Sejarah Protokolat Zionis


Bangsa Yahhudi meyakini bahwa mereka yang akan menjadi satu-satunya Penguasa Dunia, dan tanpa ragu-ragu pasti akan datang suatu hari bagi mereka untuk menguasai seluruh bumi dan memusnahkan seluruh agama. Keyakinan seperti itu tercantum dalam suatu dokumen rahasia yang disebut Protocol of Zions atau Protokolat Zionis.

Protocol ini merupakan salah satu dokumen paling kontroversial di dunia. Banyak yang menganggap Protokol merupakan sebuah dokumen palsu yang sengaja di buat-buat demi menguntungkan kelompok anti Semit, pandangan ini diwakili oleh kaum Zionis-Yahudi dan para pendukungnya.

Namun sebaliknya, banyak pula yang menganggap Protokolat Zionis ini sungguh-sungguh asli dan bisa dipercaya. Pandangan yang terakhir ini dianut oleh kebanyakan Dunia Islam dan sejumlah tokoh kemanusiaan di Barat. Bahkan tokoh sekaliber Henry Ford pun masuk ke dalam kelompok ini.

Ada dua pandangan berbeda tentang sejarah Protokolat Zionis. Pertama, yang menganggap kalau dokumen rahasia tersebut telah dibuat oleh Dinasti Rotshchild di Eropa abad pertengahan.

Sejarah Dinasti Rotshchild berawal di Eropa pada abad pertengahan. Dinasti Tameng Merah Eropa di abad ke-18 merupakan sebuah benua yang terdiri dari banyak kerajaan besar kecil dan sejumlah wilayah kecil yang disebut principalis, semacam kabupaten yang merdeka dan otonom seperti misalnya Monaco dan Lechtenstein.

Inggris dan Perancis merupakan dua negara kerajaan besar dan paling berpengaruh. Setelah Inggris berhasil dikuasai dan para tokoh Mason Amerika berhasil memproklamirkan kemerdekaan negara itu, maka Konspirasi Yahudi Internasional berusaha untuk menaklukkan Perancis. Salah satu tokoh sentral dalam Konspirasi Yahudi Internasional atas Perancis adalah Rothschild, seorang bankir-politikus yang berdarah dingin. Keluarga Rothschild sejak awal memang keluarga jutawan.

Pendiri keluarga ini bernama Moses Amshell Bauer, seorang pemilik modal Yahudi berpengaruh. Sepeninggal Moses, putera bungsunya yang bernama Mayer Amshell Bauer meneruskan usaha ayahnya. Dalam tempo tidak terlalu lama, usaha warisan ayahnya ini berkembang pesat. Simbol Tameng Merah (Rothcshild) pun kian terkenal. Dan Mayer pun menggunakan gelar Rothschild I. Mayer mendidik kelima anaknya dengan disiplin Yahudi yang tinggi guna dipersiapkan menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh. Pada tahun 1773, Mayer mengundang sekitar duabelas tokoh berpengaruh Yahudi ke kediamannya di Judenstrasse, Frankfurt, guna membahas berbagai perkembangan Eropa terakhir, termasuk mengevaluasi hasil-hasil upaya Konspirasi di Inggris. Dalam pertemuan ini, nama Adam Weishaupt disebut Rothschild sebagai seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan tugas dari Konspirasi.

Selain mengajukan nama Adam Weishaupt, dalam pertemuan 13 Dinasti Yahudi berpengaruh tersebut, Rothschild juga memaparkan 25 butir langkah strategis bagi kelompok Zionis Internasional untuk menaklukkan dunia. Ke-25 butir langkah strategis inilah yang kelak di tahun 1897 disahkan menjadi agenda bersama gerakan Zionis Internasional.

Pandangan kedua menyebut bahwa protokolat itu dibuat dan disahkan dalam Kongres Zionis Internasional I yang diselenggarakan di Bassel, Swiss tahun 1897 yang dipimpin oleh Theodore Hertzl, yang dihadiri oleh 300 orang tokoh dokter, ahli hokum, pengacara, bankir, pedagang dan kaum buruh yang mewakili 50 organisasi rahasia dan terbuka milik bangsa Yahudi.

Agenda dan rencana dari kongres tersebut sangat rahasia yaitu melikuidasi semua agama yang ada di dunia ini dan sekaligus akan menguasai seluruh dunia. Maka pertemuan ini sangat rahasia, dan tidak boleh diketahui kecuali oleh mereka yang memperoleh jabatan sebagai Tokoh atau Orang Arif.

Semua isi protokolat itu masih terus menjadi rahasia di kalangan tokoh-tokoh Yahudi, sampai suatu ketika seorang pendeta Gereja Ortodox di Rusia, bernama Prof. Sergyei Nilus menerjemahkannya ke dalam bahasa Rusia dan menerbitkannya untuk yang pertama kali pada tahun 1901 M. Dalam pengantar bukunya itu Prof. Nilus mengatakan bahwa seorang temannya telah memberikan sebuah naskah asli terjemahan dari sebuah dokumen asli (dalam bahasa Ibrani).

Dokumen ini telah dicuri oleh seorang wanita Prancis dari salah satu tokoh organisasi Freemasonry yang sangat berpengaruh di Prancis. Perlu dicatat, sejak peristiwa pencurian dokumen tersebut, tak seorang wanita pun yang diizinkan untuk menjadi anggota Freemasonry dan disingkirkan dari Lodge (Dewan Pengurus) kecuali untuk kegiatan sosial yang sudah barang tentu sangat jarang diselenggarakan.

Protokolat yang diterbitkan oleh Prof. Nilus ternyata menimbulkan kekhawatiran yang mecekam di antara masyarakat Rusia ketika itu, sehingga menimbulkan huru-hara yang mengambil korban lebih dari 10.000 orang Yahudi terbunuh. Di seantero Eropa Timur bangsa Yahudi berusaha untuk membeli dan memborong habis semua naskah yang tersedia di toko-toko buku sampai dipastikan buku itu hilang dari pasaran. Namun, semua naskah lolos dari Rusia dan diselundupkan ke Inggris oleh seorang wartawan surat kabar Inggris yang ditempatkan di Rusia, bernama Victor E. Marsdan.

Sebelum buku terjemahan Prof. Nilus diterbitkan, bagian-bagian dari protokolat itu telah muncul dalam bentuk edaran yang disebarkan melalui sebuah surat kabar Rusia, SNAMJA, di bulan Agustus dan September 1903. Sebuah surat kabar Rusia lainnya, MOSKOWS KIJA WIEDOMOSTI juga telah memuat terjemahan itu pada tahun 1902 dan 1903 M. barulah pada tahun 1905 terjemahan itu terbit dalam bentuk buku dalam bahasa Rusia. Edisi dalam bahasa Inggris diterjemahkan oleh Victor E. Marsdan terbit pada tahun 1917 M. sesudah Revolusi Bolsyewik, imigran Rusia menyelundupkan buku itu ke Amerika Utara dan Jerman. Sejak itu berbagai edisi dalam berbagai bahasa telah terbit juga, tetapi para cukong Yahudi selalu memborong habis semua buku yang ada di pasaran.

Kedua pandangan yang berbeda di atas, tentang sejarah awal kemunculan Protokolat Zionis sama sekali tidak bertentangan, bahkan saling menegasi. Hal itu dapat kita temui dari hasil keputusan kedua pertemuan tersebut. Memang, dalam kongres yang dipimpin Theodore Hertzl, Protokolat Zionis disahkan menjadi satu agenda bersama gerakan Zionis Internasional dalam menguasai dunia, namun Protokolat Zionis ternyata tidak lahir di dalam Kongres Zionis Internasional di Swiss tahun 1897 tersebut. Protokolat Zionis telah ada jauh sebelum Hertzl menjadi tokoh bepengaruh di dalam gerakan Zionis Internasional.

Ada perbedaan jumlah pasal antara protokolat zion yang berasal dari Rotshchild dan Kongres Zionis. Jika Protokolat Zionis yang dikenal hanya berjumlah 24 butir, maka Protokolat Zion yang berasal dari Rotshchild berjumlah 25 pasal. Silahkan menyimak isi dari dua protokolat ini di postingan kami sebelumnya.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: