Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI)


evaluasi kurikulumSebelum membahas tentang Evaluasi kurikulum ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu kurikulum khususnya kurikulum PAI yang menjadi konsentrasi pembelajaran kita di kampus Insida ini. Kurikulum berarti usaha sekolah untuk merangsang anak belajar baik di dalam sekolah atau di luar sekolah. Sedangkan kurikulum PAI adalah rumusan tentang tujuan, materi, metode dan evaluasi pendidikan yang bersumber pada ajaran agama Islam.

Adapun tujuan dari adanya kurikulum PAI adalah tercapainya manusia seutuhnya, tercapainya kebahagiaan di dunia dan akhirat dan untuk menumbuhkan kesadaran manusia untuk mengabdi dan patuh pada perintah Allah swt.

Selanjutnya ada beberapa fungsi dari kurikulum PAI dalam pendidikan yaitu pertama; untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan kementrian pendidikan nasional, kedua; sebagai kurikulum bagi siswa, kepala sekolah, orang tua dan masyarakat.

Evaluasi kurikulum adalah kegiatan memberikan penilaian terhadap sukses atau gagalnya kurikulum yang digunakan yang meliputi: desain yang digunakan, aspek atau komponen dalam kurikulum yang dirancang dan implementasinya. Evaluasi kurikulum merupakan salah satu komponen kurikulum yang perlu dikuasai oleh guru sebagai pelaksana kurikulum. Sebagai seorang guru kita mestinya memahami betul mengapa suatu kurikulum harus dievaluasi dan apa yang menjadi tujuan dari evaluasi kurikulum.

Dalam prakteknya, kadang sering terjadi salah pengertian dengan beberapa istilah berikut; pengukuran (measurement), assessment, penilaian dan evaluasi. Masing-masing istilah tersebut berbeda makna dan pengertian tetapi saling terkait. Pengukuran adalah kegiatan menentukan nilai suatu objek atau gejala, assessment adalah kegiatan mengumpulkan dan menginterpretasikan informasi mengenai perilaku belajar siswa untuk keperluan penempatan dan pembelajaran. Evaluasi adalah kegiatan membuat penilaian atau keputusan berdasarkan pengukuran atau assessment dan penilaian adalah kegiatan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Dimensi evaluasi kurikulum

  1. Input           : lingkungan, guru, staff dan siswa
  2. Process    : metodologi pembelajaran, system pemberian feedback, sikap dalam pembelajaran dan gaya belajar mengajar.
  3. Output         : ketercapaian tujuan pembelajaran siswa.

Dimensi waktu dilakukannya evaluasi kurikulum

  1. Formatif : dilaksanakan apabila kegiatan evaluasi diarahkan untuk memperbaiki bagian tertentu dari kurikulum yang sedang dikembangkan. Jadi sama sekali bukan untuk mengganti kurikulum yang ada. Bagian yang diperbaiki itu dapat saja merupakan baigan dari kurikulum sebagai ide, rencana, kegiatan ataupun hasil. Perbaikan itu dapat pula dilakukan ketika melakukan evaluasi terhadap dimensi kurikulum lainnya. fungsi formatif evaluasi dilaksanakan ketika kurikulum tersebut belum dianggap sebagai sesuatu yang final.
  2. Sumatif : dilaksanakan apabila kurikulum telah dianggap selesai pengembangannya dan telah dilakukan evaluasi terhadap hasil kurikulum. Ada dua pendekatan sistem yang digunakan dalam evaluasi sumatif, yaitu sistem tertutup dan sistem penerobosan. Pada sistem evaluasi sistem tertutup, evaluasi berasal dari sekolah atau sistem sekolah. Sedangkan dalam sistem terobosan, tujuan evaluasi kurikulum adalah untuk mengadakan perbandingan.

Evaluasi dalam pengembangan kurikulum bertujuan untuk:

  1. Perbaikan program, dalam hal ini peranan evaluasi kurikulum lebih bersifat konstruktif, karena informasi hasil evaluasi dijadikan input bagi perbaikan yang diperlukan di dalam program kurikulum yang sedang dikembangkan. Dengan adanya evaluasi akan dimungkinkan tercapainya hasil pengembangan yang optimal dari system yang bersangkutan. Pertanggung jawaban ke berbagai pihak. Selama dan terutama pada akhir fase pengembangan kurikulum, perlu adanya semacam pertanggung jawaban dari pihak pengembang kurikulum kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut mencakup pemerintah, masyarakat, orang tua, petugas-petugas pendidikan dan pihak-pihak lainnya yang ikut andil mensponsori kegiatan pengembangan kurikulum yang bersangkutan.
  2. Dalam mempertanggung jawabkan hasil kurikulum yang telah dicapai, pihak pengembang kurikulum perlu mengembangkan kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang sedang dikembangkan serta usaha yang diperlukan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan, untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan itulah diperlukan adanya evaluasi.
  3. Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan yang dapat berbentuk jawaban dua kemungkinan pertanyaan, pertama; apakah kurikulum baru tersebut akan atau tidak akan disebarluaskan ke dalam system yang ada? Kedua; dalam kondisi yang bagaimana dan dengan cara yang bagaimana pula kurikulum baru tersebut akan disebarluaskan ke dalam system yang ada?

Konsep model evaluasi

meliputi:

Pertama, Measurement.

Model ini menitik beratkan kegiatan pengukuran perilaku siswa untuk mengungkapkan perbedaan individual atau kelompok. Hasil evaluasi digunakan terutama untuk keperluan seleksi siswa, bimbingan pendidikan dan perbandingan efektivtas antara satu atau dua program atau metode pendidikan. Obyek evaluasi dititik beratkan pada hasil belajar, terutama dalam aspek kognitif dan yang dapat diukur dengan alat evaluasi yang objektif.

Kedua, Congruence

Model ini menekankan pada pemeriksaan kesesuaian tujuan dan hasil belajar, untuk melihat sejauh mana perubahan hasil pendidikan yang terjadi. Fungsinya untuk penyempurnaan bimbingan siswa. Obyeknya hasil belajar siswa kognitif, psikomotor dan afektif. Caranya menggunakan pre dan post assisment, analisis bagian demi bagian.

Ketiga, Illumination

Model iluminatif merupakan studi pelaksanaan program , pengaruh lingkungan, pengaruh program terhadap hasil belajar, fungsinya untuk penyempurnaan program. Obyeknya adalah latar belakang program, proses pelaksanaan, hasil belajar, kesulitan yang dialami. Caranya melalui orientasi, pengamatan yang terarah dan analisis sebab akibat.

Keempat, Model Educational System

Model ini untuk membandingkan antara performance dan kriteria untuk setiap komponen program. Fungsinya untuk penyempurnaan program.

Langkah-langkah evaluasi kurikulum

  1. Identifikasi apa yang akan dievaluasi
  2. Pengumpulan data
  3. Analisis data
  4. Kesimpulan (hasil)
  5. Pelaporan

2 Responses

  1. TAMBAHAN BAHASAN: evaluasi bukan hanya untuk program pendidikan saja tapi pemakaiannya lebih luas dari pada itu. Contoh beberapa objek yang dapat dievaluasi di luar program pendidikan misalnya sistem manajemen, manajemen sistem informasi, sistem logistik, proses analisis kebutuhan, pelayanan konsultasi, program pengembangan staf, sisten failing, konfeerensi, simposium DeLeLe.

    • 100% BENAR karena evaluasi sendiri adalah membandingkan implementasi dengan standar yang telah ditetapkan dan itu bisa masuk diberbagai bidang dan segi kehidupan.

      Terima kasih dengan komentarnya, saya tunggu komentar lainnya:)

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: