Kristenisasi: Definisi, Tujuan, Wasilah Dan Cara Menghadapinya: Bag. Pendahuluan


Gerakan kristenisasi ialah kegiatan mengkristenkan orang secara besar-besaran dengan segala daya upaya yang mungkin agar adat dan pergaulan dalam masyarakat mencerminkan ajaran agama Kristen. Kristenisasi tidak hanya dilancarkan terhadap orang-orang yang belum memeluk agama atau mereka yang memeluk agama animisme saja, tetapi juga ditujukan terhadap orang yang telah memeluk agama Islam. Pengkristenan dipercayai sebagai satu tugas suci yang dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh ditinggalkan. Mengkristenkan orang dianggap sebagai membawa kembali anak-anak domba yang tersesat, dibawa kembali kepada induknya. Manusia-manusia sebagai anak domba akan dibawa kepada kerajaan Allah.

Ketika masa Orde Baru, banyak para pejabat yang tidak percaya adanya gerakan kristenisasi besar-besaran yang terjadi di Indonesia. Tetapi setelah dikeluarkan buku “Fakta dan Data tentang kristenisasi di Indonesia” oleh Dewan Dakwah Islamiyah  (DDI) Indonesia, semua pihak terperangah dan yakin bahwa pihak misionaris zending telah bekerja keras siang-malam untuk mengkristenkan umat Islam secara khusus.

Di masa Reformasi, mereka lebih berani dan semakin gencar melakukan Kristenisasi, mereka menggunaka Al-Quran dan Hadits yang diputarbalikkan untuk membenarkan ajaran mereka. Yayasan NEHEMIA, adalah salah satu yayasan kristen yang gencar bergerilya dengan proyek kristenisasi, yayasan ini dipelopori oleh Dr. Suadi Ben Abraham, Kholil Dinata dan Drs. Poernama Winangun. Mereka telah mengeluarkan beberapa buku di antaranya: 1). Upacara Ibadah Haji, 2). Ayat-ayat yang menyelamatkan, 3). Isa Alaihis salam dalam pandangan Islam, 4). Riwayat singkat pusaka peninggalan Nabi Muhammad saw, 5). Membina kerukunan umat beragama, 6). Rahasia jalan ke surga, 7). Siapakah yang bernama Allah itu?

Pada tanggal 30 Nopember 1967 Pemerintah mengadakan Musyawarah Antar Agama yang bertempat di gedung Dewan Pertimbangan Agung Jakarta, dengan maksud antara lain untuk membina saling pengertian dan saling toleransi antara pemeluk-pemeluk agama terutama Islam dan Masehi. Dalam sambutan tertulis Jenderal Suharto pada waktu itu, Pejabat Presiden Republik Indonesia, menyatakan keprihatinannya atas kenyataan bahwa penyiaran agama masih dilakukan orang terhadap mereka yang telah memeluk agama tertentu. Dijiwai oleh sambutan Pejabat Presiden itu maka pihak umat Islam mengusulkan rumusan persetujuan, yaitu: rakyat yang telah beragama jangan dijadikan sasaran penyebaran agama lain. Pihak Masehi menolak keras usul itu. Maka dicoba untuk mengadakan pertukaran pikiran dan pendekatan-pendekatan namun sia-sia, yang mengakibatkan musyawarah yang berlangsung hampir 24 jam itu tidak menghasilkan sesuatu yang kongkrit.

Setelah Musyawarah tersebut, Mantan Mentri Agama Indonesia, M. Rasyidi menulis risalah kecil yang mengupas praktek kristenisasi di Indonesia, risalah itu berjudul “Mengapa Aku Tetap Memeluk Agama Islam”, dalam buku itu disebutkan pandangan-pandangan beliau tentang gerakan Kristenisasi yang terjadi di Indonesia semasa hidupnya dan kenapa beliau tetap berpegang pada Islam.

Usaha Kristenisasi selalu dilakukan dengan segala daya upaya, biaya peralatan yang lengkap, rencana yang masak, tehnik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir semua aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan segala macam hiburan.

Melihat fenomena kristenisasi yang semakin gencar dan membabi buta seperti ini, saya pernah mencoba menerjemahkan sebuah buku tentang Kristenisasi yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim al-Hamd an-Namlah, Dosen dan Profesor di perguruan tinggi-perguruan tinggi Saudi Arabia. Pembahasan buku ini sangat jelas, gamblang dan valid, bersandar hanya pada referensi yang berbahasa Arab.

Saya menjadi sangat tergugah untuk menerjemahkan buku ini yang saya dapatkan dari file word simpanan di komputer saya, ketika saya diberi kesempatan oleh Allah swt untuk membantu teman-teman da’i menyelamatkan aqidah umat Islam di daerah Kampung Sawah, tempat ini memang sudah lama menjadi percontohan proyek kristenisasi di Indonesia.

Kehidupan umat Islam tidak pernah lepas dari yang namanya ujian. Ujian datang untuk membersihkan kita dari dosa, menggembleng kekuatan kita, serta membuktikan sejauh mana kebenaran iman kita. Sumber ujiannya pun bervariasi. Ada yang datang dari orang-orang non Muslim, dari kaum sekuler yang dhalim, dari para pengikut aliran sesat, bahkan dari sesama umat Islam sendiri.

Semua ujian ini harus dihadapi dengan sabar, istiqamah, dan tawakal kepada-Nya. Dalam Al-Quran disebutkan: “Bahwasanya orang-orang sabar itu akan dibalas dengan pahala yang tiada batas.” (QS. Az-Zumar: 10) Juga disebutkan “Wahai orang-orang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Baqarah: 153).

Dan kepada para da’i ilallah agar penjelasan pada buku ini bisa dipraktekkan dalam menghalau gerakan kristenisasi yang semakin massif. Selamat menyimak dan salam hangat dari ahmadbinhabal🙂

PENDAHULUAN

Kristenisasi secara umum telah nampak sejak munculnya Isa as. Dan pemahaman ini semakin berkembang  dengan adanya tahrif yang dilakukan oleh orang kristen pada abad pertama masehi. Kemudian pemahaman ini dimasuki paham Yunani, India dan Persia sehingga dalam agama Nasrani  telah tercampur antara wahyu Nabi Isa as dengan pemikiran manusia sebelum munculnya agama Nasrani.

Masyarakat Islam tidak pernah selamat dari kristenisasi,  bahkan agama ini adalah agama yang banyak bersitegang dengan kristenisasi karena yang menjadi incaran kristenisasi pada kalangan islam adalah individu sebelum organisasi atau sebuah komunitas, hal itu karena masyarakat muslim terdidik di atas fitrah dan tauhid,  sehingga sulit untuk menerima pemikiran yang bertentangan dengan fitrah atau berbeda dalam segi aqidah serta akal yang sehat.

Meskipun demikian usaha mengkristenkan orang Islam masih terus berlanjut bahkan semakin gencar dengan meggunakan wasilah yang bermacam-macam dan pemahaman yang baru, berbeda dengan pemahaman dasar yang ada pada agama kristen.

Kritenisasi mengalami pembaharuan dan perkembangan pada satu waktu, ia berkembang dengan adanya tujuan-tujuan baru dan penggunaan berbagai cara di antaranya yaitu dengan menggunakan sarana-sarana modern dalam merealisasikan tujuan mereka sesuai lingkungan yang dihadapi, perkembangan ini sampai pada titik adanya yayasan kristen, metode kristenisasi, kristologi dan pandangan-pandangan tentang kristen.

Umat islam telah memberikan perhatian pada masalah ini sejak lama baik para ulama, khalifah, umara’, para pemikir islam dan umat islam secara umum sesuai dengan kemampuan mereka, seperti dengan mencounter gerakan kristenisasi secara khusus pada komunitas muslim atau secara umum, di antara bentuk pengcounteran ini adalah adanya makalah, penelitian dan pembahasan dalam kitab, majalah atau jurnal Islam serta dalam bentuk kaset.

Sebab penulisan buku ini adalah semakin berkembangnya kristenisasi dengan berbagai cara dan setiap tahun gerakan ini terus berkembang juga karena penelitian yang dilakukan penulis tentang Kristen dan gerakan kristenisasi. Gerakan ini selalu diperbaharui, dan sungguh ia sangat merusak aqidah umat Islam. Sehingga saya simpulkan bahwa sangat penting untuk mengetahui pemikiran kristenisasi sebagai pemahaman, tujuan, wasilah secara langsung atau tidak langsung dan cara menghadapinya.

Saya tidak menganggap yang pertama dalam hal ini, dan tidak juga memberikan pengetahuan yang baru, hanya saja saya berusaha memaparkan masalah ini, jika dalam pembahasan ini terdapat fadhilah, maka fadhilah itu akan terkikis jika para pembaca mengetahui dengan cepat gerakan ini, gerakan ini sangat berbekas dalam masyarakat Islam. Semoga pembahasan ini bisa sebagai tambahan wawasan bagi siapa saja yang menginginkannya.

Untuk memperluas pembahasan, saya meruju’ pada kitab at-Tanshir fil Adabiyat “al-Maraji’ al-Arabiyah” dan juga kitab serta majalah dan tulisan tsaqafiyah dan saya jadikan kitab ini dalam bentuk yang ringkas, dan siapa saja yang ingin menambah wawasan dalam masalah ini silahkan melihat pada buku-buku yang ada.

Dalam kitab ini saya menjauhi temuan dan data-data, karena saya melihat kebanyakan tidak teliti, ketidak telitian itu karena yang menjadi rujukan adalah orang asing yang kadang dilakukan oleh sebuah kelompok atau yayasan atau dalam sebuah tempat saja dan tidak menyeluruh.

Sebagai contoh jumlah orang kristen pada tahun 1990 sekitar 164. 000. 000. 000 pertahun, sebagaimana dikatakan Dr Abdurrahman as-Sumaith salah seorang aktivis di Afrika, dan jumlah ini dicantumkana di majalah Da’wah as-Saudiyah dalam laporan lain dikatakan 181. 000. 000. 000 tahun 1992 sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Salman bin Fahd al-Audah dalam salah satu materi tentang kristenisasi. Dan perbedaan  waktu antara dua laporan di atas hanya dua tahun, sedangkan perbedaan angka antara keduanya adalah 17. 000. 000. 000 selama dua tahun.

WAMI melaporkan bahwa jumlah orang Nasrani di dunia sekitar 1. 721. 000. 000 orang, organisaasi kristen sekitar 24. 580, organisasi ssosia sekitar 20. 700 organisasi, organisasi yang khusus membantu kristenisasi sekitar 3. 880 organisasi, pendidikan Kristologi sekitar 98. 720 pendidikan dan jumlah pra pengkristen sekitar 273. 770.

Angka-angka ini bisa berbeda-beda sesuai dengan sumber perhitungan, bagaimanapun juga angka-angka ini sangat tinggi dan berubah dengan cepat dan mencengangkan. Oleh karena itu saya tidak menyebutkan angka-angka tersebut dalam kitab ini.

Metode lain yang saya pakai adalah tidak memakai istilah-istilah kristen kecuali jika dibutuhkan dan saya tidak tahu translasi kata tersebut, saya tidak memberikan makna suatu istilah dalam kurung, meskipun hal ini bisa, saya hanya menukil nash, tidak seperti para pengarang lain yang menjelaskan istilah-istilah yang ada.

Ada satu hal yang sangat penting yang ingin saya sampaikan juga yaitu bahwa dalam membahas kristenisasi harus proporsional, jauh dari sikap berlebih-lebihan pada orang Nasrani secara umum. Tidak semua orang kristen itu misionaris bahkan tidak semua orang Kristen itu peduli dengan agama mereka dan merealisasikan agama dalam kehidupan mereka, jika mereka mempraktekkan agama mereka khusus untuk mereka sendiri, maka mereka tidak termasuk misionaris. Demikianlah hal ini penting untuk dijelaskan agar kita tidak men-generalisir atau memutlakkan hukum untuk semuanya.

Dan dalam pembahasan ini juga kita harus mengetahui bahwa ada orang-orang Nasrani pada komunitas muslim yang mereka tidak memakai pakaian nasrani, hendaknya tidak menilai manusia secara prasangka saja, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika ada utusan dari  Najran, serta apa yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi dan juga contoh dari khalifah Umar bin Khatab ketika di Baitul Maqdis.

Dalam islam telah dibahas hukum berkenaan muamalah dengan agama lain sebagaimana hukum antara hamba dan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hamba bersama makhluk yang lain.

Saya telah mengurangi untuk meruju’ pada buku-buku asing, meskipun sebenarnya mampu. Kitab ini adalah kumpulan dari ceramah-ceramah tentang kristenisasi yang saya sampaikan di Masjid-masjid kota Riyadh di Saudi Arabiyah dan saya sampaikan juga pada Universitas al-Islah al-Ijtima’I di Uni Emirat Arab, di Universitas Islamiyah di Masarif Niyami, di Islamic Center Afrika di Khourtum ibu kota Sudan.

Inilah yang mendorong saya untuk menulis kitab ini, saya berharap dalam kitab ini ada manfaat bagi orang yang menginginkannya, dan semoga kitab ini juga bisa membuka cakrawala para pembaca tentang masalah misionaris yang muncul dengan nama-nama yang baru seperti Sekulerisme dan Liberalisme dan nama baru itu tidak jauh dari tujuan misionaris yaitu memasukkan orang luar nasrani ke nasrani. Oleh karena itu buku ini hanya memusatkan pembahasan pada misionaris.

Dan saya berhararap bahwa saya telah memaparkan tentang misionaris tujuan, wasilah dan cara menghadapinya dengan gambaran singkat. Dan saya memohon pertolongan dan taufiq kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

*Demikian bagian Pendahuluan dari buku at-Tanshir: Mafhumuhu wa Ahhdafuhu wa Wasailuhu wa Subulu Muwajahatuhu. Bagian selanjutnya adalah Definisi Kristenisasi

 

Referensi:

  1. 1.      Mengapa Aku Tetap Memeluk Agama Islam, M. Rasyidi
  2. Brosur “Kristenisasi dan Kejahatan-Kejahatannya” terbitan Lembaga Penelitian Dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta]
  3. www.kristenisasi.wordpress.com

3 Responses

  1. Reblogged this on Percikan Kehidupan.

    • please, the next article may also reblogged too🙂

      • Insya Allah.. Baarakallahu fiikum..

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: