Kristenisasi: Definisi, Tujuan, Wasilah Dan Cara Menghadapinya: Bag. Definisi Kristenisasi


Makna Secara Bahasa

Kristenisasi secara bahasa adalah menyeru untuk memeluk nasrani atau memasukan ex nasrani ke nasrani. Dalam as-Shahihain dan lafadz dari Bukhari dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

( ما من مولود يولد إلا على الفطرة، فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجِّسانه، كما تنتج البهيمة بهيمة جمعاء، هل تحسُّون فيها من جدعاء؟)

Dan fitrah disini adalah Islam[1] dalam Lisanul ‘Arab dikatakan: at-Tanashur yaitu masuk nasrani, dan nas-sharahu yaitu menjadikannya orang nasrani[2] Fairuz Abadi dalam al-Qamus mengatakan Nasraniyah dan Nusranah adalah adalah Nasrani, Nasraniyah adalah agama mereka, dikatakan Nasrani dan anshar, tanashara yaitu masuk agama mereka dan nasharahu yaitu menjadikannya nasrani[3].

An-Nasathirah

Secara lafaz maknanya dapat diketahui lewat perkembangan pandanga kristen sejak pengutusan Isa as. Dan pembahasan ini tidak bisa dibicarakan secara mutlak. Dan juga bukan hal baru, kristenisasi telah ada sejak munculnya kristen, sampai muncul Injil untuk menyebarkan agama Nasrani –bukan agamanal-Masih sebagaimana perkataan orang kontemporer.[4]

Satu kelompok Nasrani yang disebut “an-Nasatirah”[5] dinisbahkan kepada “Nasthur”[6] dari “Riha”[7] setelah sekolah mereka ditutup oleh Zainun[8] tahun 439. Maka kelompok ini berhijrah dibawah pimpinan “Barsuma”[9] tahun 457 ke Paris, disana ia mengembangkan sekolah “Nasibiyin”[10] dari sekolah ini menyebarlah gerakan kristenisasi dengan cara Nasturiyah ke arah Asia dan Arab, gerakan ini menggunakan bantuan filsafat Yunani untuk mengajarkan ilmu tentang tabiat al-Masih Isa bin Maryam as[11].

Kemudian mereka menggunakan kebudayaan lain seperti Persia, India dan lainnya yang membuat agama ini semakin jauh dan keluar dari pokok-pokok ajaran Isa as, sehingga ada yang mengatakan bahwa ajaran, aqidah dan ibadah Masihiyah yang baru itu timbul karena agama berhalaisme yang telah memimpin sebelum datangnya Isa as atau ketika ia diutus.

Kemudian ada orang beriman yang baru masuk agama ini, ia sebarkan ke masyarakat dan disetujui oleh kaisar, akhirnya agama ini semakin berkembang dan menjadi semacam rumus takwil yang mereka ridhai dan mentalbis pada yang lain.[12]

Paulus Sang Misionaris

Paulus (Bulis dalam bahasa Arab)[13] adalah orang Yahudi yang dipaksa masuk Nasrani maka ia menjadi orang Nasrani, menyebarkan Nasrani dengan caranya setelah mengaku bahwa al-Masih Isa bin Maryam mendatanginya dalam mimpi dalam perjalanannya dari Damsyiq ke Syam dan diminta agar meninggalkan penyiksaan pada orang Nasrani dan agar ia menyeru Nasraniyah (kristenisasi). Sebelum ia bermimpi (mimpinya hanyalah buatan saja) ia terkenal dengan orang yang sangat membenci Nashara, terlebih Nashara dari Baitul Maqdis dan banyak yang menjadi korbannya.

Dari pemahaman ini Paulus disebut sebagai Misionaris pertama dan peletak dasar Misionaris di dunia[14] Muhamamd Amrikan mengatakan: “Bulis bukan saja sebagai misionaris yang pertama tetapi ia juga peletak dasar misionaris kristen dunia. Dan misionaris pada hari ini masih mengikuti jejak dan ajaran dari guru mereka yang pertama, Bulis, benar, ia adalah pembuat dasar ilmu misionaris, dan gerakan ini telah mendapatkan kesuksesan yang besar.”[15] Dan perlu diperhatikan bahwa pendapat tentan Bulis ini berbeda dengan pandangan orang islam, mereka mengaggap bahwa bulis adalah peletak pertama sehingga ia disebut “Bulis al-Mukhlis” dan perlu diperhatikan juga bahwa ada yang berkeyakinan bahwa Isa adalah misionaris yang pertama, dengan alasan bahwa ia diutus sebagai pemberi kabar gembira agama kristen dengan pemahaman yang dengannya Allah mengutusnya di kalangan kristen, bukan sebagaimana pemahaman yang telah berkembang di kalangan kristen karena pengaruh yahudi.

  1. A.     AL-YA’AQIBAH

Kemudian gerakan misionaris, al-Ya’aqibah[16] berkembang di arah barat Palestina, mereka berbeda dengan an-Nasathirah dalam tabiat al-Masih antara an-Nasutiyah dan al-Lahutiyah[17]

  1. B.      ORANG ISLAM DAN ORANG NASRANI

Awal hubungan antara orang islam dan orang kristen atau antara islam dan kristen adalah pada masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus sebagian Muhajirin kepada seorang raja yang shalih di Habasyah yang disebut an-Najasyi[18] dan juga dalam pergaulan mereka dengan raja sehingga kaum muslimin bisa tinggal di sana dan dalam kesempatan ini juga telah terjadi perbincangan dan debat tentang tabiat al-Masih dan pandangan islam kepadanya.[19] Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus utusan ke Anatirah di sebelah selatan benua arab dan di sebelah barat daya seperti Heraklius di romawi dan muqauqis di mesir dan yang selainnya, di sana juga terjadi perbincangan tentang pandangan islam dan orang islam tentang nasrani dan isa as.[20]

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika di Madinah di datangi utusan dari “Najran” sekitar 14-60 utusan –sesuai riwayat-riwayat- di antara mereka Aqib, Abul Harits dan as-Sayid, mereka menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan terjadi perbincangan dan hujjah tentang tabiat isa as lalu utusan ini pulang ke Najran dan di antara mereka terjadi perbincangan panjang tentang apa yang mereka alami dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, setelah itu ada sebagian utusan yang kembali ke madinah seperti Aqib dan as-Sayid lalu mereka mengucapkan syahadat dan tinggal di rumah Abu Ayub al-Anshari[21] dekat Masjid Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Madinah.[22]

Ketika masa Khulafa Rasidin banyak terjadi hubungan dengan orang nasrani sebagai hasil dari penaklukan islam di syam, mesir dan daerah belakang keduanya. Dari penaklukan ini terjadi proses ilmiyah tentang islam, nasraniyah dan nasrani. Contoh yang paling nampak adalah ketika masa Umar bin Khatab di Baitul Maqdis.[23] Dan mauqifnya dengan kekaisaran Qimamah demikian juga yang terjadi antara Amru bin Ash dengan Batruruk Benyamin kepala kekaisaran Qutbiyah.[24] Dan ketika masa umawiyah hubungan dengan nasrani semakin kuat karena permintaan bantuan kepada nasrani dalam sebagian hal seperti dalam pembangunna masyarakat muslim terlebih lagi dalam masalah ilmu, penelitian dan kelembagaan.[25]

Hubungan ini semakin jelas ketika masa Abbasiyah ketika gencarnya perhatian terhadap ilmu, tsaqafah dan kebudayaan, orang islam banyak meminta bantuan kepada orang nasrani dan juga dari kebudayaan lain, terlebih Persia dan Yunani dalam hal ilmu, tempat penerjemah, perpustakaan, kantor pemerintah dan yayasan ilmiah, ta’lim dan yang lainnya.[26]

Orang Mongol tidak selamat dari gerakan misonaris ini, mereka ingin orang Mongol masuk Nasrani satu sisi untuk membawa penyembah berhala ini kepada Nasrani dan dari sisi yang lain mempengaruhi orang Islam agar tidak mengaanggap bahaya gerakan misionaris, dengan masuknya mongol kepada islam, mongol telah menjadikan banyak jumlah kaum muslimin setelah mereka mendapat hidayah dari Allah dan mereka membantu pemimpin muslimin untuk membawa gerakan misionaris.[27]

  1. C.      PERANG SALIB

Tidak ada perseteruan yang lebih jelas antara islam dan nasrani dari pada perang salib[28] sebagai salah satu bentuk dari misionaris dan melibatkan kekuatan  dan perang militer. Ketika perang salib ke-8 terjadi perbincangan antara ulama muslimin dan ulama nasrani dan hasilnya muncul banyak karangan-karangan yang membiacarakan hakikat nasrani dan membantah nasrani tentang sangkaan mereka kepada al-masih isa bin maryam dan sebab keengganan mereka untuk mengimani muhammad sebagaimana telah disebutkan pengutusannya dalam injil.[29]

Dan sebagaimana perang salib tidak berhasil secara militer, mereka tidak berhasil secara aqidah dalam menanamkan keraguan pada orang islam terhadap risalah mereka bahkan tamasuk mereka semakin bertambah sampai akhir dan sampai salibis keluar dari negara muslimin tanpa ada kemenangan.[30] Oleh karena itu kita tidak akan lalai dari pengaruh perang salib atas komunitas islam. Sungguh jumlah gereja semakin bertambah dan demikian juga misionaris semakin bertambah.

Muhammad Mu’nis Iwadh menyebutkan tentang perjalanan muslimin seperi perjalanan Ibnu Jubair yang dalam perjalannnya mendapatkan satu fakta tentang gerakan salib, ia mendapatkan bahayanya gerakan salib dalam merubah satu tempat yang dulunya islam, ia menyebutkan setelah tunduknya ‘Akka’ oleh kekuasaan salib berubahlah masjid menjadi gereja, tempat bekumpul dijadikan salah satu tempat pemeriksaan dan dari contoh ini kita dapat menyingkap dengan jelas tentang gerakan salib dalam merubah tempat islam dan berusaha untuk mengkristenkannya dengan menguasai tempat-tempat ibadah islam seperti masjid, bahkan ada rawa kecil di masjid Akka yang di dalamnya berkumpul para ghuraba untuk menunaikan shalat dan mungkin ibnu jubair mensifati demikian karena ia melihat kenyataan itu. Ini adalah politik misionaris yang ingin orang salib terapkan di daerah timur dengan cara memperluas kristen kepada islam dan kaum muslimin.[31]

*  ****  *

*Demikian bagian Definisi Kristenisaasi dari buku at-Tanshir: Mafhumuhu wa Ahhdafuhu wa Wasailuhu wa Subulu Muwajahatuhu. Bagian selanjutnya adalah Tujuan dari Gerakan Kristenisasi.


[1] Lihat Fathul Bari 4775 dalam kitab al-Qadr dan 3/ 346 dalam kitab Janaiz

[2] Lisanul ‘Arab, Ibnu Manzur 7/ 4440-4441

[3] Al-Qamus al-Muhith, Faieuz Abadi 2/ 142-143

[4] Untuk mengetahui istilah-istilah, silahkan meruju’ pada kitab an-Nasraniyah wat Tanashur am al-Masihiyaj wa at-Tabashur: Dirasah Muqaranah haulal Musthalahat wad Dalalat yang ditulis oleh Muhammad Utsman bin Shalih

[5] An-Nasathirah dinisbahkan kepada nasthur, mereka mengatakan bahwa Allah itu ada 3: bapak, anak dan ruh kudus dan Isa bin Maryam adalah Tuhan sekaligus manusia dan tidak terpisah, manusia berasal dari Isa bin Maryam yang dibunuh dan disalib. Dan Maryam teleh melahirkan manusia bukan tuhan,  Allah- lah anak tuhan, kelompok ini banayk berada di Mosul dan Iraq, Persia dan Khurasan. Lihat kital Al-Milal Wan Nihal 1/ 49

[6] Lihat kitab Muhadharah Fin Nasraniyah: Tabhatsu Fi Adwar Allati Amrat Alaiha Aqaid Nashara Wa Fi Kutubihim Wa Fi Majami’ihim Al-Muqaddas Wa Firaqihim oleh Muhammad Abu Zahrah: 165-167

[7] Riha adalah satu kota yang terletak antara Syam dan Mosul, dalam bahasa Romawi disebut Adasa, dibangun oleh Salotes tahun ke-enam setelah kematian Iskandar. Lihat Mu’jam Buldan oleh Yaqut Al-Himawi: 1/ 127-128, 3/ 106-107

[8] Zainun seorang kaisar Inggris (426-491 M) memimpin dari tahun 474 sampai ia wafat, pada masanya terjadi banyak kegoncangan dan reformasi karena fitnah agama, lihat Funk And Wagnalls New Encyclopedia.- 27 Vols.- New York: Funk And Wagnalls, 1975.-   25

[9] Barsuma (tahun 420-495 M) seorang penulis yang ikut Nasturiyah, tahun 450 ia diangkat menjadi ketua, sekolah Riha diserahkan padanya. Lihat Al-Munjid Fil Alam, dalam hal ini saya berpegang pada kamus Al-Munjid karena ia menampilkan banyak sekali pengetahun, berbeda dengan sumber Nasrani, lihat kitab An-Naaz’ah An-Nasraniyah Fi Qamus Al-Munjid oleh Ibrahim Iwadh: 15

[10] Salah satu kota dari negeri Jazirah, Yaqut meriwayatkan dari Rasulullah saw yang di dalamnya Nabi saw berdoa untuk  menaklukkan dan menjadikannya berkah bagi kaum muslimin. Dan negeri ini telah ditaklaukkan oleh panglima muslim Iyadh Bin Ghunam ra. Sekolahnya terkenal dengan nama Siryaniyah. Lihat Mu’jam Al-Buldan: 5/ 288-289

[11] Ismail Muzhir berkata: Mereka tidak hanya menyebarkan ajaran kristen saja, tetapi mereka juga menyebarkan ajaran khusus tentang tabiat Al-Masih, mereka menggunakan pemikiran dan pendirian Filsafat Yunani, sehingag setiap penginjil adalah Nasturi yang mengajarkan Filsafat Yunani, sebagaimana ia menyebarkan agama Al-Masih, lihat kitab Tarikh Tatwir Al-Fikru Al-Arabi Bit-Tarjamah Wan-Naql Min At-Tsaqafah Yunaniyah: 141-149

[12] Andrew Naton, Idgar Wendi dan Karl Gustaf Yohan dalam buku al-Ushul al-Watsaniyah lil Masihiyah yang diterjemahkan oleh Samirah Azmi az-Zain dan lihat juga al-Ushul al-Watsaniyah lin Nasraniyah oleh Muhamamd Thahir at-Tunair dan kitab Al-Aqaid Al-Watsaniyah Fi Diyanah An-Nasraniyah yang dikoreksi oleh Muhammad bin Ibrahim as-Syaibani.

[13] Untuk lebih mengetahui sepak terjang Paulus dalam agama Nasrani lihat buku Bulis wa Tahrif al-Masihiyah yang telah diterjemahkan oleh  Samirah Azmi az-Zain

[14] Informasi tentang Paulus saling kontradiktif, ada yang mengatakan bahwa ia dilahirkan di Tharsus salah satu kota di Asia kecil, ia adalah orang Israil dari keturunan Ibrahim as dari keturunan  Benyamin. Ada juga yang mengira bahwa ia adalah orang Paris, ada yang menyebutkan ia berguru dengan Al-Hakham Ghamalail di Academia, ia menyerang atas perintah Kaisar, ia masuk rumah, meggelandang laki-laki dan para wanita lalu memasukkan mereka ke penjara, diceritakan tentang kepindahannya dari Yahudi ke Nasrani adalah sebagai berikut: ketika ia pergi ke Damsyiq dengan seorang penguasa dengan membawa wasiat dari pemimpin Yahudi, di pertenghahan hari aku melihat cahaya di jalan, wahai Raja, ada cahaya dari langit yang lebih terang dari cahaya matahari telah muncul di sekitarku, dan ketika aku jatuh ke tanah aku mendengar suara yang berbicara denganku dengan bahasa Ibrani: Syawil, Syawil kenapa engkau menyiksaku? Lalu aku berkata: siapakah engkau wahai tuan? Ia menjawab aku adalah orang yang telah engkau siksa, akan tetapi tetaplah engkau berdiri di atas kakimu, karena aku telah memilihmu untuk menjadi pembantu dan saksi atas apa yang aku lihat dan agar engkau membebaskan bangsa dan umat yang aku utus agr engkau membuka mata mereka agar mereka kembali dari kegelapan kepada cahaya dan dari kekuasaan Syaithan kepda kekuasaan Allah hingga mereka mendapatkan iman, dosa mereka terampuni dan mereka akan tinggal bersama dengan orang-orang yang suci. Lihat Bulis wa Tahrif al-Masihiyah: 42

[15] Yahuza Al-Askharyuthi Ala As-Salab oleh Muhammad Amrikan hal: 303

[16] Al-Ya’aqibah disandarkan kepada Ya’qub ar-Rahawi seorang pendeta di Konstantinopel. Ibnu Hazm berkata: “Mereka adalah kelompok yang menghilangkan fungsi akal dan perasaan, sempurna kebuasaanya.” dan mereka mengatakan: “Bahwa masih adalah Allah dan Allah swt dengan kekufuran mereka yang paling besar telah mati dan disalib dan dunia hanya tersisa 3: pertama, hari tanpa pengatur, bintang tanpa pengatur ia akan hilkang lalu muncul sebagaimana semula, kedua Allah akan tercipta kembali. Ketiga bahwa Allah berada di perut Maryam yang didalamnya terdapat juga amalan manusia, semua binatang dan para raja manusia dan hewan.” Kitab Al-Milal Wan Nihal oleh Ibnu Hazm hal 49

[17] Masih terjadi perdebatan di antara kelompk Nasrani tentang Tabiat Al-Masih antara ia itu manusia atau tuhan atau terkumpul antara Lahutiyah dan Nasutiyah. Allah swt  telah berfirman tentang keadaan Isa as:

{وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عيسى بن مريم أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّي إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ}. سورة المائدة الآية 116.

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” (QS. Al-Maidah: 116).

[18]  Namanya adalah Asmah ia dimasukkan dalam sahabat ra, dan ada yang mengatakan masuk di kalangan tabi’in  karena ia mengenal para sahabat. Wafat ketika Nabi saw masih hidup dan Nabi saw menshalatkannya. Lihat Siyar ‘Alam Nubala’: !/ 428-443

[19] Kisah penyambutan Najasyi kepada orang Islam, usaha Qurais ketika itu serta hujah dan debat tentang tabiat al-masih adalah kisah panjang yang telah disebutkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya, Ibnu Hisyam dalam sirahnya dan Al-Haistami dalam Al-Majma’ dan juga dalam Siyar ‘Alam Nubala

[20] Tahzib Sirah Ibnu Hisyam oleh Abdus Salam Harun hal: 375-378

[21] Namanya Khalid Bin Zaid Bin Kulaib Bin Tsa’labah Abdullah Ibnu Auf Bin Ghanm. Pernah ikut Aqabah, Badar, Uhud, Khandaq dan semua peperangan bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ikut perang melawan Romawi bersama Yazid bin Muawiyah, wafat di Konstantinopel tahun 51. Lihat Usudul Ghabah: 5/ 25-26

[22] Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa mereka berjumlah 60 orang, di antara mereka terdapat 24 orang dari kalangan terhormat dan 3 orang pemimpin mereka. Aqib adalah pemimpin kaum dan dalam musyawarah dan namanya adalah Abdul Masih, As-Sayid adalah pelindung mereka namanya Al-Aiham dan Alqamah adalah pendeta, imam dan pemilik sekolah mereka. Lihat Mukhtashar Siratur Rasul oleh Syaikh Abdul Wahab hal: 422-429

[23] Ibnu Katsir menukil dari Ibnu Jarir: Pembesar Romawi memberi  3 syarat kepada orang islam, ia masuk melaui pintu dimana Nabi masuk ketika Isra’, ada yang mengatakan bahwa ia bertalbiyah ketika masuk dan melakukan shala tahiyatul masjid di Mihrab Daud dan ia shalat bersama orang islam pada waktu sore pada rakaat pertama ia mambaca Surat Shad dan di rakaat kedua membaca Surat Al-Isra’ kemudian ia pergi ke Shahkhrah yang ditunjukkan oleh Ka’ab al-Ahbar dan Ka’ab memberitahu agar menjadikan masjid dari belakangnya, lalu di bangunlah masjid di depan Baitul Maqdis, masjid yang sekarang bernama Masjid Umar, lalu ia dan orang islam memindahkan tanah dari Sakhrah dan sisanya oleh penduduk Urdun. Orang romawi menjadikan Sakhrah tempat sampah karena ia adalah Kiblat Yahudi sampai menjadi tempat membuang sisa haid seorang perempuan. Hal ini sebagai akibat dari perlakuan Yahudi kepada Al-Qimamah yaitu suatu tempat yang dijadikan tempat menyalib dan dilempar ke kuburan Qimamah, oleh karena itu tempat ini disebut Al-Qimamah, dan nama ini juga diperuntukkan kekaisaran yang dibangun orang Nasrani di sana. Lihat Al-Bidayah Wan Nihayah: 4/57

[24] Al-Masihiyah Wal Islam Fi Mishr Wa Dirasat Ukhra oleh Walim Sulaiman Qiladah hal: 235-243

[25] Lihat bab ke-5 dari kitab Tarikh Ahlu Zimmah Fil Iraq oleh Taufiq Sulthan Yuzbaki hal: 361-447

[26] Lihat pasal: Eropa Antara Abbasi Di Bagdad Dan Umawi Di Andalus dari kitab As-Sura’ Bainal Arab Wa Uruba Min Duhuril Islam Ila Intihai Al-Hurub As-Salibiyah: 145-154 oleh Abdul Azim Ramdhun

[27] Madkhal ila Tarikh Harakah Tanshir oleh Mamduh Husain hal: 21-30

[28] Perang salib dimulai pada bulan Rabiut Tsani tahun 491 H (Maret, 1098 M) dan berakhir pada bulan Sya’ban tahun 690 H (Agustus, 1291 M). lihat Al-Harakah Salibiyah oleh Abdul Fatah ‘Ashur.

[29] Di antara kitab-kitab warisan islam yang membahas Nasrani adalah Al-Muntakhab Al-Jalil Min Takhjil Min Harfil Injil oleh Abu Fadhl Al-Maliki Al-Mas’udi, Jawabaul Qadhi Al-Nahi Ala Risalah Rahib Min Faransa Ila Al-Muqtadir Billah Sahib Sarqasthah oleh Al-Walid Sulaiman Bin Khalaf Al-Qadhi Al-Baji yang ditahqiq oleh Muhammad Abdullah As-Sarqawi, Daru Ta’arudh Al-Aql Wan Naql oleh Ibnnu Taimiyah yang ditahqiq oleh Muhammad Rasad Salim dan kitab beliau juga Al-Jawab As-Sahih Liman Badala Din Al-Masih, Al-Mukhtar Fir Raddi Ala An-Nashara oleh Amru Bin Bahr Al-Jahidz yang ditahqiq oleh Muhammad Abdullah As-Sarqawi, Sifaul Ghalil Fir Raddi Ala Man Badala At-Taurat Wal Injil oleh Abul Ma’ali Al-Juwaini, Al-Milal Wan Nihal oleh As-Sahrastani, Al-Fasl Fil Milal Wan Nihal oleh Ibnu Hazm, Maqati’ Hamat As-Salban Wa Marati’ Raudhat Ahlul Iman oleh Abu Ubaidah Al-Jazarji yang ditahqiq oleh Muhammad Syamah, Hidayatul Hayari Fi Ajwibah Al-Yahud Wan Nashara oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, An-Nasiha Imaniyah Fi Fadhihah Al-Milah An-Nasraniyah oleh Nasr Bin Yahya Bin Isa Al-Mutathabbib yang ditahqiq oleh Muhammad Abdullah As-Sarqawi, Tuhfatul Arib Fir Raddi Ala Ahlu Salib oleh Abdullah At-Turjuman Al-Mairuqi yang ditahqiq dan di ta’liq oleh Umar Afiq Ad-Da’iwaq, Al-Aqaid Al-Watsaniyah Fid Diyanah An-Nasraniyah oleh Muhammad Thahir At-Tinyar, Ar-Raddul Jamil Liilahiyati Isa Bisharihil Injil oleh Abu Muhamad Al-Ghazali yang ditahqiq oleh Muhamad Abdullah As-Sarqawi.

[30] Abdul Azim Ramdhun mengatakan: “Dengan berakhirnya perang salib berakhirlah perseteruan antara Arab dan Eropa dan akan bermula lembaran yang lain, karena pemikiran salibiyah tidak akan berakhir dan pada abad ke-14 ia kembali dibawa oleh para pemimpin peneliti geografi, dan para utusan perdagangan seperti Fascodagama, Kibrel, Almaida dan Diyaz dan akan terus berlanjut sampai masa modern sehingga pemikiran komunis masuk dalam pemikiran salib dan orang Komunis Eropa menjadi Sallibis Eropa.” Lihat As-Sura’ Bainal Arabwa Uruba Min Zuhuril Islam Ila Intihail Hurub As-Salibiyah: 529

[31] Al-Jughrafiyun War Rihlah Al-Muslimun Fi Bilad As-Syam Zaman Al-Hurub As-Salibiyah: 253-254

One Response

  1. […] *Demikian bagian Pendahuluan dari buku at-Tanshir: Mafhumuhu wa Ahhdafuhu wa Wasailuhu wa Subulu Muwajahatuhu. Bagian selanjutnya adalah Definisi Kristenisasi […]

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: