Hati-hati! Aplikasi Al-Quran buatan Ahmadiyyah Muslim Community


al-quran ahmadiyahBelum banyak pengguna smartphone yang mengetahui hal ini. Satu versi baru Al-Quran yang dikeluarkan oleh Apple App Store telah mengguris hati umat Islam. Aplikasi ini dibuat oleh kumpulan Ahmadiyyah dan Qadiani, dengan nama “The Holy Quran Arabic text and English translation”. Ayat-ayat al-Quran dalam versi ini diterjemah oleh Maulvi Sher Ali dan Ahmadiyyah Muslim Community yang jelas dinyatakan dalam keterangan di iPhone App Store itu.

Produk ini wajib diboikot karena menyeleweng dan merubah ayat-ayat suci al-Quran yang asli. Kami memohon rekan-rekan pembaca bekerjasama untuk memboikot aplikasi ini atau sekurang-kurangnya memberitahu orang lain.

Saya mendapatkan info di atas dari sebuah forum yang bernama Sunni forum, yang saya bahasa indonesiakan semampu saya.

Dan berikut ini video peringatan tentang aplikasi ini.

Update

Jawaban untuk Ummu Naf’an

Ini adalah pertanyaan dari Ummu Naf’an yang bertanya lewat email saya tentang aplikasi Quran dari Ahmadiyah ini. Sengaja saya sertakan pertanyaan beliau dengan terlebih meminta izin kepadanya agar manfaatnya lebih tersebar lagi. Dan berikut ini pertanyaannya.

assalamu alaykum.mashaallah akhi artikel2antum di website antum sgtbagus.diantaranya aplikasi ayat2quran oleh ahmadiyah.yg ana mau tanyakan akh setelah ana koreksi dari hp tdk satupun ana temukan adanya perbedaan.sdgkn artikel ini sdh km sebar beserta website antum.akhi dptkan antum memberikan bukti di android atau i phone dll yg mana yg mmg terlihat digmbr tsb dan adanya perbedaan di alimran ayat 7.jd kl ada yg ty ana dpt buktikan. apakah sblm antum masukan web ini antum cek dl kebenaranya apa hy copy pas saja. syukron akh ana tg jawabanya.

Wa’alaikum Salam.

Sebagaimana telah saya sebutkan di blog bahwa saya mendapatkan info ini dari forum ‘Sunni Foum’ yang kemudian saya bahasa indonesiakan.

Gambar yang ada di atas adalah screenshot dari Apple Store. Adapun saya telah mendownload versi Androidnya dengan screenshot seperti di bawah ini.

quran ahmadiyah1

quran ahmadiyah2

quran ahmadiyah3

Sampai saat ini saya belum bisa menemukan ayat yang bertentangan dengan Al-Quran Ahlus Sunnah. Meski demikian bukan berarti tidak ada kesalahan, sebagai bentuk saddu dzari’ah atau menjaga dari bahaya, apalagi bahaya aqidah maka silahkan anda mendownload aplikasi Al-Quran yang lain yang memang dibuat oleh Ahlus Sunnah sendiri.

Sebenarnya ada masalah yang lebih besar dari sekedar App ini yaitu masalah aqidah atau keyakinan dimana mereka yakni Ahmadiyah meyakini bahwa Nabi Muhammad saw bukanlah nabi yang terakhir, bukan penutup dari risalah kenabian. Mereka meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir mereka. Atau ada sebagin Ahmadiyah yang meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi.

Hal ini dapat kita lihat dari salah satu statemen Saleh A. Nahdi dalam buku Soal-Dhawab Ahmadiyah yang menulis sebgai berikut : “”Imam Mahdi dan Almasih jang dijanjikan jang sudah bangkit itu orangnja adalah Hazrat Mirza Gulam Ahmad a.s. pendiri Ahmadiyah. Beliau tidak datang sebagai Nabi baru dalam arti, bahwa beliau mengganti, merobah, menambah atau mengurangi adjaran Islam.” (Soal-Djawab Ahmadiyah oleh: Saleh A. Nahdi hal.100).

Berarti Mirza Ghulam Ahmad datang sebagai Nabi baru dalam arti dia tidak mengganti, tidak merobah, tidak menambah atau mengurangi ajaran Islam. Ungkapan yang tepat untuk statemen Ahmadiyah ini bahwasanya Muhammad SAW nabi terakhir pembawa syariat dan Mirza Ghulam Ahmad nabi setelah Muhammad yang non syariat.

Selain itu, Ahmadiyah juga mengklaim bahwasannya nama Ahmad pada surat Ash Shaff ayat 6 ditujukan kepada 2 orang, yaitu nabi Muhammad SAW dan Mirza Ghulam Ahmad. Jadi versi Ahmadiyah, nabi Muhammad di dalam surat tersebut juga bisa mengenai dirinya, sekarang dari titik tolak Ahmadiyah ini berimplikasi pada 2 poin: Syahadat Ahmadiyah dan Klaim Ahmad=Muhammad=Mirza Ghulam Ahmad.

Ada baiknya kita lihat dahulu surat Ash Shaff ayat 6 tersebut:

“Dan ketika Isa putera Maryam berkata: “Hai keturunan Isarel, Sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kalian, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad. Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Q.S. Ash Shaff: 6)

Oleh Ahmadiyah, ayat ini ditafsirkan sebagai berikut:

Nama Muhammad mencerminkan sifat jalali (kebesaran dan keagungan)…akan tetapi, nama Ahmad mempunyai sifat jamali (keindahan).Tetapi sebagai mana diramalkan di akhir zaman, akan ada lagi penjelmaan dari nama Ahmad. (Gerakan Ahmadiyah hal. 25). Versi Ahmadiyah Lahore.

“Bahwa nama Hazrat Masih Maud a.s. sebenarnya adalah Ahmad, sekali pun nama lengkap beliau adalah Mirza Ghulam Ahmad, ternyata dari suatu peristiwa sejarah. Ayahanda dari Masih Maud ialah Mirza Ghulam Murtadha. Ia mempunyai dua orang putera dan beliau memberikan nama Mirza Ghulam Qadir kepada yang besar dan nama Mirza Ghulam Ahmad kepada yang kecil. Mirza Ghulam Murtadha mendirikan dua daerah pedesaan yang dinamainya dengan nama kedua orang puteranya. Daerah yang satu dinamainya Qadirabad dan yang lain dinamainya Ahmadabad. Dari peristiwa ini nyatalah bahwa bagi Mirza Ghulam Murtadha nama asli dari kedua puteranya masing-masing ialah Qadir dan Ahmad.” (Syafi R. Batuah, Tanggapan Atas Buku Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah).

“Orang-orang ini bertanya berulang-ulang di mana dalam Al-Quran nama itu disebutkan. Tampaknya mereka tidak mengetahui bahwa Allah memanggilku dengan nama Ahmad. Janji baiat diambil dengan nama Ahmad. Bukankah nama ini terdapat dalam Al-Quran?”. (Al-Hakam, 17 Oktober 1905, h. 10). (Syafi R. Batuah, Tanggapan Atas Buku Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah).

Dari keterangan-keterangan di atas dapatlah diambil kesim pulan bahwa menurut paham Ahmadiyah nama Ahmad yang terdapat Surah As-Shaf dapat dikenakan pada Nabi Muhammad s.a.w. dan pada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Masih Maud dan Imam Mahdi pada Nabi Muhammad s.a.w. sebagai nama sifati dan pada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebagai nama dzati. (Syafi R. Batuah, Tanggapan Atas Buku Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah).

Implikasi dari penafsiran diatas membawa dampak bahwasanya Muhammad dan Ahmad adalah sama-sama di nubuatkan dalam Ash Shaff ayat 6, dengan standar ganda ini, dapat kita lihat bahwasanya Ahmadiyah masih mengklaim bahwa utusan yang akan datang itu Mirza Ghulam Ahmad pula.

Akhirnya, kita memohon kepada Allah swt agar memberi hidayah kepada penganut Ahmadiyah agar kembali kepada Islam yang murni, Islam yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw yang kemudian diteruskan estafetnya oleh para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka.

Sekiranya kami mendapatkan informasi baru tentang aplikasi Quran ini, akan saya update di tulisan ini.

Terima kasih.

2 Responses

  1. mhon lbih dipublikasikan lg ….

    • Insya Allah dan terima kasih atas dukungan dan kunjungannya….Subhanallah pada tanggal 4 dan 5 kemarin tulisan ini paling banyak dikunjungi sampai tiga kali lipat dari biasanya.🙂

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: