Sabak, Sabki, Manzil Dan Kepentingnya Bagi Penghafal Al-Quran


Sabak, Sabki, Manzil Dan Kepentingnya Bagi Penghafal Al-QuranBanyak orang bertanya tentang sistem hafalan dan murajaah yang baik. Di sini akan saya sebutkan secara umum. Mungkin lain orang lain caranya. Lain pelajar lain gurunya. Anggaplah ini satu usaha kecil dari saya untuk ‘urun rembuk’ bersama. Sistem hafalan dan murajaah saya bagi menjadi tiga. Pertama dinamakan Sabak, kedua Sabki dan ketiga Manzil. Saya perjelas keterangannya sebagaimana di bawah ini.

Sabak

Merupakan hafalan baru yang akan anda perdengarkan setiap hari kepada guru tahfidz. Sabak juga dikenal dengan istilah “setoran”. Hafalan baru bergantung kepada kemampuan dan kesungguhan  seorang pelajar. Biasaanya satu kali setoran antara satu atau dua halaman. Bagi yang mampu mendapatkan dua halaman (satu lembar) untuk setiap hari secara istiqamah, saya golongkan dalam golongan yang excellent. Bagi yang mampu istiqamah satu halaman saya kira sebagai golongan biasa dan bagi yang mendapat kurang dari itu masuk sebagai kelas lemah.

Sabki

Yaitu mengulang hafalan pada juz-juz yang sedang anda hafal. Bagi beberapa santri Tahfidz, seringkali istilah ini belum familiar bahkan asing di telinga mereka, sistem ini belum popular dan tidak digunakan secara resmi di beberapa pesantren Tahfidz. Namun bagi saya ia adalah bagian yang sangat penting. Contoh mudah dari praktek Sabki adalah; jika anda sedang menghafal juz 5 halaman ke 8 atau lembar yang keempat, maka halaman 1 sampai halaman ke 7 disebut Sabki.

Manzil

Dikenal juga dengan ‘Muraja’ah’ yaitu mengulang juz-juz yang telah anda hafal. Contohnya jika anda sedang menghafal juz 5, maka juz 1 sampai 4 disebut Manzil.

Memahami Pentingnya Sabak, Sabki dan Manzil

Sebagai seorang penghafal Al-Quran, ketiga sistem di atas merupakan perkara wajib yang akan anda lalui. Justru, bagi penghafal Al-Quran pemula, saya nyatakan, sangat penting bagi seorang penghafal Al-Quran untuk memahami sejelas-jelasnya tentang pentingnya setiap sistem tersebut.

Pentingnya Sabak

Sabak merupakan perkara asas bagi semua penghafal Al-Quran. Jika tidak ada hafazan baru, bagaimana bisa menamatkan hafalan 30 juz. Perbedaannya cuma dalam hal cepat atau lambat, banyak atau sedikit dan rajin atau malas.

Bagi saya, kadar yang paling baik adalah sederhana atau pertengahan. Jangan terlalu bergairah  untuk cepat selesai dan setor hafalan dengan begitu banyak. Jangan pula terlalu lambat atau ‘takut’ dengan setor hafalan ‘ala kadarnya’ saja.

Manusia sebenarnya diciptakan dengan sifatnya yang selalu menyukai hal baru. Selalu ingin sesuatu yang baru dan mudah bosan dengan yang lama. Ini wajar dan sifat ini seringkali mendorong seorang penghafal Al-Quran untuk menambah dan menyetor hafalan baru sebanyak mungkin. Saya tidak bilang itu jelek. Mungkin itu menjadi satu fenomena bersifat positif dan membina. Tetapi saya tekankan, itu akan menjadi sangat negafit jika penghafal Al-Quran itu mulai mengabaikan murajaah dan hanya bersemangat mengejar hafalan baru. Hasilnya? Semakin banyak yang dihafal semakin banyak pula yang dia lupa.

Pentingnya Sabki

Sabki menjadi komponen dalam menghafal yang sangat jarang dipraktikkan dan kerap diabaikan oleh sejumlah penghafal Al-Quran. Di antara faktornya adalah: tidak tahu apa itu Sabki, merasa Sabki tidak penting dan menyamakan Sabki dengan manzil atau muraja’ah.

Secara peribadi saya nyatakan, Sabki sangat-sangat penting dan WAJIB dipraktekkan oleh para penghafal Al-Quran. Sabki TIDAK SAMA dengan muraja’ah. Di antara faktor kenapa anda gagal mengulang hafalan dengan baik adalah disebabkan anda tidak memperhatikan masalah Sabki. Jujur saya dulu ketika awal mula menghafal tidak menggunakan sistem ini dan baru saya memberi perhatian selepas tamat menghafal Al-Quran, dan Alhamdulillah dengan mempraktikkan sistem Sabki ini hafalan saya menjadi lebih kuat dari yang sebelumnya.

Coba sekarang saya ajak anda untuk berfikir sejenak. Anda biasa menghafal hafalan baru pada waktu malam sebanyak satu halaman, dua halaman atau lebih. Biasanya habis maghrib anda akan fokus untuk menghafal dan sebelum tidur anda telah mendapat target yang anda inginkan. Kemudian hafalan tersebut akan di ‘kemas’ lagi secara rapi setelah subuh sampai ketika masuk kelas pagi untuk ‘setoran’ dan hafalan anda sudah siap disetorkan. Maka perkara pertama bila anda menghadap guru tahfidz di waktu pagi adalah untuk setor hafalan baru.

Baik, perhatikan pada ingatan anda waktu itu. Hanya hafalan baru yang menguasai ingatan. Pasti  sebelum masuk setoran, ‘nampak’ susunan ayat-ayat dalam kepala lalu anda setorkan hafalan  dengan lancar. Apakah selepas setoran semuanya berakhir? Jawapannya TIDAK. Tetapi kesalahan yang sering anda lakukan adalah menjawab YA. Semuanya berakhir setelah setoran.

Kenapa? Karena anda tidak perlu setoran Sabki kepada guru anda. Anda tidak mempunyai ‘paksaan’ untuk itu. Anda akan kembali ke tempat duduk, kemudian mulai mengulangi muraja’ah. Sadarkah anda, jika habis Dhuhur atau Ashar nanti anda diminta membacakan ayat-ayat yang telah anda setorkan dengan baik dan lancar pagi tadi, saya jamin anda TIDAK AKAN dapat membacanya bahkan mengingatinya dengan baik? Semuanya bertaburan dan ‘tak kelihatan’. Sudah saya sebutkan sebabnya tadi yaitu kosong dari Sabki.

Otak manusia itu terbagi menjadi tiga bagian: Bagian depan, tengah dan belakang. Kenapa waktu pagi anda bisa setor hafalan dengan baik tetapi malamnya apa yang anda setorkan pagi tadi sudah kelupaan? Karena hafalan pagi tadi hanya berada dibagian depan otak, bukan masuk ke tengah apalagi sampai  jauh ke belakang. Boleh dikata, hanya “bermain-main di depan pintu masuk”. Lalu bagaimana membuat hafalan baru itu dapat masuk ke belakang atau sekurang-kurangnya ke tengah?

Caranya adalah, habis setoran hafalan baru ( satu halaman, dua halaman atau lebih ) anda kembali ke tempat duduk, ulang kembali hafalan tersebut dan gabungkan dengan setoran anda yang semalam, kemarin sampai ke awal juz. Perhatikan; misalnya anda baru saja setor hafalan baru di halaman ke-12 juz 6, maka anda mesti mengulang kembali 12 halaman juz 6 itu, dan lebih baik lagi kalau bisa anda setorkan dan disimak oleh ustadz tahfidz anda. Saya berani katakan bahwa, SABQI LEBIH SUSAH UNTUK DIULANG DARIPADA MURAJA’AH. Maka hati-hati dan tolong berikan perhatian sewajarnya pada Sabki anda.

Pentingnya Manzil

Sistem ini umum diketahui dan diamalkan secara konsisten oleh kebanyakan Ma’had Tahfidz. Mayoritas penghafal Al-Quran kenal dan tahu pentingnya Manzil atau Muraja’ah untuk diri mereka.

Bagi anda yang murajaah dan ditemani oleh guru tahfidz, mestinya anda banyak bersyukur meskipun ada rasa tertekan dan sebagainya. Cuma yang menjadi masalah bagi mereka yang muraja’ah sendiri tanpa ada teman atau ustadz tahfidz yang menemani. Keadaan ini sering muncul pada beberapa pesantren tahfidz yang tidak menerapkan sistem muraja’ah dan para penghafal Al-Quran yang telah khatam menghafal Al-Quran. Mereka-mereka ini yang sangat susah mendisiplinkan diri untuk murajaah semua juz yang telah mereka hafal. Ditambah pula dengan rasa malas dan bosan yang sering mendera. Akhirnya beban juz yang dihafal terabaikan dan sebaliknya sibuk mengejar hal-hal yang lain.

Nasihat saya, tolong dan tolong, buatlah jadwal murajaah untuk diri sendiri secara konsisten dan disiplinkan diri anda dengan jadwal tersebut. Malas bagaimanapun juga, pastikan anda ulang sekurang-kurangnya setengah juz dengan baik dan benar-benar ingat. Anda sendiri tahu betapa pentingnya menjaga muraja’ah.

Saya menandaskan, lebih baik TAK LANCAR daripada TAK INGAT. Jika anda tak lancar tetapi konsisten murajaah, itu seribu kali lebih baik dari anda tidak murajaah secara konsisten dan akhirnya anda tak ingat. Pernah ada yang mengadu pada saya tentang susahnya muraja’ah, saya sebutkan untuk bersabar dan terus mengulang hafalan secara konsisten karena biasanya ia bukan ‘tak ingat’ tapi ‘tak lancar’. TETAPI sekiranya anda ‘tak ingat’ hafalan-hafalan terdahulu, ini alamat bahaya, sebaiknya anda renungkan kembali dan ulangi setoran hafalan anda dari awal dengan menggunakan sistem ini; Sabak, Sabki dan Manzil, insya Allah dengan ketekunan dan kedisiplinan anda, hafalan akan menjadi lebih baik, lebih ingat dan insya Allah lebih lancar.

Sekian, dan terima kasih atas kunjungan anda di blog sederhana ini, sekiranya ada pertanyaan tentang artikel ini bisa anda tulis di form komentar yang ada di bawah ini.

6 Responses

  1. aww..

    mf ust..sy mau bertanya..
    apakah sejarah digagas nya metode ini?
    dan siapakah penggagas nya..?
    semoga segera ada balasan..
    terimakasih🙂

    • Wa’laikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

      Metode ini sudah diterapkan di pesantren Bina Qolbu, beberapa pesantren di indonesia dan malaysia juga menerapkan metode ini, metode ini membantu santri menghafal dan menjaga hafalan al-Quran.

      Ketika saya mengajar dan menjadi musyrif tahfidz di pesantren bina qolbu saya melihat keunikan dari metode ini dan kasat mata melihat hasil dari metode ini.

      Saya berusaha meneliti metode ini dari siapa atau dari mana. Dari hasil investigasi dan penelusuran saya dapatkan bahwa metode sabak, sabki dan manzil ini berasal dari Pakistan, dan anak anak disana memang terbiasa menggunakan metode ini. Akhirnya disebutlah metode Pakistani.

      Jadi kalau ditanya siapa pencetus, saya kurang tahu siapa, karena metode ini sudah ada di negara pakistan. Namun untuk pencetusnya di Indonesia, ini jawaban yang subyektif adalah Ustadz Abbas Bacomiro dari Makasar. Beliau adalah alumni pakistan yang menerapkan metode sabak, sabki dan manzil di pesantren beliau di daerah Makasar.

      Salah satu ustadz di pesantren bina qolbu adalah murid beliau yg menerapkan metode ini di pesantren.

      Agar lebih jelas mungkin bisa saya gambarkan kegiatan harian di bina qolbu dalam menerapkan metode pakistani.

      1. Dari sebelum subuh sampai jam 7 pagi : Sabak atau hafalan baru. Santri menyetorkan hafalan barunya kepada ustadz, bagi yang belum baik bacaannya maka diberi pengantar tahsin dulu, belum sampai menghafal.

      2. Jam 9 pagi sampai dhuhur : Sabki, santri menyetorkan hafalan yang kemarin dihafal minimal 1 halaman.

      3. Ashar sampai jam 5 : Manzil, santri menyetorkan hafalan 1 juz yg sudah dihafal, biasanya dimulai dari juz yang termudah seperti juz amma atau juz tabarak sampai hafalan mereka baik.

      4. Isya sampai jam 9 : Persiapan.hafalan untuk besok.

      Selama itu, ustadz harus terus menemani santri agar bisa terus mengontrol hafalan santri. Memang dengan metode ini sangat terasa berat bagi santri atau ustadznya, santri dituntut untuk terus mengulang hafalan dan ustadz tahfidz dituntut tidak egois, mau menemani santri menghafal al-quran.

      Demikian yang bisa saya jawab, jika ada yang kurang jelas silahkan dipertanyakan kembali. Terima kasih.

      • trmksh byk ust…

        bolehkah minta alamat fb, watsap, email dsb agar lebih cepat komunikasi nya?
        sy ingin tau lbh byk lg ttg metode2 menghafal alquran utk kemudian bisa kami terapkan di pesantren kami…

      • Dengan senang hati saya akan berusaha membantu semampu.saya. Pendidikan tahfidh atau menghafal Al-Quran saat ini menjadi benteng paling kokoh untuk menjaga generasi islam dari arus budaya dan pemikiran yang menyimpang dan duniawi. Dengan menghafal Al-Quran kita mengajari anak atau murid kita bahwa ada yang mengatur diri kita, kita tidak berdiri sendiri ada yang mengatur yaitu Allah.

        Silahkan jika ingin berdiskusi dengan saya lewat email ahmadbinhanbal@gmail.com atau wa saya di nomer 0857 1964 7457. Terima kasih.

  2. Assalamualaikum. Untuk 20ka kapan super manzil akan diadakan kembali. Mohon infonya ya…saya sangat ingin. Menjadi hafizh quran adalah citak ke 2 saya setelah menjadi istri yg diridhoi suami.

    • Waalaikum salam wr wb
      Insya Allah kalo ada informasi kami kabarkan, atau cek terus update infonya di blog saya ini.

      Alhamdulillah, sungguh cita cita yang mulia menjadi isteri yang hafal Alquran. Semoga dimudahkan jalan kesana.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: