Kristenisasi: Definisi, Tujuan, Wasilah Dan Cara Menghadapinya: Bag. Tujuan Gerakan Kristenisasi


Pendahuluan

Berdasarkan pemahaman kristenisasi yang berbeda-beda tersebut bisa dikumpulkan tujuan-tujuan kristenisasi dengan berbagai wasilah yang berbeda-beda, di antara tujuan itu ada yang jangka pendek ada juga jangka panjang yang tidak jelas, dan di antara tujuan misionaris kepada islam secara khusus dan dalam menyebarkan misionaris secara umum adalah:

a)      Mencerai-beraikan islam tanpa masuknya kedalamnya, tujuan ini banyak dilakukan oleh orang nasrani

b)      Mencerai-beraikan umat yang lain –selain nasrani- dengan islam dam mencegah penyebaran islam dengan misionaris atau dengan membuat milal wan nihal dan aqidah sesat yang sudah menjadi warisan

c)       Memurtadkan umat islam atau sebagian mereka, ini adalahn jangka panjang mereka, karena untuk melakukannya tidak hanya butuh kemampuan harta, kemanusiaan dan materi saja dan mereka tidak akan bisa menghilangkan islam dari hati umat islam, memutus hubungan mereka dengan Allah, menjadikan mereka kristen.[1]

d)      Membuat keragu-raguan pada dasar pokok islam bagi orang yang baru masuk islam, tujuan ini telah dikenalkan oleh Zuwaimer[2] yang mencobanya di tanah arab secara umum dan megkhususkan pada daerah Khalij Arab. Ia telah menulis surat kepada Satilah[3] tahun 7/8/1329 H atau 2/8/1911[4]

e)      Bahwa dasar dan ajaran Nasrani lebih baik dari ajaran yang lain

f)       Menanamkan fikiran bahwa orang kulit putih memiliki kekuasaan atas manusia yang lain

g)      Menyebarkan pemikiran negara Yahudi akan berdiri di atas tanah Palestina sebagaimana telah dijanjikan oleh injil dan pada sisi yang lain mengumpulkan orang Yahudi di Eropa dan Amerika dalam satu tempat

h)      Westernisasi yaitu usaha untuk merubah akhlak dan kelalukuan Islam, dan juga dalam masalah politik, ekonomi berdasarkan pemikiran barat

i)        Masuk Nasrani

Tujuan cabang melalui Misiologi

Di sana ada tujuan cabang dari tujuan yang disebutkan di atas dan tiap misionaris berusaha untuk memusatkanya tanpa memandang lingkungan tempat mereka bekerja, dan dapat kita katakan bahwa pemahaman tentang tujuan di atas tidak menjadi terlalu penting bagi mereka dan kami yakin tidak semua misionaris merealisasikan semua  atau sebagiannya bahkan ada sebagian misionaris yang tidak memiliki semangat dengan tujuan-tujuan itu karena tidak ada pengkhususan atau ilmu tentang misi ini, maka muncullah ilmu khusus yang disebut misiologi, dan pemikiran ini telah menguasai misionaris dengan dibangunnya sekolah, dan riset yang terbagi dalam beberapa bagian dan tiap bagian tersebut memusatkan pada tujuan, atau geografi atau budaya untuk meralisasikan satu atau lebih tujuan mereka pada lingkungan tersebut[5]

Dan kita dapatkan bahwa sebagian misionaris memiliki semangat, emosi agama, dan cinta untuk menyelamatkan dunia seperti dalam investasi atau politik dan ada di antara mereka ada yang memang ikhlas dalam melaksanakan missi tanpa ada tendensi apapun dan jika mereka mendapat ganti yang lebih baik dari ajaran misionaris lalu menganutnya, mereka akan mendakwahkannya.[6]

Orang-Orang Yang Mendapat Hidayah Islam

Masuknya orang Nasrani atau misionaris bukanlah hal yang baru, karena sejarah islam penuh dengan contoh orang yang mendapatkan hidayah islam, hasilnya mereka menjadi da’i pada kebaikan, mereka mengarang kitab-kitab tentang kristenisasi, menjelaskan tahrif pada nasrani dan berdebat kaumnya dengan bahasa yang dapat mereka pahami. Dan faktor pertama masuknya orang lain pada islam adalah Aqidah Tauhid yang sesuai dengan fitrah dan menyembah pada tuhan yang satu tanpa ada perselisihan dan kesyirikan, aqidah ini telah menancap dalam diri umat islam dan orang lain merasakan bahwa ketenagan tersebut ada pada tauhid ini. Maka hendaknya umat islam senantiasa menjaga aqidah ini agar murni dan jauh dari bid’ah dan khurafat selanjutnya mengadakan diskusi dan debat tentang keagmaan, dan hal ini banyak terjadi ketika bergaul dengan agama lain.

*Demikian bagian Tujuan dari Gerakan Misonari dari buku at-Tanshir: Mafhumuhu wa Ahhdafuhu wa Wasailuhu wa Subulu Muwajahatuhu. Bagian selanjutnya adalah Wasilah Gerakan Misionaris


[1] Lihat Haqiqatut Tabsyir Bainal Madhi Wal Hadhir oleh Ahmad Abdul Wahab: 162

[2] Pemimpin Misionaris di daerah Arab, lahir tahun 1867 dan wafat tahun 1952 dan menjadi kepala Orientalis di Timur Tengah, menjadi pimpinan Majalah Al-Alam Al-Islami, ia memiliki hubungan erat antar islam dan nasrani, lihat kitab Al-Mustariqin: 3/138

[3] Salah seorng Profesor di perkumpulan Islam di Perancis dan salah seorang Misionaris, pemimpin Majalah Al-Alam Al-Islami Perancis. Lihat biografi lengkapnya pada buku Al-Gharah Alal Islami: 5

[4] Lihat surat tersebut di dalam kitab Al-Gharah Ala Al-Alam Al-Islami: 5

[5] Lihat At-Taghrib: Taufan Minal Gharb oleh Ahmad Abdul Wahab

[6] Saya pernah bertemu dengan seorang Baba Amerika yang masuk Islam, saya bertanya padanya tentang sebab masuknya ia pada islam, ia mengatakan bahwa sebelumnya ia adalah seorang misionaris di india, lalu pada suatu desa ia melihat manusia berkumpul, saya bertanya pada seorang pemuda yang mampu berbahasa inggris, apa yang mereka lakukan, ia menjawab, mereka sedang berdoa pada Allah, hari ini hari raya kami, lalu ia juga bertanya pada seseoang yang jika ia ruku’ yang lain ruku’ dan jika ia sujud yang lain ikut sujud, lalu saya berfikir tentang kumpulan ini, saya baca buku-buku tentang islam dan saya mendapat hidayah, lalu saya mengganti apa yang telah saya lakukan dahulu dengan menjadi penyeru islam dan mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan di Almania dalam satu muktamar saya bertemu dengan seseorang yang masuk Islam ia mengatakan bahwa sebelumnya ia akan diangkat menjadi Pastur karena semua keluarganya adalah Pastur, lalu ia bergaul dengan bebberapa orang islam sampai ada di antara mereka yang memberi terjemah al-Quran, ia membacanya lalu ia masuk islam. Contoh yang lain akan banyak kita dapatkan dari negeri islam dan juga di negeri ini sebagai sumber dakwah

One Response

  1. […] *Demikian bagian Definisi Kristenisaasi dari buku at-Tanshir: Mafhumuhu wa Ahhdafuhu wa Wasailuhu wa Subulu Muwajahatuhu. Bagian selanjutnya adalah Tujuan dari Gerakan Kristenisasi. […]

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: