Prolog Ekonomi Islam


islamic economyIslam muncul sebagai sumber kekuatan yang baru pada abad ke-7 masehi, menyusul runtuhnya kekaisaran romawi yang ditandai dengan berkembangnya peradaban baru, ilmu pengetahuan, teknologi, kehidupan sosial termasuk ekonomi yang berkembang secara menakjubkan.

Fakta ini menunjukkan bahwa Isam merupakan sistem kehidupan yang bersifat komprehensif, yang mengatur semua aspek, baik dalam sosial, ekonomi, politik maupun kehidupan yang bersifat spiritual. Sebagamana firman Allah swt: “Pada hari ini  telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu menjadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah: 3)

Ayat di atas jelas menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan mempunyai sistem tersendiri dalam menghadapi permasalahan kehidupan, baik yang bersifat materi maupun imateri. Termasuk dalam ekonomi, sebagai agama yang sempurna, mustahil Islam tidak dilengkapi dengan sistem dan konsep ekonomi, suatu sistem yang dapat digunakan oleh manusia sebagai panduan dalam menjalankan kegiatan ekonomi, sistem yang garis besarnya sudah diatur dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

Ekonomi Islam sesungguhnya secara inheren merupakan konsekuensi logis dari kesempurnaan Islam itu sendiri. Islam haruslah dipeluk secara kaffah dan komprehensif oleh umatnya. Islam menuntut kepada umatnya untuk mewujudkan keislamannya dalam seluruh aspek kehidupannya. Sangatlah tidak masuk akal, seorang muslim yang menjalankan shalat lima waktu lalu dalam kesempatan lain ia juga melakukan transaksi keuangan yang menyimpang dari ajaran Islam itu sendiri. Padahal banyak negara-negara non muslim berani mempraktekkan ekonomi syariah, sudah seharusnya kita semua sebagai umat muslim wajib menjalankan ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Sistem Ekonomi Islam

Sistem didefinisikan sebagai suatu organisasi berbagai unsur yang saling berhubungan satu sama lain. Unsur-unsur tersebut juga saling mempengaruhi dan saling bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Dengan pemahaman semacam itu, maka kita bisa menyebutkan bahwa sistem ekonomi merupakan organisasi yang terdiri dari bagian-bagian yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan ekonomi.

Lalu apa yang disebut sistem ekonomi Islam? Secara sederhana kita bisa mengatakan, sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada ajaran dan nilai-nilai Islam. Sumber dari keseluruhan nilai tersebut sudah tentu Al-Quran dan As-Sunnah, ijma’, dan qiyas. Nilai-nilai sistem ekonomi Islam ini merupakan bagian integral dari keseluruhan ajaran Islamyang komprehensif dan telah dinyatakan Allah swt sebagai ajaran yang sempurna.

Karena didasarkan pada nilai-nilai ilahiyyah, sistem ekonomi Islam tentu saja akan berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis yang didasarkan pada ajaran kapitalisme, dan juga berbeda dengan sistem ekonomi sosialis yang didasarkan pada ajaran sosialisme. Memang, dalam beberapa hal, sistem ekonomi Islam merupakan kompromi antara kedua sistem tersebut, namun dalam banyak hal sistem ekonomi Islam berbeda sama sekali dengan kedua sistem tersebut. Sistem ekonomi Islam memiliki sifat-sifat baik dari kapitalisme dan sosialisme, namun terlepas dan sifat burunya.

Prinsip Dasar

Dalam berbagai ayat, sejak awal Allah swt tidak hanya menyuruh kita shalat dan puasa saja  tetapi juga mencari nafkah secara halal. Proses memenuhi kebutuhan hidup inilah yang kemudian menghasilkan kegiatan ekonomi seperti jual beli, produksi, distribusi termasuk bagaimana membantu dan menanggulangi orang yang tidak bisa masuk dalam kegiatan ekonomi, baik itu dengan zakat, wakaf, infak dan sedekah.

Namun kalau kita melihatnya dari perkembangan ilmu modern, ekonomi Islam masih dalam tahap pengembangan. Persoalannya hanyalah karena ilmu ekonomi Islam ditinggalkan umatnya terlalu lama. Berbagai pemerintahan di dunia Islam dari mulai kolonial penjajah hingga saat ini senantiasa memisahkan Islam dari dunia ekonomi. Lantas kalau kita mengacu pada apa yang disampaikan Thomas Khun, bahwa masing-masing sistem itu memiliki inti paradigma, maka inti paradigma ekonomi Islam sudah tentu bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Dua sumber ini dalam bentuk apapun tidak bisa diparalelkan dengan prinsip dasar dua sistem ekonomi lainnya, yakni kapitalis dan sosialis.

Ekonomi Islam memiliki sifat dasar sebagai ekonomi Rabbani dan Insani. Disebut ekonomi Rabbani karena sarat dengan arahan dan nilai-nilai ilahiyyah. Lalu ekonomi Islam dikatakan Insani karena sistem ekonomi ini dilaksanakan dan  ditujukan untuk kemakmuran manusia.

Pengertian Ekonomi Islam

Dalam membahas perspektif ekonomi Islam, ada satu titik awal yang benar-benar harus diperhatikan yaitu: “ekonomi dalam Islam itu sesungguhnya bermuara pada aqidah Islam, yang bersumber dari syariatnya”. Ini baru dari satu sisi, sedangkan dari sisi lain, ekonomi Islam bermuara pada Al-Quran dan As-Sunnah. Oleh karena itu, berbagai terminologi dan substansi ekonomi yang sudah ada, haruslah dibentuk dan disesuaikan terlebih dahulu dalam kerangka Islami.

Sebelum kita mengkaji lebih jauh tentang hakikat ekonomi Islam, maka ada baiknya diberikan beberapa pengertian tentang ekonomi Islam yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi Islam.

M. Akram Kan

Islamic economics aims the study of human falah (well being) achieved by organizing the resources of the earth on basic of cooperation and participation”. Secara lepas dapat diartikan bahwa ekonomi Islam bertujuan untuk melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber daya alam atas dasar kerjasama dan partisipasi.

Definisi yang dikemukakan Akram Kan memberikan dimensi normatif (kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat) serta dimensi positif (mengorganisir sumber daya alam).

MA. Mannan

“Islamic economics is a social science which studies the economics problems of a people imbued with the values of islam”. Dimana menurut beliau ilmu ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilain Islam.

M. Umer Chapra

“Islamic economics was definied as that branch of knowledge which helps realize human well beingt through an allocation and distribution of scarce resources that is in conformity with islamic teaching without unduly curbing individual freedom or creating continued macroeconomic and ecological imblances.

Menurut beliau, ekonomi Islam adalah sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memberikan kebebasan individu atau tanpe perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa keseimbangan lingkungan.

M. Nejatullah Ash-Shidqy

“Islamic economics is the muslim thinker’s response to the economic challanges of their time. In this endeavour they were aided by the Quran and the Sunnah as well as by reason and experince.

 Menurut beliau, ilmu ekonomi Islam adalah respon pemikir muslim terhadap tantangan ekonomi pada masa tertentu. Dalam usaha keras ini mereka dibantu oleh Al-Quran dan Sunnah, akal (ijtihad) dan pengalaman.

Kursyid Ahmad

“Islamic economics is systematic effort to understand the economic’s problem and man’s behavior in relation to that problem from an Islamic perspective”. Menurut Kursyid Ahmad, ilmu ekonomi Islam adalah sebuah usaha sistematis untuk memahami masalah-masalah ekonomi dan tingkah laku manusia secara relasional dalam perspektif Islam.

Dari definisi-definisi yang dikemukakan di atas, kita dapat memunculkan suatu pertanyaan apakah ilmu ekonomi Islam bersifat positif atau normatif?

Menurut Chapra, ekonomi Islam jangan terjebak oleh dikotomi pendekatan positif dan normatif karena sesungguhnya pendekata itu saling melengkapi dan bukan saling menafikan. Sedangkan Mannan mengatakan bahwa ekonomi Islam adalah ekonomi positif dan normatif.

Jika ada kecenderungan beberapa ekonom yang sangat mementingkan positivisme dan sama sekali tidak mengajukan pendekata normatif atau sebaliknya, tentu sangat disayangkan.

Sumber:

Aplikasi Androis Sharee App, Menu – Edukasi – Prolog Ekonomi Islam. Jika ada update artikel dari pengembang aplikasi ini, Insya Allah akan saya tambahkan disini.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: