sedangkan di luar Yahudi (Goyim), bukanlah manusia.” Dalam Talmud orang-orang Yahudi dikatakan sebagai manusia sementara orang-orang di luar Yahudi dikatakan sebagai binatang, Yebamoth 98a: “Seluruh anak-anak non Yahudi adalah binatang.”

 

Begitu hina anggapan-anggapan yang ditujukan untuk orang-orang non-Yahudi. Atas dasar inilah banyak kaum muslimin di Palestina dibantai dan disiksa karena dianggap sebagai binatang najis. Dan memang tidak hanya kaum muslimin Palestina yang mereka anggap najis, namun kaum muslimin di seluruh dunia. Parahnya lagi, mereka sebenarnya juga rasis terhadap sekutu mereka, Katolik dan Kristen. Namun hal itu tampaknya tak terlalu banyak dimunculkan di permukaan karena sekutu itu sedang berusaha menghancurkan satu musuh –menurut mereka- yaitu Islam.

Dengan begitu, Zionis adalah orang-orang yang paling melanggar HAM di muka bumi ini. Apa yang dilakukan Hitler –bila hal itu benar terjadi- terhadap mereka di masa lalu tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Mereka adalah penjahat HAM yang mengaku sebagai pembela HAM. Dan sejatinya merekalah binatang yang disifati dalam Al-Quran sebagai kera dan babi. Bukan karena fisik mereka yang seperti binatang melainkan sifat dan kelakuan mereka yang mirip binatang. Dengan sombong para Zionis mengganti ayat-ayat Allah swt dengan perkataan dan pendapat para Rabi padahal jelas tindakan tersebut merupakan wujud penentangan terhadap Allah swt. (Jumal Ahmad)

Magyar: Talmud.

Magyar: Talmud. (Photo credit: Wikipedia)

The first page of the tractate

The first page of the tractate (Photo credit: Wikipedia)

A page from a medieval Jerusalem Talmud manusc...

A page from a medieval Jerusalem Talmud manuscript. Found in the Cairo Genizah. From the 1901-1906 Jewish Encyclopedia, now in the public domain (Photo credit: Wikipedia)

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: