Electronic Jihad, Program DDoS Buatan Al-Qaidah


Electronic Jihad telah menjadi ancaman serius bagi dunia Barat. Dinas Intelijen dan Keamanan Belanda AIVD melaporkan bahwa di seluruh dunia sekitar 25 ribu jihadis aktif di forum-forum Islam, yang sulit sekali ditemukan di internet. Mereka juga menyebutkan, forum-forum yang disebutnya radikal tidak bisa dilacak mesin pencari seperti Google. Hanya 0,2 persen “kelihatan” di internet. Situs web jihadis sulit sekali ditemukan.

Sementara itu,  pakar  terorisme Glenn Schoen mengatakan, situs-situs jihad sangat sulit dilacak dan hanya bisa diakses dengan kode-kode tertentu. “Anda harus membuka alamat http tertentu, chatroom tertentu, dengan nama palsu tertentu atau pada waktu tertentu. Banyak sekali dipakai kode yang dirancang teroris di luar negeri.  Jadi Anda belum pernah bertemu orang-orang tersebut.”

Beberapa dekade yang lalu universitas-universitas di Amerika dan negara Barat banyak dimasuki orang asing yang ingin belajar ilmu komputer. Kalangan jihadis mengutus beberapa orangnya untuk belajar ilmu komputer, khususnya keamanan komputer dan tehnik serangan jaringan. Kemampuan pemuda lulusan barat ini lalu dimanfaatkan oleh jihadis untuk membantu mereka dalam bidang internet.

Salah satu dari mereka adalah irhabi007 atau Younis Tsouli, ia adalah lulusan ilmu komputer di Westminister Collage di London, Inggris. Beberapa aksinya yang sempat direkam media adalah menghack komputer universitas di Amerika, mempunyai keahlian dalam menghack, membuat program, membuat serangan on line  serta menguasai desain digital dan media, menyebarkan buku pedoman persenjataan, video yang memuat aksi mujahidin, seperti eksekusi murtadin, dan materi lain yang bersifat propaganda. aktif di forum-forum jihad dengan bahasa Inggris dan Arab. memiliki kemampuan menghack situs serta berkonsentrasi mengajarkannya kepada para surfer internet secara rahasia dengan browsing tanpa nama.

Karena aksinya yang menggemparkan dunia barat tersebut Younis Tsouli di hukum penjara bertahun-tahun. Ada video nasyid untuk Younis yang diupload di youtube oleh sami2232, judulnya سجني قيدي موتي

e-Jihad program (dalam bahasa Arab: الاءلكتروني الجهاد برنامج) dibuat oleh sekelompok hacker yang menamakan dirinya “HaCKErS aL-AnSaR” dari “al-jinan.org”, al-jinan menyatakan bahwa mereka akan membuat program DDoS (Distribute Denial of Service) yaitu jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.

Serangan Denial of Service klasik bersifat “satu lawan satu”, sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi “tidak berguna sama sekali” bagi klien.

Selain e-jihad, mereka juga sudah membuat program Mojahedeen Secret dan Jihad-Reminder  yang bekerja lewat windows taskbar dan cek promptly dengan command dan control server.

Dalam Program e-jihad ini, terdapat laman antar muka yang menyediakan pengguna memilih daftar website target yang telah disediakan al-jinan. Dan memilih kecepatan serangan (attack speed) atau سرعة الهجوم, lemah, medium atau kuat, setelah itu klik tombol هجوم atau attack untuk beraksi. Ada juga beberapa note atau catatan penting untuk menggunakan program ini.

e-jihad sudah merilis versi barunya sampai tiga kali, di versi kedua ditambahkan daftar target baru dan di desain agar aplikasi ini bisa berjalan dalam kecepatan koneksi internet yang berbeda-beda. Di versi ketiganya tidak ada perubahan dalam cara mengoperasikan program, hanya saja, alamat al-jinan.org berubah menjadi al-jinan.net dengan bahasa pengantar bahasa Jepang, saya tidak tahu kenapa al-jinan.net berhasa Jepang?.

Komentar Tentang e-Jihad

 

Dorothy Denning, seorang profesor di Department of Defense Analysis di Naval Postgraduate School, mengatakan bahwa “Serangan jihadis bisa membuat website down dan merusak ekonomi yang tidak mereka sukai dan akibatnya bisa sangat serius”. Andrew Colarik, konsultan security informasi lulusan universitas Auckland mengatakan bahwa “Perusahaan bisnis yang tidak menerapkan security infrastruktur yang bagus bisa diserang”. Denning juga menambahkan”Mungkin ada saja perusahaan bisnis yang mengatakan ‘tidak ada yang mentarget kami’. Tetapi electronic jihad akan mentarget siapa saja yang merugikan ekonomi mereka. Siapa saja mungkin jadi sasaran”.

Ada juga kritikan tentang e-jihad, seperti dari blackflag yang mengatakan bahwa program ini belum bagus bagi seorang script kiddie, ia hanya paket pembangkit dasar yang mengirimkan permintaan ping, paket sampah dan GET request ke target.

Dancho Danchev, Independent Security Consultancy, Threat Intelligence Analysis (OSINT/Cyber Counter Intelligence) and Competitive Intelligence research on demand, dengan tegas mengatakan “Program Jihad Elektronik adalah contoh salah satu kode buruk, buruk dalam arti memperoleh daftar situs yang akan diserang dari satu lokasi, sehingga Anda memiliki situasi dengan 1000 jihadis yang tidak bisa menyerang siapa saja dalam keadaan terkoordinasi jika host-nya mati “.

 Tentang cybercrime

Dari berbabagi literature didapatkan bahwa cybercrime bisa dilihat dari dua sudut pandang.

  1. Kejahatan yang menggunakan teknologi informasi sebagai fasilitas: pembajakan, pornografi, penipuan melalui email yang dikenal dengan istilah fraud, email spam, pencurian account internet, dan sebagainya.
  2. Kejahatan yang menjadikan system teknologi informasi sebagai sasaran; pencurian data pribadi, pembuatan atau penyebaran virus computer, pembobolan situs atau pembajakan situs, Denial of Service (DOS), dan sebagainya.

Cybercrime menjadi isu yang menarik dan kadang menyulitkan karena kegiatan dunia cyber tidak dibatasi oleh terotrial negara, kegiatan ini relative tidak berwujud dan sulit dibuktikan karena data elektronik relative mudah diubah, disadap dan dipalsukan dalam hitungan detik.

Contoh mudahnya, jika seorang warga Negara Indonesia yang berada di Australia melakukan cracking sebuah web server yang berada di Amerika, yang ternyata pemilik server adalah orang Cina dan tinggal di Cina. Hukum mana yang akan dipakai untuk mengadili si pelaku??? Contoh lainnya, seorang mahasiswa Indonesia di Jepang, mengcrack account dan password seluruh professor di sebuah fakultas. Menyimpannya dalam sebuah direktori public, mengganti kepemilikan direktori, dan file manjadi milik orang lain. Dari mana polisi harus bergerak.

Yah..mungkin sekian saja review saya. As always, comments are welcome below.

Sumber:

Jihadits and The Internet, National Coordinator for Counterterorism 2009 update

Dapat apa sih dari Universitas? Kumpulan makalah dari blog Romi Satrio Wahono, Zip Book Bandung

http://www.informationweek.com/story/showArticle.jhtml?articleID=200001943

http://blackflag.wordpress.com/2006/11/01/the-electronic-jihad-that-wasnt/

http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_DoS

http://arrahmah.com/read/2009/06/30/4833-irhabi-007-younus-at-tsouly-sang-legenda-cyber-jihad.html

Kirim Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: