Missionaris: Definisi, Tujuan, Wasilah Dan Cara Menghadapinya: Nasihat


Nasehat kepada umat tentang Gerakan Misonari

Pendahuluan

Misionaris yang lama telah menjadi baru, dan benar telah dimulai akan tetapi ia dipengaruhi oleh tahrif dari nasrani, pengaruh ini menimbulkan pemahaman ini semakin meluas dan keluar dari tujuan yang dinginkan, bersamaan dengan meluasnya pemahaman, meluas pula tujuan dan bukan hanya pada memasukkan selain nasrani ke agama nasrani sebagai mana sekarang telah menjadi satu pemahaman khusus dalam masyarakat muslim karena sekarang mereka bertujuan untuk mengeluarkan orang islam dari agama mereka atau menghilangkan kepercayaan orang islam dengan agama mereka dan nabi mereka Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

 

Misionaris telah memulai hal itu dengan menggunakan wasilah-wasilah yang sebagiannya telah ditulis oleh para misionaris dan sebagiannya dari tabiat manusia yang menjadi tujuan misionaris yaitu orang miskin, bodoh dan orang sakit dan sebagaimana dalam wasilah sekunder seperti investasi, orientalis dan komunis dan  juga pada sebagian pemimpin islam yang lemah dan orang islam sendiri.

Dan orang islam tidak tinggal diam dari gerakan misionaris ini, mereka melawannya sekalipun perlawanan ini tidak berimbang dari berbagai sisi akan tetapi perlawanan harus tetap ada dan akan terus ada dengan segala perbedaan dalam kekuatan dan pandangan dengan orang nasrani dan misionaris. Dan dengan mulai timbulnya keinginan untuk kembali pada islam dari berbagai kalangan dan dengan menjelaskan kepada pemuda dengan gambaran yang jelas, akan tumbuh kesadaran pada umat dari berbagai goncangan dan bahaya dan dengan menjelaskan gerakan misionaris juga akan semakin bertambah perhatian umat yang akhirnya menambah kekuatan untuk merubah yang jelek menjadi yang baik, bukan hal yang membahayakan jika melawan misionaris untuk menjaga dari serangan, bahkan perlawanan ini –dengan keutamaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala- semakin meluas sampai menutup jalan dari orang yang berkeinginan untuk merealisasikan misionaris pada komunitas islam, dan dengan adanya halangan-halangan tadi dan kesulitan untuk merealisasikannya akan memudahkan penjagaan umat islam secara sempurna lalu menyebarkan islam.[1]

Dan saya berkhusnudhan bahwa umat islam mampu untuk melawan gerakan misionaris pada waktunya dan perlawanan antara kebaikan dan kejelekan akan terus berlanjut dan akan muncul tanbih umat dari wasilah, gerakan dan pandangan yang mereka gunakan untuk umat islam sebagaimana pada permulaan abad 20 dimana terjadi perdebatan dengan orang nasrani atau sebagaimana 50 tahun yang lalu atau 20 tahun yang lalu dimana dibicarakan wasilah dan rencana untuk membuat aturan dunia baru setelah selesainya perang dingin dan perseteruan ekonomi dan kebudayaan.[2]

Dan saya melihat bahwa gerakan misionaris ini akan membuka perseteruan di timur, dan ortodoks akan berlomba dengan dua kelompok yang lain yaitu katolik dan protestan sebisa mungkin, dan ortodoks akan menjadi lebih kuat dari dua kelompok tadi dan suatu hari kekuatan ortodok tidak akan memberikan kebebasann seperti dua kelompok yang lain dan pada waktu itu juga akan muncul kelompok lain yang lebih dulu dalam mencari penolong dan melaksanakan tujuan.

Dan dengan perkembangan seperti ini hendaknya umat tidak berputus asa tetapi semakin gencar dalam melawan misionaris dan menggunakan alat-alat modern untuk melawannya dan dalam melaksanakan hal itu umat islam tidak hanya berdasar bahwa ia berada dalam kebenaran tetapi cukup melakukan dakwah dengan wasilah-wasilah yang ada.

Dan perlawanan terhadap misionaris ini sudah masuk dalam kancah perseteruan antara yang benar dan yang salah, maka perlawanan akan terus berlanjut dengan berlanjutnya tujuan, metode, wasilah dan langkah. Dan sebagai langkah amal dari perlawanan dan mengaturnya untuk masa yang akan datang –menurut pendapat saya- untuk diterapkan, di antara yang terpenting adalah:

1)      Memberikan perhatian (tau’iyah)

Terus memberikan penyadarn kepad mat tentang kesalahan gerakan kristenisasi dan misionaris, dan masyarakat menjadi benteng dari serangan ini, penyadarn ini bisa berupa muhadharah secara umum, informasi, buku, tulisan dan lainnya.

2)      Yayasan islam

Mendirikan yayasan islam umum untuk melawan gerakan kristenisasi dan membantu jalan untuk mengadakan mu’tamar, jaulah dan peyebaran da’I atau kitab dan yang lainnya.

3)      Training

Membuat training khusus tentang dirasah kristenisasi, di gerakkan oleh salah atu yayasan islam lalu materinya disebarkan dalam berbagai bahasa dan berusaha untuk menerbitkannya dari uang simnpanan atau dari orang-orang yang ada perhatian.

4)      Penelitian

Memusatkan penelitian dan dirasah kristenisasi pada universitas atau pesantern tinggi terlebih dalam fakultas kebudayaan dan dirasah islam dan terlebih dulu mendirikan pusat-pusat keilmuan yang menggunakan alat-alat modern.

5)      Da’i

Menyebarkan para da’I ke perkumpulan atau universitas pemuda dahulu dan yang kedua selain para pemuda, hendaknya da’I tersebut memiliki ilmu dan mengerti apa yang akan ia ajarkan, dan fiqih yang disampaikan pada sebuah yniversitas itu berbedadari universitas yang lain, sesuai dengan ketentuan yayasan islam dan di Arab Saudi dan sekitarnya memanfaatkan ketika bulan ramadhan dan ketika libur pelajaran.

6)      Memberi bantuan

Memberi pertolonagn kepada masyarakat islam yang miskin dan membri uang pengganti dalam masalah kedokteran, pengajaran dan bantuan yang lain. Dan pekerjaan ini tidak untuk berlomba dengan yayasan bantuan dari misionaris atau dari negara tetapi ia adalah usaha untuk menunaikan kewajiban membantui sesama muslim dahulu sebelum pada yang lain.

7)      Politik

Perlawanan ini juga harus masuk dalam kancah politik resmi dan peraturan resmi dengan memberikan apresiasi lewat materi atau non materi dengan bebagai macam dan pada waktu itu juga tidak memudahkan dengan yayasan yang ada bau misionaris.

8)      Bea siswa

Universitas islam memilii andil penting dalam hal pendidikan, ia bertanggung jawab kepada masyarakat islam dan mayoritas masyaakat muslim yang faqir dengan memberikan bea siswa untuk mahasiswa didaerahnya atau melalui yayasan di negaranya dan memberikan pengarahan kepada pemuda dengan pengaraha yang santun.

9)      Umat islam

Tangung jawab bersama dan setiap muslim memiliki andil di dalamnya, tidak begus jika hanya menyerahkan kewajiban pangarahn dan uang pengganti hanya pada pemerintah ayau yayasan atau individu tanpa lembaga, yyasan dan individu yang lain, dan kewajiban ini dimulai dari rumah, lalu ke masyarakat islam yang berbeda-beda dalam ilmu, pendidikan, perdagangan dan ekonomi, pabrik, yayasan, da’wah dan pembantu dan lainnya, dan jika pengarahn ini dibatasi menunjukkan kelalaian dalam memberi pengarahan dalam berbagai lini kehidupan, maka kewajiban ini menjadi umum tanpa ada pengecualian dan setiap orang membei bantuan sesuai dengan kadar ketaqwaannya.

10)  Keistimewaan

Memberikan keistimewaan di dunia ini bukan dengan perbedaan kulit, warna atau iklim tetapi dengan intima’nya secara aqidah dalam hal pemikiran, tsaqafah dan pemahaman yang disesuaikan dengan kitab dan sunnah dan sumber yasyri’ yang lain dan tidak hanya dalam pemikiran, tsaqafah dan pemahaman saja tetapi meliputi semua cakupan kehidupan masayarakat dan kemanusian secara merata.

11)  Ilmu

Pertama hendaknya masyarakat islam memiliki kemampuan secara zat dahulu dan yang kedua memberi andil lewat amal. Dan kemampuan ini sekarang telah ada tinggal perlu adanya pengaturan dan cara untuk mengaturnuya sekarang lebihmudah dari pada yang dahulu, maka pada satu sisi umat menyibukkan dengan kemampuan mereka dan pada sisi lain lain menggunakan kemampuan asing, demikinlah mestinya ada hubungan dengan dunia lain, menghormati kebudayaan negara

12)  Perlombaan

Dan yang perlu diperhatikan juag agar tidak hanya melulu dalam pekerjaan dan hendaknya terus mempersiapkan untuk masa yang akan datang, membuat rencana dan membuat rencana jangka panjang.

Dan sebagai penutup saya berharap saya telah memberikan secara sungguh-sungguh dalam menjelaskan wasilah-wasilah untuk melawan kristenisasi dari pengertian, mengenal wasilah, koreksi jalan untuk melawannya, jika saya telah sesuai dengan hal itu maka ini adalah keutamaan dari Allah dan karunianya dan jika saya kurang tanpa ada unsur kesengajaan maka hal itu dari diri saya, dan semua perkataan akan tertolak kecuali yang ma’shum Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan saya memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menjadikan kami orang-orang yang mendengar perkataan lalu mengikitu yang paling baik, dan segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala tuhan semesta alam.

                                                                  *  * ** * *

*Demikian bagian Terakhir buku at-Tanshir: Mafhumuhu wa Ahhdafuhu wa Wasailuhu wa Subulu Muwajahatuhu. Saya [ahmadbinhanbal] juga meminta maaf sekiranya ada terjemanhan dari buku itu yang kurang pas, terima kasih atas dukungannya, dan selalu ditunggu saran dan kritikan yang membangun bagi kelangsungan blog kami.

Untuk melengkapi pembahasan tentang kristenisasi dan gerakan misionari utamanya yang ada di Negara kita tercinta Indonesia, saya sedang menyiapkan artikel yang saya tulis ulang dari laporan Tim Fakta Indonesia tentang “Fakta dan Data Bahaya Kristenisasi Berkedok Islam”.


[1] Lihat Ghazwul Fikr oleh Ahmad abdur rahim as-sayih: 150-155

[2] Al-aulamah wa tsaqafah al-islamiyah oleh muhammad al-jauhari ahmd al-jauhari

2 Responses

  1. […] Definisi, Tujuan, Wasilah Dan Cara Menghadapinya: Nasihat Missionaris: Definisi, Tujuan, Wasilah Dan Cara Menghadapinya: Nasihat. Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this. By giriadiningtias […]

  2. PUASA Ramadhan adalah ibadah yang sangat penting dan istimewa, bahkan menjadi salah satu rukun Islam. Maka tak heran jika kalangan Kristen pun menjadikan puasa Ramadhan sebagai objek untuk melemahkan aqidah. Yayasan misionaris di Jakarta yang memakai nama Islam “Jalan Al-Rahmat,” menerbitkan buku saku (booklet) berjudul Apa yang Harus Kita Lakukan Supaya Pasti Selamat tulisan Iskandar Jadeed. Buku ini juga diterbitkan dalam bahasa Sunda berjudul Naon Anu Kudu Dipilampah Ku Sim Kuring Sangkan Salamet oleh Yayasan Bewara Kabagjaan Bandung.

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: